Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34799 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nelly Marissa, Abidah Nur
MPPK Vol.24, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jufri Herwansyah; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Pujiyanto, Syafdewiyani
T-2798
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safriana; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Didik Supriyono
S-7192
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nani Sukasediati ... [et al.]
Bulitkes Vol.27, No.3&4
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 1999/2000
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susilo Wulan; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Mardiati Nadjib, Kurniasari, Budi Hartono, M. Lintang
Abstrak: Penyakit TB menempatkan beban luar biasa bagi penderita, keluarga, masyarakat,dan anggaran pemerintah. Selain kehilangan produktivitas kerja efek paling mendalam adalah penurunan tingkat kesejahteraan bahkan pemiskinan. Tujuanpenelitian ini menganalisis beban ekonomi yang ditanggung pasien dan anggota rumah tangga akibat penyakit Tuberculosis. Merupakan penelitian eksploratif deskriptif secara retrospektif dengan desain studi cross sectional. Sampel adalahpasien TB Paru BTA + dengan metode pengambilan sample probabilityproportional to size sebanyak 71 pasien.Estimasi total beban ekonomi akibat sakit TB di Kota Bengkulu adalah Rp7.259.600,- atau sebesar 28.48% dari rata-rata pendapatan rumah tangga. Komponen biaya yang paling dominan adalah biaya tidak langsung yaitu sebesar Rp 5.134..400,- atau 20.14% rata-rata pendapatan rumah tangga di ikuti biaya langsung sebesar Rp 2.125.200,- (8.34%) rata-rata pendapatan rumah tangga. Pasien dengan penghasilan rendah, umur lebih dari 43 tahun, tidak memiliki jaminan kesehatan, memiliki jumlah anggota rumah tangga lebih dari 4, melakukan coping strategy dan pernah menjalani rawat inap akan menangalami katastropik dibandingkan dengan kelompok lainnya, pada akhirnya mempengaruhi tingkat kesejahteraan dan pemiskinan rumah tangga. Diperlukan kajian kebijakan kesehatan yang dapat melindungi rumah tangga dari semua aspek biaya karena sakit, khususnya TB dalam mengurangi pengeluaran kesehatan dalam biaya non medis maupun indirect cost. Kata kunci : Beban Ekonomi, Coping Strategy, Katastropik, Pemiskinan.
Tuberculosis puts a tremendous burden for patients, families, communities andgovernment budgets. In addition to the work productivity loss, the most profoundeffect is the decrease in the level of well-being even impoverishment. The purposeof this study is analyze the economic burden by patient and households as a resultof Tuberculosis. It is an explanatory retrospective descriptive study with crosssectional design. Total respondents were 71, they were pulmonary TB patientswith smear positive. Sampling technique used probability proportional to size.Estimated total economic burden of illness due to Tuberculosis int the Bengkulucity is Rp 7.259.600, which is 28.48% of the average household income. The mostdominant component costs are indirect costs amounting to RP 5.134.400,-whilethe direct cost is Rp 2.125.200,-. Patients with low income, age over 43 years, donot have health insurance, have a household size of more than 4, do copingstrategy and have ever hospitalized will experience catastrophic compared to othergroups, which then affecting the level of household welfare and poverty. It is aneed to produce a health policy with the that can protect householdsexpencesndue to do TB illness, especially expenses on non medical costs andindirect costs.Keywords: Economic Burden, Coping Strategy, catastrophic,impoverishment.
Read More
T-4150
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ella Ayu Septia Mustika; Pembimbing: Carolina Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Yanti Rahim
Abstrak: Hipertensi menyebabkan 9,4 juta kematian/tahun di dunia. Prevalensi hipertensi diUPT Puskesmas Kecamatan Beji tahun 2016 di peringkat kedua dengan jumlahtotal kasus baru sebanyak 5.406 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahuigambaran kasus hipertensi pada pasien rawat jalan di UPT Puskesmas KecamatanBeji Tahun 2017 ditinjau dari faktor risiko usia, jenis kelamin, riwayat hipertensidalam keluarga, pekerjaan, status gizi, kadar kolesterol total dan kadar trigliserida.Penelitian menggunakan desain potong lintang, menggunakan data sekunderberupa rekam medis. Populasi penelitian sebesar 1.198 pasien. Kriteria inklusiyaitu pasien rawat jalan di UPT Puskesmas Beji, berusia >18 tahun dan telahdidiagnosa hipertensi. Kriteria eksklusi yaitu pasien yang dengan kunjunganulang, tidak memenuhi variabel yang diteliti. Sampel penelitian sebesar 97 pasien.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,58% pasien kategori hipertensi stadium2. Prevalensi tertinggi pada usia 50-59 tahun yaitu 39,18%. 70,10% pasienberjenis kelamin perempuan. 78,35% pasien tidak bekerja, 53,61% memilikiriwayat hipertensi dalam keluarga, 39,20% pasien obesitas, 61,86% memilikikadar kolesterol >200 mg/dL, dan 63,92% memiliki kadar trigliserida normal.Kesimpulan pada penelitian adalah sebagian besar pasien kategori hipertensistadium 2, perempuan, memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, tidak bekerja,kadar kolesterol total di atas batas normal, namun kadar trigliserida normal.Prevalensi hipertensi naik seiring peningkatan usia.Kata kunci: Hipertensi, faktor risiko hipertensi.
Read More
S-9561
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febrie Wulandari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Hadi Pratomo, Umi Zakiati
Abstrak: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang menular dan disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat menyerang organ tubuh namun seringkali bakteri TB menyerang paru-paru manusia. Kota Depok menjadi salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang mengalami kenaikan angka kasus TB dalam empat tahun terakhir. Jumlah kasus TB Paru terbanyak yang dilaporkan berasal dari Puskesmas Pancoran Mas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai perilaku minum obat pada pasien TB Paru saat Pandemi COVID-19. Informan pada penelitian ini adalah pasien TB, pihak keluarga pasien TB, kader TB, satgas COVID-19, dan penanggung jawab program TB. Pemilihan informan penelitian secara purposive sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat berperan dalam perilaku minum obat pada pasien TB. Pada faktor predisposisi, terdapat pengetahuan yang rendah dan sikap positif. Sedangkan pada faktor pemungkin, efek samping minum obat tidak membuat perubahan dalam perilaku minum obat, akses pelayanan perlu diperhatikan. Kemudian pada faktor pendorong, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan menjadi penguat dalam perilaku minum obat. Oleh sebab itu, disarankan kepada Puskesmas Pancoran Mas untuk melakukan penyuluhan tentang TB kepada seluruh masyarakat serta mengoptimalkan peran kader selama masa pengobatan TB.
Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. These bacteria can attack the body's organs, but TB bacteria often attack the human lungs. Depok City is one of the cities in West Java Province which has experienced an increase in the number of TB cases in the last four years. The highest number of reported cases of pulmonary TB came from the Pancoran Mas Health Center. This study is a qualitative study that aims to dig deeper information about drug-taking behavior in pulmonary TB patients during the COVID-19 pandemic. Informants in this study were TB patients, the family of TB patients, TB cadres, the COVID-19 task force, and the person in charge of the TB program. The selection of research informants purposively according to the inclusion and exclusion criteria. The results showed that predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors played a role in drug-taking behavior in TB patients. On predisposing factors, there is low knowledge and positive attitude. While the enabling factors, side effects of taking medication do not make changes in drug taking behavior, access to services needs to be considered. Then on the driving factors, family support and the role of health workers become reinforcements in drug-taking behavior. Therefore, it is recommended to the Pancoran Mas Health Center to provide counseling about TB to the entire community and optimize the role of cadres during the TB treatment period.
Read More
S-10970
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elizabeth Simamora; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Yunis Tri Miko Wahyono, M. Arifin Nawas
S-6798
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas. Indo. (MKMI), XXII, No.12, Januari, 1994, hal. 765-771
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hizrah Harianto Sembiring; PembimbingL: Ema Hermawati; Ririn Arminsih, Laila Fitria, Sugeng Hidayat, Eman Prasetyo
Abstrak: Asma merupakan gangguan inflamasi kronis di jalan napas dengan prevalensi yang cukup tinggi. Asma dapat terjadi pada semua usia, diperkirakan 300 juta orang menderita asma diseluruh dunia dan tahun 2025 diperkirakan mencapai 400 juta pasien asma. Prevalensi asma di Provinsi Kalimantan Tengah melebihi angka nasional dan kota Palangkaraya termasuk daerah dengan prevalensi asma tertinggi. Prevalensi asma dipengaruhi oleh banyak faktor seperti keturunan serta lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kepadatan kecoa di rumah tangga dan faktor risiko lainnya yang dapat memicu asma. Penelitian menggunakan desain Case control. Sampel terdiri dari 58 sampel untuk kasus dan 58 sampel untuk kontrol berusia 12-45 tahun. Hasil penelitian menunjukkan variabel-variabel yang berhubungan dengan kejadian asma adalah kepadatan kecoa, riwayat atopi, sensitifitas terhadap makanan, polusi udara, kondisi cuaca, kondisi sanitasi rumah tangga, jarak rumah dari jalan raya dan memiliki hewan peliharaan. Sedangkan karakteristik individu seperti pendidikan, pekerjaan serta jenis bahan bakar memasak tidak berhubungan dengan kejadian asma. Kesimpulannya tingkat kepadatan kecoa berhubungan dengan kejadian asma setelah dikontrol variabel karakteristik individu dan faktor lingkungan. Penderita agar menjaga kebersihan dan sanitasi rumah yang baik, sehingga tidak menjadi habitat perkembangbiakan vektor kecoa dan sedapat mungkin menghindari faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya asma. Kata kunci: asma; kepadatan kecoa; faktor risiko Asthma is a chronic inflammatory disease in the airways with highly prevalence. Asthma can occur at any age, 300 million people estimated suffering asthma in the world and by 2025 there will be 400 million. Asthma prevalence in Central Kalimantan Province exceeds the national number. Furthermore, Palangkaraya is the highest one. The prevalence of asthma is influenced by many factors such as heredity and the environment. This research aimed to analyze the relationship of cockroach density in households and other risk factors that can trigger asthma. This research is using Case control design which consisted of 58 samples for the cases and 58 samples for the controls aged 12-45 years. Results showed cockroach density, atopy history, food sensitivity, air pollution, weather, household sanitation conditions, home distance from highways and pet ownership were associated with the incidence of asthma. While education, occupation and types of cooking fuel were not associated. In conclusion, the cockroach density is related to the incidence of asthma after controlled by variable characteristics of individuals and environmental factors. Patient is sugessted to maintain good hygiene and sanitation, so would not become the habitat of cockroach and avoid risk factors that can trigger asthma. Keywords : asthma; cockroach density; risk factor
Read More
T-4851
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive