Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32893 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sigit Budi Purwatmoko Sukirman; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral
T-1879
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salmaa Afkari; Pembimbuing: R. Sutiawan; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Ely Setyawati
Abstrak:
Periode balita adalah fase rentan terhadap risiko kesehatan yang dapat menghambat pertumbuhan anak serta menyebabkan kematian. Diare menjadi perhatian utama dalam kesehatan balita karena menjadi penyebab utama kematian dan penyakit pada kelompok usia tersebut, terutama di negara-negara berkembang. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 dan 2017, prevalensi diare pada balita di Indonesia cenderung stagnan, hanya mengalami sedikit penurunan dari 14,3% pada tahun 2012 menjadi 14,1% pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh antara sumber air minum dan sanitasi rumah tangga terhadap kejadian diare pada balita di Indonesia dengan menggunakan analisis propensity score matching berdasarkan data SDKI 2017. Penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain studi observasional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh anak di bawah usia lima tahun (0 - 59 bulan) yang tercatat dalam data SDKI 2017. Hasil analisis propensity score matching menemukan bahwa efek rata-rata dari layanan air minum yang tidak layak menunjukan hasil yang tidak signifikan terhadap peningkatan kejadian diare pada balita berdasarkan nilai statistic t yang dihasilkan dengan nilai efek peningkatan risiko sebesar 2,0%. Sementara itu, efek rata-rata dari layanan sanitasi yang tidak layak memenuhi nilai asumsi yang signifikan berdasarkan nilai t yang dihasilkan terhadap peningkatan kejadian diare pada balita dengan nilai efek peningkatan risiko sebesar 3,8%. Perbandingan hasil analisis propensity score matching dan analisis regresi logistik biner menunjukkan sedikit perbedaan pada nilai odds ratio yang dihasilkan, namun tidak terlihat signifikan. Temuan ini menunjukan masih diperlukan penanganan terhadap kejadian diare pada balita. Diperlukan upaya dalam penerapan program edukasi yang berfokus pada pencegahan diare untuk mengurangi kejadian diare pada balita terkait sanitasi jamban. Selain itu, diperlukan pengembangan infrastruktur dan peningkatan ketersediaan fasilitas sumber air minum dan sanitasi agar akses fasilitas dapat tercapai merata di seluruh wilayah Indonesia.

The under-five period is a phase vulnerable to health risks that can stunt a child's growth and cause death. Diarrhea is a major concern in the health of children under five as it is the leading cause of death and illness in this age group, especially in developing countries. Based on data from the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) in 2012 and 2017, the prevalence of diarrhea in children under five in Indonesia tends to stagnate, only experiencing a slight decrease from 14.3% in 2012 to 14.1% in 2017. This study aims to examine the effect of drinking water sources and household sanitation on the incidence of diarrhea in children under five years old in Indonesia using propensity score matching analysis based on the 2017 IDHS data. The research was quantitative in nature using an observational study design. The population of this study was all children under the age of five (0 - 59 months) recorded in the 2017 IDHS data. The results of the propensity score matching analysis found that the average effect of unimproved drinking water services showed insignificant results on increasing the incidence of diarrhea in children under five years of age based on the t-statistic value generated with an increased risk effect value of 2.0%. Meanwhile, the average effect of unimproved sanitation services meets the significant assumption value based on the resulting t value on the increase in the incidence of diarrhea in children under five with an increased risk effect value of 3.8%. Comparison of the results of propensity score matching analysis and binary logistic regression analysis showed a slight difference in the resulting odds ratio values, but did not appear significant. These findings indicate the handling of the incidence of diarrhea in toddlers. Efforts are needed to implement educational programs that focus on diarrhea prevention to reduce the incidence of diarrhea in children under five years of age related to latrine sanitation. In addition, it is necessary to develop infrastructure and increase the availability of water supply and sanitation facilities so that access to facilities can be achieved evenly throughout Indonesia.
Read More
S-11517
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Annisa; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono, Artha Prabawa; Penguji: Martya Rahmaniati Mskful, Suhardini, Diah Handayani
Abstrak: Resistensi obat merupakan masalah baru dalam program eliminasi TB yang disebut TB resisten obat. Pengobatan TB resisten obat di Indonesia dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan rujukan dan fasilitas pelayanan kesehatan satelit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitas pelayanan kesehatan terhadap keberhasilan pengobatan pasien TB resisten obat di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2019 di Subdit-TB, Direktorat P2PML, Kementerian Kesehatan RI. Desain studi penelitian ini adalah kohort restrospektif. Jumlah sampel sebanyak 4288 orang, diseleksi menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menyelesaikan pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan satelit sebanyak 97,20% dan di fasilitas pelayanan kesehatan rujukan sebanyak 2,8%. Proporsi keberhasilan pengobatan sebesar 53,2% dengan kumulatif hazard keberhasilan pengobatan sebesar 5,43 di akhir pengamatan selama 36 bulan pengamatan
Read More
T-5649
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Anandari; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Toha Muhaimin, Ramadanura
S-6406
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rofiq Firzatullah; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Milla Herdayati, Hendri Hartati
Abstrak:
Penyalahgunaan narkoba pada pekerja merupakan masalah kesehatan masyarakat dan kesehatan kerja yang dapat berdampak pada produktivitas, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan keikutsertaan pekerja pada program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan penyalahgunaan narkoba pada pekerja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder Survei Penyalahgunaan Narkoba pada Pekerja Tahun 2017 di Indonesia. Sampel analisis adalah 8.866 pekerja yang memenuhi kriteria variabel peneltian. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan 72,5% pekerja mengikuti program P4GN, 7,8% tidak mengikuti, dan 19,7% menyatakan tidak ada program P4GN di tempat kerja. Sebanyak 3,6% pekerja mengalami penyalahgunaan narkoba selama masa kerja. Pada analisis bivariat, keikutsertaan P4GN berhubungan bermakna dengan penyalahgunaan narkoba (p<0,001). Setelah dikontrol jenis kelamin, pekerja yang ikut serta program P4GN memiliki AOR 1,867 (95% CI: 1,292–2,699), sedangkan pekerja yang tidak mengikuti memiliki AOR 2,364 (95% CI: 1,443–3,874) dibandingkan pekerja yang menyatakan tidak ada program. Temuan ini perlu ditafsirkan hati-hati karena kemungkinan reverse causality, karena target program P4GN adalah tempat kerja yang lebih berisiko. Evaluasi P4GN perlu memperhatikan cakupan partisipasi, kualitas kegiatan, konseling, rujukan, dan kerahasiaan layanan.

Drug abuse among workers is a public health and occupational health issue that may affect productivity, safety, and worker well-being. This study aimed to examine the association between workers participation in the Prevention and Eradication of Drug Abuse and Illicit Trafficking Program (P4GN) and drug abuse among workers in Indonesia. This study used a cross-sectional design with secondary data from the 2017 Survey on Drug Abuse among Workers in Indonesia. The analytic sample consisted of 8,866 workers who met the research variable criteria. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate logistic regression analyses. The results showed that 72.5% of workers participated in P4GN programs, 7.8% did not participate, and 19.7% reported no P4GN program at their workplace. Drug abuse during employment was found among 3.6% of workers. In bivariate analysis, P4GN participation was significantly associated with drug abuse (p<0.001). After controlling for sex, workers who participated in P4GN had an AOR of 1.867 (95% CI: 1.292–2.699), while those who did not participate had an AOR of 2.364 (95% CI: 1.443–3.874), compared with workers who reported no program. These findings should be interpreted cautiously due to possible reverse causality, as P4GN programs may target higher-risk workplaces. P4GN evaluation should consider participation coverage, program quality, counseling, referral mechanisms, and service confidentiality.
Read More
S-12300
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andina Widyastuty; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Toha Muhaimin, Anggia Ermarini
S-4173
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Olivia Tisya Anne E.A. Sigalingging; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Meiwita P. Budiharsana, Maria Gayatri
Abstrak: Penelitian ini membahas pengaruh jarak kelahiran terhadap kematian bayi usia 0 sampai 1 tahun dengan tujuan mengetahui gambaran pengaruh jarak kelahiran dengan kematian bayi di Indonesia berdasarkan karakteristik wilayah perdesaan dan perkotaan. Desain studi yang digunakan adalah potong lintang (cross sectional) dengan analisis multivariabel regresi logistik menggunakan data sekunder SDKI 2017. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 4871 sampel dengan pembagian wilayah perkotaan 2294 sampel dan wilayah perdesaan 2577 sampel pada populasi WUS sudah menikah dan memiliki >1 anak. Hasil penelitian bivariat menunjukkan jarak kelahiran memiliki risiko terhadap kematian bayi usia 0 sampai 1 tahun di perkotaan saja berdasarkan nilai OR. Variabel lainnya yang menunjukan hubungan terhadap kematian bayi usia 0 sampai 1 tahun berdasarkan P value <0,05 adalah jumlah anak yang dilahirkan, kelengkapan melakukan layanan ANC, dan keinginan ibu memiliki anak lagi. Setelah dilakukan analisis pemodelan terdapat perubahan hasil di kedua wilayah. Di perkotaan, hasil analisis multivariabel yang menunjukan faktor risiko kematian bayi usia 0 sampai 1 tahun berdasarkan AOR>1 adalah jarak kelahiran 5 tahun, usia ibu pertama melahirkan 30 tahun, jumlah anak yang dilahirkan >3, tingkat pendidikan tidak sekolah/SD, ANC tidak lengkap, dan ibu menginginkan anak lagi. Di perdesaan, faktor risikonya adalah jarak kelahiran 5 tahun, usia ibu pertama melahirkan 30 tahun, jumlah anak yang dilahirkan >3, ANC tidak lengkap, ibu menginginkan anak lagi. Faktor risiko dominan terhadap kematian bayi usia 0 sampai 1 tahun di kedua wilayah adalah ibu yang melahirkan >5 anak. Dapat disimpulkan jarak kelahiran memiliki hubungan terhadap kematian bayi usia 0 sampai 1 tahun di wilayah perkotaan, sedangkan di wilayah perdesaan jarak kelahiran menjadi faktor risiko setelah dilakukan analisis pemodelan. Terdapat beberapa kesamaan dan perbedaan faktor risiko kematian bayi usia 0 sampai 1 tahun di kedua wilayah, sehingga faktor risiko bervariasi menurut karakteristik wilayah.
Read More
S-10998
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Rahayu Pamungkas; Pembimbing: Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Widiawati
S-6925
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hesty Rahayu; Pembimbing : Besral; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Flourisa J. Sudrajat
S-6720
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive