Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28894 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Berita Epidemiologi, Kwartal II 1995, hal. 5-15
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas Indonesia (MKMI), th. XIX, No.8, 1991, hal. 431-454
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XIX, No. 8, Jan. 1991, hal. 433-554, ( Cat. ada di bendel 1991-2001 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Departemen Kesehatan
658.04 IND k
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 1982
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zilka Ilmi; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Dadan Erwandi, Tri Noviati, Ibnu Uzail Yamani
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Zilka Ilmi Program Studi : Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Analisis Nilai Fire Load sebagai Acuan Proteksi Kebakaran di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo Tahun 2018 Fire load merupakan jumlah energi yang dilepaskan seluruh material pada saat terjadi kebakaran dalam suatu ruangan. Keparahan akibat kebakaran akan meningkat jika fire load bangunan lebih besar. Bangunan rumah sakit merupakan salah satu gedung yang memiliki risiko tinggi terjadi kebakaran. Beberapa kegiatan perawatan medis di ICU, ruang operasi dan ruangan terapi pasien tertentu juga melibatkan peralatan dan hal-hal yang kompleks yang dapat menyebabkan timbulnya kebakaran. Untuk menjamin tingkat keandalan serta keselamatan bangunan maka perlu dilakukan pengelolaan bahaya kebakaran dengan baik dan terencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai fire load sebagai acuan proteksi kebakaran di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan komparatif dengan membandingkan kondisi pada objek penelitian dengan hasil survei terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata – rata fire load density ruang ICU dan kamar operasi adalah 210,968MJ/m 2 . Hasil pengukuran ini masih dalam rentang fractile 80% pada survey yang dilakukan oleh Eurocode1 pada tipe kamar di rumah sakit. Nilai ini berada dalam nilai yang aman. Nilai fire load tidak bisa dijadikan acuan tingginya tingkat fire risk. Untuk mengetahui fire risk perlu memperhitungkan ventilasi dan fire ignition nya. Dari hasil penelitian, disarankan sebaiknya pihak rumah sakit melakukan perbaikan terhadap sistem proteksi kebakaran dan sarana evakuasi agar dapat diandalkan jika terjadi kebakaran sehingga mampu mengurangi risiko bahaya kebakaran. Kata Kunci : Fire load, sistem proteksi, rumah sakit


ABSTRACT Name : Zilka Ilmi Department : Occupational Safety and Health Judul : The Analysis of Fire Load Value as Fire Protection at RSUD Pasar Rebo in 2018 Fire load is the total of energy which is released throughout from the material during fire in a room. The fire severity will increase while the fire load of building is higher. The hospital is one of buildings that having high fire risk. Some activities in the ICU and operating room has equipment and complex things that can cause a fire. To guarantee the level of reliability and safety of buildings, its necessary to manage of fire hazards well and planned. The aim of this study was to analyze fire load value as protection fire at RSUD Pasar Rebo. This study was descriptive study and comparative by comparing the conditions in the object of research with the results of previous surveys. The result of this study showed that the average of fire load density value in ICU and operating room was 210,968 MJ/m 2 . This value is still in fractile range of 80% in a survey by Eurocode 1. It means that value is in safe value. Fire load value can not be used as fire risk level. Take into account the ventilation and fire ignition for calculate the fire risk. Therefore, the management should improvements the fire protection system and evacuation facilities to be reliable during fire so as to reduce the risk of fire hazards. Keywords : Fire load, protection system, hospital

Read More
T-5229
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sammy Fattah Hidayat; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Dumliah Ayuningtyas, Yuli Prapancha Sattar
Abstrak:

ABSTRAK

Rumah Sakit Islam Sari Asih Ar Rahmah (RSISAA) adalah Rumah Sakit non profit yang didirikan dalam rangka melayani kaum dhuafa yang ada di kota Tangerang. Sebagai rumah sakit yang baru beroperasi pada bulan November 2011 maka RSISAA dituntut untuk meningkatkan kinerjanya dengan baik. Banyak studi (Denison, 1990; Goffee & Jones, 1998, Robins, 1996) mengindikasikan bahwa perbaikan budaya organisasi akan meningkatkan efektivitas suatu organisasi. Berdasarkan wawancara singkat penulis dengan direktur rumah sakit didapatkan beberapa masalah seperti ketidakdisiplinan pegawai yang berulang dan teguran surat peringatan yang dirasakan tidak adil mengindikasikan adanya masalah budaya di RSISAA. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan budaya organisasi yang disepakati oleh seluruh stakeholder dengan menggunakan pendekatan kerangka persaingan nilai (Competing Value Framework) di RSISAA. Selain itu juga untuk melihat apakah ada inkongruensi budaya organisasi antara tenaga manajerial dan tenaga medis juga antar kriteria budaya. Penelitian ini merupakan suatu studi survei penelitian analitik dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sebagai subyek penelitian adalah yang termasuk kategori tenaga medis dan manajerial di RSISAA dengan jumlah sampel minimal 20% dari populasi yang dianggap dapat mewakili seluruh populasi dengan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memastikan keabsahan penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Organization Culture Assessment Instrument (OCAI) menilai 6 kriteria budaya yaitu 1.) Karakter Dominan, 2.) Kepemimpinan Organisasi, 3.) Manajemen Personel, 4.) Perekat Organisasi, 5.)Strategi yang ditekankan dan 6)Kriteria Keberhasilan secara kuantitatif dan disajikan dalam bentuk grafik serta dummy table mengikuti kerangka persaingan nilai (Competing Value Framework) meliputi 4 tipe budaya dominan yaitu : 1.) Budaya Klan, 2.) Budaya Adhokrasi, 3.) Budaya Pasar dan 4.) Budaya Hierarki. Lalu hasil analisa meliputi : 1.) Kekuatan Budaya, 2.) Kesenjangan budaya saat ini dan yang diharapkan dan 3.) Kongruensi Budaya. Dari penelitian ini ditemukan adanya dominasi budaya klan pada seluruh pegawai juga pada tenaga medis dan manajerial dengan kekuatan budaya yang lemah. Tampak adanya kecenderungan menuju budaya klan yang lebih kuat sebagai tipe budaya yang kuat korelasinya dengan efektivitas organisasi. Untuk memperkuat budaya klan dapat memanfaatkan nilai sesuai konsep budaya organisasi islami (Alamsyah 2002) yang berkorelasi dengan budaya klan meliputi ikhlas, jujur, menuntut ilmu, sabar, ta?awun (kerja tim) dan lain-lain Kongruensi budaya cukup baik antara tenaga medis dan manajerial akan tetapi yang perlu diwaspadai adalah makin melebarnya jarak budaya terutama pada budaya adhokrasi dan hierarki mengindikasikan potensi konflik. Didapatkan juga miskomunikasi antara persepsi direktur dan seluruh pegawai tentang budaya organisasi. Hasil dari OCAI ini dapat dijadikan bahan masukan untuk RSISAA memperbaiki budaya organisasi agar lebih menunjang efektivitas organisasi .


 

ABSTRACT

 Sari Asih Ar Rahmah Islamic Hospital is a non profit hospital for the poor in the city of Tangerang. As a new hospital that operate since November 2011, it needs to make an improvement in its performance. Based on many studies (Denison, 1990; Goffee & Jones, 1998, Robins, 1996) indicate that improvement in organization culture will result in improvement on the organization performance. From the short interview taken from the Director of Sari Asih Ar Rahmah Islamic Hospital there are many problems found including repeated employee indisciplinary act and notification letter that the employee think its unjust indicate that there is a cultural problem in that hospital. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan budaya organisasi yang disepakati oleh seluruh stakeholder dengan menggunakan pendekatan kerangka persaingan nilai (Competing Value Framework) di RSISAA. Selain itu juga untuk melihat apakah ada inkongruensi budaya organisasi antara tenaga manajerial dan tenaga medis juga antar kriteria budaya. The goal of this research is to found proper set of organization culture that can be agreed upon all stakeholder using Competing Value Framework in Sari Asih Ar Rahmah Islamic hospital. It also tried to find organization culture incongruency between management and medical employee, and also incongruency between various cultural criteria. This research can be categorized as an analytic survey study with quantitative method. Chosen for the study subject are those that can be categorized as medical and management employee in Sari Asir Ar Rahmah Islamic Hospital with minimum sampel of 20% from population. Inclusion and Exclution Criteria is also made to make sure the validity of this research. Organization Culture Assesment Instrument (OCAI) Questionaire is used to assess 6 cultural criteria including : 1.) Dominant Characteristic, 2.) Organization Leadership, 3.) Personel Management, 4,) Organization Glue, 5.) Strategic Emphasis and 6.) Success Criteria quantitatively and shown in graphic and dummy table according to Competing Value Framework into 4 culture type that is : 1.) Clan Culture, 2.) Adhocracy Culture, 3.) Market Culture and 4.) Hierarchy Culture. Analysis of organization culture including 1.) Culture Power, 2.) Discrepancey between Present Culture and Prefered Culuter and 3.) Culture Congruency. This study found that Clan Culture is dominant in all employee also including medical and management employee with a weak culture power. Also it shown tendency toward a stronger Clan Culture as a Culture type that have strong correlation to organization effectiveness. To strengthen the Clan Culture it is possible to used values based on Islamic Organization Culture (Alamsyah 2002) tha correlate strongly to Clan Culture including Ikhlas (Sincerity), Honesty, Science development, Patience, Ta?awun (teamworka) etc. There is a good Culture congruency between medical and management employee but there is a tendency toward widening cultural distance mainly in adhocracy and hierarchy culture that have a potential to cause a conflict that needs to be anticipated. Also it found a miscommunication problem between the perception of the director with all the employee about the organization culture. The result of OCAI can be made as an tools for RSISAA to fix its organization culture and supporting the organization effectiveness.

Read More
B-1366
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nyoman Dima Fajar Prawesti; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Mieke Savitri, Chandra Purnama H., I Wayan Budiana
Abstrak:

Abstrak

Pengkajian resep merupakan kegiatan farmasi klinik yang meliputi pengkajian admininstratif, kesesuaian farmasetis, dan kesesuaian klinis untuk meminimalkan terjadinya kesalahan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan dari petugas farmasi dan menganalisa hubungan karakteristik individu, motivasi, kepemimpinan, imbalan dan suber daya terhadap kepatuhan dari petugas farmasi dalam melaksanakan pengkajian resep di Rumah Sakit Umum Ganesha Tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan kuisioner yang disebar ke seluruh petugas farmasi. Total jumlah sampel sebanyak 31 orang petugas farmasi. Hasil penelitian menyatakan lebih dari setengah petugas farmasi memiliki kepatuhan kurang terhadap pelaksanaan pengkajian resep. Variabel yang mempengaruhi kepatuhan petugas farmasi dalam melaksanakan pengkajian resep adalah masa kerja p=0,003, kepemimpinan p=0,017 dan imbalan p=0,001. Perlu dilakukan manajemen SDM yang baik, evaluasi pemberian imbalan dan membuat kebijakan terkait reward serta punishment yang adil bagi petugas farmasi. Selain itu, rutin dilaksanakannya pelatihan dan pengawasan untuk mengevaluasi hasil kerja dari petugas farmasi dalam melaksanakan pengkajian resep.Kata Kunci :Kepatuhan, pengkajian resep, petugas farmasi.


Prescription screening is a clinical pharmacy activity contain of an administrative screening, pharmaceutics compatibility and clinic compatibility to minimalize medication errors. The aims of this study is to understand compliance overview from the pharmacy officer and analyze the relationship of individual characteristic, motivation, leadership, reward and resources with compliance from pharmacy officer in order to do screening prescription at Ganesha General Hospital in 2018. The method of this study was a cross sectional quantitative study using questionnaire to 31 pharmacy officer as a sample. The result of the study showed that more than half of the pharmacy officer have less compliance to prescription screening activity. The variables that affected pharmacy officer compliance in doing prescription screening was working period p 0,003, leadership p 0,017 and reward p 0,001. An effective human resource management, reward evaluation, a fair reward and punishment policyfor pharmacy officer are needed. In addition, routine training and supervision are also important to evaluate the performance of pharmacy officer in doing prescription screening.Key Words Compliance, prescription screening, Pharmacy officer.

Read More
B-2029
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amal Chalik Sjaaf
Medika, No. 3
Jakarta : [s.n.] : 1990
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yossy Syarnen; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Desi Dwirinah
S-7600
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eli Ftriati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Junadi Purnawan, Kusnanto
S-6125
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive