Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38744 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
F. Soetiarto
JKG UI, Vol.5, No.1
Jakarta : FKG UI, 1998
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Ariningrum, Ingan Tarigan
JEI Vol.8, Ed.1
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Harindra; Pembimbing: Anhari Achadi
T-480
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Ayu Lely Suratri, F.X. Sintawati, Lelly Andayasari
MPPK Vol.26, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inez Miriam Nurul Hikmah; Pembimbing: Lhuri Dwianti Rahmartani; Penguji: Trisari Anggondowati, Syafirah Hardani
Abstrak:

Latar belakang: Sunat perempuan masih berlangsung di Indonesia meskipun prevalensinya menurun dari 55% pada tahun 2021 menjadi 46,3% pada tahun 2024. Praktik ini dipertahankan sebagai tradisi dan bagian dari keyakinan agama meskipun memiliki risiko kesehatan dan implikasi hak asasi. Sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat dan agen perubahan di masa depan, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia perlu menjadi fokus penelitian karena sampai saat ini belum tersedia gambaran mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka mengenai praktik sunat perempuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik, pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia terhadap praktik sunat perempuan yang juga digambarkan berdasarkan stratifikasi karakteristik responden. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner daring pada bulan Oktober s.d. November 2025 terhadap 311 mahasiswa sarjana FKM UI. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Dari 311 mahasiswa yang didominasi perempuan (81,4%), beragama Islam (84,6%), berasal dari program studi kesehatan masyarakat (54,3%) dan berasal dari Jawa (87,5%), sebagian besar mengetahui praktik sunat perempuan (85,5%). Mayoritas responden juga menunjukkan sikap yang kuat untuk mendukung penghapusan praktik sunat perempuan dan regulasi yang mengaturnya, dengan proporsi persetujuan berkisar antara 73,6% hingga 94,5% pada berbagai indikator sikap. Pada aspek perilaku, hanya 15,4% responden perempuan yang memiliki riwayat disunat dan 11,9% keluarga yang masih mempertahankan praktik tersebut, sementara 90,4% responden menyatakan tidak berniat menyunat anak perempuan di masa depan. Kesimpulan: Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menunjukkan pengetahuan yang baik, sikap yang sangat mendukung penghapusan praktik sunat perempuan serta intensi yang rendah untuk melanjutkan praktik tersebut di masa depan. Pola ini mencerminkan perbedaan apabila dibandingkan dengan gambaran populasi nasional, serta mengindikasikan adanya potensi terputusnya keberlanjutan praktik sunat perempuan antar generasi pada kelompok mahasiswa kesehatan.


Background: Although the prevalence of female circumcision in Indonesia decreased from 55% in 2021 to 46.3% in 2024, the practice remains a tradition and is considered a religious obligation by some communities. The continued existence of this practice demonstrates that cultural, religious, and health-related factors still strongly influence the community.  Objective: This study aims to describe the characteristics, knowledge, attitudes, and behavior of students at the Faculty of Public Health, University of Indonesia, regarding the practice of female circumcission, also based on stratification of respondent characteristics.  Methods: This study used a cross-sectional study design with primary data collected through an online questionnaire from October to November 2025 on 311 students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia. Data analysis was conducted descriptively.  Results: From 311 students, predominantly female (81.4%), Muslim (84.6%), public health majors (54.3%), and Javanese (87.5%), the majority were aware of the practice (85.5%). The majority of respondents also expressed strong support for the abolition of female circumcision and its regulations, with approval ranging from 73.6% to 94.5% across various attitude indicators. In terms of behavior, only 15.4% of female respondents had a history of circumcision and 11.9% of families still maintained the practice, while 90.4% of respondents stated they had no intention of circumcising their daughters in the future.  Conclusion: Students from the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, demonstrated good knowledge, strongly supportive attitudes toward the abolition of female genital mutilation, and low intentions to continue the practice in the future. This pattern reflects a difference compared to the national population and indicates a potential disruption in the continuity of female genital mutilation practices across generations among health students.

Read More
S-12179
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sinta Uli Pakpahan, Bambang Setiaji
MKM Vol.XXI, No.45
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 1992
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tim penyusun: Uddin Jurnalis, Johana Hadiyono, Ninuk Widyantoro, Siti Ruhaini Dzuhayatin, Maria Ulfah Anshor, Laily Hanifah
LP 363.46 PEN p
Jakarta : Mitra INTI Foundation, 2004
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Agustina; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Masyitoh, Donni Hendrawan, Indra Rachmad Dharmawan
Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia hingga saat ini masih merupakan permasalahan yang belum kunjung usai. Sebanyak 57,6% penduduk Indonesia yang memiliki masalah kesehatan gigi dan mulutnya, baru terdapat 10,2% penduduk yang memperoleh perawatan dari tenaga medis gigi. Tesis ini bertujuan untuk membuktikan bahwa kepemilkan jaminan kesehatan meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut ke tenaga medis gigi di Indonesia tahun 2018. Penelitian ini menggunakan data Riskesdas terintegrasi Susesnas tahun 2018 dengan desain studi potong lintang. Permodelan menggunakan instrumental variabel digunakan karena adanya endogenitas pada variabel kepemilikan jaminan kesehatan. Hasil penelitian turut membandingkan besaran pengaruh antara kepemilikan jaminan kesehatan JKN dan Non-JKN.
Read More
T-6338
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agasha Zahra Mulyana; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Jamaludin
Abstrak: Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa pengguna rokok elektronik usia 10–18 tahun di Indonesia meningkat dari 1,2% di tahun 2016 menjadi 10,9% di tahun 2018. Penyebab utama hal ini adalah praktik promosi industri rokok elektronik yang menargetkan anak muda, salah satunya dilakukan oleh vape store. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi mendalam mengenai gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik promosi rokok elektronik pada karyawan vape store di Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan informan meliputi karyawan vape store, pemilik vape store, perwakilan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Ditjen PDN) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, perwakilan Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), perwakilan Centers for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), dan pelanggan vape store. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan informan terkait konsep dan kebijakan rokok elektronik yang cukup baik, namun pengetahuan mengenai kandungan dan dampak kesehatan dari rokok elektronik yang rendah. Sebagian besar informan tidak setuju bahwa rokok elektronik sama bahayanya dengan rokok konvensional, namun setuju adanya manfaat dari rokok elektronik. Praktik promosi yang dilakukan oleh informan meliputi berbagai cara, namun mayoritas masih menargetkan dan menjual kepada pelanggan di bawah umur. Oleh karena itu, perlu dikaji ulang kebijakan terkait rokok elektronik dan dikembangkan kebijakan baru yang dapat melindungi anak-anak dan kelompok rentan dari bahaya rokok elektronik.
The 2018 Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) data shows that the use of electronic cigarettes among 10–18 year olds in Indonesia increased from 1.2% in 2016 to 10.9% in 2018. The main cause of this increase is the promotional practices of the electronic cigarette industry targeting young people, one of which is carried out by vape stores. This study aims to delve into the knowledge, attitudes, and promotional practices of electronic cigarettes among vape store employees in South Tangerang City. This qualitative research includes informants such as vape store employees, vape store owners, representatives from the Directorate General of Domestic Trade (Ditjen PDN) of the Ministry of Trade of the Republic of Indonesia, representatives from the Indonesian Personal Vaporizer Association (APVI), representatives from the Centers for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), and vape store customers. The results of the study show that informants have fairly good knowledge of the concept and policies of electronic cigarettes, but low knowledge regarding the contents and health impacts of electronic cigarettes. Most informants do not agree that electronic cigarettes are as harmful as traditional cigarettes, but do agree that there are benefits to using them. Promotional practices carried out by informants include various methods, but the majority still target and sell to underage customers. Therefore, it is necessary to review the policies related to electronic cigarettes and develop new policies that can protect children and vulnerable groups from the dangers of electronic cigarettes.
Read More
S-11753
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arindayani; Pembimbing: Rina A. Anggorodi; Penguji: Dien Anshari, Siti Masyitah Rahma
S-5650
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive