Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38180 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kania Marsya Apsari Jannata; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Aditya Pribandianto
S-8775
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brigita Imelda Hannaria; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Hendra, Aditya Pribadianto
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menilai food safety dan mengetahui faktor risiko yang berkontribusi terjadinya ketidaksesuaian food safety di Kantin PT PJB Bekasi Tahun 2015. Penelitian ini adalah penelitian kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan desain studi cross-sectional dan sequenstial explanatory. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini dengan penerapan HACCP, didapatkan proses pengelolaan makanan yang menjadi critical control point adalah penyimpanan air di gentong, pencucian daun bawang, pencucian bawang putih dan penyajian makanan. Identifikasi faktor risikonya adalah semua faktor kecuali faktor kontaminasi silang food to food.
Kata kunci : food safety, pengelolaan makanan, HACCP, faktor risiko yang berkontribusi

This study aims to assess food safety and identify risk factors that contribute to in the event of any inconsistency food safety in Canteen PT PJB Bekasi 2015. This study is a combination of quantitative and qualitative research with a crosssectional and explanatory sequenstial combinastudy study design. Data were collected by means of observation, interviews and questionnaires. Result from this reseacrh with apllication of HACCP, food proccesing obtained food becomes critical control point is the storage of water in the barrel, washing leeks, garlic laundering and presentation of food. Identification of the risk factors are all factors except the factor of cross contamination of food to food.
Keywords : food safety, food proccesing, HACCP, risk factors that contribute
Read More
S-8780
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiska Aprilia; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Zulfikar
Abstrak: Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan gejala okular dan ekstraokular akibat penggunaan komputer dan menyebabkan penurunan produktivitas kerja. CVS adalah keluhan kesehatan akibat kerja dengan kasus terbanyak di seluruh dunia. Mahasiswa jurusan Teknik Informatika dan Komputer termasuk kelompok rentan terkena keluhan CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, postur kerja, sudut pandang, jarak pandang, durasi kerja, pola istirahat, dan penggunaan alat bantu penglihatan), lingkungan kerja (intensitas pencahayaan ruang kerja, suhu udara, kelembaban udara), dan karakteristik komputer (jenis komputer, jenis monitor, intensitas radiasi elektromagnetik, penggunaan lapisan antiglare, dan polaritas monitor) dengan kejadian CVS pada mahasiswa di jurusan Teknik Informatika dan Komputer Politeknik Negeri Jakarta tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data primer, dan jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa. Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian CVS pada mahasiswa adalah jenis kelamin responden (4,09;1,41-11,90), durasi kerja di luar praktikum (0,32;0,14-0,76), intensitas pencahayaan ruang kerja (8,75;1,26-60,59), dan intensitas radiasi elektromagnetik (2,54;1,09-5,92). Faktor yang paling dominan hubungannya dengan kejadian CVS adalah intensitas pencahayaan ruang kerja. Diperlukan penerapan aspek K3L untuk menurunkan angka kejadian CVS.
Kata kunci: Karakteristik individu, lingkungan kerja, komputer, computer vision syndrome (CVS), mahasiswa.
Read More
S-8703
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rindy Noviyanti Pramita; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Ike Pujriani
S-8051
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Soekma; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Robiana Modjo, Doni Hikmat Ramdhan, Budi Arifin, Adenan
Abstrak: Pajanan debu terhirup yang terus-menerus tempat kerja dapat menimbulkan efeknegatif pada kesehatan sistem pernapasan pekerja. Penelitian ini bertujuan untukmenentukan konsentrasi dari pajanan debu terhirup personal dan menganalisisgambaran keluhan kesehatan subjektif pekerja di bagian vitamin room padaindustri susu PT X tahun 2016. Desain potong-lintang digunakan pada 20 orangpekerja (populasi total). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi debu terhirupdi area timbang kecil, area timbang besar dan area penyimpanan material berturut-turut sebesar 0.45±0.23, 7.42±2.38, dan 0.47±0.25 mg/m3. Konsentrasi debuterhirup yang terdapat pada area timbang besar melebihi nilai ambang batas yangdiperbolehkan (2.49 mg/m3). Penelitian ini menunjukkan terdapat 16 orang (80%)pekerja yang mengalami keluhan kesehatan subjektif dengan keluhan sepertibersin-bersin (70%), tenggorokan kering/sakit tenggorokan (65%), dan hidungtersumbat (35%).Kata kunci : pajanan debu terhirup, industri susu, keluhan kesehatan subjektif.
Read More
T-4733
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sigit Nugroho; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-5846
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Faizal; Pembimbing: Chandra Sartya; Penguji: Hendra, Mila Tejamaya, Irma Setiawati Wulandari, Farida Tusafariah
T-4548
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Olivinia Qonita Putri; Pembimbing: Meily Kurniawidjadja; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Septyaningrum
Abstrak: Kedirgantaraan berisiko tinggi ancaman keselamatan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran safety climate di PT X Operator Helikopter tahun 2016, menggunakan desain survei dengan pendekatan semikuantitatif untuk pengolahan data. Besar sampel 68 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan skor safety climate sebesar 8,1 atau sangat kuat. Dimensi yang paling kuat adalah Persepsi Karyawan sebagai Individu terhadap nilai safety (8,4), sedangkan variabel yang menunjukkan nilai paling tinggi adalah Kebutuhan Pribadi terhadap Safety (8,9). Skor safety climate paling tinggi ada pada kelompok tingkat jabatan manajer (8,3), masa kerja 10- <15 tahun 5 tahun (8,5) dan departemen Operation (8,6). Kata Kunci: Safety Climate, Safety, Operator Helikopter. Aviation is a high risk industry that has health and safety hazard. This study aims to ascertain safety climate description of PT X Helicopter Operator in 2016 using survey design and semi-quantitative approach. Sample size is 68 respondents using Simple Random Sampling. The result displayed that safety climate score of PT X is 8,1 or very strong. Strongest dimension is Safety as Individual Perception (8,4) whilst the strongest variable is Personal Need for Safety (8,9). The highest safety climate score found from the group of managerial position (8,3), 10- <15 years of working in the company (8,5) and operation department (8,6). Keywords: Safety Climate, Safety, Helicopter Operator
Read More
S-9199
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadi Setiyoko; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Susilowati, Indri Hapsari; Adenan; Irawan, Agung Surya
Abstrak: Abstrak

Kecelakaan atau kerugian yang muncul pada industri eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di lepas pantai sangat besar, mulai dari dampak pada pekerja (orang) yaitu meninggal dan cidera, kehancuran/kerusakan fasilitas (peralatan/property), pencemaran air laut (lingkungan/environment) dan citra/reputasi negatif perusahaan.

Heinrich (1931) mengatakan bahwa kecelakaan/kerugian disebabkan 88 persen tindakan tidak aman/unsafe act, 10 persen disebabkan kondisi tidak aman/unsafe condition dan 2 persen disebabkan yang lain. Peneliti melakukan penelitian tentang penilaian risiko pada pekerjaan operator produksi pada pengoperasian FPSO.

Kolluru (1996) mengatakan bahwa risiko adalah kombinasi antara tingkat konsekuensi (consequence)yang terjadi dengan tingkat kemungkinan (probability) kecelakaan/kerugian terjadi. Menurut proses manajemen risiko (mengacu pada ISO 17776 dan AS/NZ 4360), proses manajemen risiko diawali dengan menentukan kontek risiko ,Perusahaan bertujuan mendapatkan keuntungan bisnis dengan melakukan manajemen risiko dengan mencegah atau mengurangi perkiraan kerugian atau kecelakaan yang sangat besar (dampak pada korban jiwa atau cidera pekerja/people, kerusakan fasilitas/peralatan/property, kerusakan atau pencemaran lingkungan (laut) dan reputasi atau citra negatif perusahaan) pada pengoperasian FPSO.

Langkah awal adalah mengenali atau kegiatan identifikasi bahaya di FPSO, FPSO mempunyai potensi bahaya dari fasilitas/proses/peralatan/property, bahaya dari tindakan atau pekerjaan pekerja/orang dan lingkungan/kondisi cuaca. Identifikasi Bahaya di penelitian ini berfokus pada pekerjaan operator produksi menggunakan analisa bahaya pekerjaan/JHA, kemudian hasil identifikasi bahaya ini dihitung risikonya dengan menggunakan metode analisa risiko semikuantitatif atau tabel matrik risiko semikuantitif. Peneliti merekomendasi langkah-langkah pengendalian atau pengurangan risiko dari rekayasa engineering, administratif dan penggunaan Alat Pelindung Diri.


Accident or loss impact which occurrence on industrial exploration and production of oil and gas in offshore is very large, ranging from the impact on workers (people) are dead and injured, destruction / damage to facilities (equipment / property,explosion and fire), seawater pollution (environment) and image / reputation of the company negatively.

Heinrich (1931) said that the accident / harm caused 88 percent of unsafe acts , 10 percent due to unsafe conditions / unsafe condition and the other 2 percent is due. Researchers conducted the study on risk assessment to operation production task on the operation of the FPSO.

Kolluru (1996) said that the risk is a combination of the level of consequence (consequence) which occurs with the probability (probability) accidents / losses occurred. According to the risk management process (refer to ISO 17 776 and AS / NZ 4360), the risk management process begins with determining the context of risk, the Company aims to gain a business advantage by conducting risk management to prevent or reduce the estimated loss or a huge crash (impact on fatalities or injury of workers / people, damage to facilities / equipment / property, damage or pollution of the environment (marine) or a negative image and reputation of the company) on the operation of the FPSO.

The initial step is to recognize or hazard identification activity in FPSO, FPSO has the potential dangers of facility / process / equipment / property, the dangers of the job action or labor / people and the environment / weather conditions. Hazard identification in this study focuses on the production operator jobs using job hazard analysis / JHA, then the results of the hazard identification risk is calculated using a semiquantitative risk analysis or risk matrix table semiquantitative. The researcher recommends control measures or risk reduction of engineering , administrative, and use of Personal Protective Equipment.

Read More
T-3890
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Alvira Hasanah; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Mila Tejamaya, Bachtiar Lewai
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang penilaian risiko K3 pada aktivitas pekerjaan yang dilakukan di ketinggian di Leighton-Total Joint Operation (LTJO) tahun 2015. Penelitian ini mengacu pada standar AS/NZS 4360:2004 dengan menggunakan analisis risiko semikuantitatif dan perhitungan nilai risiko dengan metode dari W.T. Fine. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas pekerjaan yang dilakukan di ketinggian di LTJO memiliki 86 risiko K3. Pada level existing risk terdapat 1 risiko dengan kategori very high, yang artinya aktivitas harus diberhentikan sampai risiko dapat direduksi hingga batas aman, yaitu risiko jatuh dari ketinggian pada aktivitas pembongkaran scaffolding.
Kata Kunci: Penilaian risiko, konstruksi, bekerja di ketinggian

This study describes risk assessment of occupational health and safety on working at height activities in Leighton-Total Joint Operation (LTJO) year 2015. This study refers to AS/NZS 4360:2004 standard with semi-quantitative analysis, and mathematic method from W.T. Fine. The result of this study shows that activities at height in LTJO have 86 occupational health and safety risks. At the level of existing risk, there are 1 risk categorized as very high, which means activity should be stopped until risk reduced to the safe limit, which is the risk of falling from height within the scaffold dismantling activity.
Key words: Risk assessment, construction, working at height
Read More
S-8760
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive