Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3688 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Berita Epidemiologi, Oktober 1992, hal. 30-33. ( ket. ada di bendel 1989 - 1992 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), No.59, 1989, hal. 33-35, ( cat. ada di bendel 89/90 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zakaria; Pembimbing: Syahrizal Syarif
S-1081
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Sopari; Pembimbing: Dewi Susanna, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Tris Eryando, Naiek Isnaini, Widya Anggraini
T-2665
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adinda Aisyah; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Kondisi kamar asrama pesantren dapat memicu timbulnya berbagai penyebab penyakit ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan gejala penyakit ISPA pada santri di Yayasan Tunas Mulia Bantar Gebang dan Rumah Tahfidz Siti Aminah yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 90 Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 64,4% santri di Yayasan Tunas Mulia dan Rumah Tahfidz Siti Aminah mengalami gejalaISPA, kepadatan hunian seluruh kamar dalam keadaan tidak memenuhi syarat, dan mayoritas santri telah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam pencegahan ISPA dengan baik. Secara statistik, ditemukan adanya hubungan bermakna antara variabel tingkat kelembaban (p=0,034), olahraga teratur (p=0,0001), kebiasaan membuka jendela (p=0,002), dan kepadatan hunian (p=0,000) dengan gejala ISPA. Sedangkan pada variabel mencuci tangan dengan air dan sabun, perilaku batuk, dan luas ventilasi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan risiko gejala ISPA. Pondok pesantren dapat membuat acara penyuluhan kesehatan bagi masyarakat pesantren mengenai penyebeb, faktor risiko, gejala, dan cara mencegah terjadinya ISPA serta melakukan penataan kembali pada pembagian kamar santri agar menghindari tingginya angka kepadatan hunian dan mendorong pengembangan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

The condition of Islamic boarding school dormitories can trigger the emergence of various causes of ISPA. This study aims to analyze environmental and behavioral factors associated with symptoms of ARI in students at the Tunas Mulia Bantar Gebang Foundation and Tahfidz Siti Aminah House located in West Java Province using a cross sectional study design. The research sample consisted of 90. The results showed that as many as 64.4% of students at the Tunas Mulia Foundation and Tahfidz Siti Aminah House experienced symptoms of ARI, the occupancy density of all rooms was in a state that did not meet the requirements, and the majority of students had implemented clean and healthy living behaviors in preventing ISPA well. Statistically, a significant relationship was found between the variable humidity level (p=0.034), regular exercise (p=0.0001), the habit of opening windows (p=0.002), and occupancy density (p=0.000) with symptoms of ARI. Meanwhile, the variable washing hands with soap and water, coughing behavior, and ventilation area did not have a significant relationship with the risk of ARI symptoms. Islamic boarding schools can hold health education events for the Islamic boarding school community regarding the causes, risk factors, symptoms, and ways to prevent ISPA and rearrange the distribution of student rooms to avoid high occupancy rates and encourage the development of a Clean and Healthy Behavior program.
Read More
S-11418
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Parulian Situmorang; Pembimbing: Sumengen Sutomo, Haryoto Kusnoputranto
T-1806
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irsan Monro; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Renti Mahkota, Hendry Febriana Hende
Abstrak:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas industri berat.  Kecamatan Morosi adalah daerah yang memiliki industri smelter nikel, sehingga berpotensi menyebabkan pencemaran udara dan berdampak pada kesehatan warga setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi penyebaran penyakit ISPA di Kecamatan Morosi pada tahun 2024 hingga 2025, berdasarkan karakteristik host dan faktor lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari laporan kunjungan pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Morosi tahun 2024 hingga 2025. Variabel yang dianalisis mencakup jumlah kasus penyakit ISPA, usia, jenis kelamin, status pekerjaan, serta faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus penyakit ISPA pada tahun 2025 lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.Kasus penyakit ISPA terbanyak terjadi pada usia 6–65 tahun, baik pada tahun 2024 (90,0%) maupun tahun 2025 (86,1%), laki-laki Pada tahun 2024, persentase kasus pada laki-laki mencapai 75,6% dan pada tahun 2025 sebesar 72,2%., dan mereka yang bekerja sebagai karyawan smelter. Di samping itu Faktor lingkungan yaitu; jumlah kasus yang tinggi pada jarak tempat tinggal yang dekat, bulan dan musim panas turut mempengaruhi meningkatnya kejadian penyakit ISPA.

Acute Respiratory Infections (ARI) remain a public health problem, particularly in areas with intensive industrial activities. Morosi Subdistrict is an area with nickel smelter industries, which have the potential to cause air pollution and negatively affect the health of the local population. This study aimed to describe the distribution of ARI in Morosi Subdistrict from 2024 to 2025 based on host characteristics and environmental factors. This study employed a descriptive approach using secondary data obtained from outpatient visit reports at the Morosi Primary Health Care Center (UPTD Puskesmas Morosi) from 2024 to 2025. The variables analyzed included the number of ARI cases, age, sex, employment status, and environmental factors. The results of the study show that the number of cases of ARI in 2025 is higher than in 2024. The most cases of ARI occurred in the age group of 6–65 years, both in 2024 (90.0%) and in 2025 (86.1%), men In 2024, the percentage of cases in men reached 75.6% and in 2025 it was 72.2%., and those who work as smelter employees. In addition, environmental factors, namely; the high number of cases at close residential distances, summer months and seasons also influence the increase in the incidence of ARI
Read More
S-12171
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedk Indo. (MKI), Vol.44, No.8, agustus. 1994, hal. 474-479
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sjaefudin / Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo
S-2155
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wempi Aronggear; Pembimbing: Fahmi D. Saifuddin
T-327
Depok : FKM UI, 1993
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive