Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28416 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Grace S. Rumengan; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
B-92
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
A.J. Hananto; Pembimbing: Zulazmi Mamdy
B-461
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Apriani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Puput Oktamianti, Ahmad Isparyono, Heru Djokosulistyo
s-5482
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novanto Edi Sakti; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
B-702
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Euis Nur Hasanah Hamid; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: I Made Djaja, Ernie Sawitri, Toka Pangemanan, Ronnie Rivany
Abstrak:
Rumah Sakit merupakan penghasil limbah medik atau klinis terbesar dan mempunyai potensi bahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan karena mengandung bahan infeksius, toksik dan radio aktif. Bahan-bahan ini mempunyai resiko bagi kesehatan manusia disekitarnya serta sumber pencemaran bagi lingkungannya. Untuk itu maka perlu dilakukan suatu terobosan yaitu dengan menyusun suatu perencanaan yang baik untuk menerapkan Sistim Manajemen Lingkungan Rumah Sakit (SMLRS) dan Program Pencegahan Pencemaran Rumah Sakit (P2RS) di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengelolaan limbah cair di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, khususnya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan yang bermakna antara komitmen manajer terhadap kebijakan lingkungan, unsur-unsur manajemen, diharapkan akan hasil pengelolaan limbah cair (efluen) yang sesuai baku mutu yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan bermakna antara komitmen manajer terhadap pemahaman kebijakan, serta hubungan komitmen manajer terhadap unsur-unsur manajemen. Data primer diperoleh dengan cara mengumpulkan kuesioner dan wawancara dengan manajer atau wakil manajer dan petugas pengelola sanitasi Rumah Sakit serta pengamatan langsung di lapangan. Data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan Tk I Banjarmasin dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) Tk I Banjarmasin. Penelitian yang dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk mendukung adanya korelasi variabel komitmen manajer terhadap pemahaman peraturan perundang-undangan, membuat kebijakan kesehatan lingkungan, juknis, perencanaan, pelaksanaan, monitor dan tindakan perbaikan, pengawasan, evaluasi, audit dan unsur-unsur manajemen dengan variabel limbah cair yang telah diolah (efluen) yang sesuai dengan baku mutu lingkungan yang berlaku. Hasil analisa limbah cair (efluen) bila dibanding dengan baku mutu lingkungan, untuk parameter pH, suhu, BOD, COD, TSS, P04, Coli. menunjukkan dibawah baku mutu yang berlaku, sedang untuk Amoniak masih diatas baku mutu yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 58 tahun 1995 lampiran B yang berlaku pada tahun 2000. Efisiensi unit pengelolaan limbah cair (IPAL) dalam pengambilan bahan pencemar mencapai 80 -90 % untuk kadar pH, suhu, BOD, COD, TSS, P04, Coli dan mampu mereduksi/memusnahkan kandungan bakteriologis sesuai baku mutu limbah cair yang berlaku tahun 2000. Rumah Sakit Ulin Banjarmasin belum melakukan pengawasan terhadap parameter hasil pengelolaan limbahnya baik secara fisika maupun kimiawi setiap 3 bulan, serta pengawasan oleh instansi yang berwenang belum memadai.

Hospital waste water Treatment in Ulin Hospital, Banjarmasin, South Kalimantan Hospitals produce the largest quality of medical waste or clinic disposal, and resulting potential hazard to the public health and the natural environment by its infections, toxic and radioactive materials it carries. There are important causes of pollution or the environment and a great risk for the people's health in its vicinity. As such, it is considered necessary in taking a mayor break through by setting up good planning in the implementing Hospital Environmental Management System (SMLRS) and Hospital Pollution Prevention Program (P2RS) in Ulin Hospital, Banjarmasin. The research is aimed for facts finding on Waste Water Management in Ulin Hospital, in particular the correlation between the manager's commitment against the company's policy, technical directions, planning, execution, monitoring and implementation, control, evaluation, auditing, management principles as well as its law enforcement and the result of waste water treatment in accordance to its standardization. The hypothesis to be proved is based on the reason that wastewater treatment only when the entire management is good. Primary data is obtained by means of questionary forms and interviews whit managers or assistant managers, hospital sanitary officials, field survey. Secondary data is obtained from The District Health office of Banjarmasin and from Environmental Control Board in Banjarmasin and Medical Record of Ulin Hospital Banjarmasin. The thesis put forward in based on qualitative and quantitative research method in support to the fact of the existence of variable correlation commitment of the manager against the variable policy ; acceptance, technical clues, planning, execution, monitoring and maintaining actions, control, evaluation, auditing and management principles as well as Law enforcement which is in accordance to its standardization. Results show a relation between the committed manager in regard to policy knowledgement, technical clues, planning, execution, monitoring and maintenance action, control, evaluation, auditing and management principles, Law enforcement in order to achieve the standard waste water treatment. The Final analysis, Liquid waste if compared with the environmental standardization within the parameter of pH, temperature, BOD, COD, TSS,and Coll result shows below the standard, instead for ammoniac, it is still about the standard by the decree of the Minister of Environment No 58 1995 supplement B with validation year 2000 The treatment efficiently removed 80-90 % for pH, temperature, BCD, COD, TSS, P04, Coll and is capable in reducing/destroy bacterial content in accordance to the environmental quality standard validation year 2000. The Hospital Ulin in Banjarmasin, has so for not practice control toward the parameter of results on its waste treatment in term of physics also chemically every 3 months and control by the office in charge has not been satisfying. Result of this survey should be accepted as a suggestive idea for the office concerned in waste water treatment in Hospital.
Read More
B-576
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Masfufah; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Anhari Achadi, Agus Suparyono
S-6645
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fuad Azoeddin; Pembimbing: Adang Bachtiar
Abstrak:
Rumah sakit melaksanakan fungsi berbagai kegiatan terutama mengenai kegiatan yang berhubungan dengan manusia, menimbulkan dampak yang besar pengaruhnya terhadap lingkungan. Hal ini disebabkan mengingat rumah sakit menghasilkan limbah yang bukan hanya berjumlah besar tetapi juga memiliki bahaya atau potensial untuk mencemari lingkungan. Apalagi mengingat limbah rumah sakit yang masuk dalam kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Oleh karena itu panting dilakukan penelitian untuk mengetahui proses pengelolaan limbah padat klinis di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan limbah padat klinis di Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi yang meliputi tentang Manajemen, Metode, Sumberdaya Manusia dan Teknologi yang diterapkan. Dengan pendekatan Kualitatif diharapkan dapat diperoleh informasi lebih rinci dari para informan terhadap pemahaman dan pengetahuan terhadap proses pengelolaan limbah padat klinis di Rumah Sakit Mekar Sari. Informan dipilih berdasarkan metode Non Probability Sampling yaitu Purposive Sampling dengan menggunakan instrumen penelitian pedoman wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian dan evaluasi, sudah dilakukan. Hasil observasi diperoleh dokumen UKL-UPL sebagai dokumen yang menuangkan proses manajemen pengelolaan limbah padat klinis. Metode yang digunakan sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan yaitu melakukan pemisahan dan pengkodean terhadap limbah padat klinis rumah sakit sehingga tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pengelolaan. Personil atau sumberdaya manusia yang melakukan kegiatan merupakan petugas yang merangkap sebagai petugas kebersihan rumah sakit. Sedangkan teknologi yang digunakan dalam pemusnahan adalah mesin incenerator, bekerjasama dengan pihak RSU Bekasi sebagai pemilik peralatan. Kesimpulan yang diperoleh, proses pengelolaan limbah padat klinis di Rumah Sakit Bekasi sudah mengarah kepada ketentuan atau peraturan yang ada yaitu tentang Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia. Beberapa saran yang perlu diperhatikan adalah antara lain : perlunya struktur organisasi mandiri dalam pengelolaan sanitasi rumah sakit. Petugas atau personil yang terlibat seharusnya khusus untuk menangani masalah limbah klinis rumah sakit dan perlu dilakukan pelatihan atau peningkatan pengetahuan. Perlu dibuatkan prosedur tetap yang mudah difahami oleh petugas dengan mengacu kepada ketentuan yang berlaku. Daftar Pustaka : 27 ( 1995 - 2002 )

The hospital have been doing the function many activities generally about the activities have correlating to human, make the big effect influenced toward of the environment. These case caused to remember the hospital resulting dump have not only the big amount but so have the dangerous or potential to dirt the environment. Whatever remember the dump hospital have entering in dump categories B3 (Dangerous and Poison Material). Cause of that more important done the research to know the management of liquid damp clinical process in the hospital. These research have purpose to know the management of solid dump clinical process in Mekar Sari Bekasi Hospital have recover about Management, Method, Human Resources and Technology have laid. By Qualitative Approach hoped can reached more detail information from every informant toward the understanding and knowledge toward of the management of liquid dump clinical process in Mekar Sari Bekasi Hospital. Informant chose based on the method of Non Probability Sampling such as Purposive Sampling by using research exampling interviewing instrument. The result of the observation get reached that management variable have include the planning, organizing and evaluation, have doing the result observation reached the document UKL-UPL as the document have laying the management process of the management of solid dump clinical. That method have used according to the arrangement of required such as doing the separating and coding toward of the solid dump hospital is that it happen the mistakes in doing management. Personnel or human resources have doing the activity may be it the worker have double activities as cleaning service in the hospital. Even though the technology of used to broke was incinerator machine, cooperating to RSU Bekasi party as to tool owner. The conclusion have reached, process of the management of solid dump clinical in Bekasi Hospital ready toward to the arrangement or rule have such as about Hospital Guide Sanitation in Indonesia. Some of suggestion have necessity attended was such as more important alone organization structure in sanitation management. The worker in hospital or personnel have joint should be specific to solve about solid dump clinical problem and need of doing the training or increasing the knowledge. Necessary made rapidly procedure have easier understood by the worker have aim to the valid arrangement. Bibliography : 27 (1995-2003)
Read More
B-682
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulianti Wulandari; Pembimbing: Sister Cristophora S.
B-482
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lianingsih Partahusniutoyo; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Wachyu Sulistiadi, Sylvia Richarda Doy
Abstrak:

Penelitian ini dilatarbelakangi jumlah resep dari unit rawat jalan yang ditebus di luar unit farmasi PK Sint Carolus pada tahun 2009 sebesar 21,37%. Proses pembelian obat di unit farmasi rawat jalan PK Sint Carolus masih manual, setelah berkonsultasi dengan dokter, pasien menerima resep dan memilih sendiri tempat membeli obat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi pasien dalam memilih tempat membeli obat di PK Sint Carolus. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai bulan April sampai awal Juni 2010 di Poliklinik spesialis PK Sint Carolus, Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan data sekunder sebagai data awal dan kemudian dikembangkan dengan wawancara mendalam kepada informan yang terlibat dalam proses pemilihan tempat membeli obat di PK Sint Carolus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya persentase resep obat yang dibeli di luar unit farmasi PK Sint Carolus disebabkan oleh kualitas pelayanan unit farmasi yang belum optimal, belum semua dokter meresepkan sesuai formularium, kurangnya kontrol manajemen terhadap fungsi panitia farmasi dan terapi dan belum terjalin relationship antara pasien dengan petugas farmasi. Kata kunci : Pemilihan tempat membeli obat, farmasi


 

This research  conducted because  the amount of prescription from outpatient unit which be redeemed outside pharmacy unit of PK Sint Carolus in the year of 2009 has reached the number of 21,37%. The process to buy medicine in the pharmacy unit is still working manually. After consulting with the doctor, patient receive a prescription dan choose by themselves where to buy the medicine. The objective of this research is  find out factors that influence patients in choosing where to buy drugs in PK Sint Carolus. This research was conducted for 2 months since April until early June 2010 in spesialist polyclinic of PK Sint Carolus, Jakarta. This research was using qualitative approach, with secondary data as initial data dan then improved by  indepth interview with informans who involved with the selection of places to buy drugs. The result of this research shows that the big percentage of prescription which bought outside the pharmacy unit of PK Sint Carolus is caused by the lack of control towards the function of pharmacy and therapy commitee, the service quality of pharmacy unit which is not optimal yet, not all the doctors prescribe according to formularium, and there hasn’t been a relationship between patients and pharmacysts. Keywords : Selection of places to buy drugs, pharmacy

Read More
B-1252
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benny Patuwo; Pembimbi: Amila Megraeni; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Yuli Prapanca Satar
B-872
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive