Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39221 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Flourisa J. Sudradjat; Pembimbing: Sujana Jatiputra
T-371
Depok : FKM UI, 1994
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tika Wastika; Pembimbing: Toha Muhaimin
T-320
Depok : FKM UI, 1993
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas Indonesia (MKMI), th. XIX, No.11, 1991, hal. 646-653
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Pratiwi; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Robiana Modjo, Jefri Chandra
S-5877
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debora Octoliana C.A.; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Izhar M. Fihir, Ratna Dewi Suriani, Okta Mutiara Marlina
Abstrak:

Kebanyakan dokter gigi tidak menyadari pentingnya manfaat sistem ergonomi dengan posisi yang baik saat merawat pasien. Gangguan muskuloskeletal adalah salah satu yang jelas sebagai hazard. Saat melakukan pencabutan gigi, kadang-kadang dokter gigi membungkuk ke arah pasien, bergerak secara mendadak, memutar tubuh dari satu sisi ke sisi yang lain. Seluruh gerakan tersebut dilakukan berkali-kali dalam jangka waktu yang panjang sehingga sering mengalami rasa tidak nyaman dan sakit di daerah leher, bahu, tulang punggung serta pergelangan tangan. Penelitian ini meninjau faktor-faktor risiko ergonomi dokter gigi terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders pada aktivitas pencabutan dengan jenis potong lintang melalui pendekatan observasional.Hasil penelitian 74,3% tindakan pencabutan gigi menimbulkan gangguan secara fisik, 61,4% melakukan gerakan berulang punggung membengkok ke depan, belakang atau ke samping , 35,7% melakukan gerakan berulang punggung membengkok dan memutar secara simultan dalam melakukan tindakan dan melalui Nordic Map Quesioner didapat frekuensi timbulnya keluhan pada daerah sekitar leher 38,6%. Intensitas keluhan rasa nyeri, sakit dan ketidaknyamanan akibat kerja yang cukup mengganggu aktifitas kerja dikemukakan pada bagian kaki kanan 61,4 %, bahu kanan atas sebanyak 48,6 %, pada bagian pergelangan tangan kanan 40% serta pada leher sebanyak 47,1%.Hasil akhir yang didapat melalui observasi dengan pengukuran metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) di dapatkan kategori 2 dimana postur kerja memiliki beberapa efek yang berbahaya bagi system musculoskeletal serta diperlukan tindakan untuk perubahan posisi kerja pada perencanaan yang akan datang.


Most dentists do not realize the importance of the benefits ergonomics system with a good position when treating patients. Musculoskeletal disorders is an obvious one as a hazard. When performing tooth extraction, dentists sometimes leaned toward the patient, a sudden move, rotate the body from one side to the other. The whole movement is done many times in the long term so often experience discomfort and pain in the neck, shoulder, spine and wrist. This study reviewed the dentist ergonomic risk factors from Musculoskeletal Disorders in the type of extraction activity through cross-sectional observational approach.74.3% of research results to extract a tooth cause physical disorders, 61.4% perform repetitive motions backs bent forward, backward or sideways, 35.7% perform repetitive movements back bend and rotate simultaneously in action and through Nordic Map questioner obtained the frequency of complaints in the area around the neck of 38.6%. complaints of pain intensity, pain and discomfort caused by work is quite disturbing work activities presented in section 61.4% right foot, right shoulder up 48.6%, 40% on the right wrist and the neck 47.1%.The final result is obtained through observations with measurements of methods OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) in which the working posture level 2 has some effects that are harmful to the musculoskeletal system and the necessary action to change the position of the work on the future planing.

Read More
T-3818
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprina Lingkeh; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Siti Romlah
S-6745
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prosiding simposium: temu ilmiah akbar 2002 editor.L.A.Lesmana, dkk. (daftar isi: 1. Penatalaksanaan Komplikasi pada Penyalahgunaan NAPZA, oleh: Nanang Sukmana; 2. Tata Laksana Detoksifikasi Cepat pada Pengguna Narkoba, oleh: M. Ruswan Dachlan; 3. Penatalaksanaan Paripurna pada Kasus Ketergantungan Zat Psikoaktif, oleh: Danardi; 4. Evaluasi dan Tata Laksana Obesitas pada Anak, oleh: Damayanti Rusli Sjarif; 5. Peran Organisasi Profesi dan Instansi dalam Penanggulangan Kebutaan Terpadu di Indonesia, oleh: Istiantoro; 6. Perkembangan Bedah Katarak di Bagian Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, oleh: Vidyapati Mangunkusumo; 7. Aplikasi Laser pada Katarak Sekunder, oleh: Bondan Harmani; 8. Obesitas dan Permasalahannya, oleh: Sidartawan Soegondo; 9. Kegemukan: Pendekatan Klinis dan Pemilihan Obatnya, oleh: Sarwono Waspadji; 10. Sedot Lemak (Liposuction), oleh: Chaula L. Sukasah; 11. Psikoneuroimunoendokrin Hubungan Masalah Reproduksi, oleh: Enud J. Surjana, Jan Purba; 12. Nasib Kehamilan Triwulan Pertama: Manfaat Penentuan Progesteron dan Antibodi Antikardiolipin Serum, oleh: T. Z. Jacoeb; 13. Diare Persisten, oleh: Aswitha Boediarso; 14. Infeksi Helicobacter pylori pada Anak, oleh: Badriul Hegar; 15. Steatohepatitis Non Alkoholik Sebagai Salah Satu Bentuk Penyakit Hati Kronis pada Anak, oleh: Purnamawati S. Pujiarto; 16. Evidence- based Medicine: The Real Continuing Medical Education, oleh: Sudigdo Sastroasmoro; 17. Algoritme dan Tata Laksana Infertilisasi, oleh: T.Z. Jacoeb; 18. Penatalaksanaan Vertigo, oleh: Andradi; 19. Tata Laksana Epilepsi, oleh: S.M. Lumbantobing; 20. Masalah Diagnosis Tuberkulosis pada Anak, oleh: Nastiti N. Rahajoe; 21.Terapi Tuberkulosis pada Anak dan Permasalahannya, oleh: Darmawan BS; 22. Tata Laksana Rasional dan Mutakhir Asma pada Anak, oleh: I. Boediman; 23. Gangguan Suara (Disfonia), oleh: Hartono Abdoerrachman; 24. Sinusitis Kronik dan Bedah Sinus Endoskopi Fungsional, oleh: Damayanti Soetjipto; 25. Diagnosis dan Penatalaksanaan Otitis Media Supuratif Kronik, oleh: Zainul A. Djaafar; 26. Gangguan Motilis Usus pada Sirosis Hati, oleh: L.A. Lesmana; 27. Diagnosis dan Tata Laksana Gangguan Motilitas Saluran Cerna, oleh: Dharmika Djojoninrat; 28. Refluks Gastroesofagus pada Anak, oleh: Agus Firmansyah; 29. Penatalaksanaan Tuberkulosis Terkini, oleh: Priyanti Zuswayudha; 30. Tuberkulosis Paru dan Kesempatan Kerja, oleh: Mukhtar Ikhsan; 31. Analisis Pola Jalan (Gait Analysis), oleh: Angela B. M. Tulaar; 32. Terapi Akuatik (Aquatic Therapy), oleh: Tirza Z. Tamin; 33.Penatalaksanaan Rehabilitasi Medik Masalah Kesulitan Makan pada Anak, oleh: Luh K. Wahyuni; 34. Perkembangan Obat Asma, oleh: Faisal Yunus; 35. Teknik Molekuler untuk Diagnosis dan Evaluasi pada Penyakit Infeksi HIV, oleh: Budiman Bela; 36. Genetika Medik dan Aplikasi Kliniknya, oleh: Wahyuning Ramelan; 37. Pengaruh Medan Elektromagnet Terhadap Pekerja Kelistrikan, oleh: Oentoeng Soeradi; 38. Autisme Masa Kanak, oleh: Ika Widyawati; 39. Pengenalan Dini Penyimpangan Perilaku Anak dalam Praktek Sehari-hari, oleh: Soedjatmiko; 40. Gangguan Pemusatan Perhatian/ Hiperaktivitas, oleh: Hardiono D. Pusponegoro; 41. Trombolisis pada Infark Miokard Akut: Bisakah Dilakukan di Mana Saja?, oleh: Asikin Hanafiah; 42. Primary PTCA: Apakah Perlu Dilakukan?, oleh: Otte J. Rachman; 43. Proses Menua dan Implikasi Kliniknya, oleh: Supartondo; 44. Pencegahan Penuaan Dini pada Kulit, oleh: Ronny P. Handoko; 45. Perkembangan Antimikroba Saat Ini, oleh: Rianto Setiabudy; 46. Penanganan Depresi Terkini, oleh: Sasanto Wibisono; 47. Perlindungan Profesi Kedoteran: Peran Serta Asuransi Profesi, oleh: Budi Sampurna; 48. Pemilihan Obat yang Rasional pada Nyeri Akibat Osteoartritis, oleh: Harry Isbagio; 49. Penatalaksanaan Bedah pada Osteoartritis Genu, oleh: Soelarto Reksoprodjo; 50. Peran Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi pada Osteoartritis, oleh: Angela B. M. Tulaar; 51. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut, oleh: Alan R. Tumbelaka; 52. Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita, oleh: Soedjatmiko; 53. Kedaruratan dan Pelayanan Kedokteran Penerbangan, oleh: Bastaman Basuki; 54. Agen yang Menentukan Siapa dan Bagaimana Anda: Enzim dan Aplikasinya dalam Ilmu Kedokteran, oleh: Nur Asikin; 55. Prinsip Pelbagai Teknik Biomolekuler untuk Deteksi Infeksi, oleh: Agus Sjahrurachman; 56. Imunoterapi pada Asma, oleh: Dina H. Mahdi Abidin; 57. Peran Latihan Jasmani pada Anak Obesitas, oleh: Sri Nilawati)
P 610 PRO
[s.l.] : Jakarta FK UI 2002, s.a.]
Prosiding   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indo. (MKI), 37, No.9, Sept. 1987, hal. 477-480, ( Cat. ada di bendel 1987/1989 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusia Gani Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah
T-156
Jakarta : FKM UI, 1987
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hashem Sulaiman Hasan Arkok; Promotor: Tri Yunis Miko Wahyono; Kopromotor: Nurhayati Adnan, Dipo Aldila; Penguji: Dian Ayubi, Syahrizal Syarif, Hariadi Wibisono, Soewarta Kosen, Vivi Setiawaty
Abstrak:
Virus Hepatitis B (HBV) tetap menjadi perhatian kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dan pencapaian target Organisasi Kesehatan Dunia untuk eliminasi pada tahun 2030 membutuhkan penguatan pemahaman epidemiologis, pemodelan prediktif, dan penilaian kesadaran masyarakat. Disertasi ini bertujuan untuk memberikan evaluasi terpadu terhadap kemajuan Indonesia menuju eliminasi hepatitis B melalui tiga komponen penelitian komplementer: (1) analisis tren temporal dan spasial infeksi HBV, skrining, dan cakupan vaksinasi bayi baru lahir; (2) pengembangan dan penerapan model transmisi SIVRM (Susceptible–Infected–Vaccinated–Recovered–Mortality) yang diperluas; dan (3) penilaian pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) di antara pasien hepatitis B. Tren temporal dan distribusi spasial infeksi HBV, skrining, dan cakupan vaksinasi bayi baru lahir diperiksa menggunakan kumpulan data nasional, dengan analisis temporal dilakukan di SPSS-27 dan pengelompokan spasial dianalisis di ArcGIS Pro menggunakan statistik Global Moran's I dan LISA. Temuan mengungkapkan pola HBV yang berfluktuasi dari waktu ke waktu dan kesenjangan geografis yang signifikan, dengan klaster provinsi berisiko tinggi memerlukan intervensi yang ditargetkan. Model SIVRM yang diperluas yang terdiri dari 14 kompartemen dibangun untuk membedakan transmisi vertikal dan horizontal, menggabungkan dinamika vaksinasi, kehilangan kekebalan, dan reaktivasi HBV di antara individu yang pulih. Parameter dipasang menggunakan data BPJS Kesehatan (2019–2023), dan derivasi analitik menghasilkan angka reproduksi dasar (R0) sebesar 4,39, yang menunjukkan penularan berkelanjutan yang berkelanjutan. Proyeksi simulasi menggunakan MATLAB 2018 menunjukkan bahwa strategi pengendalian saat ini tidak cukup untuk mencapai eliminasi pada tahun 2030; namun, analisis skenario menunjukkan bahwa meningkatkan cakupan vaksinasi orang dewasa hingga setidaknya 59%, di samping vaksinasi bayi baru lahir sebesar 70%, dapat mengurangi R0 menjadi 0,90 dan secara substansial mengurangi beban penyakit. Survei KAP cross-sectional terhadap 128 pasien hepatitis B di Jakarta menemukan kesadaran keseluruhan yang moderat, dengan skor KAP rata-rata 51,31 (65,0% dari total skor). Pengetahuan, sikap, dan domain praktik juga menunjukkan kinerja moderat, menyoroti kesenjangan dalam pemahaman pasien. Kesalahpahaman substansial tetap ada mengenai gejala (10,9%), rute penularan (10,2%), dan komplikasi (18,8%). Terlepas dari sikap positif yang umum, praktik berisiko tetap ada, dengan 46,1% melaporkan berbagi barang-barang pribadi yang dapat memfasilitasi penularan. Tingkat pendidikan muncul sebagai penentu utama kesadaran, dengan pasien yang memiliki pendidikan tinggi menunjukkan pengetahuan yang jauh lebih baik dan skor KAP secara keseluruhan dibandingkan dengan mereka yang berpendidikan lebih rendah. Korelasi positif yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan praktik menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran dapat meningkatkan perilaku pencegahan. Secara kolektif, temuan ini menyoroti kesenjangan epidemiologis yang terus-menerus, strategi imunisasi yang tidak memadai, dan faktor risiko perilaku yang sedang berlangsung. Penguatan surveilans, perluasan program vaksinasi orang dewasa, kebijakan intervensi regional yang adil, dan inisiatif pendidikan yang ditargetkan sangat penting untuk memajukan upaya eliminasi hepatitis B di Indonesia.

Hepatitis B virus (HBV) remains a major public health concern in Indonesia, and achieving the World Health Organization’s target of elimination by 2030 requires strengthened epidemiological understanding, predictive modeling, and assessment of community awareness. This dissertation aimed to provide an integrated evaluation of Indonesia’s progress toward hepatitis B elimination through three complementary research components: (1) temporal and spatial trend analysis of HBV infection, screening, and newborn vaccination coverage; (2) development and application of an extended SIVRM (Susceptible–Infected–Vaccinated–Recovered–Mortality) transmission model; and (3) assessment of knowledge, attitudes, and practices (KAP) among hepatitis B patients. Temporal trends and spatial distribution of HBV infection, screening, and newborn vaccination coverage were examined using national datasets, with temporal analysis conducted in SPSS-27 and spatial clustering analyzed in ArcGIS Pro using Global Moran’s I and LISA statistics. Findings revealed fluctuating HBV patterns over time and significant geographic disparities, with high-risk provincial clusters requiring targeted intervention. An extended SIVRM model comprising 14 compartments was constructed to distinguish vertical and horizontal transmission, incorporate vaccination dynamics, loss of immunity, and HBV reactivation among recovered individuals. Parameters were fitted using BPJS Kesehatan data (2019–2023), and analytical derivations produced a baseline reproduction number (R0) of 4.39, indicating ongoing sustained transmission. Simulation projections using MATLAB 2018 showed that current control strategies are insufficient to achieve elimination by 2030; however, scenario analysis demonstrated that increasing adult vaccination coverage to at least 59%, alongside newborn vaccination at 70%, could reduce R0 to 0.90 and substantially reduce disease burden. A cross-sectional KAP survey of 128 hepatitis B patients in Jakarta found moderate overall awareness, with a mean KAP score of 51.31 (65.0% of the total score). Knowledge, attitude, and practice domains also showed moderate performance, highlighting gaps in patient understanding. Substantial misconceptions persisted regarding symptoms (10.9%), transmission routes (10.2%), and complications (18.8%). Despite generally positive attitudes, risky practices persisted, with 46.1% reporting sharing personal items that may facilitate transmission. Educational level emerged as a major determinant of awareness, with patients holding higher education showing markedly better knowledge and overall KAP scores compared with those with lower education. Significant positive correlations among knowledge, attitudes, and practices indicated that improved awareness may enhance preventive behaviors. Collectively, these findings highlight persistent epidemiological disparities, inadequate immunization strategies, and ongoing behavioral risk factors. Strengthened surveillance, expanded adult vaccination programs, equitable regional intervention policies, and targeted educational initiatives are essential to advance hepatitis B elimination efforts in Indonesia.
Read More
D-605
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive