Abstrak:
Konstipasi fungsional merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya gangguan pada sistem pencernaan, di mana tekstur feses menjadi keras dan frekuensi buang air besar menjadi jarang. Faktor yang berhubungan dengan kejadian konstipasi fungsional banyak ditemukan pada pekerja kantoran, termasuk tenaga kependidikan, seperti gaya hidup tidak sehat, antara lain rendahnya asupan serat dan cairan, tingginya asupan natrium, aktivitas fisik yang rendah, durasi duduk yang tinggi, serta durasi tidur yang kurang. Selain itu, faktor demografis seperti usia yang lebih tua, jenis kelamin perempuan, dan status gizi lebih juga dapat menjadi faktor risiko konstipasi fungsional. Faktor psikologis seperti stres juga berperan dalam kejadian konstipasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian konstipasi fungsional pada tenaga kependidikan Universitas Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat pada bulan April hingga Mei 2026. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan data primer yang melibatkan 115 responden berusia 18–59 tahun. Sampel diperoleh menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11,3% mengalami konstipasi fungsional. Terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan konstipasi fungsional (p = 0,03) dan OR 8,066. Selain itu, proporsi konstipasi fungsional lebih tinggi pada responden dengan asupan serat rendah dan berjenis kelamin perempuan. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan serat, asupan cairan, asupan natrium, aktivitas fisik, durasi duduk, durasi tidur, jenis kelamin, usia, dan status gizi dengan konstipasi fungsional.
Functional constipation is a condition characterized by disturbances in the gastrointestinal system, in which stool consistency becomes hard and the frequency of bowel movements decreases. Factors associated with functional constipation are commonly found among office workers, including university administrative staff, such as unhealthy lifestyle behaviours, including low fiber and fluid intake, high sodium intake, low physical activity, prolonged sitting duration, and insufficient sleep duration. In addition, demographic factors such as older age, female sex, and overweight or obesity status may also serve as risk factors for functional constipation. Psychological factors, such as stress, also play a role in the occurrence of constipation. The purpose of this study was to determine the factors associated with functional constipation among university administrative staff at Universitas Indonesia, located in Depok, West Java, from April to May 2026. This study used a cross-sectional design using primary data collected from 115 respondents aged 18–59 years. The sample was selected using a non-probability sampling technique with a convenience sampling method. Data were collected through questionnaires and interviews. The results showed that 11.3% of the respondents had functional constipation.There was a significant association between stress and functional constipation (p = 0.03) with an odds ratio (OR) of 8.066. In addition, the proportion of functional constipation was higher among respondents with low fiber intake and among female respondents. However, no significant associations were found between fiber intake, fluid intake, sodium intake, physical activity, sitting duration, sleep duration, sex, age, and nutritional status and functional constipation.