Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30178 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Jusuf Rintowahjudi Sofjan; Pembimbing: Adik Wibowo
B-194
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I.G.K. Wijasa / Pembimbing: Mary A. Wangsarahardja
B-281
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Husodo; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Dian Ayubi, Amila Megraini, Intan Laila, Mohammad Ihsan Ramdani
T-4078
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristanti; Pembimbing: Sandi Iljanto
S-3688
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vindy Villien Lesnussa; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Ester Manapa Samparaya, Siti Sultoni
Abstrak:
Ketidakseimbangan jumlah tenaga perawat dengan kebutuhan ideal di ruang rawat inap menjadi isu utama dalam manajemen rumah sakit, khususnya di RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja perawat menggunakan metode Identifikasi Produk Unit dan membandingkan perencanaan tenaga dengan metode Ilyas, WISN, dan Douglass. Beban kerja perawat dihitung berdasarkan kategori pasien, yaitu perawatan minimal (2,85 jam), perawatan parsial (69,42 jam), dan perawatan total (16,17 jam), dengan total beban kerja harian sebesar 3,465 jam. Metode Ilyas menghasilkan 18 tenaga perawat, cocok dengan jumlah aktual di ruang Bugenvil. Metode WISN menghasilkan 25 perawat, sehingga dibutuhkan penambahan 7 tenaga perawat. Sedangkan, metode Douglass menghasilkan 14 perawat, yang artinya perlu pengurangan 4 tenaga perawat. Kesimpulan penelitian ini metode Ilyas adalah pilihan terbaik untuk perencanaan tenaga kerja di ruang rawat inap Bugenvil karena unggul dari segi akurasi dan efektifitas. Metode ini menyeimbangkan antara kualitas pelayanan dan efisiensi anggaran sehingga RS dapat survive menghadapi monopoli pasar BPJS. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode Ilyas sebagai standar nasional untuk perencanaan tenaga perawat di Indonesia baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta.

The imbalance between the number of nurses and the ideal requirements in inpatient wards is a critical issue in hospital management, particularly at RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon. This study aims to analyze the workload of nurses using the Unit Product Identification method and compare workforce planning using the Ilyas, WISN, and Douglass methods. Nurse workload was calculated based on patient categories: minimal care (2.85 hours), partial care (69.42 hours), and total care (16.17 hours), resulting in a total daily workload of 3,465 hours. The Ilyas method determined a need for 18 nurses, aligning with the actual number in the Bugenvil ward. The WISN method indicated a requirement of 25 nurses, suggesting an additional 7 nurses are needed. Meanwhile, the Douglass method identified a need for 14 nurses, implying a reduction of 4 nurses. The study concludes that the Ilyas method is the optimal choice for workforce planning in the Bugenvil inpatient ward due to its accuracy and effectiveness. This method strikes a balance between service quality and budget efficiency, enabling the hospital to remain sustainable amidst the BPJS market monopoly. This study recommends adopting the Ilyas method as a national standard for nurse workforce planning in both public and private hospitals across Indonesia.
Read More
B-2496
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Mulyadi; Pembimbing: Hasbullah Thabrany
S-2923
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mulyetti Anwar; Pembimbing: Jaslis Ilyas
S-1862
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pipin Farida; Pembimbing: Zulazmi Mamdy, Ridwan Z.Sjaaf; Penguji: Evi Martha, Achmad Soebagio T, Farida Djufri
Abstrak:

Salah satu masalah paling pokok dalam penyelenggaraan kegiatan pelayanan kesehatan adalah yang menyangkut sumber daya tenaga. Hal ini juga berlaku dalam kegiatan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan mempunyai sumber daya manusia yang kualitasnya sangat berperan dalam menunjang pelayanan tersebut. Sumber daya terpenting dalam rumah sakit adalah perawat, karena selain jumlahnya yang terbesar dari seluruh tenaga yang ada, mereka memberikan pelayanan 24 jam sehari selama tujuh hari dalam seminggu serta kontak yang konstan dengan pasien. Meningkatnya prevalensi gangguan jiwa akhir-akhir ini dan persentase rawat inap yang mengalami peningkatan, memerlukan pelayanan yang optimal dari RS Jiwa. Apalagi RS Jiwa Pusat Bogor sebagai pusat rujukan tertinggi dalam bidang kesehatan jiwa dituntut untuk senantiasa meningkatkan sumber daya manusianya secara terus menerus, sehingga mampu memberikan konstribusi bagi peningkatan kinerja RS Jiwa Pusat Bogor. Secara teori dijelaskan bahwa salah satu faktor yang dapat meningkatkan kinerja adalah terpenuhinya faktor kepuasan dalam pelaksanaan tugasnya. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja perawat dengan kinerja menurut persepsi mereka (perawat) di RS Jiwa Pusat Bogor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah "Cross sectional", dengan responden seluruh perawat pelaksana fungsional di ruang rawat inap sebanyak 137 orang, dari 172 orang perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi sendiri oleh responden. Analisis dilakukan dengan univariat, selanjutnya analisis bivariat dengan uji "Kai Kuadrat". Adapun analisis multivariat dilakukan dengan uji regresi logistik untuk mengetahui variabel independen yang paling berhubungan dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan lebih sedikit responden yang mempunyai kinerja yang baik menurut persepsi mereka sendiri yaitu 35.04 % dan hasil uji bivariat diketahui variabel kepuasan kerja tidak ada yang memiliki nilai p value 0.05, berarti tidak ada variabel independen yang menunjukkan adanya hubungan bermakna secara statistik dengan persepsi kinerja, serta variabel kontrol adalah pendidikan yang memiliki nilai p value < 0.05 (0.003) mempunyai hubungan bermakna dengan persepsi kinerja. Hasil uji multivariat dengan regresi logistik menunjukkan tidak ada variabel yang berhubungan dengan persepsi kinerja. Sesuai dengan hasil penelitian ini. maka disarankan kepada pimpinan RS Jiwa Pusat Bogor untuk mengupayakan program peningkatan kinerja perawat melalui peningkatan kemampuan (ability) dan motivasi (motivation), antara lain dengan memberi kesempatan mengikuti pendidikan keperawatan baik jalur formal dan non formal, sesuai dengan perencanaan rumah sakit. Bagi peneliti lain disarankan melakukan penelitian sejenis dengan populasi yang lebih luas dan mencakup seluruh variabel kepuasan kerja dari Herzberg serta pengukuran kinerja dengan metoda lainnya, sehingga data yang diperoleh lebih akurat, reliabel dan tidak bias.


 

Relationship between Job Satisfaction and Performance Appraisal Perception of the Nurses at the Bogor Mental Hospital 2000. One of the main problems in health service is the human resources. That human resources is an important element is the success of this health services in the hospital. The most important human resources in the hospital is nurses, they give a 24 hour service a day. 7 days service a week, and they make a constant contact with the patients. The increase of mental sickness prevalence and the increase of the patients recently cause an optimum service need in a mental hospital, especially Bogor Mental Hospital is the centre of mental health referral. It this, therefore, demanded to always improve the quality of its human resources continuously. This will also give an impact on the improvement Bogor Mental Hospital performance. Theoretically, its said that one factor Co improve the performance appraisal is the fulfillment of one's satisfaction in doing jobs. The study was done to find out the relationship between nurses' job satisfaction and performance appraisal Perception in the Bogor Mental Hospital. Cross Sectional approach were used in this study. As many as 137 out of 172 functional nurses become the respondents. Questionnaires the respondents filled in were used to collect the data. The result of study shows that fewer nurses have a good performance appraisal perception 35.04 %. And bivariat analysis that there is no job satisfaction variables which has p value < 0.05. Control variable is education which has p value <0.05 (p = 0.003) has a significant correlation with a performance appraisal. Multivariat analysis shows that there no independent variables (job satisfaction) correlation with performance appraisal perception. Considering these promising results, it`s recommended that the ability and motivation improvement be continued, and to other researchers it?s suggested the same study involving a larger population which covers all job satisfaction from Herzberg and the data gained with other methods.

Read More
T-1172
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Krishna Mahatmi; Pembimbing: Suprijanto Rijadi
B-244
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ai Cahyati; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo
S-1768
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive