Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21611 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Efrata; Pembimbing: Hafizurrachman
S-3582
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Program Studi KARS Pascasarjana UI
658 UNI o
Depok : KARS FKM UI, 1999
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Dachlan; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
B-300
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Catur Septiawan G; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Engkus Kusdinar Achmad
T-1947
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulansari Sabana; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
T-602
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marsaulina Olivia Panjaitan; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Kopromotor: Anhari Achadi, Dwiana Ocviyanti; Penguji: Atik Nurwahyuni, Mardiati Nadjib, Pujiyanto, Supriyantoro, Chairul Radjab Nasution
Abstrak:

Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional mendapatkan berbagai tantangan salah satunya adalah peningkatan utilisasi pelayanan kesehatan yang berakibat tingginya beban biaya pelayanan kesehatan. Tren persalinan dengan metode bedah caesar mengalami peningkatan setiap tahunnya.  Disertasi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan dan menyusun suatu usulan kebijakan untuk pengendalian utilisasi tindakan bedah caesar dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional. Jenis penelitian adalah analitik dengan mixed method melalui analisis data kuantitatif dan data kualitatif, analisis kebijakan menggunakan Eugene Bardach’s eightfold framework yang dimodifikasi oleh Collins. Penelitian kuantitif melalui analisis data rekam medis tahun 2019 pada pasien bedah caesar di tiga rumah sakit dengan aspek bisnis yang berbeda di Provinsi Jakarta. Penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proporsi persalinan caesar dibanding normal di RSSP Y 99,3% di RSSK Z 63,66%, dan di RSUD X 13,42%. Tidak terdapat perbedaan karakteristik sosial dan karakteristik medis pasien bedah caesar di ketiga rumah sakit. Tidak terdapat perbedaan upaya pengendalian utilisasi operasi bedah caesar di ketiga rumah sakit. Bekas SC 1x memiliki persentase tertinggi sebagai indikasi SC dengan persentase 41,67% di RSUD X, di RSSK Z 39,48% dan di RSSP Y 24,11%. Terdapat hubungan antara usia, adanya komplikasi dalam kehamilan, malposisi janin, hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, dengan metode persalinan ibu secara caesar. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan belum terdapat metode/tools khusus untuk pengendalian utilisasi caesar. Berdasarkan analisis kebijakan menggunakan Bardach’s eightfold framework yang dimodifikasi oleh Collins terdapat skenario/alternatif kebijakan pengendalian utilisasi bedah caesar diantaranya penyusunan program promotive preventif yang melibatkan organisasi-organisasi profesi terkait (seperti: Kebidanan Kandungan, Penyakit Dalam, Gizi, Penyakit Jantung) dengan sasaran wanita usia subur yang merencanakan kehamilan dan ibu hamil, yang khususnya berfokus untuk meminimalisir adanya penyulit kehamilan seperti: Hipertensi, Diabetes mellitus, obesitas, penyakit jantung. Hal ini penting dalam upaya menekan penyulit kehamilan yang dapat berpotensi meningkatkan angka utiliasi bedah caesar.


The implementation of the National Health Insurance Program faces various challenges, one of which is the increase in the utilization of health services which results in high health service costs. The trend of childbirth by Caesarean section method has increased every year. This dissertation aims to analyze the policy and prepare a policy proposal for controlling the utilization of Caesarean section procedures in the implementation of the National Health Insurance program. The type of research is analytical with a mixed method through quantitative and qualitative data analysis, policy analysis using Eugene Bardach's eightfold framework modified by Collins. Quantitative research through analysis of medical record data in 2019 on caesarean section patients in three hospitals with different business aspects in Jakarta Province. Qualitative research was conducted through in-depth interviews with stakeholders. The results showed that the proportion of caesarean deliveries compared to normal in RSSP Y was 99.3% in RSSK Z 63.66%, and in RSUD X 13.42%. There were no differences in the social characteristics and medical characteristics of caesarean section patients in the three hospitals. There were no differences in efforts to control the utilization of caesarean section operations in the three hospitals. Former 1x CS has the highest percentage as an indication for CS with a percentage of 41.67% in RSUD X, in RSSK Z 39.48% and in RSSP Y 24.11%. There is a significant influence between age, complications in pregnancy, fetal malposition, hypertension, diabetes mellitus, heart disease, and the method of maternal delivery by caesarean section. The results of qualitative research indicate that there are no specific methods/tools for controlling caesarean section utilization. Based on policy analysis using Bardach's eightfold framework modified by Collins, there are scenarios/alternative policies for controlling caesarean section utilization including the preparation of promotive preventive programs involving related professional organizations (such as: Obstetrics and Gynecology, Internal Medicine, Nutrition, Heart Disease) targeting women of childbearing age who are planning pregnancy and pregnant women, which specifically focus on minimizing pregnancy complications such as: Hypertension, Diabetes mellitus, obesity, heart disease. This is important in an effort to reduce pregnancy complications that can potentially increase the rate of caesarean section utilization.

Read More
D-561
Depok : FKM UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Murniati; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Amila Megraini, Tri Erri Astoeti, Komalasari
T-2755
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyanindah Ariananda Putri; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mufti Wirawan, Charles M. Tampubolon
Abstrak:
Mahasiswa yang menjalankan peran sebagai pekerja sekaligus pelajar menghadapi beban ganda akibat tuntutan akademik dan pekerjaan yang harus dipenuhi secara bersamaan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan stres akademik yang dapat berdampak pada penurunan performa akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan tingkat stres akademik dan faktor-faktor yang berhubungan dengan stres akademik pada mahasiswa program sarjana berbasis perkuliahan jarak jauh (PJJ) di Universitas X tahun 2026. Penelitian dilaksanakan pada lingkungan akademik yang mengandalkan teknologi digital sehingga mahasiswa dituntut untuk mampu menyeimbangkan tuntutan akademik dan pekerjaan. Faktor risiko yang dianalisis terbagi menjadi empat arena, yaitu work arena (beban kerja, jam kerja, beban akademik, serta akses dan teknologi pembelajaran), home arena (dukungan keluarga dan kondisi finansial), social arena (dukungan teman sebaya), dan individual arena (jenis kelamin, time management skills, dan role conflict). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri atas beberapa instrumen, yaitu Raw NASA-TLX, NASA-TLX yang telah dimodifikasi untuk menilai beban kerja mahasiswa (student workload), SSOLS, MPSPSS, dan ESSA. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Sebanyak 182 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian ini dan 75,3% di antaranya mengalami stres akademik tinggi. Faktor yang berhubungan signifikan dengan stres akademik meliputi beban kerja (p<0,001; OR=184,55), beban akademik (p<0,001; OR=77), akses dan kesiapan teknologi pembelajaran (p<0,001; OR=31,48), kondisi finansial (p<0,001; OR=24,8), time management skills (p<0,001; OR=38,33), dan role conflict (p<0,001; OR=44,2). Sementara itu, jam kerja, dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, jenis kelamin, serta karakteristik responden yang meliputi usia, tahun masuk, status pekerjaan, deskripsi pekerjaan, dan urutan peran tidak berhubungan signifikan dengan stres akademik. Pemberi kerja perlu mempertimbangkan beban kerja mahasiswa yang bekerja sambil menempuh pendidikan agar tidak meningkatkan risiko stres akademik serta memberikan edukasi mengenai pengelolaan waktu (time management) untuk membantu mahasiswa menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan perkuliahan.

Students who simultaneously assume the roles of employees and learners face a dual burden due to the concurrent demands of academic responsibilities and work obligations. This condition may increase academic stress, which can negatively affect students' academic performance. This study aimed to analyze and explain the level of academic stress and the factors associated with academic stress among undergraduate students enrolled in a distance learning program at University X in 2026. The study was conducted within an academic environment that relies heavily on digital technology, requiring students to balance academic demands with work responsibilities. The risk factors examined were categorized into four domains: the work arena (workload, working hours, academic workload, and access to and readiness for learning technology), the home arena (family support and financial condition), the social arena (peer support), and the individual arena (gender, time management skills, and role conflict). This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. Data were collected using a questionnaire comprising several instruments, namely the Raw NASA Task Load Index (Raw NASA-TLX), a modified NASA Task Load Index (NASA-TLX) to assess student academic workload, the Student Stressor Online Learning Scale (SSOLS), the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and the Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA). The collected data were analyzed using univariate and bivariate analyses. A total of 182 students participated in this study, of whom 75.3% experienced a high level of academic stress. Factors significantly associated with academic stress included workload (p < 0.001; OR = 184.55), academic workload (p < 0.001; OR = 77.00), access to and readiness for learning technology (p < 0.001; OR = 31.48), financial condition (p < 0.001; OR = 24.80), time management skills (p < 0.001; OR = 38.33), and role conflict (p < 0.001; OR = 44.20). In contrast, working hours, family support, peer support, gender, and respondent characteristics, including age, year of enrollment, employment status, job description, and role sequence, were not significantly associated with academic stress. Employers should consider the workload of students who work while pursuing higher education to reduce the risk of academic stress and provide education on time management to help students balance occupational and academic demands.
Read More
S-12463
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yaslis Ilyas
LP 375.072 ILY S
Depok : FKM UI, 2000
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive