Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38859 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mutiarini Sugianto; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Peter Pattinama, Pujiyanto, Soegeng Hidayat, Heru Kusumanto
Abstrak:

Rumah Sakit Pusat Raden Said Sukanto yang disebut Rumah Sakit Sukanto adalah badan pelaksana pada dinas kedokteran dan kesehatan Polri. Salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan perawatan pasien rawat inap dan rawat jalan. Selama periode triwulan II/2002 telah melayani perawatan pasien rawat inap untuk anggota dinas dan keluarga sebanyak 3.512 orang dan pasien rawat jalan sebanyak 26.611 orang. Dalam kegiatan operasionalnya, RS. Sukanto belum dapat mencukupi kebutuhan obat-obatan untuk anggota dan keluarga.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rata-rata beban biaya obat untuk anggota dinas dan keluarga di rawat inap dan rawat jalan serta total beban biaya obat-obatan yang selama ini dikeluarkan oleh pasien dinas dan anggota keluarga. Desain penelitian ini adalah survei untuk menghitung total beban biaya obat di rawat inap dan rawat jalan selama periode triwulan II/2002.Teknik pengumpulan data adalah dengan abstrasi catatan medik selama 6 hari (15 April -20 April 2002) selanjutnya analisa dilakukan melalui uji t atau uji Anova dan uji Kai Kuadrat dengan bantuan perangkat lunak (SPSS).Dari hasil perhitungan didapatkan rata-rata beban biaya obat rawat jalan sebesar Rp.39.587 dirawat inap sebesar Rp.110.171 sehingga total beban biaya obat di rawat inap dan rawat jalan pada triwulan II/2002 adalah sebesar Rp. l. 440.370.209,- dukungan anggaran dinas untuk obat-obatan sebesar Rp.798.249.900,-(55%) sisanya Rp.640.120.309,-(45%) ditanggung oleh pasien dinas sendiri.Dari keseluruhan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlu adanya penyempurnaan pengolahan dan perencanaan obat baik ditingkat MABES (DISDOKKES) maupun Rumah Sakit Sukanto, serta peninjauan kembali perhitungan proporsi DPK yang selama ini dipotong 2% dari setiap anggota POLRI.


 

Raden Said Sukanto Police Department General Hospital is working committee on Medical and Health Service of Indonesian Police Department (POLRI), which one activity organizing health care, for ambulatory patient and in-patient.This hospital on second quarterly 2002 had been serving member ships of police office and their families for staying care around 3.512 person and ambulatory care as much as 26.611 patients. Sukanto Hospital could not fulfill the over drugs for policemen and their families.The objective of research is to knowing the cost charge average and total cost of medical supply that Police Department spends for policemen and their families at ambulatory care and room care.Research design is taking survey for calculating the total cost and the cost average of medical supply at ambulatory care and room care on second quarterly 2002. While, medical record abstraction have required for collecting of data, as long as six days, in the middle of April until 20 th April 2002. Furthermore, the researcher carried our univariat analysis by t-test or anova or chi-square with assisting SPSS.From those analysis was found that the cost charge average of medical supply in ambulatory care was Rp.39.587,- whereas in room care was Rp. 1.440.370.209,-, with the result that, the total cost both of its, on second quarterly 2002 was Rp.1.743.613.511,-. The department just only could expensed Rp.798.249.900, - (55%), and less of fund, about Rp.612.120.309, - (45%) became responsible for patients.Conclusion of these research could explained that MABES or Sukanto Hospital necessary to make conduct preparation of medical supply with good planning, and the hospital has to make judgment in medical cost by implementation of reference system in main level or region level. Finally, in order to the membership of police office and their families didn't have much charge, the hospital has to increase quality of service and has to rise good image, as good hospital for membership of police office.

Read More
B-632
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purwadi; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Yuli Prapanca Satar, Trisna Murti Mudijana
Abstrak:
Faktor penentu yang berhubungan dengan terjadinya pembengkakan restitusi dan jumlah pemohon yang tidak prosedural dari tahun ke tahun antara lain adalah adanya persepsi masyarakat Polri terhadap citra Rumkitpus Polri RS Sukanto yang kurang baik yaitu adanya stigma negatif terhadap rumah sakit tersebut. Untuk mengetahui hubungan antara citra Rumkitpus Poiri RS. Sukanto dan pengajuan restitusi diantara anggota Polri kesatuan Markas Besar dan Polda Metro Jaya, telah dilakukan penelitian kros seksional dan penelitian kualitatit terhadap 190 orang sampel anggota Polri di Jakarta. Sampel diambil secara proportional stratified random sampling. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data tentang persepsi terhadap citra dan pengetahuan tentang restitusi, sedangkan data tentang restitusi lainnya diperoleh dari studi literatur. Teknik analisis yang digunakan adalah : uji chi square, menghitung odds ratio dengan confidence interval 95 %, uji korelasi Spearman's rho dan analisis regresi logistik dari program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (56,8 %) memiliki persepsi terhadap citra yang baik dan sebanyak 43,2 % responden memberikan persepsi buruk terhadap citra Rumkitpus Polri RS. Sukanto. Sebagian besar responden (64,7 %) tahu tentang restitusi. Sebanyak 117 orang (61,6 %) responden pernah mengajukan restitusi dan sebagian besar (86,3 %) diantaranya tidak prosedural. Dana yang dikeluarkan untuk membayar restitusi pada setiap tahunnya cenderung meningkat. Terdapat hubungan yang bermakna (p < 0,05) antara kepangkatan dengan citra p= 0,012; OR= 0,23. Hubungan tersebut menunjukkan korelasi positif dan bermakna, dimana r= 0, 182; p= 0,012. Variabel citra berhubungan bermakna dengan restitusi, dimana p= 0,038; OR= 0,784. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan nilai p= 0,046; OR= 0,146: CI 95% 0,048-0,274. Terdapat perbedaan persepsi terhadap citra Rumkitpus Polri RS Sukanto di kalangan anggota Polri kesatuan Markas Besar dan Polda Metro Jaya berdasarkan kepangkatan dan terdapat hubungan antara citra Rumkitpus Poiri RS Sukanto dan pengajuan restitusi diantara anggota Polri kesatuan Markas Besar dan Polda Metro Jaya. Disarankan konsisten dan tegas dalam menerapkan ketentuan pangajuan restitusi dan meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki tingkat kecocokan, memperbaiki tingkat kedekatan serta perbaikan manajemen rumah sakit. Daftar Pustaka : 26 (1983-2003)

Relation Between Image of Rumkitpus Polri Rs. Sukanto and Proffering of Restitution Among Member Police Unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya of Year 2003Determinant related to the happening of improvement of applicant amount and restitution which not procedural from year to year for. Example is the existence of perception of Polri to image of Rumkitpus Polri of RS Sukanto un favorable that is existence of negative stigma to hospital. To know relation among image of Rumkipus Polri of RS Sukanto and proffering of restitution among Police member unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya, have been conducted by research of sectional kros and research qualitative to 190 people of sampel Police member in Jakarta. Sample taken by proportional sampling random stratified. Questioner used to get data about perception to knowledge and image about restitution, while data about other restitution obtained from literature study. Analysis technique the used is : test of chi square, calculating ratio odds with international confidence 95%, correlation test of Spearman?s analysis and rho of regression logistics of program of SPSS. Result of research indicate that most responder ( 56,8%) owning perception to good image and counted 43,2% responder give ugly perception to image of Rumkitpus Polri of RS. Sukanto. Most responder ( 64,7%) knowing about restitution. Counted 117 people ( 61,6%) responder have raised restitution and most ( 86,3%) among others [do] not procedural. Fund released to pay for restitution in each its year tend to increase. There are relation having meaning of (p < 0,05) among rank with image of p= 0,012; OR= 0,23. The relation show positive correlation and have a meaning of, where r= 0, 182; p= 0,012. image variable correlate to have a meaning of with restitution, where p= 0,038; OR= 0,784. Result of analysis of regression logistics show value of p= 0,046; OR= 0,146: Cl 95% 0,048 - 0,274. There are difference of perception to image of Rumkitpus Polri of RS Sukanto among Police member Unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya pursuant to rank and there are relation among image of Rumkitpus Polri of RS Sukanto and proffering of restitution among Police member unity of Headquarter and of Polda Metro Jaya. Is suggested by consistence and coherent in applying rule of proffering of restitution and improve the quality of service, improve storey of agreement, improve contiguity storey and also repair of hospital management. Bibliography : 26 ( 1983-2003)
Read More
B-775
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maulia Mardini; Pembimbing: Ahmad Hardiman; Penguji: Mieke Savitri, Ahmad Hardiman, Engkus Kusdinar Achmad, Soegeng Hidayat, Trisna Murti Mudijana
Abstrak:
Kepuasan pasien merupakan suatu ketimpangan antara harapan dan kenyataan masing-masing individu terhadap pelayanan yang dirasakan dan diterima. Apabila jasa yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapkan maka mutu dipersepsikan baik dan memuaskan sebaliknya bila pelayanan yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan maka mutu pelayanan dipersepsikan buruk. Dengan demikian baik tidaknya mutu pelayanan tergantung dari kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi kebutuhan harapan pelanggannya secara konsisten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumkitpolpus RS Sukanto sesuai dengan karakteristik dan kelas perawatan pasien dengan metode Servqual terhadap pelayanan rawat inap. Pengukuran tingkat kepuasan dilakukan terhadap 191 responden dari berbagai tingkatan kelas dan ruang perawatan melalui pengisian kuesioner. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer dengan analisis univariat dan bivariat serta tingkat kesesuaian antara harapan dan kenyataan tentang pelayanan yang diterima pasien ruang rawat inap yang tergambar dalam importance performance analysis. Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden yang puas sebesar 37,7% sedangkan yang tidak puas sebesar 62,3%. Rata-rata harapan pasien adalah 3,51, dan rata-rata kenyataan yang diterima pasien adalah 3,32 dengan tingkat kesesuaian 94,63. Faktor-faktor yang menjadi prioritas utama (kuadran A) yang menjadi kelemahan dalam pelayanan rawat inap di Rumkitpolpus RS Sukanto adalah bagian admission yang meliputi prosedur yang cepat dan tepat, kenyamanan dan keamanan dalam pelayanan serta keadaan ruangan rawat inap yang meliputi ruangan yang bersih dan nyaman, kebersihan tempat tidur dan seprei serta kebersihan kamar mandi dan WC. Terdapat 3 faktor yang terdapat di kuadran B yang perlu dipertahankan dan perlu terus ditingkatkan kualitasnya. Menyarankan kepada pihak Rumkitpolpus RS Sukanto untuk memberdayakan tim Gugus Kendali Mutu (GKM) guna memantau dan mengevaluasi mutu layanan di setiap unit layanan, memberi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk mengikuti Diktat tentang mutu layanan, membuat petunjuk teknis berupa standar penerimaan pasien yang jelas dan terperinci sehigga semua petugas dapat mengerti dan memahami tugasnya dengan baik. Diharapkan RS dapat membuat jadwal bezoek yang ketat sehingga pasien merasa lebih nyaman dan aman. Diadakannya lomba kebersihan di setiap ruang perawatan dengan imbalan insentif bagi setiap karyawan sehingga mereka termotivasi untuk meningkatkan kebersihan ruangannya.

Patient satisfaction is the gap between perceived service and expected service. Good quality will be accepted if the perceived service is appropriate with patient's expectation, on the other hand if the perceived service is lower than what patient expects, service quality must be bad. Good and bad service quality depends on provider's ability on providing the expected service to the customer continuously. The aim of this study is to gain the description of patient satisfaction level in inpatient ward at RS Sukanto Police Department Hospital Center in 2002 based on patient characteristics and class of inpatient service. The measurement of satisfaction level was conducted to 191 subjects of vary classes at inpatient ward through filling in the questionnaire. This study was a cross sectional design which used primary data with univariate and bivariate analysis and appropriateness level between expectation and perception service among patients at inpatient ward which depicted by the importance performance analysis (Kartesius Diagram). The result of this study showed that the proportion of satisfied patients were 37,7%, while unsatisfied patients were 62,3%. On average, patient expectation level was 3,51 and patient perception of service was 3,32 with appropriateness level was 94,36%. The priority factor (Quadrant A) that becomes the weakness of inpatient service at RS Sukanto Police Department Hospital Center were admission service as follows: quick and accurate procedure, security and comfortable service, and condition at inpatient ward including bed and sheet cleanliness as well as bathroom and toilet cleanliness. There were 3 factors on Quadrant S that needs to be kept and increased its quality. It is recommended to Raden Said Sukanto Police Department Hospital Center to empower the team of quality control circle on every unit, giving chance to the health providers to increase their knowledge about service quality, to make a clear and detail technical report and standard operational procedure, so every employee in hospital could understand and recognize their duty well. It is gratefully honor to the hospital to make tight schedule of patient visit so the patient could feel comfort and secure. Cleanliness competition should be held in every inpatient ward by rewarding every employee an incentive payback so they will be motivated to keep their room cleaned.
Read More
B-575
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Dewi Windrati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Pujiyanto, Hanun Ernatyaswati
Abstrak:

Meningkatnya biaya kesehatan membuat PT Pelindo II mengubah sistem jaminan pemeliharan kesehatan untuk karyawan, pensiunan dan keluarganya dari sistem _/Zee for service menjadi bentuk asuransi dengan premi tertentu. Untuk itu PT Pelindo II menunjuk Bapel JPKM RSPJ sebagai asuradumya. Setelah berjalan hampir tujuh tahun RS. Pelabuhan Jakarta mengalami dCfiSil yang cukup signifikan. Sejak tahun 2007 Bapel memberlakukan kapitasi untuk PPK I di RS. Pelabuhan Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran utilisasi pelayanan kesehalan dan mengevaluasi biaya obat berdasarkan karakteristik pasien di PPK I hanya dibatasi tentang analisis biaya pelayanan kesehatan berdasarkan karakteristikdi PPK I pada pasien JPKM tahun 2007. Metode penelitian yang digunakan aclalah metode survey operasional dengan pendekatan kuantitatif dimana populasi adalah pcscrta Bapel JPKM RSP] tahun 2007 dan sampel penelitian adalah peserta yan mcnggunakan PPK I tahun 2007. Hasil penelitian menunjukkan utilisasi PPK I adalah 28,4%. Dari kapitasi tahun 2007 sebesar Rp. 2.2l7_999.700,- terjadi kerugian sebesar 17,8%. Faktor umur, domisili, dan kelas jabatan atau status pegawai memiliki hubungan bermakna terhadap tingginya biaya obat di PPK I, sehingga diperlukan penghematan biaya obat di rawatjalan. RSPJ sebagai penerima kapitasi sebaiknya melakukan review utilisasi terhadap penggunaan biaya kapitasi disemua PPK yang ada.


Increasment in health services cost make PT. Pelindo II change their health savety net system from fee for service to insurance form with certain premi for the employees. pensioners and their family. In order to that, PT. Pelindo II chose Bapel J PKM as the provider. Aiier runs almost seven years, RS. Pelabuhan Jakarta had a significant deficit, so in 2007 Bapel applied capitation for PPK I in RS. Pelabuhan Jakarta. This research aim is to viewed the health services utilization and evaluate the medication cost in which only on analyzing health services cost by the characteristic of patients in PPK I especially JPKM patiens in 2007. Research conducted in operational survey methode with quantitative approach for which the population arc participants of Bapel JPKM RS. Pelabuhan Jakarta in 2007, and the sample of this research are PPK I users in 2007. Result of this research shows utilization of PPK I is 28,4 percent, and Rp.2.2l7.999.700,- from the capitation in 2007 means 17,8 percent loss. The age factor, place of stay, and employee status has a significant correlation to the increasment of medication cost in PPK I, that is why the medication cost in out- patient unit has to be reduce. According to that. RS. Pelabuhan, as the capitation reception, needs to overview the utilization within users of capitation in all existing PPK in RS. Pelabuhan Jakana.

Read More
B-1117
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maringan T.H. Simanjuntak; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Peter AW Pattinama, Yuyun Kurniasih
Abstrak: Latar Belakang Dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar baik internal maupun eksternal, maka pembangunan Nasional khususnya pembangunan Kesehatan harus dapat menjawab tantangan tersebut yang di jabarkan melalui visi Indonesia Sehat 2010. Lebih spesifik lagi dalam bidang pelayanan kesehatan visinya adalah Pelayanan Medik Prima 2010, dengan misi yang khusus mengenai perumah sakitan adalah di antaranya ” Mempersiapkan Sistim Rumah Sakit dan Sarana Kesehatan dalam Menghadapi Perubahan akibat Globalisasi dan Desentralisasi”. Untuk turut mendukung tercapainya Misi tersebut Rumah Sakit di jajaran kesehatan Angkatan Darat melakukan pelayanan terhadap masyarakat umum dengan berpedoman kepada etika perumahsakitan yang ada. Rumah Sakit Salak Bogor yang merupakan bagian dari Rumah Sakit di jajaran Angkatan Darat perlu menyusun perencanaan strategi untuk menselaraskan dengan Misi pemerintah tentang pelayanan Kesehatan. Tujuan Untuk keperluan penyusunan perencanaan strategi Rumah Sakit Salak Bogor periode 2006 – 2010 dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh baik eksternal maupun internal. Metode Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian operasional dengan deskriptif analitik melalui pendekatan kualitatif. Hasil Llingkungan eksternal, peluang : Politik, Ekonomi, Sosial, Demografi, Geografi, Pemasok dan Pelanggan, untuk Ancaman : Teknologi dan Pesaing. Lingkungan internal, kekuatan : Visi & Misi, SDM, Produk layanan, Pemasaran dan Keuangan, untuk kelemahan : Fasilitas Fisik, Organisasi dan Sisitim Informasi. Pada formulasi strategi tahap input dengan matriks EFE dan IFE, tahap penentuan posisi dengan matriks IE Hold and Maintain dan matriks SPACE Competitive, selanjutnya dilakukan matching dengan pilihan strategi Product Development dan Market Penetration, pada tahap keputusan dengan QSPM nilai TAS tertinggi pada Product Development pilihan produk layanan Tim Ambulan Cepat. Kesimpulan Strategi terpilih yang direkomendasikan adalah Product Development dengan produk layanan Tim Ambulan Cepat. Kata kunci : Rencana strategi, product development, Tim Ambulan Cepat
Background In the face of various elementary strategic challenges and as well as internal external changes, National development especially health development should be able to answer the challenges which is formulated by Indonesia Sehat 2010 vision. More specifically the vision of health service is Pelayanan Medik Prima 2010, with one of the special missions regarding hospital services “ Drawing up Hospital systems and Health Media in the face of changes due to Globalization and Decentralization. In order to participate in achieving the mission, Salak Hospital Bogor as an integral part of the Indonesian Army Health services, carries out health services to the public based on conducts the existing ethics. As a consequence Salak Hospital Bogor has to set up a strategic planning. Objective A research on the internal and external influencing factors was done to formulate the Salak Hospital Bogor Strategic Planning for 2006 – 2010. Methods The research method taken is an operational research with descriptive analysis by qualitative approach. Results The external factors are, opportunity : politic, economics, social, demography, geography, customer and supplier. Threat : technological and competitor. The internal factors comprise of Strength : mission and vision, human resources, service product, finance and marketing. Weaknesses : physical facility, organizational and information systems. The input stage of the strategic formulation uses EFE and IFE matrix, the determining stage of position Hold and Maintain with IE matrix, Competitive with SPACE matrix, further stage conducted by matching with strategy choice product development and market penetration, the decision stage uses QSPM with highest TAS value at product development is Rapid Team Ambulance. Conclusions The strategic recommended is product development with Rapid Team Ambulance. By implementing the selected strategy into the annual work plan, Salak Hospital Bogor will be able to improve his performance gradually and continuously. Keywods : Strategic plan, product development, Rapid Team Ambulance.
Read More
B-915
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuniar Sukmawati; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Pujiyanto, Diah Setia Utami, Riza Sarasvita
B-1601
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Laras Suminar; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Ede Surya Darmawan, Vetty Yulianty Permanasari, Franz Sinatra Yoga, Purwa Kurnia Sucahya
Abstrak:

Tantangan yang dihadapi RSU GMC dalam mengelola biaya pelayanan kesehatan, khususnya pada tindakan operasi pterygium yang memiliki variasi rawat inap dan rawat jalan pada pelayanannya, di tengah sistem pembayaran berbasis INA-CBGs BPJS Kesehatan yang seringkali tidak mencerminkan biaya riil pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya satuan dan tingkat pemulihan biaya (Cost Recovery Rate/CRR) pada layanan operasi pterygium di RSU GMC, Pesawaran Lampung tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis biaya menggunakan metode Double Distribution dan Relative Value Unit (RVU), serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kunci di rumah sakit. Data yang dikumpulkan meliputi biaya investasi, operasional, dan pemeliharaan untuk seluruh unit terkait selama tahun 2024, baik biaya langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan RSU GMC untuk seluruh pelayanan rumah sakit pada tahun 2024 mencapai Rp18,4 miliar, dengan proporsi terbesar dialokasikan untuk biaya operasional (74%), diikuti investasi (25%) dan pemeliharaan (1%). Biaya satuan tindakan operasi pterygium rawat inap bervariasi menurut kelas, mulai dari Rp8.393.130 (VVIP) hingga Rp5.758.508 (kelas 3), sedangkan estimasi jika dilakukan rawat jalan sebesar Rp3.222.238 untuk metode konjungtival graft dan Rp2.680.442 untuk metode bare sclera. Terdapat selisih negatif yang signifikan antara unit cost aktual dan tarif INA CBGs, dengan tingkat pemulihan biaya (CRR) pada rawat inap hanya 80-87% dan rawat jalan 49-58%. Rekomendasi penelitian yaitu evaluasi ulang terhadap perjanjian KSO alat operasi, pengkajian ulang jasa medis, serta optimalisasi utilitas SDM dan ruang operasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tarif INA CBGs belum mampu menutupi biaya riil pelayanan operasi pterygium di RSU GMC, baik pada layanan rawat inap maupun rawat jalan, sehingga diperlukan evaluasi biaya rumah sakit dan efisiensi internal agar keberlanjutan dan mutu pelayanan tetap terjaga. 


 

The main challenge faced by RSU GMC in managing healthcare service costs is related to providing pterygium surgery, which includes both inpatient and outpatient care, within the limitations of the INA-CBGs payment system under BPJS Kesehatan that often does not reflect the actual service costs. This study aims to analyze the unit cost and cost recovery rate (CRR) of pterygium surgery services at RSU Gladish Medical Center (GMC) Pesawaran, Lampung, in 2024. The research applies a case study method with a quantitative approach using cost analysis based on the Double Distribution and Relative Value Unit (RVU) methods, supported by a qualitative approach through in-depth interviews with key hospital informants. The data collected include investment, operational, and maintenance costs for all related units in 2024, covering both direct and indirect costs. The results show that the total hospital expenditure in 2024 reached IDR 18.4 billion, with the majority allocated to operational costs (74%), followed by investment (25%) and maintenance (1%). The unit cost of inpatient pterygium surgery varied by class, from IDR 8,393,130 for VVIP to IDR 5,758,508 for Class 3. For outpatient procedures, the estimated cost was IDR 3,222,238 for the conjunctival graft method and IDR 2,680,442 for the bare sclera method. There is a significant negative gap between the actual unit cost and the INA-CBGs tariff. The CRR for inpatient care ranges from 80% to 87%, while for outpatient care it is lower, between 49% and 58%. Based on these findings, it is recommended that the hospital conduct a comprehensive review of the surgical equipment partnership agreement, reassess medical service fees, and optimize the use of human resources and operating room capacity. This study concludes that the INA-CBGs tariff does not sufficiently cover the actual costs of pterygium surgery at RSU GMC, for both inpatient and outpatient services. Therefore, regular cost evaluation and internal efficiency improvements are crucial to maintain the sustainability and quality of healthcare services.

Read More
B-2544
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lucya Agung Susilawati; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Pujiyanto; Kamaruzzaman, Sandi Iljanto
B-964
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lesli Tamarina Khiat; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yosefa Rumbawati Indrayani, Emmy Salman
Abstrak:

ABSTRAK Dalam usaha untuk meningkatkan kualitas SDM terutama para manajer Rumah Sakit anggota Hermina Hospital Group adalah dengan mengetahui hubungan antara kompetensi, beban kerja dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara variabel kompetensi, beban kerja dan kinerja manajer di RS anggota Hermina Hospital Group tahun 2013. Metode penelitian dilakukan dengan metode SEM-PLS (Structured Equation Model - Partial Least Squares). Hasil yang didapatkan adalah adanya hubungan langsung dan tidak langsung yang positif dan signifikan antara kompetensi dengan kinerja, adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi dengan beban kerja, serta adanya hubungan yang positif dan tidak signifikan antara beban kerja dengan kinerja.


 

 ABSTRACT This thesis designed to improve the quality of human resources, focusing on the managers of hospital branches of Hermina Hospital Group. The limit set on to investigate the relationships between competence, workload and performance. This study aimed to determine the direct and indirect effect as well as the number between competence, workload and performance of managers at hospital branches of Hermina Hospital Group in 2013.The research method was conducted using SEM-PLS (Structured Equation Model - Partial Least Squares). The research was able to obtained results of a direct and indirect relationships which are positive and with significant correlation between competence and performance, a positive ad significant relationship between competence and workload, as well as a positive and not significant relationship between workload and performance.

Read More
B-1534
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuri Pertamasari; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-840
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive