Ditemukan 23616 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Slamet Dwi Pahlawan, Soedjajadi Keman
JKL Vol.7, No.2
Surabaya : Departemen KL FKM Unair, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sari Pediatri, Vol.10, No.5, Febr. 2009, hal. 331-337, ( Cat. ada di bendel 2008 - 2009 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dedy Zairus, Elisna Syahruddin, Anwar Jusuf
JRI Vol.28, No.4
Jakarta : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Devi Olivia Sari, Eko Suhartono, Izaak Zoelkarnain Akbar
JKY Vol.18, No.2
Jakarta : Universitas Yarsi, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nissa Noor Annashr; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: KLusharisupeni, Bambang Wispriyono, Diah Wati, Didik Supriyono
Abstrak:
Timbal merupakan salah satu logam berat yang mencemari udara dan terus menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang paling serius. Absorpsi timbal yang meningkat menyebabkan terjadinya penurunan kadar Hb, penurunan jumlah dan pemendekan masa hidup eritrosit, peningkatan jumlah retikulosit dan peningkatan jumlah eritrosit berbintik basofilik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efek dari kadar timbal dalam darah terhadap kadar Hb dan eritrosit berbintik basofilik pada siswa SD di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel darah vena diambil dari 103 siswa SD Cinangka untuk diukur kadar timbal dalam darah, kadar Hb dan eritrosit berbintik basofilik. Kuesioner digunakan untuk mengetahui data mengenai tingkat pendidikan pendapatan orangtua dan asupan zat gizi. Variabel status gizi diketahui melalui perhitungan Indeks Massa Tubuh/Umur (IMT/U) yang dikonversikan ke dalam skala Z-Score. Hasil penelitian menunjukkan 61,2% siswa SD memiliki kadar timbal dalam darah tinggi (≥ 10 μg/dl). Hasil analisis statisik dengan chi square menunjukkan bahwa asupan protein (p = 0,03; OR = 4,184 95% CI : 1,062-16,49) dan asupan zat besi (p = 0,008; OR = 5,398 95% CI : 1,406-20,718) memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar Hb pada siswa SD Cinangka. Untuk variabel dependen eritrosit berbintik basofilik, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kadar timbal dalam darah yang tinggi (p = 0,001; OR = 180 95% CI : 38,093-850,551) dan pendidikan ibu yang rendah (P = 0,005; OR = 3,92 95% CI : 1,459-10,532) merupakan faktor risiko terjadinya eritrosit berbintik basofilik pada siswa SD. Kata Kunci : kadar timbal dalam darah, kadar Hb, eritrosit berbintik basofilik
Read More
T-4280
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Medika, No.4, April 1993, hal. 19-22
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pusparini
JKT Vol.23, No.2
Jakarta : FK Univ. Trisakti, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
The Indonesian J. of Public Health (IJPH), Vol.3, No.1, Juli 2006, hal. 19-23. ( ket. ada di bendel 2005- 2006) dan ( di bendel 2006-2007 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tuti Anggriani Utama, Nora Listiana, Desi Susanti
KJKMN Vol.7, No.8
Depok : FKM UI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anik Widijanti, Eva Nirmala, Olly Indrayani
Medika-No.1, XXX
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
