Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40263 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitri Yuli Mayasari; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Jaslis Ilyas, Wachyu SUlistiadi, Esti Nurwidiyanti, Eko Budi Santosa
Abstrak: Pelayanan rawat jalan merupakan salah satu Unit kerja di rumah sakit yangmelayani pasien dengan berobat jalan termasuk seluruh prosedur diagnostik sertaterapeutik. Waktu tunggu merupakan salah satu hal penting yang akanmenentukan citra awal pelayanan rumah sakit. Salah satu alat untukmengidentifikasi kebutuhan konsumen rumah sakit adalah dengan Total QualityService (TQS). Kepuasan pasien merupakan faktor utama dan tolak ukurkeberhasilan rumah sakit yang diberikan kepada pelanggan yang berdampakjumlah kunjungan meningkat dan pasien yang puas cenderung akan kembali.Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan desain potong lintang(cross sectional) dengan melakukan analisis korelasi yang menganalisa hubunganvariabel dependen dan variabel independen. Penelitian dilakukan denganmenghitung waktu tunggu poliklinik dan waktu pemeriksaan dokter, kemudiandilakukan survey kuesioner TQS terhadap 135 responden. Hasil penelitianmenyatakan bahwa waktu tunggu poliklinik, waktu pemeriksaan dokter tidakmempengaruhi kepuasan pasien. Kualitas personil, pelayanan administrasi,pengalaman perawatan medis, dan tanggung jawab sosial memiliki hubunganyang signifikan dengan kepuasan pasien. Dan faktor tanggung jawab sosialmerupakan variabel yang paling dominan dan berpengaruh terhadap kepuasanpasien di RSIA AMC Metro.Kata Kunci :Waktu Tunggu, Faktor Total Quality Service, Kepuasan Pasien
Outpatient services is one of unit working in hospitals that serve patients withoutpatient including all diagnostic and therapeutic procedures. The waiting time isone important thing that will determine the initial image of hospital services. Oneof the tools for identifying customer needs hospital is the Total Quality Service(TQS). Patient satisfaction is a major factor and a measure of the success of thehospital which is given to customers who impact the number of visits increasedand patients are satisfied tend to be returned. This research is a quantitativeresearch with cross sectional design (cross-sectional) with correlation analysis toanalyze the relationship the dependent variable and independent variables. Thestudy was conducted by calculating the waiting time and time clinic doctorexamination, then conducted a TQS questionnaire survey on 135 respondents. Thestudy states that the waiting time and the doctor's examination time did not affectpatient satisfaction. The quality of personnel, administrative services, medicalcare experiences, and social responsibility has a significant relationship withpatient satisfaction. And the social responsibility factor is the most dominantvariable and the effect on patient satisfaction in RSIA AMC Metro.Keywords:Waiting Time, Total Quality Service Factor, Patient Satisfaction
Read More
B-1724
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dania Kosim; Penguji: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Ardhy N. Wokas
Abstrak: Salah satu alternatif untuk menjawab masalah kepercayaan terhadap pelayanankesehatan dan mengelola rumah sakit agar dapat memperbaiki kinerja sertameningkatkan sekaligus mempertahankan kualitas pelayanannya adalah denganmenerapkan konsep Total Quality Service. Fokus utama dari Total Quality Serviceadalah melibatkan pelanggan pada pengembangan proses pelayanan jasa sedinimungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor TotalQuality Service (TQS) terhadap kepuasan pasien di ruang perawatan ibu RSIABuah Hati Ciputat.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatankuantitatif. Sedangkan desain penelitiannya adalah cross sectional. Sampel padapenelitian ini adalah 100 orang pasien dengan dasar perhitungan menggunakanBOR pada masing-masing kelas perawatan. Analisis menggunakan uji Chi-Squaredan regresi logistik berganda. Saran untuk bagian administrasi, rumah sakit perlumenyediakan sistem antrian yang digital serta sistem pendaftaran online. Untukmempercepat proses pembayaran, bagian kasir disarankan menginput data tagihanpasien dari beberapa unit terkait setiap hari. Untuk meningkatkan kompetensiSDM, rumah sakit memberikan seminar dan workshop in house terutamamengenai budaya organisasi dan perilaku, membentuk tim budaya, memberikanpenilaian kepada unit-unit di rumah sakit. Dari segi infrastruktur, rumah sakitdisarankan untuk memperbaiki fasilitas pendingin ruangan, menyediakan fasilitasumum, serta lebih memperhatikan fasilitas kebersihan dan kenyamanan ruangperawatan.Kata Kunci: Total Quality Service, Kepuasan Pasien.
Read More
B-1686
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Darmawati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Vetty Y. Permanasari, Meizi F. Achmad
Abstrak: Sistem kewaspadaan dini dan respon bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya indikasi KLB, mendorong program melakukan respon terhadap alert yang muncul, mengetahui kecenderungan penyakit potensial KLB setiap minggu, mengevaluasi dampak intervensi program terhadap alert yang muncul serta mengetahui pemetaan setiap penyakit potensial KLB setiap minggu. Tujuan penelitian ini untuk menilai kelengkapan, ketepatan, akurasi Puskesmas di Kab/Kota di provinsi terpilih dan hal-hal yang mempengaruhi kualitas data SKDR di provinsi Bangka Belitung, Bengkulu, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Papua, Sulawesi Barat dan Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Kelengkapan laporan SKDR pada minggu 1-20 tahun 2015 di tujuh provinsi sebesar 47 %. Ketepatan waktu melapor sebesar 29 %. Akurasi kasus penyakit di populasi sampel berdasarkan uji chi square , ditemukan data tidak akurat (nilai X ² hitung > X ² tabel) , Hal-hal yang mempengaruhi: tidak semua puskesmas mendapatkan pelatihan SKDR, double job, sarana kurang memadai, tidak ada dana khusus, server sering mengalami gangguan, adanya gangguan sinyal.
Kata kunci : sistem kewaspadaan dini dan respon, kelengkapan, ketepatan, akurasi
Early warning and response system aims to detect early indications of outbreaks, pushing the program to respond to the alert that appears, knowing the tendency of potential disease outbreaks every week, evaluate the impact of the program interventions that appear alert and aware mapping any potential disease outbreak every week. The purpose of this study was to assess the completeness, precision, accuracy of Puskesmas in regency/city in selected provinces and the things that affect the quality of the data SKDR in Bangka Belitung, Bengkulu, Gorontalo, Central Kalimantan, Papua, West Sulawesi and North Sumatra. The method used is quantitative and qualitative. Completeness report SKDR at 1-20 weeks of 2015 in seven provinces by 47%. Timeliness of reporting by 29%. Accuracy of cases of disease in a population-based sample chi square test, found inaccurate data (value X ² count > X ² table), things that affect: not all health centers receive training SKDR, double job, means less than adequate, there are no special funds , servers are often impaired, any signal interference.
Keywords: early warning systems and response, completeness, correctness, accuracy
Read More
S-8918
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febi Lenita; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Moh. Baharuddin, Amila Megraini
Abstrak:

ABSTRAK Tesis ini bertujuan menganalisis hubungan bauran promosi (word of mouth dan non word of mouth) dengan pengetahuan pasien terkait pelayanan di poliklinik RSIA Budi Kemuliaan. Adapun variabel confounding karakteristik pasien (usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan) juga dianalisis hubungannya dengan pengetahuan tersebut. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden yang mewakili poliklinik pelayanan berjenjang lantai 2, pelayanan pribadi lantai 3 pagi, dan sore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara bauran promosi dengan pengetahuan pasien sehingga tidak efektif promosi yang dilakukan terhadap pengetahuan pasien. Hanya variabel confounding pendidikan yang berpengaruh terhadap pengetahuan pasien.


ABSTRACT The aim of this study is to analyze the correlation between promotion mix (word of mouth and non word of mouth) with knowledge related to patient services at polyclinic RSIA Budi Kemuliaan. The confounding variables of patient characteristics (age, education, occupation, income) were also analyzed to do with that knowledge. This type of study is a quantitative study with cross sectional approach. Sample consisted of 100 respondents representing polyclinic 2nd floor, 3rd floor in the morning, and afternoon. The results showed that there was no correlation between patient’s knowledge of the promotion mix with so promotion in polyclinic not efective for patient's knowledge. Only education confounding variables that influence the patient's knowledge.

Read More
B-1487
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ester Irene Lukas; Pembimbing: Hendrik Manarang Taurany; Penguji: Mieke Savitri, Prima Anisa, Amila Megraini
B-1323
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ari Luthfiana Ulya; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistyadi, Kuntum Cheyra
Abstrak:

Bagi sebuah rumah sakit, untuk dapat bersaing dengan rumah sakit lain harus memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan keinginan pelanggan, untuk dapat mengetahui keinginan pelanggannya rumah sakit harus terlebih dahulu mengetahui karakteristik pelanggan, setelah itu menentukan pelanggan mana yang akan fokus dilayanani dan mengetahui kelebihan apa saja yang dimiliki untuk menentukan posisi rumah sakit diantara pesaing, yang terakhir barulah melakukan pengembangan produk sesuai dengan harapan pelanggan. Agar produk tersebut diketahui dan diterima oleh pelanggan harus dilakukan promosi kepada pelanggan. Dengan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian tentang analisis pengembangan produk dan promosi poliklinik anak dan poliklinik kebidanan & kandungan RS Hospital Cinere. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan melakukan survey kepada pelanggan poliklinik anak dan poliklinik kebidanan & kandungan; wawancara mendalam dengan manajemen rumah sakit dan pasien; serta telaah dokumen. Dari penelitian ini diperoleh bahwa gambaran karakteristik pasien poliklinik anak adalah anak berusia balita; dan wanita usia produktif untuk poliklinik kebidanan & kandungan; tingkat pendidikan orang tua yang tinggi; pekerjaan orang tua sebagai pegawai swasta; bertempat tinggal di Depok, Jakarta Selatan, dan Tangerang Selatan; dan merupakan pasien lama. Untuk karakteristik pasien tersebut produk yang sesuai salah satunya adalah klinik laktasi. Sedangkan untuk promosi dapat dilakukan dengan pemasaran oleh dokter, menempatkan media promosi pada area yang banyak antrian, bekerjasama dengan dokter dan klinik disekitar, dan bekerjasama dengan media. Saran yang dapat diajukan antara lain agar manajemen rumah sakit mengelola data karakteristik pasien yang berasal dari data rekam medik untuk dapat mengetahui perubahan karakteristik sehingga dapat mengembangkan produk sesuai keinginan pelanggan; melakukan kerjasama untuk rujukan dengan dokter dan klinik disekitar; memperbanyak kerjasama dengan perusahaan.

Read More
B-1282
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andi Deviriyanti Agung; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ede Surya Darmawan, M. Natsir Nugroho, Ahmad Jamaluddin
Abstrak:
Kepuasan pasien adalah indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan. Pasien cenderung menilai kualitas pelayanan berdasarkan pengalaman mereka, termasuk interaksi dengan tenaga medis, kemudahan akses, dan tingkat kenyamanan yang mereka rasakan. Pasien yang merasa puas dengan pelayanan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mematuhi pengobatan yang direkomendasikan dan tindakan medis yang diperlukan. Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam perbaikan pelayanan publik adalah melakukan survei kepuasan masyarakat kepada pengguna layanan dengan mengukur kepuasan masyarakat pengguna layanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisis hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien Poliklinik Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dengan cara potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian ini merupakan pasien Poliklinik Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring yang berusia ≥ 18 tahun yang merupakan pasien baru maupun pasien lama, namun bukan merupakan pasien rujukan dari poliklinik lain dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang akan mengisi instrumen penelitian berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan kualitas pelayanan pada dimensi tangible (p value sebanyak 0,000); dimensi empathy (p value sebesar 0,000); dimensi reliability (p value sebesar 0,000); dimensi responsiveness (p value sebesar 0,000); dimensi assurance (p value sebesar 0,000) terhadap kepuasan pasien.

Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of health services. Patients tend to judge the quality of care based on their experiences, including interactions with medical personnel, ease of access, and the level of comfort they feel. Patients who are satisfied with services are more likely to comply with recommended treatment and necessary medical procedures. One of the efforts that must be made to improve public services is to conduct community satisfaction surveys for service users by measuring the satisfaction of service users. The purpose of this study was to analyze the relationship between service quality and patient satisfaction at the Obstetrics and Gynecology Polyclinic at Muhammadiyah Hospital Taman Puring. This research uses a descriptive observational study with a quantitative approach using a cross-sectional method. The subjects of this research were patients from the obstetrics and gynecology clinic at Muhammadiyah Taman Puring Hospital aged ≥ 18 years who were new or existing patients, but were not referred patients from other polyclinics with a sample size of 99 respondents who would fill out the research instrument in the form of a questionnaire. The result shows that there is a relationship between service quality in the dimension of tangible (p value of 0.000); empathy (p value of 0.000); reliability (p value of 0.000); responsiveness (p value of 0.000); assurance (p value of 0.000) on patient satisfaction.
Read More
B-2428
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Ayu Novianitri; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Adang Bachtiar, Sri Henni Setiawati, I.B.G. Fajar Manuaba
Abstrak: Indikator kinerja rawat inap di RSU Bintang Klungkung diketahui masih berada di bawah standar yang telah ditetapkan. Salah satu indikatornya adalah BOR dan TOI. Indikator yang berada dibawah rata-rata menunjukkan efektifitas dan efisiensi pelayanan.Perbedaan jumlah kunjungan pasien di unit rawat inap dan poliklinik bagian kebidanan kandungan dan anak cukup signifikan. Perlu pengukuran kinerja untuk mengetahui perspektif apa saja yang menyebabkan kinerja di unit rawat inap dan poliklinik belum maksimal. Tujuan penelitian adalah untuk menilai kinerja pelayanan dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard di unit rawat inap dan poliklinik bagian kebidanan kandungan dan anak di RSU Bintang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan data primer (wawancara mendalam dan kuesioner) serta data sekunder (data dari humas dan bagian keuangan). Hasil penelitian kinerja keuangan cukup baik, akan tetapi efektifitas biaya masih kurang pada unit rawat inap anak, perspektif pelanggan cukup memuaskan, perspektif bisnis internal cukup baik ditunjukan dengan dijalankannya SOP dan telah memiliki prosedur rujuk pasien, akan tetapi pada rujukan keluar dan fasilitas rs masih kurang di semua unit layanan. Kinerja perspektif pertumbuhan pembelajaran baik ditunjukan dengan angka turn over karyawan yang menurun, akses terhadap pelatihan dan pendidikan yang semakin baik namun perlu dievaluasi efektivitasnya, serta sistem informasi yang telah baik pula namun perlu dukungan keakuratan informasi. Kinerja unit rawat inap kebidanan kandungan relatif lebih baik jika dibandingkan dengan kinerja rawat inap anak oleh karena tingkat efektivitas keuangan unit rawat inap anak masih belum baik. Sedangkan pada poliklinik kandungan dan anak memiliki kinerja yang sama-sama baik. Saran yang diberikan adalah manajemen hendaknya lebih teliti dalam membuat perencanaan anggaran dan tepat menentukan strategi yang baik dengan cara membuat kendali mutu kendali biaya serta clinical pathways (CPW). Rumah sakit hendaknya melakukan pengembangan kualitas SIM RS untuk efisiensi pelayanan. Manajemen berkoordinasi dengan kepala ruangana untuk menerapkan kepemimpinan transformasional, serta melakukan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

The inpatient indicator at Bintang General Hospital is known to be below the established standard. One of the indicators is BOR and TOI. Indicators that are under average show the effectiveness and efficiency of the service. The difference in the number of patient visits in the inpatient unit and the policlinic of the obstetric and gynecological parts is significant. It needs performance measurement to find out what perspectives cause performance in inpatient unit and polyclinic not maximal yet. The purpose of this study was to assess service performance by using balanced scorecard approach in inpatient unit and polyclinic of children, obstetric and gynecology section at Bintang Hospital. This research is a quantitative and qualitative research using primary data (in-depth interview and questionnaire) and secondary data (data from public relations and finance department). The results of financial performance research is quite good, but the cost effectiveness is still less on the inpatient unit of children, customer perspective is quite satisfactory, internal business perspective is quite well aimed at the implementation of SOP, and has had patient referral procedures, but on outgoing referrals and hospital facilities are lacking in all service units. The performance of the learning growth perspective is well aimed at decreasing employee turnover, better access to training and education but needs to be evaluated for effectiveness, as well as information systems that have been good but need to support the accuracy of information. The performance of inpatient obstetric care unit is relatively better compared to the performance of the inpatient because the effectiveness level of the in-patient unit's financial unit is still not good. While the policlinic content and children have a performance that is equally good. The advice given is that management should be more careful in making budget planning and appropriately determine a good strategy with quality control of cost control and clinical pathways (CPW). Hospitals should develop quality of information system for service efficiency. Management coordinates with the head of the room to implement transformational leadership, as well as conducting ongoing monitoring and evaluation. 
Read More
B-2066
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Andriany; Pembimbing: Hendri Manarang Taurany; Penguji: Mieke Savitri, Yuli Prapancha Satar, Wahyu Sulistiadi
Abstrak:

Pertumbuhan Rumah Sakit baru Serta adanya peluang bagi pemilik modal untuk mendirikan Rumah Sakit menambah persaingan yang semakin ketat diantara Rumah Sakit yang ada. Kunjungan di Poliklinik Kebidanan dau Anak RSIA Tambak yang masih rendah menjadi salah satu alasan perlunya dilakukan upaya pemasaran yang dapat menjadi dasar penyusunan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan segmentasi berdasarkan karakteristik pelanggan untuk mengetahui segmentasi sebagai dasar penetapan target pasar pelanggan Poliklinik Kebidanan dan Anak RSIA Tambak. Dilakukan survey segmentasi dengan melihat pada aspek geografis, demografis, psikogratis serta aspek perilaku pada pelanggan Poliklinik Kebidanan dan Anak RSIA Tambak. Penelitian tentang segmentasi dan target pasar ini merupakan penelitian deskriptik analitik dengan menggunakan pendekatan studi kuantitatif dan kualitatif dengan desain cross sectional. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terhadap 110 responden sedangkan data sekunder diperoleh dari data BPS 2004. Hasil penelitian menunjukan pelanggan Poliklinik Kebidanan dan Anak RSIA Tambak berasal dari 5 wilayah DKI Jakarta termasuk juga dari wilayah Tangerang dan Depok. Sedangkan segmen pelanggan Poliklinik Kebidanan dan Anak adalah pasien yang berdomisili di Kotamadya Jakarta Selatan, mayoritas berusia 24 - 30 tahun, dengan tingkat pendidikan SMA - Sarjana, bekerja sebagai pegawai swasta dan ibu rumah tangga. Dari hasil analisis multivariat metode interdependen berupa analisis cluster terbentuk kelompok cluster psikografi dan perilaku yaitu klaster "peduli kuratif" dan "peduli preventif" untuk segmen psikografis serta klaster "pelayanan baik" dan "biaya murah" untuk segmen perilaku. Dari 110 responden, untuk kelompok psikografis diperoleh sebanyak 37 responden untuk "peduli preventif" dan 73 responden untuk "peduli kuratif". Sedangkan pada kelompok perilaku 65 responden termasuk dalam kelompok "pelayanan bagus" dan 45 responden yang masuk dalam kelompok "biaya murah". Pendekatan kualitatif digunakan dengan melakukan wawancara mendalam pada pihak manajemen RSIA Tambak untuk menetapkan target pasar dengan menelaah segmen yang terbentuk. Target pasar pelanggan yang ditetapkan bersama manajemen adalah segmen menengah, dengan usia 24 - 30 tahun, bekerja sebagai pegawai swasta dan berdomisili di Jakarta Selatan. Segmentasi dan target pasar yang terbentuk hendaknya dapat melihat dari mayoritas kelompok Cluster yang terbentuk dan di tinjau ulang secara berkala berkaitan dengan selalu terjadinya perubahan yang dinamis pada kondisi pasar dan upaya pemasaran. Pihak Rumah Sakit agar membuat rancangan bauran pemasaran yang sesuai dengan gambaran segmen dan target yang ditetapkan.

Read More
B-980
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yullita Evarini Yuzwar; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Sutanti Priyo Hastono, Sitorus, Yuli Prapanca Satar
B-596
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive