Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38482 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Budiyono; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Sri Tjahjani Budi Utami, Esrom Hamonangan, Kodrat Pramudho
T-4569
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nissa Noor Annashr; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: KLusharisupeni, Bambang Wispriyono, Diah Wati, Didik Supriyono
Abstrak: Timbal merupakan salah satu logam berat yang mencemari udara dan terus menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang paling serius. Absorpsi timbal yang meningkat menyebabkan terjadinya penurunan kadar Hb, penurunan jumlah dan pemendekan masa hidup eritrosit, peningkatan jumlah retikulosit dan peningkatan jumlah eritrosit berbintik basofilik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efek dari kadar timbal dalam darah terhadap kadar Hb dan eritrosit berbintik basofilik pada siswa SD di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel darah vena diambil dari 103 siswa SD Cinangka untuk diukur kadar timbal dalam darah, kadar Hb dan eritrosit berbintik basofilik. Kuesioner digunakan untuk mengetahui data mengenai tingkat pendidikan pendapatan orangtua dan asupan zat gizi. Variabel status gizi diketahui melalui perhitungan Indeks Massa Tubuh/Umur (IMT/U) yang dikonversikan ke dalam skala Z-Score. Hasil penelitian menunjukkan 61,2% siswa SD memiliki kadar timbal dalam darah tinggi (≥ 10 μg/dl). Hasil analisis statisik dengan chi square menunjukkan bahwa asupan protein (p = 0,03; OR = 4,184 95% CI : 1,062-16,49) dan asupan zat besi (p = 0,008; OR = 5,398 95% CI : 1,406-20,718) memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar Hb pada siswa SD Cinangka. Untuk variabel dependen eritrosit berbintik basofilik, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kadar timbal dalam darah yang tinggi (p = 0,001; OR = 180 95% CI : 38,093-850,551) dan pendidikan ibu yang rendah (P = 0,005; OR = 3,92 95% CI : 1,459-10,532) merupakan faktor risiko terjadinya eritrosit berbintik basofilik pada siswa SD. Kata Kunci : kadar timbal dalam darah, kadar Hb, eritrosit berbintik basofilik
Read More
T-4280
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ladyka Viola Aulia Armawan; Pembimbing: Haryoto Kusno Putranto, Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Didi Purnama, Inswiasri
Abstrak: Timbal adalah salah satu bahan kimia beracun yang menyebabkan polusi udara berbahaya di lingkungan dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia yang toksisitasnya bertahan seumur hidup karena timbal terakumulasi dalam tubuh manusia. Timah hitam adalah salah satu komponen baterai yang sangat dibutuhkan sebagai bahan dasar pembuatan baterai. Baterai bekas dapat didaur ulang dengan melelehkan timbal yang terkandung di dalam lempengan menjadi batangan hitam yang dapat digunakan kembali sebagai bahan baku untuk membuat baterai baru. Penelitian ini bertujuan untuk menilai besarnya risiko kesehatan yang muncul dari paparan Pb udara ambien ke tempat tinggal di area baterai smelter. Penelitian ini menggunakan desain analisis risiko kesehatan masyarakat atau disebut juga Public Health Assessment. Subjek penelitian ini adalah populasi manusia yang berisiko terpapar Pb dalam hal ini orang- orang yang tinggal di sekitar bekas pabrik peleburan baterai di Desa Cinangka. Konsentrasi Pb di udara ambien tertinggi terukur di kawasan peleburan aki bekas sebesar 0,91 μg/Nm3 dan konsentrasi terendah 0,04 μg/Nm3. Intake realtime terbesar yang diterima invidu 12,64×10-5 mg/Kg/hari. Hasil perhitungan RQ individu ditememukan sebanyak 10,9% (11 responden) yang memiliki risiko non karsinogen dan memmerlukan tindakan manajemen risiko. Sebagian besar responden yang diteliti minimal mengalami sakit salah satu dari gejala gangguan pernafasan sebanyak 86,1%. Penelitian lebih lanjut tentang evaluasi toksikologi partikel direkomendasikan untuk dilakukan di masa depan.
Keyword : Lead, Public Health Assesment, Ambient Air Inhahalation

Lead is one of the toxic chemicals causing dangerous air pollution in the environment and its very dangerous for human health whose toxicity lasts for a lifetime because lead accumulates in the human body. Lead is one of the components of the battery that is needed as the basic material for making batteries. Used batteries can be recycled by melting the lead contained in the plates into black bars that can be reused as raw material for making new batteries. This research was aimed to assess the magnitude of emerging health risk of ambient air Pb exposure to residence at smelter batteries area. This study uses a design of public health risk analysis or also called Public Health Assessment. The subject of this study is the human population at risk of being exposed to Pb in this case the people living around the former battery smelter in Cinangka Village. The highest concentration of Pb measured in the former battery smelting area was 0,91 μg/Nm3 and the lowest concentration was 0,04 μg/Nm3. The biggest intake realtime received by individual was 12,64 × 10-5 mg/Kg/day. The results of the calculation of individual RQ were found that 10,9% (11 respondents) who had a non-carcinogen risk and needed risk management actions. Most of the respondents were experienced one of the symptoms of respiratory problems as much as 86,1%. Further research on particle toxicology evaluation is recommended.
Keyword : Lead, Public Health Assesment, Ambient Air, Inhalation
Read More
T-5502
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Basuki Rachmat; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: I Made Djaja, Ririn Arminsih, Inswiasri, Sunersi Nurlaila
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi pajanan timbal di udara terhadap kejadian anemia diantara anak-anak berusia 7 hingga 13 tahun yang tinggal di sekitar lokasi daur ulang aki bekas informal di wilayah Jabotabek. Sebuah studi Cross-sectional dilakukan di tiga lokasi (Tangerang, Bogor, Bekasi dan Depok) yang terdapat kegiatan daur ulang aki bekas informal. Populasi penelitian adalah anak usia 7 hingga 13 tahun di wilayah daur ulang aki bekas informal, dengan total sampel 418 orang. Sampel lingkungan adalah mengukur kosentrasi timbal di udara mengunakan High Volume Air Sampler (HVAS) dan dianalisis dengan spektrometri serapan atom (AAS). Untuk mengatahui kejadian anemia dilakukan pengukuran Hb darah dengan HemoCue® Hb 201+ System. Analisis multivariat dilakukan untuk mengevaluasi faktor yang terkait dengan kejadian anemia pada anak. Hasil penelitian didapatkan rata-rata konsentrasi timbal di udara (n=52) adalah 2,96 μg/m3 dengan kisaran 0,01 hingga 78,05 μg/m3 dan standar deviasi 13,23. Rata-rata kadar Hb darah anak-anak adalah 11,89 g/dL kisaran 7,7 hingga 16,10 g/dL, dengan prevalensi anemia 51,2%. Konsentrasi timbal tinggi di udara sangat terkait dengan peningkatan kejadian anemia pada anak (OR: 3,96; 95% CI: 1,83-8,56) setelah di kontrol faktor prilaku konsumsi kalsium (OR: 0,68; 95% CI: 0,46-1,01). Studi ini menunjukan hubunan antara paparan timbal di udara dengan kejadian anemia dan menyoroti perlunya memperkuat kebijakan, pengawasan dan pengembangan strategi untuk mengurangi paparan timbal.
Read More
T-5654
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulistyo Budi Prasetyo; Pembimbing: Dewi Susana; Penguji: Zakianis, EKo Pudjadi
S-6359
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reza Kurniwan; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, EKo Pudjadi
S-6153
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raden Pashya Mauluddy Syalsabila; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Bambang Wispriyono, Esti Tusminarti
Abstrak: Timbal yang bersifat neurotoksik dapat diemisikan dari kegiatan daur ulang aki bekas. Terdapat aktivitas daur ulang aki bekas rumahan di Desa Cinangka yang telah beroperasi sejak 1978. Penelitian ini mengenai faktor risiko pajanan timbal yang berhubungan dan berpengaruh terhadap kejadian gangguan perkembangan mental di wilayah daur ulang aki bekas, Desa Cinangka. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan analisis bivariat. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kadar timbal dalam tanah dan air, kuesioner, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar timbal dalam tanah adalah 4.448,21 ppm dan rata-rata kadar timbal dalam air adalah 0,02 ppm. Variabel yang berhubungan dan berpengaruh terhadap gangguan perkembangan mental di wilayah daur ulang aki bekas adalah riwayat aktivitas daur ulang aki bekas di rumah (p=0,036; OR=7,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah di Desa Cinangka, wilayah daur ulang aki bekas, terdapat area yang memiliki kadar timbal dalam tanah melebihi baku mutu 400 ppm dari US EPA dan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap gangguan perkembangan mental di wilayah daur ulang aki bekas adalah riwayat aktivitas daur ulang aki bekas di rumah.
Read More
S-9955
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Siti Mardiyanti Pratiwi; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Zakianis, Al Asyary, Miko Hananto, Didi Purnama
Abstrak: Anemia merupakan kondisi dimana kadar hemoglobin di dalam darah lebih rendah dari normal. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin yang dapat mengakibatkan terjadinya anemia. Faktor-faktor tersebut diantaranya, kekurangan nutrisi, jenis kelamin, status gizi, umur, sosial ekonomi, serta lingkungan. Pajanan timbal di lingkungan yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menjadi faktor lingkungan yang mempengaruhi kadar hemoglobin seseorang. Timbal yang masuk ke dalam tubuh akan tersimpan di dalam darah dan akan berpengaruh terhadap sintesis heme yang akhirnya terjadilah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar timbal dalam darah dengan anemia. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan terhadap 57 siswa/i SD/MI umur 10-13 tahun di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Hasil dari penelitian diketahui bahwa seluruh siswa/i memiliki kadar hemoglobin normal, dengan kadar hemoglobin rata-rata, minimum, dan maksimum adalah 14,78 gr/dL; 11,60 gr/dL; dan 17,80 gr/dL sehingga untuk analisis selanjutnya variabel dependen yang digunakan adalah kadar hemoglobin. Pada penelitian ini secara statistik tidak terdapat hubungan/perbedaan yang signifikan antara kadar timbal dalam darah dengan kategori di bawah baku mutu (<10 μg/dL) atau di atas baku mutu (≥10 μg/dL) dengan kadar hemoglobin pada 57 siswa/i SD/MI yang diteliti. Faktor lain yang berhubungan dengan kadar hemoglobin adalah asupan nutrisi zink dan pendapatan orang tua dengan masing-masing nilai p-value sebesar 0,039 dan 0,040 (<0,05) kemudian hasil analisis regresi linier berganda diketahui bahwa siswa yang memiliki kadar timbal dalam darah dengan kategori ≥10 μg/dL maka kadar hemoglobin akan berkurang 0,206 gram/dL setelah dikontrol oleh variabel asupan protein dan asupan zink.
Read More
T-5858
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilyah Amaly Nayyirah; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ema Hermawati, Sifa Fauzia
Abstrak: Demam berdarah dengue merupakan penyakit menular yang menyebabkan banyakanak-anak dan remaja meninggal dunia. Di Indonesia, angka kesakitan (IR) DBDmengalami peningkatan setiap tahunnya. DBD menyebar melalui gigitan nyamuk Aedesaegypti yang membawa virus dengue. Pada tahun 2017, nilai IR DBD di KabupatenBogor sebesar 4,84 per 100 ribu penduduk dengan jumlah kasus sebanyak 277 kasus,dan 65 kasusnya (23,4%) tersebar di Kecamatan Cibinong. 41,25% kasus DBD berasaldari kelompok usia 5-14 tahun. Lingkungan sekolah merupakan wilayah yang berisikomenjadi tempat penularan DBD. Upaya pencegahan DBD yang dapat dilakukan salahsatunya dengan intervensi menggunakan media flip chart. Penelitian ini bertujuan untukmelihat perbedaan rerata pengetahuan, sikap, dan praktik siswa dalam upayapencegahan DBD serta melihat hubungannya dengan penggunaan media intervensi flipchart. Desain penelitian yang digunakan berupa eksperimen kuasi, sampel merupakansiswa yang dipilih secara acak dari kelas 4 dan kelas 5. Pengamatan jentik nyamukdilakukan untuk mengetahui nilai indeks kepadatan jentik. Variabel yang diteliti adalahpengetahuan, sikap, dan praktik siswa dalam upaya pencegahan DBD. Hasil penelitianini menemukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada kelompok siswa yangdiberi intervensi dengan media flip chart dan tanpa media flip chart, namun tidak padavariabel sikap dan praktik. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yangbermakna antara pengetahuan(p-value=0,608), sikap(p-value=0,573), dan praktik(p-value=0,702) siswa dalam upaya pencegahan DBD dengan penggunaan mediaintervensi flip chart.Kata kunci: Demam Berdarah Dengue; Pengetahuan; Sikap, Praktik; Flip Chart.
Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease that causes death amongchildren and adolescents. In Indonesia, the insidence rate has increased every year. DHFspreads by the bite of the Aedes aegypti mosquito that carries the dengue virus. In 2017,the DHF IR value in Bogor Regency was 4.84 per 100 thousand population with a totalof 277 cases, and 65 cases (23.4%) were scattered in Cibinong District. 41.25% of DHFcases come from the age group of 5-14 years. The school environment is an area that isat risk of becoming a place of transmission of dengue. One of the way to preventdengue fever by doin an intervention by using the flip chart media. This study aims tolook at differences in the average knowledge, attitudes, and practices of students in theprevention of DHF as well as see the relationship with the use of flip chart interventionmedia. The research design used was a quasi experiment, the sample was randomlyselected students from grade 4 and class 5. Observations of mosquito larvae werecarried out to determine the value of the larval density index. The variables studied werestudents knowledge, attitudes, and practices in the prevention of DHF. The results ofthis study found that there was an increase in knowledge both the student group withand without flip chart intervention media, and there was no increase in the attitude andpractice variables. In this study, no significant relationship was found between studentsknowledge(p-value=0,608), attitudes(p-value=0,573), and practices(p-value=0,702), inthe prevention of DHF with the use of flip chart intervention media.Keywords: Dengue Hemorragic Fever; Knowledge; Attitude; Practice; Flip Chart.
Read More
S-10275
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irawati, Yana; Promotor: Susanna, Dewi; Promotor: Kusnoputranto, Haryoto; Kopromotor: Syafruddin/ Penguji: Achmadi, Umar Fahmi; Agus Suwandono; Tri Yunis Miko Wahyono; Bambang Wispriyono; Ririn A. Wulandari; Esrom Hamonangan
Abstrak: Gen Aminolevulinic acid dehydratase (ALAD/G177) bersifat polimorfik dengan dua alel, ALAD1 dan ALAD2. ALAD2 mengikat timbal lebih kuat sehingga lebih rentan mengalami intoksikasi, salah satunya ditandai dengan gangguan sintesis heme dan anemia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi polimorfisme gen ALAD, menganalisis kadar timbal darah dan faktor risiko lain yang mempengaruhi kadar timbal darah anak usia 1-5 tahun di wilayah eks daur ulang aki bekas Desa Cinangka, Kabupaten Bogor. Studi potong lintang dilakukan pada September-Oktober 2019 melibatkan 128 anak. Darah diambil melalui ujung jari untuk beberapa pemeriksaan: polimorfisme gen ALAD menggunakan PCR Sequencing, kadar timbal darah mengunakan LeadCare TM Portable Analyzer, kadar Hb menggunakan HemoCue® Hb 201+ System, dan gangguan sintesis heme menggunakan mikroskop (perbesaran 1000x) pada slide hapusan darah yang diwarnai dengan pewarnaan Giemsa untuk mengidentifikasi basophilic stipping. Analisis bivariat menggunakan Chi Square dilakukan untuk melihat hubungan seluruh faktor risiko yang mempengaruhi kadar timbal darah. Analisis multivariat dilakukan untuk mengevaluasi variabel independen yang paling mempengaruhi kadar timbal darah. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi alel ALAD1 (0,95) dan ALAD2 (0.05) berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg. Alel ALAD2 ditemukan dalam dua bentuk (177C dan 177T). Sebanyak 69,5% anak memiliki kadar timbal darah tinggi (≥10 µg/dl). Anak dengan alel ALAD2 berisiko 5 kali lipat untuk memiliki kadar timbal darah tinggi, meskipun tidak signifikan secara statistik (OR=5,359, p=0,155). Anak dengan kadar timbal darah tinggi berisiko 1.017 kali untuk mengalami anemia (OR=1.017, p=1.000), berisiko 2 kali lipat untuk memiliki berat badan kurang (OR=2.031, p=0.231) dan mengalami gangguan sintesis heme yang ditandai temuan basophilic stippling dalam eritrosit (OR=1,991, p=0,214), meskipun tidak signifikan secara statistik. Jenis kelamin laki-laki menjadi faktor dominan tingginya kadar timbal darah, setelah dikontrol variabel polimorfisme gen ALAD, lama tinggal, penghasilan, jarak dan kelupas cat. Studi ini mengungkapkan pajanan timbal masih berlangsung di Desa Cinangka, diikuti gejala intoksikasi berupa anemia, berat badan kurang, dan temuan basophilic stippling. Studi dengan jumlah sampel yang lebih representatif diperlukan untuk mendapatkan hubungan yang lebih bermakna secara statistik
Read More
D-569
Depok : FKM UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive