Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26437 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rinny Rafiah Sechan; Pembimbing: Gunawan
B-294
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Novitasari Hidayat; Pembimbing: Purnawan Junadi
B-833
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yono Supriyono; Pembimbing: Suprijanto Rijadi
B-103
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tuti Retno Asih; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, A. Suryadi
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang pengembangan strategi pemasaran di RSUD Balarajatahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitik.Hasil penelitian ini bahwa RSUD Balaraja berada pada sel II, yaitu dalam posisi growand build. Strategi yang umum dipakai dalam posisi tersebut adalah strategi penetrasipasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Alternatif strategi pemasaranyang dibuat harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi. Pengembangan strategi pemasaran juga diperlukan karena kondisi eketernal dan internal selalumengalami perubahan. Hal ini sangat diperlukan dukungan pemerintah daerah,manajemen puncak serta kesadaran dari para pegawai tentang pentingnya pemasaranterutama rumah sakit agar strategi pemasaran tersebut dapat berjalan secara optimal.
Kata kunci:Strategi, pemasaran, pengembangan, rumah sakit.
Read More
S-7639
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purnawan Junadi, Sudarti Kresno, Anwar Hasan
LP 613.28 JUN p
Depok : Jur. AKK FKM UI, 2002
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kania Agustina; Pembimbing: Hafizurrachman
S-1793
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK)-183, Vol.38, No.2, Maret 2011, hal. 109-110
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maman Suparman Gani; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Adang Bachtiar, Dumilah Ayuningtyas, Bambang Hestu Djajadi, Iman Hidayat Dahlan
Abstrak:

Munculnya persaingan antar rumah sakit yang dipicu oleh timbulnya perubahan-perubahan kebijakan yang bersumber dari lingkungan makro, lingkungan mikro maupun lingkungan internal rumah sakit, maka dituntut untuk mampu beradaptasi dan mengantisipasi semua permasalahan yang muncui secara tiba-tiba.Rumah Sakit Umum Majalengka sebagai rumah sakit kelas C Non swadana harus mampu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat agar dapat membangun kekuatan secara optimal serta memperbaiki kelemahan yang melekat pada dirinya.Besarnya persaingan diikuti dengan perubahan-perubahan yang cukup mendasar, sehingga perlu merumuskan suatu perencanaan strategi yang tepat agar rumah sakit tetap dalam keadaan survive dengan mengembangan manajemen yang efektif dan efesien yang diharapkan bisa menghasilkan produktivitas organisasi, efesiensi biaya yang bermuara kepada out put pelayanan yang bermutu.Perencanaan strategi itu memuat program-program kerja yang selalu dievaluasi secara periodik agar selalu actual dan antisipatif, serta diharapkan mampu menciptakan persepsi yang sama disemua tingkatan dan disemua lini baik tenaga fungsional maupun struktural, sehingga satu sama lain saling menunjang.Dengan memiliki perencanaan strategi akan teridentifikasi peluang maupun ancaman dari eksternal organisasi serta kekuatan dan kelemahan yang dimiliki internal organisasi, kemudian ditentukan strategi untuk mengoptimalkan peluang yang ada menghindari ancaman yang muncul, mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki serta memperbaiki kelemahan yang ada, memiliki tujuan jangka panjang yang jelas serta dapat menetapkan strategi-strategi yang terpilih untuk mencapai tujuan tersebut diatas.


 

Strategic Planning General Hospital of MajalengkaThe Competition between hospital appears caused by the changes of regulation which are based on macro scope, micro scope its need internal scope of the hospital it's self, so the ability to adapt and anticipation all the problems which come suddenly. General Hospital of Majalengka as a hospital class C non self donation must be able to replace it's self to the right position to develop its strength best, and to improve its weakness.The quality and the quantity of the competition usually followed by the basic changes so we need formulate an appropriate strategic planning to make the hospital on survival by improving the yields an organization productivities with cost efficiently which will bring a side effect an "out put an excellent services".The strategic planning contain an activities program and anticipated periodically in order to be able to make the same perceptions in all levels and in every side either functional or structural personal, so every one can support another. The strategic planning identification the opportunity or threat from external organization and strength or weakness of internal organization, than decided the strategic to maximize the exist opportunity to avoid the threat to maximize the exist strength and to improve its own weakness, we have the real long distance purpose and can decide the strategic to achieve the purpose.

Read More
B-646
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roby Ruhyadi; Pembimbing: Laila Fitria, I Made Djaja; Penguji: Denni Wismanto
S-4431
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aspan Effendi; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amroussy DT. Marsis, Jaslis Ilyas, Usman Sumantry
Abstrak:

Puskesmas merupakan satuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, serta dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat. Untuk melaksanakan kegialannya, pembiayan puskesmas selama ini sebagian besar bersumber dari pemerintah pusat, sedangkan sebagian lagi dibiayai oleh pemerintah daerah. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu semakin tinggi, sementara alokalasi biaya operasional puskesmas yang diberikan oleh pemerintah semakin menurun. Untuk itu, pihak departemen kesehatan menetapkan konsep swadana sebagai satu jalan keluarnya. Puskesmas swadana diberikan kewenangan mengelola scluruh dana penerimaan fungsional puskesmas untuk digunakan bagi pembiayaan operasional puskesmas sehari-hari. Selain itu, konsep swadana merupakan penjabaran dari tujuan otonomi daerah dalam meningkatakan mutu pelayanan secara efektif dan efisien. Pada saat ini,. Puskesmas Putri Ayu memiliki kunjungan pasien yang tinggi, lokasi yang strategis dan sumber daya manusia yang cukup berkualitas. Kondisi yang cukup kondusif ini menjadikannya layak dikembangkan menjadi puskesmas swadana sekaligus menjadi contoh puskesmas swadana di Kota Jambi. Dalam upaya pengembangan ini diperlukan sualu perencanaan strategi yang disesuaikan dengan visi dan misi Dinas Kesehatan Kota Jambi dalam mencapai Jambi sehat 2008. Untuk dapat menyusun perencanaan strategi dilakukan penelitian operasional dengan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah pihak penentu kebijakan kesehatan. Sejumlah pihak tersebut adalah Walikota, DPRD, Kepala Dinas Kesehatan Kota, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan unsur pelaksana Puskesmas Putri Ayu. Consensus Decision Making Group (CDMG) yang beranggotakan para pelaksana inti Puskesmas Putri Ayu menetapkan beberapa strategi terbaik dengan menggunakan SWOT matrik dan QSPM sebagaimana yang ditelili dalam penelitian ini. Hasil penelitian pemilihan alternatif strategi berdasarkan hasil IE memperlihatkan bahwa posisi Puskesmas Putri Ayu berada pada kuadran II. Hal itu menunjukan bahwa posisinya berada dalam grow and build sesuai dengan rategi intensif dan integrative yang dianjurkan. Strategi intensif yang dimaksud adalah market penetration, market development dan product development, sedangkan strategi integratif mencakup backward integration, and forward integration dan horizontal integration. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Puskesmas Putri Ayu memiliki peluang yang besar dengan dukungan internal dan eksternal yang kuat, walaupun masih menghadapi pesaing yang cukup kompetitif. Dengan demikian, berbagai upaya masih diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanannya. Sebagai saran dan tindak lanjut, strategi yng telah dipilih hendaknya dioperasikan dengan optimal dengan dukungan berbagai pihak. Daftar bacaan: 40 (1982-2002)


 

Strategy Planning Of Developing Putri Ayu Public Health Service In Jambi Municipality Into Self Financing Public Health Service In 2002 Public health center (PHC) is functional organizational unit, which conducts health services in comprehensive, integrated and well-distributed way, also both accepted and accessible to the society. So far, it is mostly financed by Central Government to perform its activity. Province Authority pays only little amount. The society requirement to the qualified health service gets higher and higher, meanwhile PHC operational finance allotment given by the government decreases. Therefore, Health Department establishes self-financing concept as one of solutions. Self-financing PHC manages its functional revenues to cover its daily operational finance. In addition, the concept is enforced from district authority purpose in order to improve the service quality effectively and efficiently. Now that Putri Ayu PHC has high patient visit, strategic location and adequate human power, if is worth being developed into self-financing PHC, even self-financing PHC model in Jambi Municipality. As for its development, it is important to set strategy planning matched the vision and mission of Jamb Municipality Health Office in order to reach Healthy Jamb 2008. In this respect, there should be an operational research by using qualitative analysis through dept interview to the certain health decision-making officers. The officers are Mayor, District parliament, Head of Municipality Health Office, Head of Provincial Health office, operating officers of Putri Ayu PHC. Consensus Decision Making Group (CDMG) whose membership are chief operating officers of Putri Ayu PHC decides some best strategic based on SWOT matrices and QSPM as revealed in this research. The research result of deciding alternative strategy based on IE result show that Putri Ayu PHC position is at quadrant II. It shows that its position is on growing and building phase fulfilling the recommended intensive and integrative strategies. The intensive strategy covers market penetration, market development and product development, while integrated strategy consists of backward integration, forward integration and horizontal integration. The research concludes that Putri Ayu PHC has great chance with internal and external support, meanwhile it is facet with competitive rivals. Therefore, it needs developing efforts in order to improve its service quality. As for advice and follow up, officers should implement the chosen strategies with others' supports.

Read More
T-1255
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive