Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27996 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nur Siyam, Siswanto Agus Wilopo, Mohammad Hakimi
KJKMN Vol.9, No.1
Depok : FKM UI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Muthiah Salahuddin; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Asri C Adisasmita, Nursyamsuddin Mogana
Abstrak:
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyebab utama rawat inap pada anak di Indonesia. Deteksi dini pasien anak yang berisiko mengalami severe dengue merupakan tantangan, terutama di rumah sakit daerah dengan keterbatasan sumber daya.  Tujuan penelitian ini yaitu  mengembangkan model prediksi keparahan DBD pada anak serta menyusun sistem skoring berbasis parameter klinis dan laboratorium rutin yang tersedia di rumah sakit daerah. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan total sampling pada 509 pasien anak (usia <18 tahun) yang dirawat dengan diagnosis DBD di RSUD Sultan Daeng Radja Kabupaten  Bulukumba periode Januari–Desember 2024. Data dikumpulkan dari rekam medis elektronik. Keparahan DBD ditentukan melalui reklasifikasi independen berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Kementerian Kesehatan tahun 2021. Analisis data meliputi univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik dan modified Poisson. Pengembangan skoring menggunakan pendekatan LASSO dan Firth shrinkage. Performa skoring dievaluasi melalui uji diskriminasi (AUC), kalibrasi (Hosmer-Lemeshow), dan validasi internal (bootstrap). Hasil penelitian menunjukkan  proporsi severe dengue sebesar 13,16%. Faktor prediktor independen yang meningkatkan risiko keparahan dengue adalah trombositopenia (aRR 5,22; 95% CI 2,82–9,65), peningkatan hematokrit ≥20% (aRR 3,06; 95% CI 1,87–5,01), nyeri perut (aRR 1,75; 95% CI 1,15–2,65), dan komorbid (aRR 1,84; 95% CI 1,08–3,12). Sistem skoring  STAR (Severity Dengue Triage Assessment of Risk Prediction) Score terdiri dari lima variabel dengan bobot: trombosit (4), hematokrit (4), nyeri perut (2), komorbid (2), dan lama demam (1), dengan rentang skor 0–13. STAR Score menunjukkan performa diskriminasi yang baik (AUC 0,8365; 95% CI 0,77–0,89), kalibrasi yang baik (p Hosmer-Lemeshow = 0,0854), dan validasi internal yang stabil (calibration slope 1,0009; calibration intercept 0,0095). Cut-off optimal ≥6 menghasilkan sensitivitas 80,6% dan spesifisitas 68,8%. STAR Score merupakan sistem skoring sederhana dan aplikatif untuk prediksi keparahan DBD pada anak di rumah sakit daerah yangdiharapkan dapat menjadi alat bantu triase untuk deteksi dini pasien berisiko severe dengue, namun validasi eksternal pada populasi dengan karakteristik berbeda tetap diperlukan untk menilai kemampuan generalisasi sistem skoring ini sebelum diterapkan secara luas.

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a leading cause of hospitalization among children in Indonesia. Early detection of children at risk of developing severe dengue is challenging, especially in district hospitals with limited resources. This study aimed to develop a predictive model for dengue severity in children and construct a scoring system based on routine clinical and laboratory parameters available in district hospitals. This retrospective cohort study used total sampling of 509 pediatric patients (<18 years) hospitalized with dengue diagnosis at RSUD Sultan Daeng Radja, Bulukumba Regency, from January to December 2024. Data were collected from electronic medical records. Dengue severity was determined through independent reclassification based on the Indonesian National Medical Service Guidelines (PNPK) 2021. Data analysis included univariate, bivariate, and multivariate analyses using logistic regression and modified Poisson. Scoring development used LASSO and Firth shrinkage approaches. Scoring performance was evaluated through discrimination (AUC), calibration (Hosmer-Lemeshow), and internal validation (bootstrap). The proportion of severe dengue was 13.16%. Significant independent predictors of dengue severity were thrombocytopenia (aRR 5.22; 95% CI 2.82–9.65), hematocrit elevation ≥20% (aRR 3.06; 95% CI 1.87–5.01), abdominal pain (aRR 1.75; 95% CI 1.15–2.65), and comorbidity (aRR 1.84; 95% CI 1.08–3.12). The STAR (Severity Dengue Triage Assessment of Risk Prediction) Score consisted of five variables with weights: thrombocytopenia (4), hematocrit (4), abdominal pain (2), comorbidity (2), and fever duration (1), with a total score range of 0–13. The STAR Score demonstrated good discrimination (AUC 0.8365; 95% CI 0.77–0.89), good calibration (Hosmer-Lemeshow p = 0.0854), and stable internal validation (calibration slope 1.0009; calibration intercept 0.0095). The optimal cut-off ≥6 yielded sensitivity of 80.6% and specificity of 68.8%. The STAR Score is a simple and applicable scoring system for predicting dengue severity in children at district hospitals; however, external validation in populations with different characteristics is still required to assess the generalizability of this scoring system before widespread implementation.
Read More
T-7685
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumarmo Sunaryo Purwo Soedarmo
618.92921 SOE d
Jakarta : UI Press, 1983,1985
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Pediatri, Vol.10, No.3, Oktober 2008, hal. 145-150
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berita Epidemiologi, Juni 1993, hal. 11-18. ( ket. ada di bendel 1993 - 1994 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
BALABA ( Jur. Lit. Peng. Peny. Bersumber Binatang Banjarnegara ), Vol. 13, No.1, Juni 2017. Hal. 29-36
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikke Yuniherlina; Pembimbing: SSyahrizal yarif, Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Endang Burni P., Herman Kosasih
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ikke Yuniherlina NPM : 1506704434 Program Studi : Epidemiologi Komunitas Judul : Faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan DBD pada pasien studi demam akut di delapan rumah sakit di Indonesia Manifestasi klinis demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi permasalahan dalam kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan derajat keparahan DBD menurut kritera WHO 2011 terbagi atas DBD derajat I, DBD derajat II, DBD derajat III, dan DBD derajat IV. Di Indonesia insiden DBD meningkat walaupun angka kematiannya menurun, untuk itu penelitian ini bertujuan meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan DBD, dimana DBD derajat II, III, dan IV dikategorikan sebagai DBD parah. Penelitian cross-sectional yang menggunakan data sekunder dari studi etiologi demam akut dari delapan rumah sakit di Indonesia, didapatkan proporsi keparahan DBD sebesar 43,3%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keparahan DBD didapatkan faktor jenis serotipe virus DENV-2 (OR = 3,06 95%CI 1,43 – 6,55), DENV-3 (OR = 2,62 95% CI 1,33 – 5,15), faktor lama demam (OR = 1,91 95%CI 1,09 – 3,35), dan faktor jumlah leukosit (OR = 1,79 95%CI 1,02 – 3,16). Skoring didapatkan sebesar 67% kemampuan untuk memprediksi keparahan. Kata kunci: keparahan, demam berdarah dengue, faktor-faktor


ABSTRACT Name : Ikke Yuniherlina NPM : 1506704434 Study Program : Epidemiology Title : Prognostic factors associated with dengue hemorrhagic fever severity of the acute fibril illness study patients in eight hospitals in Indonesia Dengue hemorrhagic fever (DHF) as a clinical manifestasion of dengue infection remains a public health problem in Indonesia. According to WHO, DHF severity grade was divided into DHF I, DHF II, DHF III and DHF IV. In Indonesia, the incidence of DHF increased eventhough the mortality rate decreased. Therefore, the study aims to examine prognostic factors related to the severity of DHF, with the category of severe DHF is including DHF II, DHF III and DHF IV. This cross-sectional study using secondary data from the Acute Febrile Illness Etiology Study of eight Hospitals in Indonesia. The result as follow, the proportion of severe DHF category is 43.3%, the prognostic factors associated with DHF severity are DENV serotype (DENV-2, OR = 3.06 95% CI 1.43 - 6.55; DENV-3, OR = 2.62 95% CI 1.33 - 5.15), day of illness (OR = 1.91 95% CI 1.09 - 3.35), and leucocyte count (OR = 1.79 95% CI 1.02 - 3.16). The scoring with contributing of DENV serotype, day of illness, and leucocyte count as prognostic factors, has only 67% ability to predict DHF severity. Keywords: severity, dengue hemorrhagic fever, prognostic factors

Read More
T-5168
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soroy Lardo
MJKI No.4, Tahun XL
Jakarta : Medika Media Mandiri, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwit Gemiwati; Pembimbing: Abdur Rachman, Haryoto Kusnoputranto
T-1563
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cendrawirda; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Renti Mahkota, Cicilia Windiyaningsih, Winarno
Abstrak:

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena penyebaran yang cepat dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit DBD ini sampai saat ini masih banyak menyerang anak-anak. Sejak tahun 2003 - 2006 di Kota Tembilahan dari 359 totai kasus 341 kasus adalah anak-anak (95 %). Untuk mengetahui apa penyebabnya penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor individu anak dan faktor lingkungan dengan kejadian DBD pada anak di Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau. Jenis Pcnelitian ini disain Case Comrol dan menggunakan data primer meialui wawancara., pengukuran dan observasi lingkungan. Populasi penelitian adalah seluruh anak-anak berusia dibawah 12 tahun yang tinggal dan menetap di Kota Tembilahan. Sampel adalah anak berusia dibawah 12 tahun yang menderita DBD yang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hilir sebagai kasus dan kontrol adalah anak bemsia dibawah I2 tahun yang bebas dari semua gejala DBD dan tinggal dalarn radius 100 meter dari rumah kasus. JumlaI1 sampel dalam penelitian ini 99 kasus dan 99 kontrol. Entri data dengan program Epi ~ info versi 6.0, pengolahan dan analisis data dengan menggunakan SPSS versi 13.0. Variahel yang berhubungan dengan kejadian DBD pada anak yaitu: kebersihan Iingkungan (OR = 31.11, 95 % CI 10.09 - 95.95), upaya mencegah gigitan nyamuk (OR = 16.33, 95 % CI 5.69 - 46.88), kepadatan hunian (OR = 14.48, 95 % CI 4.82 - 43.49), upaya mencegah berkembang biaknya nyamuk (OR = 8.45, 95 % Cl 2.33 ~ 3058) dan keberadaan jentik (OR = 3.55, 95 % CI 1.04 - l2.l4) Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian DBD pada anak: umur anak, jenis kekamin anak, persepsi status gizi anak, spend time anal: dan riwayat keluar kota dalam masa inkubasi yang diiakukan anak, umur ayah, pendidikan ayah, pekerjaan ayah, umur ibu, pendidikan ibu, pekeljaan ibu dan pengeluaran/sosial ekonomi keluarga, jenis kontainer. Dari temuan pada penelitian ini disamnkan: untuk keluarga dan masyarakat: menycdiakan tempat sampah di alias rumah masing-masing, mengubur barang-barang bekas yang tidak bisa masuk ke dalam tempat, pemasangan kawat kassa pada setiap ventilasi mmah, menutup dinding rumah, tidak menggantung pakaian di dalam rumah, aktiiitas siang hari di dalam rumah selalu: memakai obat nyamuk bakar/pakai repellenr, tidur pakai kelambu, menutup rapat tempat penampungan air, menaburkan bubuk abate minimal 3 bulan sekali, perbaikan konstruksi rumah/ luas rumah, upayakan satu rumah satu keluarga. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melakukan kegiatan pemantauanjentik dan pemberantasanjentik, dan pcnyuluhan kesehatan masyarakat.


Dengue Haemomghic Fever is one of the infectious diseases which are still until now become problem of Indonesian community health because of its rapid spread which can cause death, Generally disease under the age of 15 usual be major population whose infected to disease. This study is made to know the children individual factor and Dengue Haemoraghic Fever suffered by the children in Tembilahan city, indragiri Hilir District, Riau Province. This study used design case control study is analytical study which used. The study population is all children under the age of I2 living in Tembilahan. The samples are the children under the age of I2 years who diagnosed as Dengue haemoraghic Fever case cure hospitalized in Regional Hospital of Puri Husada Tembilahan. All the cases reported to Distric Health Oftice of Indragiri Hilir. All the case considered as the case and of the study the control will be randomly selected for their neighbor. As sample in this study is 99 (ninety nine) case and 99 (ninety nine) control. The study found the following variable of study have significantly related to the occurred of the depend are the environmcnt sanitation (OR = 31,3l, 95 % CI 10.09 - 95,95), effort to prevent the mosquito bite (OR = l6,33, 95 % CI 5,69 - 4638), the household crowding index (OR = l4,48, 95 % Cl 4,82 ~ 43.49), effort to prevent the mosquito reproduction (OR = 8,45, 95 % CI = 2,33 - $50.58) and larvae availability in the container (OR = 3,55, 95 % CI = 1,04 - l2.l4). Based on this study result, it is recommended that for household and community to clean cnvironment, to all the time prevent the mosquito bites especially on the day, and community should cultivate in their daily life the 3 M activities (to bury, to close and to flush) of the water reservoir at least once a week For dense population area, it is recommended not make travel to the endemic area in the secondary infection in the household. It is recommended that the Health Office oflndragiri Hilir District and Public Health Center in Tembilahan to improve the health extension program through the clean Friday movement, mosquito nest combat.

Read More
T-2774
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive