Ditemukan 9007 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Djajadilaga
MKMI Vol.XXI, No.11
Jakarta : IAKMI, 1993
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXI, No.11, Nop. 1993, hal. 688-693, ( Cat. ada di bendel 1991-2001 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Azrul Azwar
MKK V, 1983
Jakarta : Kanwil Depkes DKI, 1983
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Dokter Keluarga, Vol.5, No.4, Mar. 1986 : hal. 206-208
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
613.9439 BAD p
Jakarta : BKKBN, 1973
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Joedo Prihartono
MKMI Vol.XXI, No.8
Jakarta : IAKMI, 1993
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Djufrie; Pemb. Does Sampoerno
A-208
Jakarta : FKM UI, 1975
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Direktorat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi BKKBN
R 304.6 BAD k
Jakarta : BKKBN, 2007
Referensi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Senja Arum Woro Widosari; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Laily Hanifah
Abstrak:
Latar Belakang: Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan program Keluarga Berencana tidak dapat berjalan maksimal. Penyebaran Virus Covid-19 yang sangat cepat membuat pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penularan Covid-19 yaitu dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan anjuran physical distancing. Namun, adanya kebijakan PSBB menyebabkan gangguan dalam pasokan alat kontrasepsi di berbagai daerah, selain itu penyebaran Virus COVID-19 menyebabkan kekhawatiran dan rasa takut pada calon pengguna kontrasepsi maupun akseptor KB, sehingga berakibat untuk menunda atau tidak pergi ke pelayanan kesehatan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan kunjungan dan penggunaan alat kontrasepsi di seluruh wilayah di Indonesia salah satunya di Kota Surakarta. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana membuat kegiatan pelayanan Keluarga Berencana yaitu Safari MKJP dan Gugur Gunung. Namun di masa pandemi kegiatan tersebut sempat terhenti dan kembali berjalan pada bulan September. Menurut George C Edwards III faktor keberhasilan suatu program dipengaruhi oleh faktor komunikasi, faktor sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif observasional dengan pendekatan kualitaitif dan pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam Hasil: Komunikasi diberikan kepada petugas pelaksana secara langsung sehingga mengurangi timbulnya kesalahpahaman dalam penerimaan informasi. Faktor sumber daya terpenuhi dengan baik sehingga mendukung berjalannya implementasi program. Faktor disposisi yang terpenuhi terlihat dari peran staf yang ikut serta dalam pelaksanaan program. Faktor struktur birokrasi berjalan ideal sehingga kegiatan berjalan dengan lancar. Kesimpulan: Implementasi program KB dalam penggunaan kontrasepsi di masa pandemi berjalan dengan baik. Implementasi program dipengaruhi oleh faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi.
Read More
S-10893
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hanafi Hartanto
304.66 HAR k
Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1994
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
