Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30106 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dine Dyan Indriani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Agustin Kusumayati, Yuniarsih Handayani
S-9004
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurlaela; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Pegnuji: Yovsyah, Usep Solehudin
S-7957
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Putriyani; Pembimbing: Sudjianto Kamso; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Flourisa Juliaan Sudradjat
Abstrak: Penelitian ini tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah anak jalanan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah anak jalanan umur 10 sampai 19 tahun yang berada di Yayasan Bina Insani Mandiri Depok sebanyak 144 responden dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah snow balling. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Terdapat 23.6% anak jalanan memiliki perilaku seksual pranikah berisiko. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna pada variabel umur, pengetahuan, dan keterpaparan media pornografi dengan perilaku seksual pranikah anak jalanan. Kata kunci: Perilaku seksual pranikah, anak jalanan, yayasan Bina Insani Mandiri

This study talk about of the factors associated with premarital sexual behavior of street children. This research is study quantitative by using cross sectional design. Samples from this study are street children aged 10-19 who are in the bina insani mandiri Depok foundation the many of 144 respondents with snow balling sampling techniques. Bivariate analysis using chi square test. There are 23,6 % of street children premarital sexual behavior is risk. Statistical analysis showed a significant relationship to the variables of age, knowledge, and pornographic media exposure with premarital sexual behavior of street children Keyword: Premarital sexual behavior, street children, bina insani mandiri foundation
Read More
S-8658
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emizia; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Ahmad Syafiq, Dian Kristiani Irawaty
Abstrak: Penurunan angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun merupakan sasaran RenstraBKKBN dan pembangunan bidang kependudukan dan keluarga berencana padaRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, dengan target25 per 1.000 kelahiran pada tahun 2020 dan ditagetkan menjadi 18 per 1.000 kelahiranpada 2024. Angka kelahiran pada perempuan remaja usia 15-19 tahun berdasarkanSDKI 2017 masih tinggi, yaitu 36 per 1.000 perempuan usia 15-19 tahun, dan remajaperempuan 15-19 tahun yang telah menjadi ibu dan atau sedang hamil anak pertamameningkat dari sebesar 8,5% pada 2007 menjadi sebesar 9,5% pada 2012. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan remaja.Desain penelitian cross sectional, menggunakan data sekunder SDKI 2017. Sampelpenelitian ini adalah remaja perempuan berusia 15-19 tahun yang sudah pernahmelakukan hubungan seksual pada data SDKI 2017. Hasil penelitian menunjukkan adahubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan, penggunaan kontrasepsi, aksesfasilitas kesehatan dan status pernikahan dengan kehamilan remaja. Variabel yangsecara bersama-sama berhubungan dengan kehamilan pada remaja usia 15-19 tahunadalah status pernikahan, paparan pesan KB, akses fasilitas kesehatan dan penggunaanalat kontrasepsi. Status menikah (OR = 12.105, 95% CI= 6.449-22.720) merupakanfaktor yang paling berpengaruh terhadap kehamilan remaja.Kata kunci: kehamilan remaja; remaja; SDKI 2017
Decreased birth rates for adolescent aged 15-19 years are the targets of the BKKBNStrategic Plan and the development of population and family planning in the 2020-2024National Medium-Term Development Plan (RPJMN), with a target of 25 per 1,000births by 2020 and targeted at 18 per 1,000 births in 2024. Birth rates for teenage girlsaged 15-19 years according to the 2017 IDHS are still high, namely 36 per 1,000women aged 15-19 years, and adolescent girls 15-19 years who have become mothersand or are pregnant with their first child increased from 8.5% in 2007 to 9.5% in 2012.This study aims to determine the factors associated with adolescent pregnancy. Thecross sectional study design, uses secondary data for the 2017 IDHS. The sample of thisstudy is adolescent girls aged 15-19 years who have had sexual relations in the 2017IDHS data. The results of the study show that there is a significant relationship betweeneducation level, contraceptive use, access to health facilities and marital status withadolescent pregnancy. Variables that are jointly associated with adolescent pregnancyaged 15-19 years are marital status, exposure to family planning messages, access tohealth facilities and use of contraceptives. Marital status (OR = 12,105, 95% CI =6,449-22,720) is the most influential factor with adolescent pregnancy. The highproportion of adolescent pregnancies aged 15-19 years requires serious attention fromthe government and related parties in an effort to minimize the negative effects of teenpregnancy.Key words: adolescent pregnancy ; adolescent; 2017 IDHS.
Read More
S-10375
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retna Dewi; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ella N. Hadi, Nedi Rohendi
S-6462
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Nova Nurhayati; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Sugeng Rianto
S-6789
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Rakhmawati; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Mieke Savitri, Evi Martha, Ade Pamudji, Rachmalina Soerachman
Abstrak:

Tesis ini tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada anak jalanan di Sekolah Masjid Terminal Depok. Merupakan penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi dan sampel adalah seluruh anak jalanan yang terdaftar sebagai siswa di Sekolah Masjid Terminal Depok, dengan cara snow balling sampling didapat jumlah sampel minimal sebanyak 87 anal.

Hasil penelitian didapat 33% anak jalanan berperilaku seksual berisiko, faktor-faktor yang berhubungan bermakna adalah umur, pendidikan, riwayat pacaran, hubungan dengan orang tua, riwayat perlakuan salah seksual, pemakaian zat psikoaktif dan perilaku berkelahi. Pemakaian zat psikoaktif merupakan faktor paling dominan, dengan nilai p 0,001 dan OR 6. Meskipun secara kuantitatif jumlah anak jalanan yang berperilaku seksual berisiko kecil, namun perilaku seksual belum saatnya dilakukan oleh anak-anak, sehingga secara kualitatif hal tersebut merupakan hal yang serius.


This thesis is about the factors related to a risky sexual behavior on the street children in Sekolah Masjid Terminal Depok. This is a quantitative study with cross-sectional design. The population and the sample were all street children enrolled as students in Sekolah Masjid Terminal Depok, by way of snow balling sampling obtained 87 midwives in minimum as the sample.

The results showed that 33% of street children have a risky sexual behavior, those related factors are age, education, history of courtship, relationships with parents, history of misconducted-sexual, psychoactive substances usage and fighting behavior. Psychoactive substances usage becomes the most dominant factor, with p values of 0.001 and OR 6. Quantitatively, the number of street children having a risky sexual behavior is a little. Nevertheless, sexual behavior should not be done by the children, so that qualitatively it becomes a serious thing to be concerned of.

Read More
T-3785
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumarwati; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Husein Habsyi
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang perilaku seksual pranikah pada anak jalanan usia remaja serta faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, jumlah sampel sebanyak 110 orang, dilakukan di wilayah binaan Yayasan Himmata periode Desember 2013. Analisa hubungan dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 33.6% anak jalanan yang berperilaku seksual pranikah berisiko. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna pada variabel jenis kelamin, umur, pendidikan, tempat tinggal, status pekerjaan, pubertas, dan keterpaparan media pornografi. Hasil uji statistik multivariat menunjukkan bahwa pubertas dan pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada anak jalanan. Hasil analisis didapatkan OR yang paling besar adalah pubertas, OR = 8.6 yang artinya pubertas berpengaruh sebesar8.6 kali terhadap perilaku seksual pranikah pada anak jalanan. Dari hasilpenelitian ini diketahui adanya keterkaitan antara sepuluh variabel dengan perilaku seksual pranikah pada anak jalanan usia remaja. Kata Kunci:Remaja, perilaku seksual pranikah, anak jalanan, yayasan himmata
This study investigated pre-marital sexual behavior and its associated factorsamong adolescent street children in Himmata Foundation with period ofDecember 2013. A quantitative research using cross-sectional design wasemployed in this study. The participants were 110 adolescent street children livingin Himmata Foundation. The chi square test and logistic regression predictionmodel was used for analyzing the data. Data analysis revealed that there were 33.6% of street children suffered from pre-marital sexual behavior. Factors associatedwith pre-marital sexual debut were assessed using bivariate and multivariatestatistical test. The results of bivariate statistical test showed significantcorrelation between gender, age, educational background, place of residence,employment status, puberty, and media exposure to pornography exposure amongchildren. The results of multivariate statistical tests described that the onset ofpuberty and reproductive health knowledge were the most dominant variableassociated with pre-marital sexual behavior among the children. The largest OR ofdata analysis was puberty 8.6 which means the puberty was affected by 8.6 timesagainst pre-marital sexual behavior among the respondents. From this research weknow the relation between the ten variables with premarital sexual behavior ofadolescence street children. Keywords : Adolescents, pre-marital sexual behavior, street children, himmata foundation
Read More
S-8130
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratna Wulansari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Sopan Adrianto
Abstrak: Remaja yang tidak dapat menahan dorongan seksualnya cenderung memiliki perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja pada siswa SMPN X Jakarta tahun 2015. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 248 orang. Sebanyak 8,1% siswa memiliki perilaku seksual berisiko. Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara variabel independen jenis kelamin, umur pertama kali terpapar pornografi di media internet, pengaruh teman sebaya, dan keterpaparan pornografi di media internet (jejaring sosial, website, chat room, dan game online) dengan variabel dependen perilaku seksual. Perilaku seksual berisiko dalam penelitian ini, yaitu kissing (6%), petting (1%), dan necking (1%), dan oral seks (0,4%).
Kata Kunci : Remaja, perilaku seksual, Sekolah Menengah Pertama

Adolescents who are not able to control their sex drive, tend to have risky sexual behavior. The aim of this research is to find out the factors that are related to adolescents sexual behavior at Junior High School (SMPN X Jakarta) in 2015. This research has used cross sectional research design and sample of 248 people. There were 8,1% students who have risky sexual behaviour. Bivariate test showed that there are associations between independent variable of sex, age of the first time being exposured by pornography on internet media, influences from peer group and pornography exposure on internet media (socmed, website, chat room, and game online), and dependent variable of sexual behavior. Researcher has revealed three kinds of risky sexual behavior in this research, which are: kissing 6%, petting 1%, and oral sex 0,4%.
Key words : Adolescent, sexual behavior, Junior High School
Read More
S-8634
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ninda Rimawati; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Agustin Kusumayati, Flourisa Juliaan Sudrajat, Ratna Kirana
T-3967
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive