Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36820 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Edy Priyanto; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Winarto
S-9016
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Valonda Debbie S; Pembimbing: Haryonto Kusnoputranto; Penguji: Sujud Warno Utomo, Kurnia Rita
S-8819
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikron; Pembimbing: I Made Djaja, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, Bambang Wahyudi, Robert Meison Saragih
Abstrak:

Kebisingan lalulintas jalan merupakan masalah utama masyarakat di daerah perkotaan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, diantaranya gangguan kesehatan psikologis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kebisingan lalulintas jalan terhadap gangguan kesehatan psikologis anak SDN Cipinang Muara Kecatamatan Jatinegara dan pengaruh faktor risiko lainnya seperti jarak, lama pajanan, lama sekolah dan umur. Disain penelitian adalah Kasus-kontrol, dengan populasi adalah anak sekolah dasar kelas IV, V dan VI. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 240 anak yang terdiri dari 80 kasus dan 160 kontrol. Cara pengambilan sampel menggunakan rancangan sampling bertingkat. Data Kebisingan diukur di dalam kelas, menggunakan Noise Logging Dosimeter Q-400/500. Analisis bivariabel dengan uji beda proporsi dengan kai kuadrat dan analisis multivariabel dengan uji regresi logistik ganda.Analisis bivariabel diperoleh ada pengaruh kebisingan, jarak dan lama pajanan dengan gangguan kesehatan psikologis, sedangkan lama sekolah dan umur tidak berpengaruh. Hasil analisis multivariabel mengindikasikan, bahwa anak sekolah dasar yang menerima kebisingan lalulintas jalan > 61,8 dBALeq dalam lingkungan sekolah berisiko 10,9 kali mengalami gangguan kesehatan psikologis dibanding dengan anak sekolah dasar yang menerima kebisingan lalulintas jalan ≤ 61,8 dBALeq secara bersama-sama dengan variabel jarak dan variabel lama pajanan. Perlu dilakukan sosialisasi dan penerapan peraturan perundangan tentang kebisingan dan dampaknya secara tegas dan konsisten. Pembinaan dan pengawasan dengan melakukan penyuluhan dan pemantauan kebisingan dan dampaknya secara berkala yang melibatkan lintas program dan sektor terkait. Untuk memastikan adanya inferensi kausal temporality, perlu dilakukan penelitian sejenis dengan disain studi kohort atau eksperimental, meningkatkan jumlah variabel yang secara substansi berpengaruh serta lokasi penelitian yang lebih tepat agar dapat menggambarkan kondisi lapangan yang lebih mantap.


 

The Effect of Road Traffic Noise on Psychological Health Disorders of School Children at Cipinang Muara Elementary School, Jatinegara Sub District, East Jakarta City, DKI Jakarta Province, 2005. The traffic noise is the main issue of the community who live in urban area because it may cause an adverse human health and psychological effects. The purpose of this study is to describe the effect of road traffic noise to psychological health disorders on school children of Cipinang Muara elementary school at Jatinegara Sub District, and other risk factors such as distance, length of exposure, learning periode in school, and age. This research applied a case-control study with sample population of elementary school students from grade 4 to 6. Total samples were 240 children, including 80 cases and 160 controls. Data were collected through a multistage of random sampling. Data analysis used a computer program of univariate, bivariate and multivariate. Road traffic noise data measure in the classroom using noise logging dosimeter Q-400/500. Bivariate analysis (Chis-Square) and multiple logistic regression analysis are applied in the analysis. Bivariate analysis showed that there were a significantly effect of traffic noise, distance of seat, and length of exposure towards psychological health problems. On the other side, the length of school period and age of respondents did not have any significantly effect to the psychological health problems on the elementary school students. Multivariate analysis indicated that the elementary school students exposed to traffic noise more than 61.8 dBLAeq in the school area having a risk of psychological health problem 10.9 higher than those who were exposed to traffic noise less than 61.8 dBLAeq, a long with the distance variable and the length of noice exposure. It is required to socialize and apply the regulation on noise control and its impact in a consistently manner. Also, it is necessary to conduct health promotion and integrated monitoring both with inter-sector and inter-program. At last, to ensure the presence of inferential causal temporality, it is required to conduct further study with design of cohort or experimental study. This includes the increase of variable number and location of study in order to describe the real condition.

Read More
T-2118
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Duma Marhisar; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Zakianis, Edwan NS.
S-5875
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Imani; Pembimbing: Nurul Imani; Penguji: Laila Fitria, Susiati
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai faktor risiko jus buah terkontaminasi bakteri Escherichia coli melalui sarana penjaja, peralatan, penjamah, dan, bahan makanan Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kontaminasi bakteri Escherichia coli dalam jus buah di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2015. Disain studi penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan metode purposive sampling menggunakan kuesioner, observasi, dan mengambil sampel jus buah. Jumlah sampel yang diambil 34 sampel jus buah dan 4 sampel es batu. Sebanyak 97,1% jus buah terkontaminasi bakteri Escherichia coli dengan 52,94% diantaranya kontaminasi tinggi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor penjamah makanan yaitu kebiasaan mencuci tangan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli (nilai p = 0,041 dan OR = 5,72). Dan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara faktor sarana penjaja, peralatan, penjamah makanan, dan bahan makanan terhadap kontaminasi bakteri Escherichia coli. Kata kunci: Bakteri, Escherichia coli, kontaminasi, jus buah This study discusses about the risk for fruit juice contamination with bacteria Escherichia coli by vendors, equipment, handlers, and groceries. The aim of the research is to see an overview the bacteria Escherichia coli contamination on fruit juice in Jatinegara, East Jakarta. This study was conducted in May 2015. The design of this study is a cross-sectional study with purposive sampling and using questionnaires, observations, and taking samples of fruit juice. The number of samples took 34 fruit juice sampels and 4 ice cube samples. This study found 97,1% fruit juice contaminated with bacteria Escherichia coli with 52,94% of the high contamination. The result showed significant relationship between food handlers factors that hand washing with bacteria Escherichia coli contamination (p = 0,041 and OR = 5,72). And found no significant relationship between factor vendors, equipment, handlers, and groceries with bacteria Escherichia coli contamination. Keywords: Bacteria, Escherichia coli, contamination, fruit juice
Read More
S-8709
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agit Christy Rehulina; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang diakibatkan Mycobacterium tuberculosis. DKI Jakarta selalu menempati dua posisi teratas provinsi dengan jumlah kasus tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2019-2021. Jakarta Timur menjadi kota yang memiliki kasus TB paru terbanyak di DKI Jakarta, serta kasus TB di Kecamatan Jatinegara merupakan jumlah yang paling tinggi di Kota Jakarta Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko, yaitu karakteristik individu dan lingkungan dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Jatinegara Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian menggunakan desain studi kasus kontrol dengan total sampel sebesar 70 responden dengan jumlah kasus pasien TB paru positif BTA dan suspek TB paru negatif BTA sebagai kontrol masing-masing sebesar 35 responden. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran lingkungan. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, analisis bivariat dengan uji kai kuadrat, dan analisis multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian ini yang menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian TB paru adalah status gizi (23,27;5,84 – 92,69), riwayat TB paru keluarga (3,57;1,26 – 10,01), kepadatan hunian (5,05; 1,59 – 16,07), suhu (3,78;1,3 – 10,93), kelembaban (7,26; 2,54 – 21,34), dan ventilasi (4,79; 1,74 – 13,19). Faktor risiko yang paling dominan mempengaruhi kejadian TB paru adalah status gizi (16,87;3,45 – 82,35).

Pulmonary TB is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. DKI Jakarta ranked top 2 province in Indonesia with most pulmonary TB case in 2019-2021. East Jakarta is the city in DKI Jakarta with most pulmonary TB case, Jatinegara is the sub district in East Jakarta with the highest TB case. The purpose of this research is to analyze risk factors, namely individual characteristic and environment with pulmonary tuberculosis in the work area of Jatinegara sub-district health center in 2023. This study used case control study design with a total sample of 70 respondents, with the number of BTA positive pulmonary TB patients as cases and BTA negative pulmonary TB suspects as controls was 35 respondents each. The data was collected through interview using questionnaire and environmental measurement. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with chi-square test and multivariate analysis (logistic regression). The study’s result showed the variables that had a significant relationship with pulmonary TB were nutritional status (23,27;5,84 – 92,69), family history of pulmonary TB (3,57;1,26 – 10,01), household overcrowding (5,05; 1,59 – 16,07), temperature (3,78;1,3 – 10,93), humidity (7,26; 2,54 – 21,34), dan ventilation (4,79; 1,74 – 13,19). The most dominant risk factor influencing pulmonary TB are nutritional status (16,87;3,45 – 82,35).
Read More
S-11526
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lovely G. Sepang; Pembimbing : Haryoto Kusnoputranto, Budi Hartono; Penguji : Rahman, Lindawaty, Edwan
T-4022
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lovely G. Sepang; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, A. Rahman, Lindawaty, Edwan Ns
T-4222
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miftahul Zannah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Al Asyary; Agus Handito
Abstrak: Gangguan otot rangka merupakan suatu cedera atau gangguan pada otot, saraf, tendon, sendi, tulang rawan, dan cakram tulang belakang yang dapat mempengaruhi gerakan tubuh manusia atau sistem muskuloskeletal. Pekerja pada industri konstruksi memiliki risiko tinggi untuk mengalami keluhan gangguan otot rangka karena aktivitas pekerjaanya banyak melibatkan postur yang tidak alamiah, manual handling, dan pekerjaan berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko fisik, individu, dan psikososial yang berkaitan dengan keluhan gejala gangguan otot rangka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari ? Juli 2022 yang melibatkan 55 pekerja struktur dan finishing Proyek Pembangunan Gedung Perkantoran X di Bekasi Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data diantaranya adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA), kombinasi kuesioner psikososial, dan Nordic Musculockeletal Questionnaire (NMQ). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara; faktor risiko fisik dengan keluhan pada bahu, leher dan punggung bawah dalam 12 bulan dan 7 hari terakhir, tuntutan kerja dengan keluhan pada punggung bawah dalam 7 hari terakhir, dan kendali terhadap kerja dengan keluhan pada leher dalam 12 bulan terakhir. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian dan intervensi lebih lanjut untuk mengurangi risiko keluhan gejala gangguan otot rangka pada pekerja struktur dan finishing.
Musculosceletal Disorders (MSDs) are injuries of the muscles, nerves, tendons, joints, cartilage, and spinal discs that can affect the movement of the human body or the musculoskeletal system. Workers in the construction industry have a high risk of MSDs because their work activities involve many unnatural postures, manual handling, and repetitive work. The purpose of this study was to analyze the physical, individual, and psychosocial risk factors associated with complaints of musculoskeletal symptoms. This research was conducted in February ? July 2022 involving 55 structural and finishing workers in the X Office Building Construction Project in Bekasi in 2022. This study used a cross sectional study design. The instruments for collected data are Rapid Entire Body Assessment (REBA), a combination of psychosocial questionnaires, and the Nordic Musculockeletal Questionnaire (NMQ). The results of this study indicate a significant relationship between; physical risk factors with complaints on the shoulders, neck and lower back in the last 12 months and 7 days, work demands with complaints on the lower back in the last 7 days, and control of work with complaints on the neck in the last 12 months. Therefore, it is necessary to carry out further control and intervention to reduce the risk of complaints of s musculoskeletal symptoms in structural and finishing workers.
Read More
S-11022
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erdi Komara; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Wahyono, Tri Yunis Miko, Sanger
S-7202
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive