Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30760 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Endong Darwilisan Yahya; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Wardatul Hamro
Abstrak: Penelitian yang dilakukan membahas mengenai proses manajemen risiko yang ada di warehouse PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk mulai dari tahapan identifikasi hazard dan risiko, analisis dan evaluasi risiko, penilaian risiko, pengendalian, komunikasi dan konsultasi hingga pemantauan dan telaah ulang. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode semi kuantitatif yang mengacu standar AS/NZS 4360:2004. Tahap identifikasi hazard dan risiko menggunakan tabel Job Safety Analysis (JSA). Kemudian untuk proses analisis risiko mengacu pada tabel ukuran semi kuantitatif berdasarkan criteria Fine. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan level of risk pada masing-masing tahap proses pekerjaan di warehouse dari hasil penelitian ada lima risiko yang mampu mengakibatkan kecelakaan kerja antara lain; bahaya mekanik (pemandu container/truck tertabrak), bahaya mekanik (tertabrak forklift), bahaya lifting, drop object, dan bahaya kimia (tumpahan bahan kimia). Oleh karena itu dibutuhkan upaya pengendalian yang bersifat engineering, administrative, serta penggunaan alat pelindung diri (APD).
Kata Kunci : AS/NZS 4360:2004, manajemen risiko, consequences, exposure, likelihood, level of risk.
Read More
S-8762
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diantika Prameswara; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Dadan Erwandi, Anton Ojong, Ricko Adlyana Putra
Abstrak: Kegiatan eksplorasi di industri hulu minyak dan gas merupakan kegiatan denganrisiko yang tinggi. Hasil analisis investigasi menyatakan faktor yang palingberkontribusi menyebabkan insiden adalah tidak efektifnya penilaian risiko.Dalam melakukan kegiatan berisiko tinggi diperlukan suatu perencanaan agartetap bekerja dengan aman dan selamat, yaitu manajemen risiko. Metode yangdigunakan untuk manajemen risiko aktifitas keselamatan kerja adalah HIRADC.Oleh karena itu, peneliti mencoba untuk melihat penerapan proses risk assessmentpada HIRADC. Penelitian ini bertujuan mengkaji hazard identification, riskassessment, and determining control (HIRADC) di PT. X. Penelitian inimenggunakan desain penelitian observasional deskriptif dengan metode kualitatif.Hasil penelitian menyarankan bahwa perlu dilakukan sinergi tim HSSE yang adadi lapangan dalam memonitor HIRADC dan PTW sehingga terjadi keterkaitanantara keduanya. Dalam memaksimalkan sinergi tersebut perlu dibuat suatu workinstruction oleh Safety Manager.Kata kunci: HIRADC, penilaian risiko, manajemen risiko
Exploration activities in upstream oil and gas industries are high risk activities.The results of the investigation analysis stated that the most factors that contributeto the incidence is the ineffectiveness of risk assessment. In conducting high-riskactivities, a plan is required in order to keep working safely, ie risk management.The method used for risk management of occupational safety activities isHIRADC. Therefore, the researcher tries to see the implementation of riskassessment process at HIRADC. This study aims to examine the hazardidentification, risk assessment, and determining control (HIRADC) in PT. X. Thisresearch used descriptive observational research design with qualitative method.The results suggested that it is necessary to synergize HSSE team in the field tomonitor HIRADC and PTW so that there is a correlation between the two. Inmaximizing the synergy need to be made a work instruction by Safety Manager.Key words: HIRADC, risk assessment, risk management.
Read More
T-5216
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfi Januar; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Agus Triyono
S-8805
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulastri; Pembimbing: Syahrul M. Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Ferry Simanjuntak
S-6834
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Julia Kusumawardani; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Muhammad Soffiudin
Abstrak: Skripsi ini membahas analisis faktor risiko ergonomi dan keluhan musculoskeletal disorder di PT X tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan disain cross sectional. Dari penilaian risiko ergonomi dengan mengunakan metode Quick Exposure Checklist (QEC) didapatkan pekerjaan menggunakan komputer di office termasuk ke dalam level 3 atau risiko tinggi dan pekerjaan manual di workshop dan di warehouse termasuk ke dalam level 4 atau risiko sangat tinggi. Postur janggal yang terbentuk saat melakukan pekerjaan dipengaruhi oleh disain workstation dimana dari hasil pengukuran diketahui beberapa workstation pada masing-masing area kerja belum sesuai. Hasil survey Nordic Body Map (NBM) menunjukan sebanyak 88,4% responden memiliki keluhan MSDs dengan persentase area kerja yang mengalami keluhan tertinggi pada area warehouse 100%, area workshop 94,4%, dan area office 83,7%. Bagian tubuh yang paling banyak mengalami keluhan MSDs pada area office adalah pada bagian pinggang 48,8%, leher bagian atas 46,5%, bahu kanan 30,2%, dan bahu kiri 27,9%, pada area workshop adalah pada bagian pinggang 50%, leher atas 50%, punggung 38,8% dan pinggul 38,8%, dan pada area warehouse adalah pada bagian pinggang 50%, leher atas 50%, punggung 38,8% dan pinggul 38,8%. Disarankan adanya perbaikan disain workstation dan program edukasi kesehatan kerja terkait ergonomi.
Kata Kunci : Faktor risiko ergonomi, musculoskeletal disorder, workstation, QEC
This study discuss the analysis of ergonomic risk factors and musculoskeletal disorder complaints in X company at the year of 2016. this research is a quantitative research with cross sectional design method. From the ergonomic risk assessment using Quick Exposure Checklist (QEC) the result is indicate that works in the office that uses computers is included in level 3 or high risk category and manual work at the workshop is included to a level 4 or very high risk category. Awkward working posture that adopted by the worker is influenced by the design of the workstation that the result of workstation measurement shows several workstation in each working area is not appropriate. The survey result of Nordic Body Map (NBM) shows that 88.4% respondent have a complaint about MSDs which the highest percentage of complaints lies at the warehouse area with 100% complaints rate, while in the workshop the percentage of complaint is 94.4% and office area 83.7%. The part of body with the highest complaint of MSDs of office worker is waist (48.8%), upper neck (46.5%), right shoulder (30.4%), and left shoulder (27.9%), and for the workshop worker the highest complaint of MSDs is on waist (50%), upper neck (50%), upper back (38.8%), and hip (38.8%), and for the werehouse worker the highest complaint of MSDs is on waist (50%), upper neck (50%), upper back (38.8%), and hip (38.8%). Suggested of improvement in workstation design and education regarding occupational health in ergonomics.
Keywords : Ergonomic risk factor , musculoskeletal disorder, workstation, QEC
Read More
S-9244
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apriastuti Puspitasari; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Robiana Modjo, Edo Irnanda
S-6792
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pius Daviv Sugiarto; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Neneng Churaeroh
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hazard dan analisis risiko pada aktivitas maintenance wahana X. Penelitian ini besifat deskriptif dengan desain semikuantitatif dan menggunakan tahapan manajemen risiko AS//NZS: 4360. Tahapan kerja aktivitas maintenace didapatkan dari SOP dan wawancara mendalam. Analisis tingkat risiko menggunakan kriteria exposure, likelihood, consequence, dan risk level W.T. Fine. Aktivitas maintenance yang di analisis adalah harian dan mingguan (greasing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hazard terbanyak yang dihadapi oleh pekerja pada maintenance harian adalah hazard fisik (ketinggian dan listrik) dengan tingkat risiko tertinggi pada tahapan memeriksa neple dan oli hidraulik tentakel. Sementara untuk aktivitas greasing, hazard yang paling banyak adalah fisik (ketinggian) dengan tingkat risiko tertinggi pada tahapan kerja menuju lokasi penggantian grease. Adapun pengendalian yang telah dilakukan oleh perusahaan antara lain dengan pembagian shift kerja dan menyediakan kendaraan berupa golf car serta APD berupa; gloves, safety shoes, body harness, helm, dan googles.
Kata kunci: Analisis risiko, maintenance, wahana, T. Fine

This study aims to determine the hazards and risks analysis that exist in the maintenance activities of the ride X. This research was conducted with semi-quantitative design and using AS/NZS: 4360. Work process obtained from SOPs and in-depth interviews. The criteria of level analysis; exposure, possibilities, consequences, and risk level by W.T. Fine. The maintenance activities analyzed are daily and weekly (greasing). The results elucidate that most hazards incurred by workers for daily maintenance were physical hazards (altitude and electrical) at work process of inspection of the neple and tentacle hydraulic oil. Meanwhile, as for greasing activity, physical (altitude) is the most dangerous hazard at the work process to the location of grease replacement. In addition, controls that have been done by the company, among others, by dividing the work shift and providing the vehicle such as golf car and PPE in the form of; gloves, safety shoes, body harness, helmets, and googles.
Key words: Risk analysis, maintenance, ride, T. Fine
Read More
S-9775
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuke Novia Ananda; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Abdul Kadir, Rika Nurhayati
Abstrak:
Kelelahan merupakan salah satu bahaya yang dapat terjadi di sektor industri, terutama pergudangan karena pekerja di sektor pergudangan lebih banyak menggunakan aktivitas fisik untuk melakukan pekerjaannya sehari-hari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan gambaran dan menganalisis hubungan antara faktor risiko kelelahan dengan kelelahan pekerja pada pekerja di industri gudang alat berat PT.X. Faktor-faktor yang diteliti yaitu faktor risiko terkait pekerjaan (beban kerja, masa kerja, waktu istirahat, dan commuting time) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, kualitas tidur, kuantitas tidur, kebiasaan merokok, dan kebiasaan olahraga) dengan desain studi cross-sectional. Data kelelahan beserta faktor risikonya diperoleh dengan kuesioner data responden, Fatigue Assessment Scale (FAS), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelian menunjukkan sebanyak 82,8% pekerja di gudang PT.X mengalami kelelahan. Variabel beban kerja, commuting time, kuantitas tidur, dan kebiasaan olahraga memiliki hubungan yang signikan dengan kelelahan kerja.

Fatigue is one of the main hazards in the industrial sector, especially for warehousing workers, because they use more physical activity to carry out their daily work. This study aims to describe and analyze the relationship between fatigue risk factors and worker fatigue in workers in the heavy equipment warehouse industry PT. X. The risk factors studied were work-related risk factors (workload, length of work, rest periods, and commuting time) and non-work-related risk factors (age, sleep quality, sleep quantity, smoking habits, and exercise habits) with a cross-sectional study design. Fatigue data and its risk factors were obtained using individual respondent data questionnaires, the FAS Fatigue Assessment Scale (FAS), and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The study results showed that 82.8% of workers in the PT.X warehouse experienced fatigue. The risk factor of workload, commuting time, sleep quantity, and exercise habits significantly correlate with work fatigue.
Read More
S-11314
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isrianto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Rocky Sasabone
Abstrak: Tesis ini membahas tentang potensi dan risiko kebakaran pada pekerja yang bekerja di anjungan minyak lepas pantai atau disebut dengan platform yang disebabkan oleh bahaya hidrokarbon dengan cara mengidentifikasi bahaya tersebut. Melakukan kalkulasi bahaya untuk mengetahui lokasi spesifik area yang mempunyai risiko bahaya, kemudian melakukukan penghintungan individual risk per annum (IRPA) dilanjutkan dengan hasil final dari potential loss of live (PLL). Hasil tersebut dibandingkan dengan kriteria atau standar dan menentukan posisi pekerja dalam kondisi ALARP atau tidak. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan perusahaan mempertahankan program dan kegiatan yang selalu mencegah terjadinya kebakaran, walaupun anjungan CB masuk kedalam acceptable region. Waspada terhadap bahaya hidrokarbon, peningkatan awarness pekerja dalam bekerja, pengecekan dan monitor bahaya, memperhatikan prosedur kerja

This thesis discussed the potential and risks of fire on workers in the offshore platform oil and gas production caused by hydrocarbons hazard by identifying those hazard. Hazard calculation was conducted in order to find out the specific location which has potential risk, then calculated individual risk per annum (IRPA) surveillance followed by the final results of the Potential Loss of Live (PLL). These results compared to criteria or standards and determine the position of workers was in ALARP condition or not. This research was a quantitative risk assessment with descriptive design. The results of this study gave recommendation to company for maintain programs and activities that always prevent fires even though the CB platform is within the acceptable region. Alert to the hazard of hydrocarbons, increased awareness of workers at workplace, checking and monitor hazards, and always follow working procedure.
Read More
T-5869
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haris Muzakir; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri, Hendra, Novianto Herupratomo
Abstrak: Risiko kecelakaan dan masalah kesehatan pada pilot akibat kelelahan mempunyaidampak yang sangat besar jika seorang pilot mengambil suatu keputusan dalamsuatu penerbangan. Berbagai penelitian dan laporan kasus membuktikan kelelahanpada pilot masih banyak terjadi. Analisis faktor risiko kelelahan dilakukan untukmengetahui kelelahan pada pilot pesawat komersial. Untuk mengetahui kelelahanpada pilot menggunakan Samn-Perelli Subjective Scale. Studi kasus dilakukan diPT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Jakarta. Penelitian ini menggunakan desainstudi cross-sectional yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabelindependen dan dependen dan diteliti secara bersamaan dalam satu waktu.Peneliti menggunakan instrumen kuesioner dalam mengumpulkan data danmelakukan wawancara berstruktur dengan beberapa pilot. Penelitian inimenganalisis hubungan faktor kelelahan yang tidak terkait dengan pekerjaan danfaktor kelelahan yang terkait dengan pekerjaan dengan kelelahan pada pilot.Perusahaan perlu mempertahankan program yang sudah dijalankan oleh PT.Garuda Indonesia seperti limitasi waktu terbang, waktu tugas serta periode waktuistirahat untuk mengurangi kelelahan pada pilot.Kata kunci: Kelelahan pada pilot
The risk of accidents and health problems in a result of pilot fatigue will bring abig impact on decision making during the flight. Some case studies and reportsprove that pilot fatigue is still occured. Risk factor analysis is conducted to reviewand determine fatigue on pilot. Samn-Perelli subjective scale is being used in thisstudy to determine the fatigue of pilot. Case studies is conducted in PT. GarudaIndonesia (Persero) Tbk., Jakarta. Cross-sectional method is used as a designstudy to review the relationship between the dependent variable at one time.Researchers used a questionnaire instruments to collect data and conductinterviews to several pilots. This research analyze the relationship between fatiguework related factors and fatigue work non-related factors with pilot fatigue.Company needs to maintain the company's program such as as flight and dutytime limitation, rest period to reduce the fatigue.Key words: Pilot fatigue.
Read More
T-4565
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive