Ditemukan 13076 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Eva Laelasari; Pembimbing: L Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Harimat Hendrawan
Abstrak:
Faktor karakteristik pekerjaan dan situasional yang berhubungan dengan stres kerja pegawai fungsional umum adalah beban kerja, jam kerja, gaya manajemen, hubungan interpersonal, ergonomi, dan perjalanan, sedangkan pada pegawai fungsional peneliti adalah beban kerja, rutinitas, gaya manajemen, aturan kerja, ergonomi, interaksi antara keluarga dan pekerjaan, dan perjalanan. Hal yang berkaitan dengan konteks pekerjaan juga dapat menyebabkan stres kerja pegawai. Diperlukan penanggulangan stres yang komprehensif untuk pegawai dan instansi untuk mengurangi tingkat stres pegawai. Kata kunci: fungsional umum; fungsional peneliti; jabatan; stres kerja; tingkat stres
Read More
T-4463
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Maya Sari; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Budi Hartono; Muhamad Dawaman
Abstrak:
Peristiwa seperti ancaman penembakan pada mahasiswa, ledakan laboratorium, kebakaran di ruang arsip, dll adalah bukti bahwa keadaan darurat dapat terjadi di perguruan tinggi. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan manajemen keadaan darurat di perguruan tinggi yang terdiri atas tahap pra, saat, dan pasca keadaan darurat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manajemen keadaan darurat pada elemen-elemen di 3 tahap tersebut. Penelitian dilakukan Fakultas X menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian berdasarkan Prosedur Penanggulan Keadaan Darurat K3L Universitas X, PP No. 21 Tahun 2008, UU No. 24 Tahun 2007, Perda Kota Depok Nomor 10 Tahun 2010, dan NFPA 2016 Edisi 2013, menunjukkan bahwa masih ada elemen pada tahap pra darurat dengan persentase terpenuhi dibawah 60%, yaitu mitigasi (25%); pencegahan (28,6%); prosedur (30%); serta pelatihan dan pendidikan (44,4%). Mitigasi mendapatkan persentase terkecil karena belum melaksanakan penilaian risiko secara keseluruhan. Sedangkan elemen lain yang mendapatkan persentase lebih dari 60% pada elemen di tahap pra keadaan darurat adalah: perencanaan umum (67,88%); sumber daya (77,8%); peringatan dini dan komunikasi (77.8%); pada saat keadaan darurat adalah: tanggap darurat (65,6%); dan pada pasca keaadan darurat adalah: keberlanjutan bisnis (69%).
Kata kunci: Manajemen Keadaan Darurat, Prosedur K3L Universitas X, pra keadaan darurat, saat terjadinya keadaan darurat, pasca keadaan darurat
Events such as threat of firing on students, lab explosion, fire in the archives room, etc. are proofs that the state of emergency can happen in college. Based on this, it needs emergency management in college. Emergency management consists of a pre-emergency, trans-emergency and post-emergency. This study aims to look at the emergency management at the elements in those 3 stages. Research carried at Faculty X Universitas X. This research uses descriptive analytic design with a qualitative approach. The results showed based on Operational Procedure on Emergency Management Universitas X, PP No. 21/2008, UU No. 24/2007, Perda Depok No. 10/2010, and NFPA 2016 Ed. 2013, showed that there are several elements on pre-emergency stage which percentages ―fulfilled‖ are below 60%. They are mitigation (25%); prevention (28,6%); procedure (30%); and training and education (44,4%). Percentage ―fulfilled‖ on mitigation is the least because Faculty X has not done risk assessment on every activities they do. Other elements which has percentage ―fulfilled‖ above 60% in pre-emergency are: general planning (67,88%); resources (77,8%); early warning and communication (77.8%); in trans-emergency is: emergency response (65,6%); and in post-emergency is: business continuity (69%).
Key words: Emergency Management, Operational Procedure on Emergency Management Universitas X, pre-emergency, trans-emergency, post emergency
Read More
S-9270
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadhia Dewi Sarah; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak:
Pekerjaan merupakan bagian yang memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Lingkungan kerja fisik, desain dan organisasi kerja yangtidak memadai seperti kecepatan dan beban kerja yang berlebih merupakanfaktor yang menimbulkan gangguan kesehatan akibat kerja termasuk stress kerja. Pada tahun 2005 sebanyak 22% pekerja Eropa mengalami stress berupa sakit punggung bagian bawah, nyeri otot, dan kelelahan.Penelitian dilakukan pada bulan November 2012 dengan desain studicross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan pada bagianpelayanan, operasional dan administrasi PT. X dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 31 orang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stress kerja pada karyawan PT. X.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stress sedang yaitu 64,5 % dari total responden kemudian diikuti dengan responden yang mengalami stress ringan sebesar 35,5 % dari totalresponden. Variabel stressor yang berhubungan (memiliki p-value < 0,05)dengan tingkat stress kerja adalah ketidakjelasan tugas dengan nilai ORmenunjukkan bahwa proporsi antara ketidakjelasan tugas dengan kejelasan tugas memiliki perbandingan 6 kali untuk mengalami stress ringan diperusahaan. Tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara jamkerja, kerja lembur, beban kerja berlebih, shift kerja, rutinitas pekerjaan, lingkungan fisik, dukungan atasan dan dukungan rekan terhadap tingkat stresskerja PT. X.Kata kunci : análisis, stres kerja
Work is part an important role ini human life. Physical workenvironment, design and inadequate work organization such as speed andexcessive workload are factors that cause health problems, including stresscaused by work. In 2005 as many as 22 %of European workers experiencingstress in the form of lower back pain, muscle aches and fatigue.The study was conducted in November 2012 with a cross sectionalstudy design. The population in this study were employees at service,operational and administrative in PT. X with number of sample many as 31people.Purpose this study was to determine factors that affect job stress onemployee at PT. X.The result showed that most respondents experienced moderate stresswas 64,5% of total respondents, followed by respondents who experiencedmild stress by 35,3% of total respondent. Stressor variables related (having p-value < 0,05) with level of work stress is lack of clarity task with OR valuesindicates ratio lack of clarity task has 6 times to experience mild stress in thecompany. Not find any significant association between work hours, overtime,excessive workload, work shift, work routine, physical environment,supervisor support and peer support with level of work stress at PT. X.Keywords : analysis, work stress.
Read More
Work is part an important role ini human life. Physical workenvironment, design and inadequate work organization such as speed andexcessive workload are factors that cause health problems, including stresscaused by work. In 2005 as many as 22 %of European workers experiencingstress in the form of lower back pain, muscle aches and fatigue.The study was conducted in November 2012 with a cross sectionalstudy design. The population in this study were employees at service,operational and administrative in PT. X with number of sample many as 31people.Purpose this study was to determine factors that affect job stress onemployee at PT. X.The result showed that most respondents experienced moderate stresswas 64,5% of total respondents, followed by respondents who experiencedmild stress by 35,3% of total respondent. Stressor variables related (having p-value < 0,05) with level of work stress is lack of clarity task with OR valuesindicates ratio lack of clarity task has 6 times to experience mild stress in thecompany. Not find any significant association between work hours, overtime,excessive workload, work shift, work routine, physical environment,supervisor support and peer support with level of work stress at PT. X.Keywords : analysis, work stress.
S-7717
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jessica Natalie Basaria Malau; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Agrian Novaldi Mokodompit
Abstrak:
Read More
Kelelahan kerja merupakan perasaan lelah yang menyebabkan penurunan kemampuan kerja. Meski dapat ditemukan di setiap sektor industri, beberapa sektor lebih rentan terhadap kondisi ini karena kombinasi dari berbagai faktor risiko. Salah satunya adalah sektor tambang. Hingga saat ini, penelitian terkait kelelahan kerja di pertambangan belum banyak dilakukan pada pekerja mine support. Divisi X sebagai salah satu divisi mine support PT X telah mengalami insiden boat di mana kelelahan kerja terindikasi sebagai salah satu faktor laten. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai kejadian kelelahan kerja serta faktor risikonya, baik terkait kerja maupun tidak terkait kerja, yang dialami oleh operator boat di Divisi X PT X tahun 2023. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Subjective Self Test oleh Industrial Fatigue Research Committee, wawancara mendalam, pengisian formulir, dan dokumentasi. Informan terdiri atas informan utama, yaitu operator boat, sejumlah lima orang dan informan kunci, yaitu supervisor operator boat, sejumlah satu orang. Variabel yang diteliti terdiri dari kelelahan kerja, faktor risiko terkait kerja (pengalaman kerja, desain kerja, durasi kerja, waktu istirahat, shift kerja, dan lingkungan kerja), serta faktor risiko tidak terkait kerja (durasi tidur, kualitas tidur, dan waktu perjalanan). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa semua operator boat Divisi X PT X mengalami kelelahan kerja tingkat ringan atau sedang, dengan faktor risiko terkait kerja yang dialami adalah desain kerja, durasi kerja, waktu istirahat, shift kerja, dan lingkungan kerja. Sementara faktor risiko tidak terkait kerja adalah durasi tidur, kualitas tidur, dan waktu perjalanan.
Work fatigue refers to the feeling of tiredness that resulted in reduced work performance. While this condition can be found in every industrial sector, some are more susceptible than others due to the combination of risk factors. Such example is the mining industry. Research on work fatigue in mine support workers is currently limited. Division X, one of the mine support division in PT X, has recently experienced a boat incident in which work fatigue was indicated as a latent factor. This research aims to provide a comprehensive overview of work fatigue experienced by boat operators in Division X of PT X in 2023, along with its related risk factors, both work- and non-work-related. This research uses qualitative method with descriptive design. Data is collected through Subjective Self Test questionnaire by Industrial Fatigue Research Committee, in-depth interviews, data form, and documentation. Informants consist of five boat operators as main informants and one direct supervisor as key informant. Variables studied consist of work fatigue, its work-related risk factors (work experience, work design, work duration, rest time, shift work, and work environment), and non-work-related risk factors (sleep duration, sleep quality, and commuting time). Result shows that all boat operators in Division X of PT X experience mild to moderate occupational fatigue, with work-related risk factors found being work duration, rest time, shift work, and work environment. Meanwhile, non-work-related factors include sleep duration, sleep quality, and commuting time.
S-11443
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andrey Bayu Permana Susanto; Pembimbing: Baiduri: Penguji: Dadan Erwandi, Ayat Supriyatna
S-5136
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Izzatu Millah; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Syahrul Efendi, Mayarni
T-3424
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Taufik Ikhsan Derana; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Fatma Lestari, Tata Soemitra, Febry Afrianto Setyawan
T-3240
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I Made Pasek Dwi Pertama; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Dadan Erwandi, Soehatman Ramli, Mufthi G. Sukardi
T-4310
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fikri Aulia Rachman; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Samy Awaludin, Wulan Sary
Abstrak:
Faktor kelalaian manusia dalam berkendara merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan kendaraaan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi perilaku berkendara tidak selamat yaitu overspeeding
Read More
T-5967
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sony Dwi Risvandi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Fajar Seno Jati, Errik Yusnadi Saleh
Abstrak:
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit pernapasan yang menyebar di seluruh dunia dan telah dinyatakan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh World Health Organization (WHO). Covid-19 yang telah dinyatakan sebagai pandemi internasional, tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat tetapi juga operasional bisnis dan keselamatan pekerja di tempat kerja. Meskipun keadaan seperti itu, beberapa bisnis vital masih beroperasi karena status kebutuhannya. Salah satu industri yang tetap beroperasi di masa pandemi Covid-19 adalah industri migas. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja PT. X, perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara personil kunci. Hal ini kemudian didukung dengan pengamatan terhadap kebijakan perusahaan; prosedur; pengawasan kesehatan; dan protokol pengujian, deteksi, dan pelacakan. Prosedur Kesiapsiagaan Pandemi Covid-19 yang dikembangkan oleh PT. X dimaksudkan untuk mitigasi pada situasi saat ini. Prosedur ini mencakup berbagai aspek seperti pengaturan kerja karyawan; penilaian diri untuk deteksi dini; protokol kesehatan; pengawasan kesehatan; informasi, edukasi, dan komunikasi kepada seluruh karyawan. Data menunjukkan bahwa selama pandemi ini, Indikator kinerja keselamatan PT.X, yaitu Lost Time Injury Frequency and Total Recordable Injury Rate, masih di bawah kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan pencegahan dan pengendalian Covid-19 oleh PT. X telah mengikuti peraturan kesehatan, industri, dan ketenagakerjaan yang relevan di Indonesia dengan baik. PT. X telah menerapkan risk assessment dalam operasionalnya di masa pandemi untuk menjaga kelangsungan usaha sekaligus mengendalikan risiko penularan Covid-19. Temuan penelitian menyoroti penerapan protokol kesehatan, faktor pendorong, hambatan, dan tantangan yang umum di industri migas
Read More
T-6231
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
