Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34176 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Monika Sihombing; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Anwar Hassan, Dini Wahyudini
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor predisposisi, pemungkin dan pendorong yang berhubungan dengan keberhasilan dan kegagalan WPS melakukan negosiasi pemakaian kondom di lokalisasi Rawa Malang, Jakarta Utara. Desain studi adalah studi kualitatif dengan 8 informan yaitu WPS berpendidikan tinggi dan rendah pada informan WPS pemakai kondom an yang bukan pemakai kondom. Digunakan teknik wawancara mendalam dan dilakukan triangulasi sumber data pada informan kunci serta triangulasi analisis oleh pakar. Umur, pengetahuan, sikap, penghasilan, ketersediaan/akses kondom, kenyamanan pelanggan, tenaga kesehatan dan mucikari berpengaruh positif terhadap keberhasilan perilaku negosiasi.Terkait HIV/AIDS serta praktik pemakaian kondom.Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap WPS.
Read More
S-8749
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyastuti; Pembimbing: Toha Muhaimin, Adi Sasongko; Penguji: Farida Mutiarawati Tri Agustina, Sigit Priohutomo, Dien Emawati
T-2429
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Dona; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Anwar Hassan, Devi Maryori
S-6519
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marlya Niken Pradipta; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Anwar Hassan, Siti Nurfaizah
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor (faktor predis posisi yaitu umur, pendidikan, pengetahuan tentang HIV/AIDS, sikap terhadap penggunaan kondom, faktor pemungkin yaitu aksesibilitas, dan faktor penguat yaitu keterpaparan informasi mengenai HIV/AIDS) yang berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom pada Waria binaan Puskesmas Bogor Timur tahun2012. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel berjumlah 40 Waria yang diambil dengan total sampel dan kuesioner sebagai alatukur penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 40% responden konsisten menggunakan kondom, 60% berumur kurang dari sama dengan 30tahun, 47,5% berpendidikan tinggi, 65% berpengetahuan baik, 47,5% bersikap positif terhadap penggunaan kondom, 47,5% mempunyai akses yang mudah. 80% terpapar informasi. Berdasarkan uji chi square terdapat 2 variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan konsistensi pemakaian kondom pada Waria binaan puskesmas Bogor Timur yaitu pengetahuan dan aksesibilitas. Diharapkan Dinas Kesehatan Kota Bogor membuat kebijakan mengenai standar kualitas kondom yang diberikan secara gratis kepada Waria. Untuk Puskesmas Bogor Timur,diharapkan untuk mengubah waktu pembinaan Waria dengan menyesuaikan dengan Waria yaitu pada sore hari dan mengontrol kinerja project officer (PO)secara berkala serta melibatkan pemimpin Waria dan masyarakat dalam penyuluhan HIV/AIDS.
The purpose of this study was to determine the factors (ie predisposing factors ofage, education, knowledge about HIV/AIDS, attitudes toward condom use,reinforcing factor is exposure to information about HIV/ IDS) and enablingfactors, namely accessibility, associated with consistency of condom usetransvestism built health center in East Bogor in 2012. This study used cross-sectional design with a sample taken are 40 transvestism with a total sample andthe questionnaire as a measure of research. The results of this study showed that40% of respondents consistently used condoms, 60% aged less than or equal to 30years, 47.5% of highly educated, knowledgeable 65% good, 47.5% positiveattitudes toward condom use, 47.5% have access easy. 80% of exposedinformation. Based on the chi square test, there are 2 variables that have asignificant relationship with the consistency of condom use on Transvestism builtclinic East Bogor ie knowledge and accessibility. Bogor City Health Departmentis expected to make a policy regarding quality standards and provided freecondoms to transvestism. For Bogor Health Center East, is expected to change thetime to adjust to coaching Transvestism is in the afternoon and control theperformance of project officer (PO) periodically and involve community leadersin transvestism and education about HIV / AIDS.
Read More
S-7574
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferra Kartika Widodo; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Lesti Harni
S-9083
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggela Pradiva Putri; Pembimbing: Kemal N. Siregar, Toha Muhaimin; Penguji: Indang Trihandini, Husein Habsyi
Abstrak: HIV dan AIDS sampai saat ini masih menjadi kasus yang mendapat perhatian di duniadan Indonesia. Diantara kelmpok rentan penularan HIV, LSL merupakan salah satupopulasi kunci penyumbang jumlah kasus baru HIV pada tahun 2015 yaitu 12%. Terdapatberbagai faktor peyebaran HIV pada LSL, salah satunya yaitu penggunaan kondomkonsisten.

Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi hubungan penggunaan kondomdengan pencegahan HIV pada LSL di 6 kota di Indonesia dengan menggunakan dataSurvey Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP 2015). Penelitian ini menggunakan studicross-sectional yang dilaksanakan pada Maret-Juni 2018. Populasi pada penelitian iniyaitu LSL yang memiliki pasangan tetap wanita, pria, atau waria. Jumlah sampelsebanyak 773 responden dengan melakukan pembersihan data.

Hasil penelitianmenunjukkan bahwa hubungan penggunaan kondom dengan status HIV memberikannilai p= 0,059 Terdapat hubungan yang signifikan antara seks anal dengan status HIVdengan nilai p= 0,027. Perlu dilakukan penyuluhan dan intervensi yang lebih agarpemakaian kondom dapat lebih efektif sebagai metode pencegahan HIVKata kunci: AIDS, HIV, LSL, Condom
HIV and AIDS is still a case of attention in the world and Indonesia. Among thevulnerable groups of HIV transmission, MSM is one of the key populations contributingto the number of new HIV cases by 2015 at 12%. There are various factors in the spreadof HIV in MSM, one of which is consistent condom use.

This study aims to identifycondom use relationships with HIV prevention in MSM in 6 cities in Indonesia usingBiological Integrated Survey and Behavioral Survey data (STBP 2015). This study usesa cross-sectional study conducted in March-June 2018. The population in this study isMSM who have a permanent partner of women, men, or waria. The number of samplesis 773 respondents by performing data cleaning.

The results showed that the relationshipof condom use with HIV status gave p value = 0.059 There was a significant correlationbetween anal sex with HIV status with p value = 0,027. More counseling andinterventions are needed to make condom use more effective as a method of HIVprevention.

Keywords: AIDS,HIV, MSM, Condom.
Read More
T-5399
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indriyati Srikandi Putri; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Tri Krianto, Fonny J Silvanus
S-8864
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silowati; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Rina A Anggorodi, Kemal Nazaruddin Siregar, Gandi Kosim, H. Adi Sasongko
T-2894
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kanti Lituhayu; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Moch. Ichwan
Abstrak: Wanita Pekerja Seks (WPS) merupakan populasi yang beresiko tinggi untuk terjadinya infeksi HIV/AIDS sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan determinan konsistensi pemakaian kondom untuk mencegah HIV/AIDS pada WPSTL/Pelanggannya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan data sekunder Survey Cepat Perilaku DKI Jakarta, jumlah sample adalah 240 responden.

Hasil penelitian ini menemukan dari seluruh variabel pada studi ini faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom yang konsisten adalah : menawarkan kondom (OR= 19,539 95% CI 8,701-43,876), ketersedian kondom ( OR= 0 95% CI 0) dan pasangan seks (OR= 0,110 95% CI 0,057- 0,211).

Penelitian ini merekomendaksikan adanya outlet kondom pada tempat tertentu yang mobile agar WPSTL dapat mengakses dan mendapatkan kondom secara berkala.

Kata kunci: Human Immunodeficiency Virus (HIV), Wanita Pekerja Seks Tidak Langsung (WPSTL), Kondom, Survei Cepat Perilaku (2013)

Female Sex Workers (FSW) is a high-risk population for infection HIV/AIDS until now. This study aims to explore the determinant consistency of condom use to prevent HIV/AIDS in FSW / client. This study used cross sectional study design by using Rapid Behavior Survey among key population at DKI Jakarta with total sample 240 respondents.

This study found of all variables in this study factors associated with consistent condom use is: to offer condoms (OR = 19.539 95% CI 8.701 to 43.876), the availability of condoms (OR = 0. 95% CI 0) and sexual partners (OR = 0.110 95% CI 0.057 to 0.211).

The study recommended to provide condom outlets in certain specific places to give more access for condom to WPSTL regularly.


Keywords: Female Sex Workers Indirect, condoms, HIV/AIDS, Rapid Behavior Survey
Read More
S-9272
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sonda Nur Assyaidah; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Toha Mohaimin, Ahmad Syafiq, Nurhalina Afriana, Ovi Norfiana
Abstrak: Industri jasa layanan seks ada di Indonesia dan dikenal sebagai sumber penularan HIV dan IMS. Upaya pencegahan penularan HIV salah satunya melalui tes HIV. Tes HIV dapat memperluas layanan HIV yang meliputi perawatan, dukungan, dan pengobatan pada waktu yang tepat. Akan tetapi, masih banyak WPS yang belum bersedia memanfaatkan pelayanan tes HIV padahal tes ini sudah disediakan gratis begitu pula dengan pengobatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan komprehensif HIV/AIDS dan persepsi berisiko terkena HIV terhadap pemanfaatan layanan tes HIV pada WPS baik WPSL maupun WPSTL di DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian mix method (kuantitatif dan kualitatif) dengan desain Sequential Explanatory. Sampel pada penelitian ini adalah WPS berjumlah 447 orang dan 12 informan. Terdapat variasi pengaruh pengetahuan dan persepsi terhadap pemanfaatan layanan tes. Pengetahuan komprehensif mempunyai faktor proteksi 0,50 kali untuk memanfaatkan layanan tes HIV. Artinya, WPS yang tidak memiliki pengetahuan komprehensif lebih berpeluang untuk melakukan pemanfaatan layanan tes HIV, dibandingkan dengan WPS yang memiliki pengetahuan komprehenshif. Sedangkan persepsi berisiko terkena HIV mempunyai faktor proteksi 0,48 kali untuk melakukan pemanfaatan layanan tes HIV. Artinya, WPS yang tidak memiliki persepsi berisiko terkena HIV lebih berpeluang untuk melakukan pemanfaatan layanan tes HIV, dibandingkan dengan WPS yang memiliki persepsi berisiko terkena HIV.
Kata kunci : Pemanfaatan Layanan, Tes HIV, Wanita Pekerja Seks

Sex services industry is in Indonesia and known as a source of HIV and STI transmission.Prevention of HIV transmission one of them is HIV testing. HIV testing can expand HIV services that include care, support, and treatment in a timely manner. However, there are still many FSWs who are not willing to take advantage of HIV testing services, whereas this test has been provided free of charge as well as the treatment. This study aims to determine relationship between comprehensive knowledge of HIV/AIDS and risk perceptions of HIV to the use HIV testing services in WPS both WPSL and WPSTL in DKI Jakarta. This research is mix method (quantitative and qualitative) with Sequential Explanatory design. Samples in this study were WPS amounted to 447 people and 12 informants. There are variations in the influence of knowledge and perceptions on the utilization of test services. Comprehensive knowledge of HIV/AIDS has a protection factor of 0.50 times to take advantage of HIV testing services. That is, WPS who do not have comprehensive knowledge of HIV/AIDS more likely to make use of HIV testing services, compared with WPS with comprehensive knowledge of HIV/AIDS. While risk perceptions of HIV have a protection factor of 0.48 times to make use of HIV testing services. That is, WPS who do not have perceptions at risk of HIV are more likely to utilize HIV testing services, compared to female sex workers who have a risk perception of HIV.
Keywords: Service Utilization, HIV Test, Female Sex Worker
Read More
T-5423
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive