Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41549 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bambang Setiadi; Pembimbing: Wawan Irawan; Penguji: Tata Soemitra, Supriyanto
Abstrak:

Peningkatan kompetensi karyawan sekarang menjadi isu penting bagi perusahaan untuk menjaga kemampuan berkompetisi guna menghadapi tantangan bisnis dalam era perdagangan babas yang akan segera datang. Undang-undang Ketenagalistrikan (baru) akan mengatur kompetisi antar pelaku bisnis tenaga listrik seperti PT PLN (Persero), swasta, termasuk koperasi dan BUMN yang lain. Melalui pembahasan bersama institusi terkait, maka Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral secara bertahap mempersiapkan standarisasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.Analisis kompetensi K3 pada Pengawas kegiatan penyediaan tenaga listrik di PT PLN (Persero) bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kompetensi K3 pada Pengawas pada beberapa Unit pengelola instalasi yang dipilih untuk melakukan penelitian yang dapat mewakili kegiatan penyediaan tenaga listrik di PT PLN (Persero), sekaligus untuk menggambarkan tingkat kompetensi pada kegiatan pembangkitan, transmisi dan distribusi tenaga listrik.Dengan menggunakan referensi elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja dari kompetensi K3 umum (generik) untuk Pengawas (NOHSC, Australia) sebagai instrumen penelitian, dilakukan wawancara kepada para Pengawas serta kuisioner kepada para Pelaksana, kelompok kerja pengelola instalasi dan kepada para Pejabat pengelola instalasi, diperoleh bahwa rata-rata tingkat kompetensi K3 pada Pengawas kegiatan penyediaan tenaga listrik di PT PLN (Persero) dapat diklasifikasikan antara "rendah" sampai "kurang dari cukup", di mana pada kegiatan pembangkitan lebih baik dari pada kegiatan transmisi dan pada kegiatan transmisi lebih baik dari pada kegiatan distribusi.Saran pembinaan untuk meningkatkan kompetensi dengan menambah wawasan pengetahuan, ketrampilan dan sikap K3 pada Pengawas, keharusan terdapatnya komitmen yang kuat terhadap K3 dari top manajemen (dukungan manajemen) dan memperhatikan tempat kerja (tantangan kegiatan atau pengaruh lingkungan).


 

The Analysis on Occupational Safety and Health Competency for Supevisor of Electric Energy Supply in PT PLN (Persero)Employee competency improvement is now becoming the important issues for corporations to maintain its competitive ability to meet business challenges for incoming free trade era. The (new) Electricity Act regulates the competition of electricity business players such as PT PLN (Persero), the private sector including ccoperative and other state owned corporations. Through agreements with related institutions, The Department of Mine and Energy is progressively set the standards to be used for technician competencies in electricity.The analysis on occupational health and safety (OHS) competency for Supervisor of electric energy supply in PT PLN (Persero) aims at identifying the competency level of OHS of Supervisors in a number of units chosen to investigate matters that may represent the activities of electricity supply in PT PLN, while also describing the competency levels in electricity generation, transmission and distribution.With reference to the competency elements and performance criteria for generic OHS c^mnPfencies for Supervisors (NOHSC, Australia) as research tool, interviews were conducted with Supervisors and questionnaires were given to Working groups who directly in charge for instalation maintenance administering installation and the respected Officers. The result obtained indicates that the average competency level of OHS among Supervisor of electric energy supply in PT PLN (Persero) can be classified ranging from "low" to "inadequate", whereas electricity generating activities scored higher than transmission activities, and distribution activities have the lowest score among them.Suggestions to improve competency include supplementary information of OHS knowledge, skill and attitude of Supervisors, need a strong commitment from the top management on OHS (managerial support) and awareness of the work location (in term of challenging activities and or environmental influence).

Read More
T-1355
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfiansah Rahadian; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Avep Disasmita, Wahyudin Syakir
Abstrak:
Berdasarkan tinjauan literatur, terdapat hubungan antara distress kerja dengan iklim keselamatan, yang berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dimensi distress kerja terhadap iklim keselamatan. Studi cross-sectional yang dilakukan pada 152 karyawan perusahaan pembangkit listrik tenaga gas di site Prabumulih, Palembang, dan dua site Batam, pada departemen operation dan maintenance yang dipilih secara acak sebagai responden penelitian. Responden mengisi kuesioner iklim keselamatan Nordik (NOSACQ-50) dan kuesioner distress kerja NIOSH Generic Job Stress secara daring. Data dianalisis menggunakan uji statistik korelasi bivariat dan regresi linier. Gambaran iklim keselamatan perusahaaan menunjukkan hasil rata-rata 2,73 atau pada tingkatan cukup, sehingga memerlukan perbaikan pada komitmen tenaga kerja pada keselamatan dan prioritas keselamatan. Berdasarkan tingkat distress kerja, terdapat 10,53% karyawan yang memiliki tingkat distress rendah, 77,63% karyawan yang memiliki tingkat distress sedang, dan 11,84% karyawan yang memiliki tingkat distress tinggi. Analisis bivariat menunjukkan variabel distress kerja pada penilaian diri, masa depan karyawan, dan dukungan sosial, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan iklim keselamatan. Analisis multivariat menunjukkan variabel distress kerja pada konflik dan ketidakjelasan peran menjadi variabel paling dominan berhubungan dengan iklim keselamatan. Untuk meningkatkan iklim keselamatan, perusahaan harus berusaha untuk mengurangi distress di tempat kerja melalui pengendalian faktor konflik dan ketidakjelasan peran.

Based on the literature review, there is a relationship between work distress and safety climate, which affects to work accidents. This study aims to determine the relationship of the dimensions of work distress to the safety climate. A cross-sectional study was conducted on 152 employees of a gas-fired power plant company at the Prabumulih site, Palembang, and two Batam sites, in the operation and maintenance department who were randomly selected as research respondents. Respondents filled out the Nordic safety climate (NOSACQ-50) and NIOSH Generic Job Stress online questionnaire. Data were analyzed using bivariate correlation statistical tests and linear regression. Company's safety climate showed an average result of 2.73 or at a sufficient level, required improvement in the commitment of the workforce to safety and safety priorities. There were 10.53% of employees who have low levels of distress, 77.63% of employees who have moderate levels of distress, and 11.84% of employees who have high levels of distress. Bivariate analysis showed that the variables of work distress on self-assessment, future work, and social support, showed a significant relationship with safety climate. Multivariate analysis showed that the variables of work distress in conflict and role ambiguity were the most dominant variables related to the safety climate. To improve safety climate, Company should strive to reduce workplace distress through controlling conflict factors and role ambiguity.
Read More
T-6454
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Novitasari; Pembmbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Susanto Saputro
Abstrak: Studi ini membahas mengenai analisis risiko K3 pada kegiatan praktikum laslistrik di SMK Negeri 2 Depok Tahun 2015.Tujuan dari penelitian ini adalahmengetahui tingkat risiko K3 pada kegiatan praktikum las listrik di SMK Negeri 2Depok.Metode identifikasi bahaya menggunakan Job Hazard Analysis, sedangkananalisis risiko dilakukan dengan menggunakan metode analisis risikosemikuantitatif dan perhitungan nilai risiko metode dari W.T. Fine.Nilai risikomerupakan hasil perkalian dari nilai consequences, probability, dan exposure.Padapraktikum las listrik ditemukan 50 risiko.
Kata kunci : analisis risiko, praktikum las, consequences, probability,exposure
The focus on this study is risk analysis in electrical welding practicum ofVocational School 2 Depok in 2015. This aim to assess risk level of practicumactivity. This study used Job Hazard Analysis (JHA) for hazard identification,while for risk analysis is undertaken by semi-quantitative method by W.T. Fine.Risk score is determined by multiplication of consequences, probability, andexposure. The result of this study showed that electrical welding practicum has 50health and safety risk.
Key word : risk analysis, electrical welding practicum, consequences, probability,exposure.
Read More
S-8931
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hardian Saputra; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Mila Tejamaya, Muhamad Dawaman, Hani Mairina Matan
Abstrak: Penelitian ini mengkaji implementasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada unit kegiatan Tank Cleaning di PT. Chevron Pacific Indonesia dengan fokus membandingkan standar yang digunakan dengan implementasi komitmen, perencanaan, pelaksanaan, dan dokumentasi kegiatan Tank Cleaning yang diterapkan oleh manajemen dan pelaksana di lapangan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan unit analisis yang digunakan adalah ANSI/API 2015-2016 (2001), FSWP, QSOP, dan hasil observasi di lapangan. Strategi yang digunakan adalah hasil wawancara dan analisis konten. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada kegiatan Tank Cleaning sudah sesuai dengan standar ANSI/API 2015-2016 (2001), walaupun masih ada beberapa poin yang dilewatkan pada tahap pelaksanaan dan dokumentasi. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengawasan supervisor dan kurangnya kesadaran para pekerja terhadap pentingnya dilakukan prosedur tersebut demi keselamatan dan kesehatan diri mereka sendiri. Kata kunci: Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, Tank Cleaning.
Read More
T-4450
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardianty Nababan; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Tata Soemitra, Achmad Farid Baidjuri
Abstrak: Industri MIGAS memiliki resiko yang sangat tinggi dalam kegiatan operasionalnya, termasuk diantaranya kegiatan pemboran yang merupakan kegiatan yang dilakukan baik pada tahap eksplorasi maupun pada tahap eksploitasi. Sebelum melaksanakan kegiatan pemboran kontraktor minyak harus terlebih dahulu melakukan identifikasi bahaya dan analisis resiko untuk mengetahui bahaya-bahaya apa saja yang dapat dan analisis resiko yang dilakukan sesual dengan kajian dan tahapan yang ada pacta standard OSHA.
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi bahaya apa saja yang dapat timbul dari kegiatan pemboran khususnya sumur S-10 yang terletak di lapangan A milik PT X serta tingkat resiko dan setiap potensi bahaya yang mungkin timbul dan kegiatan tersebut Dari studi ini selanjutnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi langkah-langkah kontrol yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya.
Oil and gas industry is the high risk operation. Because of safety reason, oil and gas company should have a good system to Identify and analyze all potential hazards and risks before execute their activities especially in drilling activities.
The objective of this research are to examine the validity of all supporting data such as well interpretation data, drilling equipment performance and well location condition. The approach of this study is to evaluate all potential hazards and calculate the level of its risk which is exist on drilling activities especially at S-10 Well, Filed-A that can practically use to determine the control action to avoid incidents and/or accidents in a workplace.
Read More
T-2632
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Sulasmi; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Tata Soemitra, J. Rudi Karijanto
T-2248
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhyidin; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Hendra, Elsye As Safira, Tomi Wahyu Hadi
Abstrak: Tesis ini membahas analisis kebisingan kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dan hubungannya dengan tekanan darah dan risiko hipertensi pada pekerja. Desain penelitian dengan metode cross-sectional menggunakan data primer (usia, jenis kelamin, masa kerja, kebiasaan merokok, penggunaan APT, dan stres) menggunakan kuesioner dan data sekunder (intensitas kebisingan, indeks massa tubuh, diabetes, kolesterol total, LDL / low density lipoprotein, dan tekanan darah pekerja) yang diperoleh dari PT XYZ. Sebanyak 101 pekerja berpartisipasi dalam penelitian ini dengan purposive sampling sesuai similar exposure group (SEG). Uji analisis Mann-Whitney dan Chi Square digunakan untuk melihat hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Intensitas kebisingan diukur menggunakan noise dosimeter selama 8 jam kerja.

Hasil penelitian menunjukkan pekerja yang terpajan kebisingan >80 dBA memiliki tekanan darah dan prevalensi hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan pekerja yang terpajan kebisingan ≤80 dBA. Pekerja yang terpajan kebisingan >80 dBA memiliki tingkat risiko terkena hipertensi lebih tinggi dengan OR = 3,19 dibandingkan dengan pekerja yang terpajan kebisingan ≤80 dBA. Tidak ada hubungan antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah dan hipertensi. Akan tetapi terdapat kecenderungan dosis-respon antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik dan hipertensi
Read More
T-6326
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vinskatania Agung Andrias; Pembimbing: Indri Haspari Susilowatil Penguji: Zulkifli Djunaidi, Chandra Satria, Chandra Prijanahadi, Yuki Mahardhito Adhitya
Abstrak: Perkembangan industri daur ulang limbah plastik rumahan secara global meningkat. Hal ini salah satunya adalah akibat dari adanya komunitas global daur ulang plastik, Precious Plastic. Berbagai pihak baik dari hobiis, komunitas, dan UMKM mengadaptasi proses daur ulang limbah plastik ini untuk diterapkan secara personal maupun sebagai sarana bisnis untuk mencari keuntungan. Perkembangan daur ulang plastik ini juga terjadi di Indonesia lewat komunitas serupa. Proses daur ulang plastik melibatkan berbagai potensi bahaya dan risiko keselamatan dan kesehatan kerja, sayangnya belum pernah dilakukan analisis risiko K3 pada pekerjaan daur ulang limbah plastik. Penelitian ini menganalisis risiko K3 pada proses pengolahan limbah plastik di UMKM X untuk memberikan gambaran dan evaluasi terhadap proses pengolahan limbah plastik dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja. Variabel dari penelitian ini adalah langkah pekerjaan, jenis bahaya dan risiko, total risiko, total risiko sisa, pengurangan risiko san rekomendasi pengendalian risiko. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian deskriptif observasional. Observasi bahaya dilakukan terhadap proses kerja dan risiko dianalisis dengan kriteria Fine. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa masing-masing aktivitas produksi terdiri dari 4 tahapan kerja yaitu preparasi, pelelehan dan pressing, serta finishing. Pada tahap pelelehan dan pressing, plastik dipanaskan dan diberi tekanan menggunakan 3 metode yaitu menggunakan oven dan mesin kompresi, menggunakan heat gun dan mesin kompresi, serta menggunakan mesin ekstrusi. Dari tahapan kerja daur ulang plastik di UMKM X, terdapat 49 bahaya yang teridentifikasi dan dianalisis risikonya. Penelitian ini berfokus membahas pekerjaan dengan risiko Very High. Risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang paling tinggi pada kegiatan daur ulang limbah plastik di UMKM X meliputi risiko terhirupnya uap plastik dan pajanan bising yang berasal dari alat. Rekomendasi pengendalian bahaya untuk risiko terhirupnya uap plastik antara lain dengan membersihkan plastik dengan bersih agar tidak terdapat komponen yang menambah level toksik, merancang Local Exhaust Ventilation yang sesuai dengan kebutuhan, sosialisasi mengenai bahaya uap plastik serta sosialisasi APD, menggunakan respirator untuk pekerjaan berisiko pajanan kimia uap plastik dan plastic odor. Sementara itu rekomendasi pengendalian dari risiko pajanan bising antara lain: mengganti alat dengan alat serupa yang memiliki teknologi untuk meredam bising yang dihasilkan, melakukan isolasi pekerjaan yang menimbulkan pajanan bising agar tidak dilakukan bercampur dengan kegiatan lainnya yang berpotensi memperluas pajanan bising, melakukan maintenance alat, serta menyediakan APD yang sesuai untuk meredam pajanan bising ke pekerja.
Read More
T-5548
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Altri Reza; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Doni hikmat Ramdhan, Rudal Triawan
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang nilai risiko yang didapat pada proses kegiatan instalasi listrik di proyek Pembangunan Apartement Park View Condominiumn Depok Town Square oleh PT. X tahun 2012. Penilaian risiko dilakukan dengan menganalisis nilai kemungkinan, pemajanan dan konsekuensi dari setiap tahapanpekerjaan yang kemudian dibandingkan dengan standar level risiko semikuantitatif W.T. Fine J untuk mengetahui level risiko yang ada pada setiap kegiatan proses instalasi listrik tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptifanalitik dengan menggunakan metode semi kuantitatif AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang dimiliki pada kegiatan prosesinstalasi listrik di proyek tersebut meliputi level : very high, priority 1,substantial, priority 3.
Kata kunci:AS/NZS 4360:2004, penilaian risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi,level risiko.
This study discusses about risk assesment for safety on electrical instalationprocess at Apartement Park View Condominium Depok Town Square project byPT. X in 2012. Risk Assesment is done by analyzing the probability value,exposure and consequences of each phase of work then compared to a standardlevel of risk semi-quantitative WT Fine J to determine the level of risk that exist ateach stage on electrical instalation process. This study is a descriptive analyticalstudy using semi quantitative method AS/NZS 4360:2004. The study states thatthe level of risk on each step electrical instalation process that includes : very highlevel, priotity 1 level, substantial level, and priority 3 level.
Key words:AS/NZS 4360:2004, risk assesment, probability, exposure, consequences, level ofrisk.
Read More
S-7576
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Mariyah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yuni Kusminanti
S-6874
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive