Ditemukan 25551 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Fiha Seratin
MJKI-No.6, XLI
Jakarta : Medika Media Mandiri, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Departemen Tenanaga Kerja dan Transmigrasi
MKMI Vol.XX, No.4
Jakarta : IAKMI, 1992
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Melisa Nyamukondiwa; Pembimbing: Asri C Adisasmita; Penguji: Lhuri Dwianti Rahmartani, Poppy Elvira Deviani
Abstrak:
Read More
Malaria merupakan ancaman yang signifikan terhadap perempuan hamil dan bayi baru lahir di Tanzania, negara dengan beban malaria yang tinggi. Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi intervensi malaria di kalangan wanita hamil, dengan fokus pada penggunaan kelambu berinsektisida (ITN) dan penggunaan pengobatan pencegahan intermiten pada kehamilan dengan Sulfadoxine-Pyrimethamine (IPTp-SP). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Tanzania (DHS) tahun 2022, menganalisis data dari 1.408 ibu hamil. Sebagian besar peserta berusia 20-29 tahun dan tinggal di daerah pedesaan. Sebagian besar perempuan melakukan kunjungan layanan antenatal (ANC) pertama pada usia kehamilan 12 minggu, dan lebih dari setengahnya menghadiri setidaknya empat kali kunjungan ANC. Kepemilikan dan penggunaan ITN tinggi, dengan 83,03% memiliki jaring dan 86% menggunakannya pada malam sebelum wawancara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji chi-square, dan regresi logistik multivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dan independen, dengan uji Hosmer-Lemeshow untuk menilai kecocokan model. Pengetahuan tentang penggunaan ITN mempunyai hubungan yang signifikan dengan penggunaan ITN yang sebenarnya, sedangkan pengetahuan tentang pengobatan pencegahan malaria mempunyai hubungan yang berbanding terbalik. Kesadaran akan tindakan pencegahan lainnya masih rendah. Faktor-faktor seperti pendidikan (OR: 1.15, CI:0.98-2.53, P-value:0.08), frekuensi ANC (OR:1.14, CI:1.03-1.22, P-value:0.02), kerentanan yang dirasakan (OR:1.54, CI :0.91-1.31, P-value:0.17), dan kepercayaan diri dalam melakukan perilaku terkait malaria (OR:1.13, CI:0.91-1.26, P-value:0.21), surat kabar sebagai sumber pesan malaria (OR:0.13, CI:0.10-1.19, Pvalue:0.08) dan pengetahuan pengobatan preventif dalam pencegahan malaria (OR:0.37, CI:0.12-0.88, Pvalue:0.02) berpengaruh signifikan terhadap penggunaan ITN. Untuk serapan IPTp-SP, faktor yang signifikan meliputi pendidikan (OR:1.74, CI:1.18-1.56, Pvalue:0.00), wilayah (OR:1.74, CI:1.50-1.87, Pvalue:0.00), pekerjaan (OR:1.11, CI :0.89-1.28, Pvalue:0.31), waktu kunjungan ANC pertama (OR:1.12, CI:0.72-1.35, Pvalue:0.51), kepercayaan diri dalam melakukan perilaku terkait malaria (OR:1.41, CI:0.91-1.82, Pvalue:0.03) dan pesan dari penyedia layanan kesehatan (OR:1.86, CI:0.83-2.81, Pvalue:0.12). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan (OR:0.62, CI:0.40-0.96, Pvalue:0.03), wilayah tempat tinggal (OR:0.14, CI:0.06-1.10, Pvalue:0.77), tingkat keparahan yang dirasakan (OR:0.66, CI:0.43 -0.98, Pvalue:0.04) dan menerima pesan dari penyedia layanan kesehatan (OR:0.47, CI:0.14-1.46, Pvalue:0.20) secara signifikan mempengaruhi penerapan intervensi ITN dan IPTp-SP. Rekomendasinya mencakup investasi dalam pelatihan petugas layanan kesehatan, meningkatkan strategi pendidikan dan komunikasi, meningkatkan kehadiran ANC, dan mobilisasi masyarakat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami tantangan petugas kesehatan dan dampak pandemi COVID-19 terhadap penerapan intervensi malaria.
Malaria poses a significant threat to pregnant women and newborns in Tanzania, a country with a high malaria burden. This study investigates factors influencing the adoption of malaria interventions among pregnant women, focusing on the use of insecticide-treated mosquito nets (ITNs) and the uptake of intermittent preventive treatment in pregnancy with Sulfadoxine-Pyrimethamine (IPTp-SP). The research utilized secondary data from the 2022 Tanzania Demographic and Health Survey (DHS), analyzing data from 1,408 pregnant women. Most participants were aged 20-29 and lived in rural areas. A significant proportion had their first antenatal care (ANC) visit at 12 weeks of gestation, and over half attended at least four ANC visits. ITN ownership and usage were high, with 83.03% owning nets and 86% using them the night before the interview. Data analysis involved descriptive statistics, chi-square tests, and multivariate logistic regression to determine associations between dependent and independent variables, with the Hosmer-Lemeshow test assessing model fit. Knowledge of ITN use was significantly associated with actual ITN use, while knowledge of malaria preventive medication had an inverse association. Awareness of other preventive measures was low. Factors such as education (OR: 1.15, CI:0.98-2.53, P-value:0.08), ANC frequency (OR:1.14, CI:1.03-1.22, P-value:0.02), perceived susceptibility (OR:1.54, CI:0.91-1.31, P-value:0.17), and confidence in performing malaria-related behaviours (OR:1.13, CI:0.91-1.26, P-value:0.21), newspaper as a source of malaria messages (OR:0.13, CI:0.10-1.19, Pvalue:0.08) and knowledge of preventive medicine in malaria prevention (OR:0.37, CI:0.12-0.88, Pvalue:0.02) significantly influenced ITN use. For IPTp-SP uptake, significant factors included education (OR:1.74, CI:1.18-1.56, Pvalue:0.00), region (OR:1.74, CI:1.50-1.87, Pvalue:0.00), occupation (OR:1.11, CI:0.89-1.28, Pvalue:0.31), timing of the first ANC visit (OR:1.12, CI:0.72-1.35, Pvalue:0.51), confidence in performing malaria-related behaviours (OR:1.41, CI:0.91-1.82, Pvalue:0.03) and messages from healthcare providers (OR:1.86, CI:0.83-2.81, Pvalue:0.12). The study concluded that education (OR:0.62, CI:0.40-0.96, Pvalue:0.03), region of residence (OR:0.14, CI:0.06-1.10, Pvalue:0.77), perceived severity (OR:0.66, CI:0.43-0.98, Pvalue:0.04) and receiving messages from healthcare provider (OR:0.47, CI:0.14-1.46, Pvalue:0.20) significantly affected the adoption of both ITN and IPTp-SP interventions. Recommendations include investing in healthcare worker training, enhancing education and communication strategies, increasing ANC attendance, and community mobilization. Further research is needed to understand healthcare workers' challenges and the impact of the COVID-19 pandemic on malaria intervention adoption.
T-7091
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pilihan terhadap Sistem Isyarat Dini dan Intervensi (SIDI) dan langkah pengembangannya: seri gizi 06
Djumadias Abunain
Seri Gizi 06
Bogor : P3G, 1984
Laporan Penelitian Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Chalada; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Yati Afiyanti, Nurlaelasari
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Fakta global bahwa gangguan kecemasan dan depresi semakin meningkat dari tahun ketahun. Ibu hamil termasuk kelompok rentan dengan gangguan kecemasan dan depresi karena mengalami perubahan fisik dan psikologis, serta perubahan peran dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan kekhawatiran akan mengurus bayi, selain itu wanita 3,01 kali berisiko mengalami cemas dibandingkan pria. Studi baru-baru ini bahwa ibu hamil mengalami kecemasan 37%. Tujuan: Mengetahui efektivitas intervensi CBT untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil Sumber Data: Penelusuran studi hingga oktober 2022 pada database online: Proquest, Scince Direct dan PubMed, selanjutnya melakukan penelusuran melalui sumber yang tidak di publikasikan seperti tesis dan disertasi dari Universitas Indonesia (UI) Repository. Seleksi Studi: Kiteria inklusi dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebagai subyek, desain studi randomized controll trial (RCT). Originalresearch, periode studi tahun 2012 sampai dengan 2022 dan berbahasa inggris. kriteria ekslusi: ibu hamil pengguna obat psikiatri. Ekstraksi Data: Peninjau ektraksi data dan penilai risiko bias dilakukan oleh dua orang secara independent, bila menemukan ketidkasesuaian dilakukan diskusi sampai hasil yang di sepakati dan pengecekan ulang oleh pembimbing penelitian. Hasil: Tiga studi masuk kedalam meta-analisis dengan sampel CBT (117) dan control (118). terdapat perbedaan rerata efektivitas intervensi kelompok CBT dan Kontrol pada masing-masing studi, penelitian menunjukan perbedaan yang signifikan secara statistic dan klinis dengan nilai Tau2=36.85, efek gabungan yang diperoleh (perbedaan rata-rata = -20.84; IK 95% dari -30.06 sampai -11.62), sesuai dengan ukuran efek yang besar (4.43), setelah mengecualikan satu studi karena hasil post intervensi yang tidak signifikan (g(95%CI) = 0.40 (−0.13, 0.93) dimana kondisi kontrol treat as usual (TAU) yang tidak memungkinkan untuk mengontrol layanan kesehatan (bidan, dokter, perawat maternitas) yang diakses selama masa percobaan. Pada karakteristik usia ibu dan usia kehamilan tidak signifikan setelah dilakukan analisis Kesimpulan: Studi saat ini menunjukan bahwa kecemasan ibu hamil dapat diatasi atau di turunkan melalui terapi prilaku kognitive, dibuktikan dengan hasil temuan tinjauan sistematis dan meta-analisis terdapat efektifitas intervensi CBT dari masing-masing studi penelitian, dan memiliki keefaktifan yang berbeda setelah dibandingkan dengan kelompok control. Keseluruhan ada dua temuan utama: Durasi intervensi CBT (durasi jangka pendek dan jangka Panjang) efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil. Kedua populasi, CBT efektif untuk ibu hamil dengan hasil skrining positif kelainan kromosom dan riwayat infertilitas primer.
Background: It is a global fact that anxiety disorders and depression are increasing from year to year. Pregnant women are a vulnerable group with anxiety disorders and depression due to physical and psychological changes, as well as changing roles during pregnancy, childbirth, postpartum and worrying about taking care of the baby, besides women are 3.01 times more likely to experience anxiety than men. Recent studies that pregnant women experience anxiety 37%. Objective: to determine the effectiveness of CBT interventions to reduce anxiety levels in pregnant women Data Source: Search studies until October 2022 on online databases: Proquest, Science Direct and PubMed, then carry out searches through unpublished sources such as theses and dissertations from the University of Indonesia (UI) Repository. Study Selection: Inclusion criteria in this study were pregnant women as subjects, randomized control trial (RCT) study design. Original research, study period from 2012 to 2022 and speak English. Exclusion criteria: Pregnant women who use psychiatric drugs. Data Extraction: Reviewers of data extraction and risk assessments can be carried out by two people independently, if discrepancies are found, discussions are carried out, until the results are agreed upon and re-checked by the research supervisor. Result: Three studies entered into the meta-analysis with CBT (117) and control (118) samples. there were differences in the average effectiveness of the CBT and control group interventions in each study, the study showed statistically and clinically significant differences with a Tau2 value = 36.85, the combined effect was obtained (mean difference = -20.84; 95% CI from -30.06 to -11.62), corresponding to a large effect size (4.43), after excluding one study because the postintervention outcome was not significant (g(95%CI) = 0.40 (−0.13, 0.93) whereas the treat as usual (TAU) control condition was it is not possible to control the health services (midwives, doctors, maternity nurses) accessed during the trial period The characteristics of maternal age and gestational age are not significant after analysis. Conslusion: The current study shows that the anxiety of pregnant women can be overcome or reduced through cognitive behavioral therapy, as evidenced by the findings of a systematic review and meta-analysis showing the effectiveness of CBT interventions from each research study, and having different effectiveness when compared to the control group. Overall there were two main findings: The duration of the CBT intervention (short term and long term duration) was effective in reducing pregnant women's anxiety levels. In both populations, CBT is effective for pregnant women with positive screening results for chromosomal abnormalities and a history of primary infertility. Key words: effective intervention, cognitive behavioral therapy, anxiety disorders, pregnant women.
T-6508
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kedokteran Indo. (MKI), 37, No.1, Jan. 1987, hal. 49-52, ( Cat. ada di bendel 1987- 1989 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sudibyo Supardi
MKMI Vol.XV, No.5
Jakarta : IAKMI, 1984
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
M.A. Husaini
LP 618.2 STU s
Bogor : Direktorat Bina Gizi Depkes, 1989
Laporan Penelitian Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Buku III, Tempo hal : 126
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Medika, Vol. XXXI, No.08, Agustus 2005, hal. 540-542
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
