Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41599 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Endah Pujiastuti; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Mieke Savitri, Euis Saadah Hernawati, Mugia Bayu Rahardja
T-4508
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Divia Putriana; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Fatmah, Herlyssa
Abstrak: Skripsi ini membahas gambaran kejadian berat bayi lahir rendah dan faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 105. Tempat penelitian di Puskesmas Kecamatan Tebet dengan menggunakan data sekunder dari periode Januari - Oktober tahun 2013. Data umur ibu, tingkat pendidikan, status pekerjaan, anemia ibu, IMT pra hamil, umur kehamilan, penambahan berat badan sesuai IMT pra hamil, paritas dan pemberian tablet tambah darah. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi BBLR sebanyak 15,2%.
 
Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara BBLR dengan faktor-faktor yang berhubungan. Namun pada variabel yang tidak signifikan terdapat OR > 1 diantaranya pendidikan OR= 2,2, pekerjaan OR= 1,7, anemia ibu OR= 2,9 dan paritas OR= 2,4. Oleh karena itu, perlu dicermati kembali faktor-faktor yang memiliki risiko tinggi terhadap BBLR dan upayaupaya preventif terhadap kejadian BBLR.
 

The focus of this study is description of babies with low birth weight adn related factors. This research is quantitative with a cross-sectional design and sample size 105. The place of research in Tebet sub district health centers using secondary data from the period of January to October in 2013. The Data are maternal age, education level, employment status, maternal anemia, pre-pregnant BMI, gestational age, weight gain corresponding pre-pregnant BMI, parity and delivery of iron tablet.
 
The results showed as much as 15,2% prevalence of babies with low birth weight. Statistical test results showed not statistically significant association between LBW with factors related. However, the variables are not significant have OR > 1, they are: education is OR = 2,2, employment status is OR = 1,7, maternal anemia is OR = 2,9 and parity is OR = 2,4. Therefore, it should be re-examined factors that have a high risk of LBW and preventive measures on the incidence of LBW.
Read More
S-8096
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nida Najiyah; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak:

Kejadian BBLR belum menunjukkan penurunan signifikan baik ditingkat global, nasional maupun daerah. Di Indonesia, rata-rata proporsi berat badan lahir <2500 gram Tahun 2018 adalah 6,2% dengan daerah tertinggi yaitu Pulau Sulawesi (7,08%) (Riskesdas 2018). Bayi berat lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi kejadian BBLR di Pulau Sulawesi berdasarkan faktor demografi dan psikososial, faktor obstetri, komplikasi kehamilan, status merokok ibu dan antenatal care. Desain studi cross sectional deskriptif dengan analisis univariat menggunakan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2012 dan 2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 564 (SDKI 2012) dan 613 (SDKI 2017). Hasil penelitian pada SDKI 2017 menunjukkan peningkatan dalam beberapa aspek dibandingkan SDKI 2012 seperti penurunan kelahiran BBLR, peningkatan pendidikan, pekerjaan ibu, status perkawinan, paritas, interval kelahiran, kunjungan pemeriksaan awal ANC serta penanganan komplikasi kehamilan di fasilitas kesehatan. Namun, ada beberapa variabel yang mengalami penurunan dan stagnasi seperti usia ibu, status ekonomi, kesehatan di perdesaan, komplikasi kehamilan, merokok, frekuensi ANC dan kualitas ANC. Saran dengan berkolaborasi dengan lintas sektor, penguatan Program Keluarga Harapan (PKH) serta peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.


 

Incidence of LBW has not shown a significant decrease either at global, national, and regional levels. In Indonesia, average proportion of birth weight <2500 grams in 2018 was 6.2% with the highest area being Sulawesi Island (7.08%). Low birth weight have a higher risk of morbidity and mortality. This study aims to describe the prevalence of LBW in Sulawesi Island based on demographic and psychosocial factors, obstetric factors, pregnancy complications, maternal smoking status, and antenatal care. Descriptive cross-sectional study design with univariate analysis using data from the 2012 and 2017 Indonesian Health Demographic Survey. The number of samples in this study was 564 (2012 IDHS) and 613 (2017 IDHS). The results of the 2017 IDHS study showed improvements in several aspects compared to the 2012 IDHS, such as a decrease in LBW, an increase in education, maternal employment, marital status, parity, birth intervals, first ANC check-up and treatment of pregnancy complications at health facilities. However, there are several variables that have decreased and stagnated such as maternal age, economic status, health in rural areas, pregnancy complications, smoking, ANC frequency and quality. Suggestions by collaborating with cross-sectors, strengthening the Program Keluarga Harapan (PKH) and increasing Program Makanan Tambahan (PMT) for pregnant women.

Read More
S-11190
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhora Yufita Nurfitriani; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Sabarinah, Enny Ekasari, Mutmainah Indriyati
Abstrak:
ABSTRAK Nama : Dhora Yufita Nurfitriani Program Studi : S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD KiSA Kota Depok Tahun 2022 Pembimbing : DR.Milla Herdayati,SKM,MSi Anemia selama kehamilan merupakan masalah kesehatan utama yang terkait dengan BBLR. Kejadian kelahiran BBLR di negara berkembang sebesar 95,6%, merupakan salah satu penyebab terbesar kematian neonatal di Indonesia. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan saat lahir kurang dari 2500 gram, merupakan sindrom kompleks yang mencakup kelahiran premature, bayi kecil untuk usia kehamilan (Small for gestational age = SGA) atau kombinasi antara keduanya. BBLR dikaitkan dengan kematian janin dan neonatal serta morbiditas, menghambat pertumbuhan dan perkembangan, beresiko stunting serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh anemia pada ibu hamil terhadap BBLR, dengan desain penelitian case control. Desain penelitian ini menggunakan data rekam medis RSUD KiSA Kota Depok, populasi penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di RSUD KiSA Kota Depok Tahun 2022. Sampel penelitian terdiri dari 72 ibu yang melahirkan dengan BBLR sebagai kasus dan 72 ibu yang melahirkan dengan BBL normal (> 2500grm) sebagai kontrol. Hasil penelitian proporsi Anemia pada ibu hamil lebih banyak pada kelompok BBLR (43,1%) daripada yang tidak BBLR (22,2%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara anemia ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan nilai P-value 0,001. (95% CI 1.88 – 13.04). Ibu yang menderita anemia pada kehamilan memiliki resiko 4,96 kali untuk mengalami BBLR dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia, setelah dikontrol variable paritas, usia kehamilan dan hipertensi. Saran dari penelitian ini diharapkan program pencegahan dan penanggulangan anemia ibu hamil dapat lebih di tingkatkan oleh pemerintah daerah baik dari sisi kebijakan, penganggaran maupun dalam hal monitoring dan evaluasinya. Dengan memfokuskan pencegahan anemia pada ibu dengan paritas beresiko tinggi, ibu dengan resiko persalinan preterm dan ibu dengan hipertensi. Kata kunci: BBLR, Bayi Berat Lahir Rendah, Anemia dalam kehamilan, Kota Depok



ABSTRACT Name : Dhora Yufita Nurfitriani Study Program : Master of Public Health Sciences Tittle : The Relationship between Anemia in Pregnancy and the Incidence of Low Birth Weight (LBW) at Kisa Hospital, Depok City in 2022 Counsellor : DR.Milla Herdayati,SKM,MSi ……… Anemia during pregnancy is a major health problem associated with LBW. The incidence of LBW births in developing countries is 95.6%, LBW is one of the causes of neonatal death in Indonesia. Low Birth Weight (LBW) is weight at birth less than 2500 grams, is a complex syndrome that includes premature birth, a small baby for gestational age (SGA) or a combination of the two. LBW is associated with fetal and neonatal death and morbidity, inhibits growth and development and increases the risk of non-communicable diseases in later life. The purpose of this study was to see the effect of anemia in pregnant women on LBW, with a case control study design. This study used medical record data at KiSA Hospital, Depok City, the population of this study were mothers who gave birth to babies at KiSA Hospital, Depok City, in 2022. This study used medical record data at KiSA Hospital, Depok City, the population of this study were mothers who gave birth at KiSA Hospital, Depok City in 2022. The study sample consisted of 72 mothers who gave birth with LBW as cases and 72 mothers who gave birth with normal BBL (> 2500grm). ) as a control. The results of the study showed that the proportion of anemia in pregnant women was higher in the LBW group (43.1%) than those who were not LBW (22.2%). From the results of this study it can be concluded that there is a significant relationship between anemia in pregnant women and the incidence of LBW with a P-value of 0.001. (95% CI 1.88 – 13.04). Mothers who suffer from anemia in pregnancy have a 4.96 times the risk of experiencing LBW compared to pregnant women who are not anemic, after controlling for parity, gestational age and hypertension variables. Suggestions from this study are that it is hoped that the program for preventing and overcoming anemia in pregnant women can be further improved by the regional government both in terms of policy, budgeting and in terms of monitoring and evaluation. By focusing on prevention of anemia in women with high-risk parity, women with a risk of preterm delivery and mothers with hypertension. Key words: LBW, Low Birth Weight, Anemia in pregnancy, Depok City
Read More
T-6759
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anna Triana; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Soewarta Kosen
Abstrak:
Kematian pada periode neonatal masih menjadi permasalahan dalam kesehatan masyarakat. Pada tahun 2021 Kementerian Kesehatan melaporkan sebesar 73,1% kematian anak dibawah 5 tahun di Indonesia terjadi pada masa neonatal. World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa penyebab terbanyak kematian neonatal adalah kelahiran prematur dan salah satu faktor risiko dari kelahiran prematur sebagai penyebab kematian neonatal terbanyak adalah faktor usia ibu, dimana ibu hamil usia remaja lebih berisiko untuk melahirkan bayi prematur. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain kohort retrospektif yang menganalisis hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kelahiran prematur. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng Jakarta Barat menggunakan data rekam medis pada pasien yang masuk dengan tanda persalinan di RSUD Cengkareng pada periode 1 Januari 2022 – 31 Desember tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang masuk rumah sakit dengan tanda persalinan di RSUD Cengkareng Jakarta Barat pada tahun 2022. Sampel terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok ekspose dan kelompok non-ekspose. Kelompok ekspose merupakan kelompok ibu hamil yang datang dengan tanda persalinan pada rentang usia remaja (10-19 tahun), sementara kelompok non-ekspose merupakan kelompok ibu hamil yang datang dengan tanda persalinan pada rentang usia reproduksi sehat (20-34 tahun). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan hasil perhitungan akhir sampel sebanyak masing-masing 141 responden pada kelompok ekspose dan kelompok non-ekspose. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan cox regression. Hasil analisis penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kehamilan usia remaja dengan kelahiran prematur dengan nilai asosiasi RR adjusted 3,37 [95% CI (2,02-5,62); nilai-p 0,000)]. Diperlukan peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi terutama pada kelompok remaja untuk mencegah terjadinya kehamilan usia dini

Neonatal mortality is still a public health problem. The Indonesian Ministry of Health reported that 73.1% of deaths of children under 5 years in Indonesia occurred during the neonatal period. The World Health Organization (WHO) revealed that the most common cause of neonatal mortality is preterm birth and one of the risk factors for preterm birth is the mother's age, which pregnant adolescents are more at risk of it. This study is an analytical study with a retrospective cohort design that analyzes the relationship between adolescent pregnancy and preterm birth. This study was conducted at Cengkareng Regional General Hospital West Jakarta using medical record data in the period of 1st January 2022 until 31st December 2022. The population in this study is all pregnant women who were admitted to the hospital with signs of labor. The sample of this study consisted of two groups, the exposed group and the non-exposed group. The exposed group was a group of pregnant women who came with signs of labor in the adolescent age range (10-19 years), while the non-exposed group was a group of pregnant women who came with signs of labor in the reproductive age range (20-34 years). Sampling was carried out using a simple random sampling technique with the final sample count 141 respondents in each of the group. Data were analyzed using chi-square and cox regression tests. The analysis results show a significant relationship between adolescent pregnancy and preterm birth with association values RR adjusted 3,37 [95% CI (2,02-5,62); p-value 0,000)]. It is necessary to increase knowledge about reproductive health of adolescent to prevent early pregnancy.
Read More
S-11504
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Subiantoro; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Kusharisupeni, Soedibjo Sastroasmoro, Bambang Murdoto
T-4068
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elin Marlina; Pembimbing: Milla Herdyati; Penguji: Mieke Savitri, Dewi Dmayanti
Abstrak: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab kematian bayi dan neonatal di berbagai negara, terutama negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kejadian BBLR berdasarkan hasil laporan Riskesdas tahun 2010 adalah 11,1% dan provinsi Jawa Barat adalah 10,9%. Data SDKI tahun 2012 menyebutkan bahwa Angka Kematian Bayi (AKB) 32 per 1000 kelahiran hidup dengan penyebab tertinggi adalah BBLR dan Prematuritas. Data kelahiran BBLR di Kota Cimahi menunjukan peningkatan pada tiga tahun terkhir Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan sumber data sekunder yang didapat dari catatan kohort ibu, laporan persalinan, register pasien. Faktor risiko terjadinya BBLR yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah faktor karakterisktik ibu, nutrisi dan pemeriksaan ANC. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan bermakna pada variabel faktor nutrisi, riwayat penyakit dan pemeriksaan ANC.
 

 
Low birth weighted baby is a cause of infant morality and neonatal all over the world. Particularly in develop country, including Indonesia. The number of low birth weighted baby based from the results of riskesdas report in 2010 is 11,1% and West Java Province is 10,9%. Data from SDKI in 2012 tells that the numbers of infant morality (AKB) 32 per 1000 birth of a baby with the highest cause are low birth weighted babies and prematurity. Data of low birth weighted baby in Cimahi city increased in the last three years of the research using case-control design with source of secondary data obtained from cohorts of mothers data, labor report, and registers patiens. the risk of low birth weighted baby becomes variable in this research is the characteristic factors of mother, nutrition and Ante Natal Care examination. The research showed a significant to the variabel nutritional factors, desease history and Antenatal Care examination.
Read More
S-8369
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanda Rimawati; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Ahmad Syafiq, Sudrajat, Flourisa J. Syafiq
S-6435
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oster Suriani Simarmata; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Ahmad Syafiq, Luknis Sabri, Muhammad Ilhamy Setyadi, Julianty Pradono
T-3172
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herawati; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Kartika Anggun Dimarsetio, Priyanti, Dwi Hastuti
Abstrak: Kesehatan hak seksual reproduksi mencakup upaya untuk menghilangkan kematian dan kesakitan ibu yang dapat dicegah. Angka Kematian ibu di Indonesia yaitu sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu di Indonesia masih disebabkan oleh 4 Terlalu yaitu terlalu muda. Kehamilan remaja berisiko tinggi yaitu risiko kesakitan dan kematian. Kehamilan remaja bisa dicegah melalui keluarga. Struktur keluarga dapat mempengaruhi kejadian kehamilan remaja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan potong lintang dan menggunakan analisis multivariat bertingkat dalam proses analisisnya yaitu regresi logistic faktor resiko. Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder SDKI 2017. Hasil menunjukan struktur keluarga mempengaruhi kehamilan remaja yaitu struktur keluarga dengan ayah tunggal, remaja yang tinggal dengan ayah tunggal 1,97 kali berisiko mengalami kehamilan remaja (p value=0,006). Hasil analisis faktor resiko menunjukan struktur keluarga tunggal mempengaruhi kehamilan remaja berbeda menurut pendidikan kepala rumah tangga, status ekonomi, status merokok remaja. Peningkatan peran ayah dalam pengasuhan anak, sasaran program bina keluarga keluarga perlu diperluas tidak hanya berfokus pada ibu namun juga berfokus pada ayah, home visit, jam pertemuan bina keluarga remaja pada keluarga tunggal perlu dilakukan terkhusus, memasukan masalah merokok secara tersendiri sebagai masalah pokok kesehatan reproduksi remaja (KRR) selain triad KRR yang sudah yaitu seks bebas, HIV/AIDS dan napza
Sexual and reproductive health rights include efforts to eliminate preventable maternal mortality and morbidity. The maternal mortality rate in Indonesia is 305 per 100,000 live births. The cause of maternal death in Indonesia is still caused by 4 too which is too young. Teenage pregnancies are high risk, namely the risk of illness and death. Teenage pregnancy can be prevented through the family. Family structure can influence the incidence of teenage pregnancy. This study is a quantitative study with a cross-sectional design and uses multivariate multivariate analysis in the analysis process, namely risk factor logistic regression. Data was collected through secondary data from the 2017 IDHS. The results show that family structure affects adolescent pregnancy, namely family structure with single fathers, adolescents living with single fathers are 1.97 times at risk of teenage pregnancy (p value = 0.006). The results of risk factor analysis showed that single family structure influenced adolescent pregnancy differently according to the education of the head of the household, economic status, and smoking status of adolescents. Increasing the role of fathers in child care, the target of the family development program needs to be expanded not only to focus on mothers but also to focus on fathers, home visits, meeting hours for adolescent family development in single families need to be carried out in particular, including smoking problems separately as a major reproductive health problem. youth (KRR) in addition to the existing KRR triad, namely free sex, HIV/AIDS and drugs.
Read More
T-6305
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive