Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41134 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agus Sudarman; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Abdul Rahman, Laila Fitria, Ali Isha Whardana, Carolina Rusdy Akib
T-4529
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Sudarman; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Abdur Rahman, Laila Fitria, Ali Isha Whardana, Carolina Rusdy Akib
T-4527
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rico Kurniawan; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Abdurrahman, Inswiasri, Syahrul Efendi
Abstrak: Pendahuluan: Pekerja penyamakan kulit berpotensi terpajan oleh berbagai polutan pencemar udara, salah satunya kromium. Terhirupnya polutan kromium dapat mempengaruhi kesehatan seperti sesak nafas, batuk, penurunan fungsi paru, hingga kanker paru. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pajaran konsentrasi kromium di tempat kerja dengan gangguan fungsi paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional terhadap 61 orang pekerja penyamakan kulit di Sukaregang Kabupaten Garut. Kapasitas vital paksa (FVC) dan volume ekpirasi paksa satu detik (FEV1) diukur menggunakan spirometri Datospris mod 120 Sibelmed. Kromium total di tempat kerja diukur menggunakan low volume sampler dan dianalisis menggunakan atomic absorbtion spectrofotometry (AAS). Hasil: konsentrasi kromium total di tempat kerja berkisar antara 3.94-11.79 μg/m3. Kondisi fungsi paru pekera penyamakan kulit sebagaian besar masih besar masih dalam keadaan normal (FEV1/FVC>75%). Analisis multivariat menunjukkan bahwa masa kerja dan pajanan debu kromium meningkatkan risiko tejadinya fungsi paru pada pekerja, (p 0.024) dengan 95% CI (0.086-0.830). Kesimpulan: setelah dikontrol dengan masa kerja, pekerja yang terpajan kromium lebih besar, berisiko terkena gangguan fungsi paru. Kata kunci: kromium, gangguan fungsi paru, penyamakan kulit
Read More
T-4840
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zani Suhananto; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Suyud Warno Utomo, Budi Hartono, Carolina Rusdy Akib, Setyadi
T-4296
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nada Amirah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Dewi Susanna, Miko Hananto, Didi Purnama
Abstrak: This thesis discusses the risk of SO2 exposure to the respiratory tract. SO2 exposurethrough inhalation can irritate the respiratory tract which triggers respiratory symptoms. SO2 is one of the gases emitted by the steel industry. People who live in industrial areas can be exposed to SO2 more often and experience health impacts.
This study aims to determine the level of risk and influence of SO2 exposure to respiratory tract symptomsin housewives living around the steel industry. This study uses the Environmental Health Risk Assessment (EHRA) approach to estimate the health risk in the area around the steel industry and uses the design of a cross-sectional study to illustrate the effect of intake SO2 on respiratory symptoms carried out in November - December 2019.
Samples in this research numbered 109 housewives obtained by proportional stratified random sampling. SO2 concentrations were measured at 9 points in 3 zones around the steel industry by the pararosanilin method and analyzed by spectrophotometer.
The results showed that Sukadanau Village has an RQ (Risk Quotient) ≤ 1. As many as 39,4% of housewives experience symptoms of respiratory tract disorders and obtained no influence of intake SO2 on respiratory symptoms. Recommendations that can be developed to carry out risk management in areas around the steel industry are monitoring SO2 concentrations on a regular basis so that SO2 remains at safe concentrations <0,201 mg/m3
Read More
T-5856
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Randy Novirsa; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Budi Hartono; Penguji: Abdur Rahman, Didik Supriyono, Inswiasri
Abstrak: Kromium (Cr) merupakan logam yang telah digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi industri. Penggunaan kromium dalam industri penyamakan kulit dapat berisiko terhadap kesehatan pekerja yang berasal dari pajanan kromium di udara lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat besar pajanan kromium pada tubuh pekerja dan hubungannya dengan kadar malondialdehyde (MDA) sebagai biomarker oksidatif stres di dalam tubuh. Penelitian dilakukan pada 25 orang pekerja dan 25 orang kontrol. Sampel darah dan urin diambil pada masing- masing sampel untuk menilai kadar MDA darah dan kadar kromium total urin. MDA diukur dengan metode reaski TBARS dan kromium pada urin diukur dengan graphic furncace atomic absorbtiion spectrometry (AAS). Rata-rata kadar Cr urin pada pekerja terdeteksi 19,65 μg/L (n=25) dan 3,8 μg/L pada kontrol (n=5). Sebanyak 25% Cr urin pekerja melebihi nilai biological exposure indices (BEI) ACGIH (25 μg/L). Kadar malondialdehyde (MDA) tidak berbeda secara signifikan antara pekerja (0,118 nmol/ml) dibandingkan kontrol (0,128 nmol/ml). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pekerja memiliki kadar kromium urin yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa adanya pajanan kromium di lingkungan kerja penyamakan kulit. Pajanan kromium dalam waktu lama dapat menimbulkan oksidatif stres di dalam tubuh dan berisiko terhadap kejadian penyakit. Kata kunci : kromium, penyamakan kulit, malondialdehyde, oksidatif stres.
Read More
T-4369
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurusysyarifah Aliyyah; Pembimbing: Umar Fahmi Achadi, Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Idawaty Abbas, Didik Supriyono
Abstrak: Kadmium di Kabupaten Gresik merupakan salah satu masalah lingkungan yang disebabkan oleh limbah kegiatan industri dan dapat menimbulkan risiko masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat estimasi risiko pajanan kadmium pada air minum dan makanan dengan gangguan kesehatan penduduk di kawasan industri dan non industri. Disain studi yang digunakan adalah Public Health Assessment dan analisis spasial pada 1075 penduduk dewasa di Gresik. Data yang digunakan adalah data sekunder berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jakarta tahun 2012. Analisis risiko menunjukkan penduduk di kawasan non industri memiliki kecenderungan berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat terpajan kadmium pada air minum yang lebih tinggi (RQreal time : 0,0476; RQlife span: 0,0476) dibandingkan penduduk di kawasan industri, (RQreal time: 0,0313; RQlife span: 0,0448). Tingkat risiko pajanan kadmium pada makanan di kedua kawasan sebagian besar tergolong berisiko (RQ>1) dengan nilai RQ tertinggi pada jagung (RQreal time industri: 5,86; RQreal time non industri: 10,04). Analisis statistik menunjukkan penduduk yang terpajan kadmium pada air minum dalam kategori tidak memenuhi syarat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan kardiovaskuler dibandingkan penduduk yang terpajan kadmium pada air minum dalam kategori memenuhi syarat setelah dikontrol oleh variabel umur dan kebiasaan mengonsumsi rokok atau tembakau. Analisis spasial menunjukkan pola sebaran kadmium di media lingkungan dan gangguan kardiovaskuler di kedua kawasan tidak mengikuti pola tertentu. Kata kunci: Kadmium, Public Health Assessment, tingkat risiko, gangguan kardiovaskuler
Read More
T-4372
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Okky Assetya Pratiwi; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi, Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Idawaty Abbas, Didik Supriyono
Abstrak: Konsentrasi timbal melebihi baku mutu di perairan Kabupaten Gresik akibat limbah industri dapat menjadi risiko gangguan kesehatan kronis seperti hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pajanan timbal di air minum dan makanan terhadap kejadian hipertensi penduduk kawasan industri dan non industri. Penelitian ini menggunakan desain studi Public Health Assessment dan analisis spasial pada 1050 responden usia dewasa di Kabupaten Gresik. Data yang digunakan berupa data sekunder Riset Khusus Pencemaran Lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tahun 2012. Tingkat risiko akibat pajanan timbal di air minum kawasan industri (RQrealtime:0,21039; RQlifespan:0,28690) memiliki kecenderungan berisiko lebih tinggi daripada kawasan non industri (RQrealtime:0,01692; RQlifespan:0,01692). Tingkat risiko tertinggi akibat pajanan timbal di makanan kawasan industri pada beras (RQrealtime:12,1544; RQlifespan:16,2481) sedangkan kawasan non industri pada jagung (RQrealtime:9,6615; RQlifespan:9,4970). Penduduk terpajan timbal tidak memenuhi syarat pada air minum memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan terpajan timbal memenuhi syarat (OR: 2,693 95%CI: 0,982-7,386) untuk mengalami kejadian hipertensi setelah dikontrol oleh variabel usia, jenis kelamin dan obesitas. Analisis spasial menunjukkan sebaran timbal di media lingkungan tidak memiliki pola persebaran tertentu.
Kata kunci: Hipertensi, Public Health Assessment, Timbal
Read More
T-4367
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miladil Fitra; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Abdur Rahman, Bambang Wispriyono, Inswiasri, Isha Wardhana
Abstrak: Kegiatan penambangan emas skala kecil yang tidak dikelola dengan baik dapat berpotensi meningkatkan mineral logam berat termasuk mineral mangan dan keberadaannya dapat menyebar kewilayah sekitar pertambangan serta berpotensi menimbulkan risiko dan gangguan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk Mengestimasi tingkat risiko kesehatan pajanan mangan (Mn) dari air minum dan makanan terpilih pada populasi penduduk dan bukti-bukti gangguan kesehatannya di Kampung Curug Bitung, Kecamatan Nanggung. Penelitian ini merupakan studi Deskriptif Analitik dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Masyarakat. Pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara dan test konsentrasi mangan pada air minum dan makanan. Tingkat Risiko pajanan mangan dari air minum dan makanan di desa curug bitung tidak berisiko (RQ<1) ini berarti pajanan mangan wilayah Ring-1 area pertambangan emas tradisional Gunung Pongkor belum menyebar ke sekitar atau keluar Ring-1(Curug Bitung). Bagi penduduk yang memiliki aktivitas pengoperasian gelundung dihimbau untuk tidak membuang sisa tanah hasil olahannya didekat rumah, aliran air maupun di dekat lahan pertanian, karena dimungkinkan tanah buangan tersebut masih mengandung cemaran beberapa mineral lainnya yang berbahaya. Tanah sisa olahan bisa dikumpulkan di suatu area yang jauh dari sumber air dan lahan pertanian. Area tersebut bisa ditanami dengan tanaman lokal yang mampu menyerap kandungan logam dalam tanah seperti tanaman genjer.
Kata Kunci : Analisis Risiko Kesehatan Masyarakat, Pajanan Mangan dari Air Minum dan Makanan, penambangan emas skala kecil
Read More
T-4337
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Krisnawaty; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Suyud Warno Utomo, Budi Hartono, Ardan Kurniawan, Yanny Septia
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko pajanan timbal dalam air minum terhadap kejadian hipertensi pada penduduk yang bermukim di sekitar TPA Cipayung Kota Depok, Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode PHA (Public Health Assessment) yaitu terdapat dua metode penelitian: ARKL (Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan) dan EKL (Epidemiologi Kesehatan Lingkungan) dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian didapatkan tingkat risiko terhadap efek non karsinogenik pada pajanan timbal dalam air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di sekitar TPA Cipayung masih berada dibawah batas aman yaitu RQ real-time ≤1 (RQ real-time maksimal pada 0.669). Sedangkan pada perhitungan RQ lifespan 40 tahun didapatkan nilai RQ>1 yaitu RQ=1.071. Artinya responden yang mengkonsumsi air sumur terpajan timbal akan berisiko tidak aman terhadap gangguan kesehatan non karsinogenik pada 40 tahun yang akan datang. Perhitungan tingkat risiko terhadap efek karsinogenik pada pajanan timbal dalam air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di sekitar TPA Cipayung, pada jangka waktu 100 tahun yang akan datang berada pada batas aman (ECR 100 tahun = 1.37x10-6). Analisis bivariat yang dilakukan antara tingkat risiko pajanan timbal dalam air sumur dengan kejadian hipertensi tidak didapatkan hubungan yang signifikan dengan nilai p=0.322. Hasil analisis multivariat didapatkan peluang pada responden yang mengkonsumsi air sumur terpajan timbal sebesar 0.193 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan responden yang tidak mengkonsumsi air sumur terpajan timbal setelah dikontrol oleh variabel konsumsi lemak jenuh, umur, kebiasaan merokok, aktivitas fisik kurang dan konsumsi garam tinggi
Read More
T-5636
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive