Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17827 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dadan Imanudin
MKM Vol.XXIII, No.50
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 1994/1995
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Hapsari
MPPK Vol.XIV, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Warta Demografi, 34. No.4, 2004, hal. 22-31. ( ket ada di bendel 2004, no.1-4)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratnawati, Priyanti Zuswayudha Soepandi
JRI-Vol.20/No.1
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2000
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Puspita Sari; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, S.L. Rini
Abstrak: Seksualitas dan kesehatan reproduksi adalah isu yang dianggap tabu olehmasyarakat. Hal ini dapat membuat remaja terjerumus dalam perilaku seksual berisiko sehingga menempatkan remaja pada tantangan risiko terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi yang berdampak pada kelangsungan hidup remaja.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan pola komunikasi orang tua dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMATunas Harapan. Penelitian dilakukan dengan rancangan cross sectional.Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari tahun 2013 dengan responden sebanyak 115. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur.Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara pola komunikasi orangtua, pengetahuan, sikap, dan paparan media pornografi dengan perilaku seksualberisiko di SMA Tunas Harapan. Penelitian ini menyarankan perlu adanya penyuluhan kepada orang tua tentang kesehatan reproduksi pada remaja dan komunikasi terbuka dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.
Kata kunci: pola komunikasi, perilaku seksual berisiko, dan remaja
Sexuality and reproduktive health is an issue that is rare to be talk andbecome a taboo issue in society. Psychologically adolescent have a high curiosityand wanted try soething new. Taboo sexuality and reproductive health issue aremakes adolescent want to create new experiment about sexsual behavior whichmay impact on on unwanted pregnancy, sexually teransmitted infections, hiv andaids and an many more. This research was the relationship and communicationparents with risky sexual behavior in SMA Tunas Harapan.This research has been conducted with cross-sectional design. Teh datawas colled in Januari 2013 with 115 respondents. Data collected by usingstructured questionnaire that has been tested and analyzed prior univariate andbivariate.The results of this study show the relationship communication parent withrisky sexual behavior in SMA Tunas Harapan. The results of this study showed onrelationship to communication parent, attitudes, knowledge and exposure topornography. This study recommends the need for educate parents aboutreproductive health in adolescents and open communication in preventing riskysexual behavior in adolescents.
Keywords: communication patterns, risky sexual behaviors, and adolescents
Read More
S-7580
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Antinah Latif; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Ririn Arminsih W., Artha Prabawa, Irene Adyatmaka, Adhi Dharmawan Tato
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Antinah Latif Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul tesis :  “Aplikasi Irene Donut: Penerapan, Penerimaan, dan Perubahan Perilaku Orang tua dalam Mencegah Karies Gigi Murid TK di Kota Serang, Banten, Tahun 2018” Pembimbing : Dr. drs. Tri Krianto, M.Kes Irene Donut merupakan salah satu program interaktif berbentuk komputer atau versi manual yang efektif untuk melakukan penilaian risiko karies gigi sehingga mampu mengubah perilaku orang tua. Namun untuk versi berbasis android sampai saat ini belum dilaporkan. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh aplikasi “Irene Donut” terhadap perilaku orang tua dalam mencegah karies gigi murid TK dan untuk melihat tingkat penerimaan aplikasi. Desain studi menggunakan pre-eksperimental dengan pengukuran berulang. Intervensi dilakukan di Kota Serang, Banten-Indonesia dengan melibatkan 62 orang tua dari 4 sekolah TK. Intervensi dengan mengaplikasikan “Irene Donut” versi android. Perilaku orang tua diukur menggunakan kuesioner untuk melihat perubahan perilaku sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.  Hasil penelitian terdapat pengaruh aplikasi terhadap pengetahuan (p=0,0005), sikap (p=0,001), and practice (p=0,0005). Besar peningkatan terhadap perilaku mencegah karies gigi adalah 35-40,74%, 5.6%, and 13-21%. Terjadi peningkatan terhadap tingkat penerimaan aplikasi oleh orang tua sebesar 4,9%. Tingkat penerimaan yang mengalami peningkatan adalah faktor kemanfaatan; kesesuaian; keterujian; keteramatan; daya tarik; akseptabilitas; keterlibatan diri; dan niat berperilaku. Kesimpulannya adalah intervensi  menggunakan aplikasi “Irene Donut” versi android mampu meningkatkan perilaku orang tua dalam mencegah karies gigi murid TK di Kota Serang dan secara umum aplikasi ini diterima oleh pengguna. Kata kunci: Irene donut, berbasis android, penilaian risiko karies, penerimaan, perilaku orang tua


ABSTRACT Name : Antinah Latif Study Program : Public Health Science Title :  “Irene Donut app: Usage, Acceptance, and Parent’s Behavioral Change to Prevent  Caries in Preschool Children, Serang City, Banten, 2018” Counsellor : Dr. drs. Tri Krianto, M.Kes Irene’s donut is an interactive program in the form of computer or manual version as an effective tool for assessing caries risk and changing parent’s behavior. It has been demonstrated in many studies. But its android version has not been reported. The objectives of this study to analyze the effect “Irene Donut”  android version on mother’s knowledge, attitude and practice to prevent caries and to describe the acceptance of application by user. The design of this study was pre-experimental  with repeated measure. A pre-post intervention study was conducted in Serang City, Banten-Indonesia and involved 62 parents from 4 preschools. The intervention was conducted by applying “Irene donut”. A self-administered measurement was applied to assess oral health behavior  before and after the program with conducted for 3 weeks. The data were analyzed using Wilcoxon test. Results of this research show that there was an effect of  “Irene donut”  android version on mother’s knowledge (p=0,0005), attitude (p=0,001), and practice (p=0,0005). The good knowledge, positive attitude, and good practices on caries prevention increased by 3540,74%, 5.6%, and 13-21%. Generally, User acceptance of application has been increased in 3 weeks (4,9%) positive acceptance are usefulness; compatibility; triability; observability; attraction; acceptability; self-involvement; and behavioral intention. In conclusion, oral health behavior on caries prevention could be improved by the oral health education program with simulator “irene’s donut”  android version and this application can be accepted by users. Keywords: Irene donut, android version, assessment of  carries risk factor, acceptance application and parent’s behavior

Read More
T-5327
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amalia Ayu Ramadhani; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Putri Bungsu, Dharma Ningsih Dwi Putri
Abstrak:
Di Indonesia prevalensi kasus Diabetes Melitus (DM) pada anak meningkat 70 kali lipat pada tahun 2023. Jumlah kasus tersebut dibandingkan pada tahun 2010 yaitu 0,028 per 100 ribu jiwa, angkanya naik menjadi 2 per 100 ribu jiwa pada tahun 2023. Kasus penyakit DM pada anak di Kota Depok dilaporkan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Depok mencapai 109 kasus sepanjang tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku orang tua dalam melakukan pencegahan penyakit DM pada anak di Kota Depok Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, desain cross-sectional dilakukan pada 170 responden yang diambil secara quota sampling pada orang tua di Kota Depok. Data dikumpulkan secara online menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis dengan uji Chi Square untuk melihat hubungan 11 variabel independen dengan perilaku orang tua dalam pencegahan penyakit diabetes pada anak. Hasil penelitian menunjukkan, responden memiliki perilaku pencegahan DM pada anak yang baik yaitu sebanyak 43,5%. Pendapatan (p=0,001), persepsi kerentanan (p=0,020), persepsi keparahan (p=0,030), persepsi manfaat (p=0,018), dan persepsi hambatan (p=0,046) menunjukkan hubungan dengan perilaku orang tua dalam pencegahan penyakit DM pada anak, sedangkan usia (p=0,085), jenis kelamin (p=0,378), pendidikan (p=0,530), pekerjaan (p=0,419), pengetahuan (p=0,425), dan self-efficacy (p=0,429) tidak berhubungan dengan perilaku orang tua dalam pencegahan penyakit DM pada anak. Perlu meningkatkan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya DM pada anak dan risiko yang terjadi jika anak terkena DM untuk meningkatkan kesadaran akan kerentanan dan keparahan terhadap penyakit DM pada anak.

In Indonesia, the prevalence of Diabetes Melitus (DM) cases in children will increase 70 times by 2023. Compared to 2010, where the number of cases was 0.028 per 100.000 population, this figure will increase to 2 per 100.000 population by 2023. Cases of DM disease in children in Depok City were reported by the Depok City Health Center to reach 109 cases throughout 2022. The aim of study is to determine the behavior of parents in preventing DM disease in children in Depok City in 2023. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design conducted on 170 respondents taken by quota sampling among parents in Depok City. Data were collected online using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, and analyzed using the Chi Square test to see the relationship between 11 independent variables and parental behavior in preventing diabetes in children. The results showed that 43.5% of respondents had good diabetes prevention behavior. Income (p = 0.001), perceived vulnerability (p = 0.020), perceived severity (p = 0.030), perceived benefits (p = 0.018), and perceived barriers (p = 0.046) were relation with parental behavior in preventing diabetes in children, while age (p = 0.085), gender (p = 0.378), education (p = 0.530), occupation (p = 0.419), knowledge (p = 0.425), and self-efficacy (p = 0.429) were not relation with parental behavior in preventing DM in children. Increase education and socialization related to the dangers of DM in children and the risks that occur if children develop DM to increase awareness of the vulnerability and severity of DM disease in children.
Read More
S-11491
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erlina Burhan, Faisal Yunus
JRI Vol.21, No.4
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Untari; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Toha Muhaimin, Yovsyah, Yekty Widodo, Ning Sulistiyowati
Abstrak: Merokok merupakan faktor resiko penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kesakitan pada individu maupun orang lain yang terpapar asap rokok. Data WHO di Indonesia pada tahun 2015 menyatakan prevalensi perokok aktif disemua kalangan usia sebanyak 51,1%. Kemudian data GYTS pada tahun 2009 menyatakan perokok remaja sebesar 57,8% pada laki-laki dan 6,4% pada perempuan. 72,5% remaja menyatakan setuju bahwa asap rokok berpengaruh buruk terhadap kesehatan, namun pertanyaan ini bertolak belakang dengan peningkatan trend usia merokok pada kalangan remaja usia 13-15 tahun sebesar 36,3% pada tahun 2007, 43,3% pada tahun 2010, dan 55,4% pada tahun 2013. Pada penelitian sebelumnya, perilaku merokok remaja juga dihubungkan dengan faktor stress, bully, dan pemantauan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan variabel independen yaitu gangguan mental, bully, dan pemantauan orang tua dengan variabel dependen yaitu perilaku merokok pada remaja di Indonesia dengan menggunakan desain studi cross sectional dan data sekunder dari survey global kesehatan pelajar berbasis sekolah pada tahun 2015 yang di teliti oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia (Litbangkes RI). Sampel penelitian yang digunakan adalah total sampling yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan ekklusi, yang kemudian data akan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara gangguan mental dan bully dengan perilaku merokok pada remaja, serta tidak adanya hubungan pemantauan orang tua dengan perilaku merokok pada remaja
Read More
T-5554
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Butsainah Putri Rahmah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Lina Purnamaasih
Abstrak:
Saat ini, terdapat peningkatan prevalensi perokok elektronik yang pesat di Indonesia. Berdasarkan Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021, prevalensi perokok di Indonesia meningkat 10 kali lipat dari 0.3% pada tahun 2011 menjadi 3% pada tahun 2021. Hasil SKI 2023 menunjukkan bahwa salah satu wilayah dengan prevalensi perokok elektronik tertinggi adalah DKI Jakarta dengan kelompok umur 10-14 memiliki prevalensi tertinggi yaitu 29.72%. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan serta sikap orang tua terhadap perilaku merokok elektronik pada remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan orang tua terhadap perilaku merokok elektronik pada remaja di SMP X Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan orang tua memiliki pengetahuan dasar mengenai rokok elektronik yaitu berfungsi seperti rokok dengan menggunakan alat dan cairan tetapi pengetahuan mereka terhadap kandungan dan dampak kesehatan kurang. Orang tua juga memiliki sikap yang tidak setuju terhadap rokok elektronik atau sikap yang mendukung anak untuk tidak menggunakan rokok elektronik. Terdapat ragam praktik pencegahan yang dilakukan oleh orang tua seperti komunikasi terbuka, mengajarkan agama, menjaga lingkungan pertemanan anak, mendukung anak lelaki untuk berteman dengan perempuan karena melihat perempuan cenderung tidak merokok, serta memberi hukuman fisik dan non fisik. Disisi lain, seluruh informan tidak menerima informan mengenai rokok elektronik dari sekolah. Oleh karena itu, disarankan kepada sekolah untuk memberikan informasi terkait rokok elektronik kepada orang tua dan siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka sebagai salah satu upaya pencegahan perilaku merokok elektronik pada remaja.

Currently, there is a rapid increase in the prevalence of e-cigarette smoking in Indonesia. According to the Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021, the prevalence of smokers in Indonesia increased 10 times higher from 0.3% in 2011 to 3% in 2021. The 2023 GATS results show that one of the regions with the highest prevalence of e-cigarette smokers is DKI Jakarta with the age group 10-14 having the highest prevalence of 29.72%. Several studies have shown a relationship between parental knowledge and attitudes towards adolescent e-cigarette smoking behavior. This study was conducted to determine the knowledge, attitudes, and preventive practices of parents towards e-cigarette smoking behavior in adolescents at SMP X Jakarta. This study was conducted using a qualitative approach with data collection through in-depth interviews with purposively selected informants. The results showed that parents have basic knowledge about e-cigarettes, which function like cigarettes by using tools and liquids, but their knowledge of the content and health effects is lacking. Parents also have a disapproving attitude towards e-cigarettes or an attitude that supports children not to use e-cigarettes. There are various prevention practices carried out by parents such as open communication, teaching religion, maintaining children's friendship environment, supporting boys to be friends with girls because they see women tend not to smoke, and giving physical and non-physical punishment. On the other hand, all informants did not receive informants about e-cigarettes from schools. Therefore, it is recommended for schools to provide information related to e-cigarettes to parents and students to improve their knowledge and attitudes as an effort to prevent e-cigarette smoking behavior in adolescents.
Read More
S-11693
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive