Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37653 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agus Prabowo, Sumarto Danusugondho, Indriana Soedahar
MKMI Vol.XVI, No.7
Jakarta : IAKMI, 1986
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Janahar Murad
CDF-No.14
Jakarta : [s.n.] : 1992
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuyun Yuniar ... [et al.]
BPSK Vol.13, No.1
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lu'ai Hana' Adilah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Ratu Ayu Dewi Sartika, Triyanti, Dodik Briawan ; Annis Catur Adi
Abstrak:
Anemia merupakan keadaan dimana kadar hemoglobin lebih rendah dari normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi tablet zat besi (fe) dan kombinasi tablet zat besi (fe) dengan kapsul serbuk daun kelor (Moringa oleifera) terhadap perubahan kadar hemoglobin ibu hamil anemia di Puskesmas Sisir, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest dan post test design. Terdapat 34 orang partisipan yang mengikuti penelitian ini, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 17 responden. Kelompok eksperimen menerima Tablet zat besi (Fe) dan kapsul serbuk daun kelor dan kelompok kontrol menerima tablet zat besi (Fe). Analisis data perubahan kadar hemoglobin menggunakan uji T-Test berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata kadar Hb pada kelompok kontrol sebelum perlakuan adalah 9.93 g/dl dan kadar Hb sesudah perlakuan adalah 12,79 g/dl. Rata—rata kadar Hb pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan adalah 10,01 g/dL dan kadar Hb setelah diberikan perlakuan adalah  13,15 g/dL. Terdapat pengaruh konsumsi kapsul serbuk daun kelor pada ibu hamil terhadap perubahan kadar hemoglobin di Puskesmas Sisir, Kota Batu, Jawa Timur (p-value < 0,05).

Anemia is a condition where hemoglobin levels are lower than normal. This study aims to determine the effect of consumption of iron (Fe) tablets and a combination of iron (Fe) tablets with Moringa leaf powder capsules on increasing hemoglobin levels of anemic pregnant women at the Sisir Health Center, Batu City, East Java. This research is quantitative research with quasi-experimental design with pretest and post test design approaches. There were 34 participants who participated in this study, then divided into 2 groups of 17 respondents each. The experimental group received iron tablets (Fe) and moringa leaf powder capsules and the control group received iron (Fe) tablets. Analysis using the T-Test. Based on the results of the study, the average Hb level before being given Fe tablets and Moringa leaf powder capsules was 10.01 g/dl and Hb levels after being given Fe tablets and Moringa leaf powder capsules were 13.15 g/dl. The average Hb level before Fe tablets was 9.93 g/dl and Hb levels after Fe tablets were 12.79 g/dl. There is an influence in the consumption of Moringa leaf powder capsules in pregnant women on increasing hemoglobin levels at the Sisir Health Center, Batu City, East Java (p-value < 0.05).
Read More
T-7468
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendrianto Trisnowibowo; Pembimbing: Hendrik M. Taurany
B-83
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sugeng Rahanto; Pembimbing: Sri Anggarini
S-93
Jakarta : FKM UI, 1982
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jasmaini Iljas
CDF-No.20
Jakarta : [s.n.] : 1994
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roida Nugraha Magdalena; Pembimbing: Asih Setiarini, Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Kusharisupeni, Iip Syaiful, Dewi Permaesih
Abstrak:

Badan Kesehatan Dunia (WHO), 1995 memperkirakan sebanyak 1,4% kematian di seluruh dunia disebabkan kekurangan vitamin A (KVA). Prevalensi buta senja pada wanita hamil di Afganistan tahun 2003 sebesar 3,80%. Di daerah kumuh perkotaan di Makassar, hampir 10% dari ibu tidak hamil mengalami rabun senja. Salah satu upaya untuk mencegah KVA pada bayi (0-6 bulan) dan ibu nifas adalah dengan pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas. Cakupan kapsul vitamin A ibu nifas masih belum optimal di beberapa negara_ Hal ini dapat dilihat seperti Nepal (2002) scbesar 52%, di Tanzania (2004) sebesar 29,40%. Cakupan vitamin A ibu nifas untuk nasional tahun 2003 adalah 50,76%, dan Kabupaten Batang Hari sebesar 37,45% (2004). Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan faktoi internal dan ekstemal bidan dengan pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas. Rancangan penelitian yang Cligunakan adalah cross seclional, dengan sampel sebanyak 113 bidan, yang dilaksanakan di Kabupaten Batang Hari dari Pebruaxi sampai April 2006. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian sendiri kuesioner terstruktur oleh bidan, meliputi variabel pengetahuan, sikap, masa kezja, insentif, supervisi, geografi, dan ketersecliaan kapsul vitamin A dosis tinggi, sedangkan variabel pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas diperoleh dari penelusuran dokumen. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat (chi square), dan multivariat (rcgresi Iogistik). Kemudian dilanjutkan dengan penelitian kualitatif untuk mendukung hasil penelitian kuantitatif terutama pada variabel pengetahuan, sikap, insentit§ supervisi, dan geografi. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi bidan yang memberikan kapsul vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas sebesar 48,67%. Hasil wawancara mendalam dengan bidan diketahui alasan lidak memberikan kapsul vitamin A pada ibu nifas adalah faktor kelupaan. Hasil uji bivariat menunjukkan ada empat variabel yang berhubungan secara statistik (p<0,05) yaitu masa kerja., insentifl supervisi, dan geografi. Faktor-faktor lainnya yaitu pengelahuan, sikap, dan ketersediaan kapsul vitamin A tidak berhubungan secara statistik dengan pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas. Hasil uji multivariat menunjukkan ada tiga variabel yang berhubungan sccara statistik dengan pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas yaitu masa kerja (OR: 0,23), insentif (OR: 10,78), dan supervisi (OR: 24,55). Dari ke tiga variabel tersebut dapat disimpulkan variabel yang paling domjnan adalah supervisi. Mengingat cakupan pemberian kapsul xitamin A pada ibu nifas masih rendah perlu disarankan kepada dinas kesehatan dan kepala puskesmas untuk menyusun perencanaan supervisi yang terjadwal dan terukur, sasaran supervisi tcrutama kepada bidan dengan masa kerja Iama, dengan didukung pemberian insentif baik finansial maupun non Hnansial kepada bidan mengenai cakupan kapsul vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas. Selain itu juga disarankan untuk memperbaiki cara supervisi yaitu lebih bersifat memberikan bimbingan dan nasehat.


 

World Health Organization (1995) estimated that 1,4% of all deaths worldwide were due to vitamin A deficiency. Prevalence of night blindness among pregnancy women in Afganisthan was 3,8% (2003) and in Indonesia likes in urban slums of Makassar almost 10% non-pregnant mother had night blindness. One of three basic strategies, in order to combat vitamin A deficiency among postpartum women was vitamin A supplementation. The' coverage of vitamin A capsule postpartum wasn’t optimal yet in several countries, likes Nepal (2002) was 52%, Tanzania (2004) was 29,4%. In Indonesia (2003) the coverage was around 50,76%, and for Batang Hari (2004) was 37,45%. Therefore, this study aim to find the correlations between Midwives Internal and External Factors with Distribution Vitamin A Capsule to Postpartum Women in Batang Hari District. This study used cross sectional design, and was conducted in Batang Hari District fiom February-April 2006. Respondents are 113 midwives who worked in Batang Hari District. Data was obtained through self-administrated by using structured questionnaires including knowledge, attitude, period of work, incentive, supervision, geography, and the supply of vitamin A capsule. Distribution of vitamin A capsule to postpartum women was collected by checking document. Data was analyzed through tmivariatc, bivariate using chi-square test, and multivariate using logistic regression test. This study also used qualitative research to support quantitative research especially for knowledge, attitude, incentive, supervision, and geography. This study found that the proportion of midwives who distributed vitamin A capsule to postpartum women was 48,67%. From indepth interview was known that the reason for not giving vitamin A capsule was forgotten. Bivariat analysis showed that there were four variables that significantly associated to distribution of vitamin A capsule to postpartum women (p<0,05), i.e period of work, incentive, supervision, and geography. The multivariate analysis showed that there were three variables that significantly related, i.e period of work (OR: 0,23), incentive (OR: l0,78), and supervision (OR: 24,55). Supervision was the most dominant variables Considering the low coverage of distribution vitamin A capsule to postpartum women by midwives, it is suggested for those as district health office and health centre services, to provide guideline and continuously supervision, to give good supervision with giving more conselling. especially to midmive who had worked for along-time, and to give incentive (financial or nonfinancial).

Read More
T.2249
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Esde Dianusana Etieka; Pembimbing: Nadjib, Mardiati; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Retno Gitawati, Rini Rachmawati
Abstrak: Abstrak
Dalam penatalaksanaan diare non spesifik sering terjadi ketidaktepatan pengobatan seperti pemakaian antibiotika. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pola dan biaya penggunaan antibiotika pada pasien rawat jalan diare non spesifik balita ini dilaksanakan di puskesmas MTBS dan non-MTBS di wilayah Kota Tangerang Selatan tahun 2012. 
Rerata item obat per resep, persentase pemberian oralit dan persentase resep mengandung antibiotika pada puskesmas MTBS berturut ? turut adalah 3,18 item, 89,53% dan 25,43%. Pada puskesmas non-MTBS adalah 3,33 item, 60,11% dan 62,84%. Pola peresepan berhubungan dengan biaya obat pada kedua puskesmas, sementara faktor penjamin tidak berhubungan. Penatalaksanaan MTBS di puskesmas mendorong rasionalitas penggunaan antibiotika. 
 In the management of non-specific diarrhea, frequently found inaccuracy of treatment such as the use of antibiotics. The research aims to determine the patterns and costs of antibiotic used in the toddler outpatient of non-specific diarrhea. It was conducted in IMCI and non-IMCI health centers in South Tangerang City in 2012. 
The mean drug items per prescription, percentage of ORS and the percentage of prescriptions containing antibiotics in IMCI health centers were 3.18 item, 89.53% and 25.43%. In the non-IMCI health centers the figures were 3.33, 60.11% and 62.84%. Prescribing pattern was associated with the cost of drugs in both health centers, while source of payment was unrelated. IMCI management in health centers encourages rational antibiotics use.
Read More
T-3799
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suhardini; Pembimbing: H.E. Kusdinar Achmad; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Lucia B Siregar, Sri Suliswati
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemaparan hasil survei pemanfaatan waktu produktif terhadap peningkatan pemanfaatan waktu produktif di Puskesmas Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen, dengan model kuasi eksperimen ulang non random, yang menggunakan tempat penelilian di Puskesmas Mungka sebagai puskesmas eksperimen, dan Puskesmas Taram sebagai puskesmas kontrol. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 17 Maret sampai 13 Mei 2008. Data diperoleh melalui pengamatan aktifitas petugas secara langsung sebanyak 1080 pengamatan, yang terbagi dari dua puskesmas, masing-masing puskesmas dilakukan dua kali survei (pre dan post). Informasi dari kepala puskesmas, bidan dan perawat dan staf puskesmas lainnya diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur dan diskusi. Untuk melihat perubahan Iingkungan yang terjadi dilakukan observasi. Hasil survei pemanfaatan waktu produktif diumpan balikan ke Puskesmas Mungka melalui forum pertemuan resmi sebagai bentuk intervensi dalam penelitian kepada Puskesmas Taram umpan balik disampaikan melalui laporan tertulis. Sekitar satu bulan kemudian dilakukan survei kembali untuk melihat pengaruh pemaparan Hasil penelitian pada survei pemanfaatan waktu produktif pertama di Puskesmas Mungka, diperoleh persentase pemanfaatan waktu produktif petups sebelum pemaparan 65,6% dimana, 24,l% diantaranya untuk kegiatan produktif Iangsung dan 4l,5% untuk kegiatan produktif tidak langsung. Sedangkan waktu kerja produktif pada survei akhir 69,3%, dimana 26,7% diantaranya untuk kegiatan produktif langsung dan 42,6% untnk kegiatan produktif tidak langsung. Pemanfaatan waktu produktif ini masih rendah bila dibandingkan dengan pendapat Ilyas dimana waktu produktif optimum berkisar 80%. Hasil lainnya, memmjukan bahwa secara deskriptif terjadi peningkatan pemanfaatan waktu produktif di Puskesmas Mungka setelah pemaparan dengan selisih sebesar 3,7%, namun dari analisis statistik perbedaan tersebut tidak bermakna dengan p=0,409. Disamping itu untuk proporsi pemanfaatan waktu produktif pada survei akhir antam Puskemas Mungka dan Puskesmas Taram dari hasil peneltian terdapat perbedaan yang bermakna dengan p=0,0005 dan OR= 3,54 (CI: 2,48-5,05 ). Dari hasil pcnelitian ini disarankan kepada pihak dinas kesehatan dan manajemen puskesmas untuk mengadakan pemantauan waktu produktif petugas puskesmas secara berkesinambungan dan memaparkan hasil pemanlauan tersebut agar terjadi perubahan kearah perbaikan.

This research was aimed to explore the eifect of productive time utilization survey result exposure on the increase of productive time utilization in Mungka Health Centre Lima Puluh Kota District. This quasi experiment research was non random repeated quasi experiment model, conducted in Mungka Centre as experiment health centre and Taram Health Centre as control. The research was conducted from March 17th to May, 13 th 2008. Data collected were 1080 observation by directly observing health provider activities in two health centre, two survey respectively (pre and post). Information was obtained from unstructured interview and discussion with head of health centre, midwife, nurse and other health centre stafi Observation was perfomied to see the environment change. The intervention ofthe research was giving the feedback ofthe result of the survey to Mungka Health Centre through formal meeting forum, and to Taram Health Centre through written report. The next survey was conducted again next month later to see the effect of the exposure. Data was analize statistically by using computer. The first survey in Mungka Health Centre showed that the percentage of health provider productive time utilization before the exposure was 65,6%, consisted of 24,l% for direct productive activities and 4l,5% for indirect productive activities. On the second survey, the precentage of productive work hours was 69,3%, consisted of 26,7% for direct productive activities and 42,6% for indirect productive activities. This productive time utilization is still lower compared to [lyas opinion who suggests optimtun productive time is about 80%. In addition, the result showed that there is an increase in productive time utilization in Mungka Health Centre after the exposure, where the diffrence is about 3,7%, but the difference was not Statistically Significant (p=0,409). On the second survey, there is a significant diiferenee in productive time utilization proportion between Mungka and Taram Health Centre (p=0,0005 OR=3,54; CI:2,48-5,05). It is recommended for health centre management to perform continous monitoring of health centre personel productive time utilization and to expose the result for better change. File Digital: 1
Read More
T-2886
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive