Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26986 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Frita Nadia; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Kurnia Sari, Sukeksi Dwi Kahesti
S-7374
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edy Tanuwidjaja; Pembimbing: Hafizurrahman; Penguji: Delias Yudiwan Maswar, Rima Fatmasari
Abstrak: Latar belakang: Instalasi Farmasi di rumah sakit merupakan salah satu revenue center utama yang berperan penting dalam menentukan baik tidaknya pelayanan rumah sakit, pengeluaran untuk instalasi farmasi di RSIA Hermina tahun 2003 sebesar Rp. 5.333.811.214,00 atau 30,53% dari total pengeluaran rumah sakit, dari jumlah tersebut 30%-35% adalah untuk obat antibiotik, sedangkan jumlah item obat antibiotik sebanyak 127 dan ternyata sebesar 30%-35% tidak dapat dilayani. Tujuan: Mengoptimalkan rencana kebutuhan obat antibiotik yang sesuai dengan tingkat pemakaian, biaya investasi dan tingkat kekritisannya dan mengevaluasi pemesanan obat yang optimal pada tahun 2005 Metode: Pendekatan kuantitatif digunakan memperoleh informasi tentang pengelolaan obat yang merupakan prioritas, sedangkan dengan operation research didapatkan dengan menghitung perkiraan atau forecasting terhadap jenis obat prioritas sekaligus juga akan dihitung jumlah persediaan yang optimal dengan menggunakan EOQ. Hasil: Hasil perhitungan analisis ABC berdasarkan jumlah investasi didapatkan bahwa kelompok A berjumlah 16 item dengan nilai investasi 41,06 % dari total investasi dan 39,45% dari total pemakaian.sedangkan kelompok B yaitu 39 item, nilai pemakaiannya adalah 39,45 % dari total pemakaian, sedangkan nilai investasinya adalah sebesar Rp. 468.735.748 atau sebesar 46,21 % dari investasi. Peramalan weighted moving average 6 periode merupakan jenis peramalan yang mempunyai tingkat kesalahan paling kecil dan sesuai bila digunakan untuk memperkirakan jumlah kebutuhan antibiotik. Kesimpulan: Dengan diketahuinya perkiraan kebutuhan pemakaian obat antibiotik, maka akan dapat dihitung Economic Order Quantity dari hasi perhitungan tersebut, maka perhitungan EOQ yang disesuaikan merupakan yang paling cocok agar pemesanan obat jenis antibiotik menjadi optimal. Kata kunci (keywords) : Antibiotik, Analisis ABC, Forecasting, Economic Order Quantity
Background: Pharmacy Unit serves a major revenue center which plays important roles in determining a hospital’s good or poor services. Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Daan Mogot (”A Hospital for Women and Children”) spended Rp5.333.811.214,00 for this unit in 2003 or 30.53% of the total hospital expenditures, and out of the amount, 30% - 35% was allocated for 127 antibiotic medicines. Of this number, 36% can not actually be served by the hospital. Objective: To Optimizing the planning of antibiotic drugs, and made subdividing it according to usage level, investment level, need level, calculate critically indexing and to evaluate drugs purchasing system at year 2005.. Methods: Using quantitative approach, it is anticipated to obtain information about medical administration and types of priority medicines, while forecasting the latter and economic optimum inventory draws operation research and to calculate numbers of optimal inventory with Economic Order Quantity Results: of the ABC Analysis calculation according to total investment identify that Group A comprises 16 items of antibiotic medicines with 41.06 % of the total investment into this medicine and 39.45 % of the total usage whereas Group B 39 items, 39.45 % of the total usage of antibiotic medicines while its investment value reaches Rp 468.735.748 or 46,21 % of the investment into antibiotic medicines. Weighted moving average 6 period is an appropriate forecasting method at the least error for projecting total antibiotic requirement. Conclusions: Recognizing projection of the total antibiotic requirement and usage, one will be able to calculate Economic Order Quantity and thus adjusted EOQ is the most appropriate method to keep the order antibiotic medicines optimum. Keywords : Antibiotics, Analisis ABC, Forecasting, Economic Order Quantity
Read More
B-846
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sandra Dewi Mochtar; Pembimbing: Purnawan Junadi
B-108
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Putu Diah Utami Darmayanti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Dina Hanum, Vitrie Winastri
Abstrak:
Persediaan obat yang tidak optimal di rumah sakit dapat berdampak serius terhadap mutu pelayanan kesehatan, efisiensi operasional, dan keselamatan pasien. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah kekosongan obat, termasuk antibiotik, yang dapat menyebabkan penundaan pengobatan, peningkatan risiko resistensi, serta kerugian finansial akibat back order dan kehilangan penjualan. RS Jakarta sebagai rumah sakit swasta tipe C mengalami 98 kejadian obat kosong selama periode Januari 2024 hingga Maret 2025, dengan 16 kejadian di antaranya adalah kekosongan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan antibiotik di Instalasi Farmasi RS Jakarta menggunakan metode kombinasi ABC-VEN, serta menghitung kebutuhan safety stock dan reorder point (ROP).  Penelitian ini menggunakan desain operational research dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan terdiri dari data sekunder selama April 2024 hingga Maret 2025, dan data primer berupa hasil kuesioner VEN. Antibiotik dalam penelitian ini dibagi menjadi kategori reguler dan mata sesuai dengan sediaan. Analisis dilakukan dalam beberapa tahap: analisis ABC nilai investasi, analisis VEN, dan kombinasi analisis ABC-VEN. Selanjutnya dilakukan perhitungan safety stock dan ROP untuk setiap item antibiotik. Evaluasi kinerja dilakukan dengan membandingkan nilai persediaan dan ITOR sebelum dan setelah simulasi perhitungan. Simulasi menunjukkan penurunan nilai persediaan hingga berkisar 28 juta rupiah hingga 62 juta rupiah per bulan, atau sekitar 27%-59% dari persediaan aktual. Selain itu hasil simulasi menunjukan peningkatan nilai ITOR berkisar antara 0,68 hingga 2,66. Maka dapat disimpulkan, metode kombinasi ABC-VEN yang dikombinasikan dengan perhitungan safety stock dan ROP terbukti efektif dalam mengoptimalkan perencanaan persediaan antibiotik di RS Jakarta. 

Inefficient drug inventory management in hospitals can have serious implications for service quality, operational efficiency, and patient safety. A frequent issue is stock-outs, particularly of antibiotics, which may lead to delays in treatment, heightened risk of antimicrobial resistance, and financial losses due to back orders and missed sales opportunities. RS Jakarta, a private Type C hospital, recorded 98 stock-out events between January 2024 and March 2025, 16 of which involved antibiotics. This study aims to evaluate the management of antibiotic inventory at the Pharmacy Department of RS Jakarta by applying the combined ABC-VEN classification method, alongside calculations of safety stock and reorder points (ROP). The study adopts an operational research design with a descriptive quantitative approach. Data sources include secondary data collected from April 2024 to March 2025 and primary data obtained through a VEN classification questionnaire. Antibiotics were categorized into regular and ophthalmic groups based on their dosage forms. The analysis consisted of several steps: ABC analysis based on investment value, VEN categorization, and the integration of both into a combined ABC-VEN matrix. Subsequently, safety stock and ROP were calculated for each antibiotic item. Output  was evaluated by comparing inventory value and the Inventory Turnover Ratio before and after simulation. The simulation results indicated a monthly reduction in inventory value ranging from approximately IDR 28 million to IDR 62 million, representing a 27%–59% decrease compared to the actual inventory. Furthermore, the ITOR values increased by a range of 0.68 to 2.66. These findings suggest that the integration of the ABC-VEN method with safety stock and ROP calculations is an effective strategy for optimizing antibiotic inventory planning at RS Jakarta.
Read More
B-2522
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadang Sukandar; Pembimbing: Purnawan Junadi
B-14
Depok : FKM UI, 1991
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iva Diansari; Pembimbing: Sutan Yenis
B-159
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alih Germas Kodyat; Pembimbing: Meiwita B. Iskandar
B-104
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soeparto Iswadi
JKY Vol.10, No.1
Jakarta : LP. Univ. Yarsi, 2002
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Paramita Puspasari; Pembimbing: Jaslis Ilyas
B-760
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Sundari; Pembimbing: Ronnie Rivany
S-3079
Depok : FKM UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive