Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34671 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
K. Susiana Dwi Lestari, I.W.G. Artawan Eka Putra, Nyoman Mangku Karmaya
PHPMA-Vol.3/No.1
Denpasar : Universitas Udayana, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulan Sari RG Sembiring; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, R. Sutiawan, Teti Tejayanti, Mouhamad Bigwanto
Abstrak: Pendahuluan: Bayi dengan BBLR mempunyai kemungkinan 4 kali lebih besar untuk meninggal selama 28 hari pertama masa hidupnya dibandingkan dengan bayi lahir dengan berat normal. Di Indonesia BBLR merupakan urutan kedua jenis penyakit terbanyak terkait pengunaan tembakau dimana dampaknya merupakan faktor yang sangat menentukan kesehatan di masa dewasa. Lebih dari 57% dalam sebuah rumah tangga mempunyai sedikitnya satu orang perokok dimana 91,8% merokok di dalam rumah tangga dan mengabaikan risiko serta bahaya paparan asap rokok. Metode: Penelitian ini dilakukan di seluruh wilayah Indonesia menggunakan data hasil Riskesdas 2018 dengan tujuan mengetahui efek paparan asap rokok dalam rumah tangga terhadap kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia setelah setelah dikontrol dengan faktor bayi (jenis kelamin), faktor ibu (tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, dan TBC pada ibu), faktor pelayanan kesehatan (frekuensi dan kualitas ANC) dan faktor lingkungan (wilayah tempat tinggal). Penelitian ini dilakukan dengan disain potong lintang serta analisis regresi logistik dan poisson. Hasil: Hasil penelitian dengan model akhir perilaku merokok berinteraksi dengan jenis kelamin serta dikontrol oleh variabel tingkat pendidikan ibu dan frekuensi ANC secara umum menunjukan bahwa tidak ada efek dari paparan asap rokok dalam rumah tangga dengan kejadian BBLR (meskipun p value pada jenis kelamin perempuan dengan paparan asap rokok ≥ 20btg lebih kecil dari 0.05, namun OR 0.056 atau bersifat protektif). Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian ini dan beberapa tinjauan hasil penelitian yang sejalan disimpulkan bahwa berat badan lahir tidak semata-mata dipengaruhi oleh riwayat paparan asap rokok, tetapi dalam suatu kondisi tertentu ada faktor lain yang mungkin lebih dominan. Dalam hal ini mungkin disebabkan karena beberapa faktor seperti cara pengumpulan data hanya berdasarkan wawancara/kuesioner sehingga pengukuran terhadap paparan asap rokok dalam rumah tangga kurang dapat menggambarkan situasi sebenarnya (hasil pengukuran lemah. Kesimpulan: Berdasarkan analisis yang telah digunakan baik menggunakan metode regresi logistik maupun poisson adalah bahwa hasil penelitian ini belum dapat menjawab hipotesis yang menyatakan bahwa efek paparan asap rokok dalam rumah tangga meningkatkan kejadian BBLR di Indonesia tahun 2018 bahkan setelah dikontrol dengan variabel kovariat.

Introduction: Babies with LBW are 4 times more likely to die during the first 28 days
of life than babies born with normal weight. In Indonesia, LBW is the second largest
type of disease related to tobacco use where the impact is a very determining factor in
adulthood. More than 57% in a household has at least one smoker where 91.8% smoke
in the household and ignore the risks and dangers of exposure to cigarette smoke.
Method: This research was conducted in all regions of Indonesia using Riskesdas 2018
results with the aim of knowing the effect of exposure to cigarette smoke in the
household on the incidence of Low Birth Weight (LBW) in Indonesia after being
controlled by baby (sex), maternal factors (level maternal education, maternal
employment status, and tuberculosis to the mother), health service factors (frequency
and quality of ANC) and environmental factors (residential area). This research was
conducted with cross-sectional design and logistic and poisson regression analysis.
Result: The results of the study with the final model of smoking behavior interacting
with gender and controlled by variables of maternal education level and frequency of
ANC in general showed that there was no effect of cigarette smoke exposure in
households with LBW events (although p value in female sex with exposure cigarette
smoke b 20btg less than 0.05, but OR 0.056 or protective).
Discussion: Based on the results of this study and a few reviews of the results of the
research that are in line concluded that birth weight is not solely influenced by a history
of exposure to cigarette smoke, but in certain conditions there are other factors that may
be more dominant. In this case it might be due to several factors such as the way data is
collected based only on interviews / questionnaires so that the measurement of cigarette
smoke exposure in the household is less able to describe the actual situation (the
measurement results are weak).
Conclution: Based on the analysis that has been used both using logistic regression
methods and poisson is that the results of this study have not been able to answer the
hypothesis that the effect of cigarette smoke exposure in households increases the
incidence of LBW in Indonesia in 2018 even after being controlled by covariate
variables
Read More
T-5935
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Haflina Syofianti; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Luknis Sabri, Kusharisupeni, Rustam Effendi, Sarimawar Djaja
Abstrak:

Kelahiran Bayi Barat Lahir Rendah (BBLR) erat kaitannya dengan gizi ibu hamil khususnya anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh risiko KEK pada ibu hamil dan faktor lainnya terhadap BBLR di Kabupaten Sawahlunto-Sinjunjung tahun 2007. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder, jumlah sampel 228, desain kasus kontrol. Kasus adalah BBLR dan kontrol adalah Bayi Berat Lahir Normal (BBLN). Analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat rnenggunakan multiple logistic regression. Hasil penelitian ditemukan pengaruh risiko KEK, Ante Natalcare (ANC) dan umur terhadap BBLR. Faktor yang paling domimn mempengaruhi BBLR adalah ibu hamil dengan risiko KEK (OR 4,8; 95% Cl 2,48-9,42), artinya ibu hamil dengan risiko KBK (LILA <23,5cm) berpeluang 4,8 kali melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu hamil tanpa risiko KEK (LILA >23,5cm) setelah dikontrol ANC dan umur ibu. Dengan mencegah risiko KEK dapat mengurangi kelahiran BBLR dan kematian bayi, disarankan kepada dinas kesehatan meningkatkan deteksi dini ibu hamil risiko KEK melalui ANC, mcningkatkan KIE kepada masyarakat, penanganan yang tepat, komitmen dalam evaluasi program dan feedback laporan, advokasi dengan Pemda, DPRD dan instansi terkait.


Low birth weight (LBW) really involved to the mother nutrient especially anemia and chronic malnutrition risk. The purpose of this research is to know the risk of chronic malnutrition influenced on pregnancy and another factor to LBW at district Sawahlunto-Sijunjung on 2007. This research was performed by secondary data analysis with case controls design with minimum sample amount was specified 228, Data were with chi square and multiple logistic regression. The observational result indicated there are influence on chronic malnutrition risk on pregnancy, ANC and mother age to LBW. The most dominant factor which is influence to LBW is chronic malnutrition risk on pregnancy with odds ratio 4,8 (95% Cl 2,48 - 9,42), it's mean is pregnancy with chronic malnutrition will face the risk 4,8 times to LBW compare to pregnancy with out risk chronic malnutrition after ANC and mother age controlled To avoid and settles chronic malnutrition risk on pregnancy which is expected could to reduce LBW and presses infant mortality. Recommend health district office to mothers to perform early detection on risk of chronic malnutrition on pregnancy passes through ANC, increasing elucidation (communication, information and education) to community, by performing the right treatment, commitment in evaluates program and feedback on regularly report, Advocate to Government, others institution.

Read More
T-2827
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
N.K. Noriani, I.W.G. Artawan Eka Putra, Nyoman Mangku Karmaya
PHPMA-Vol.3/No.1
Denpasar : Universitas Udayana, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stevy Elisabeth Dame Simamora; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Helda; Yosyah; Penguji: Soewarta Kosen, Mularsih Restianingrum
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Stevy Elisabeth Dame Simamora Program Studi : Epidemiologi Judul : Pengaruh Paparan Asap Rokok Dari Suami Pada Wanita Usia 15-57 Tahun Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Di Indonesia (Analisis Data Lanjutan IFLS V Tahun 2014) Pembimbing : DR. dr. Sudarto Ronoatmodjo S.K.M., M.Sc Di Indonesia berdasarkan hasil riskesdas tahun 2013 menunjukkan angka nasional BBLR yaitu sekitar 10,2%. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2011 diperoleh hasil bahwa 67% laki-laki di Indonesia merokok. (1) Sementara itu pada tahun 2011-2015 prevalensi perokok pasif yang terpapar asap rokok di rumah sekitar 78.4%, lebih dari separuh perokok pasif adalah kelompok rentan seperti perempuan dan balita. (2).  Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui hubungan paparan asap rokok dari suami pada wanita usia 15-57 tahun dengan kejadian BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui hubungan paparan asap rokok dari suami pada wanita usia 15-57 tahun dengan kejadian BBLR. Penelitian ini menganalisis data IFLS V tahun 2014.Jumlah wanita usia 15-57 tahun yang menjadi responden IFLS V sebanyak 2.721 orang. Sebanyak 1.599 orang menjadi total sampel karena telah memenuhi syarat kriteria inklusi yaitu wanita  usia 15 – 57 tahun dengan anak kelahiran terakhir yang lahir hidup dalam kurun waktu 2007-2015, Pernah melahirkan. Sedangkan kriteria ekslusi yaitu : data tentang riwayat merokok suamidan variabel kovariat  tidak lengkap, dan ibu merupakan perokok aktif. Proporsi ibu usia 15-57 tahun yang terpapar asap rokok dari suami adalah 73,5 % . Proporsi bayi  dengan berat lahir rendah yang dilahirkan oleh ibu yang terpapar asap rokok dari suami pada penelitian ini adalah 7,74 %, dan  proporsi bblr pada ibu yang tidak terpapar asap rokok dari suami yaitu 6,86%. Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara merokok pasif pada ibu usia 15-57 tahun dengan kejadian BBLR dengan 1,096 (CI 95% 0,721-1,66) setelah dikontrol oleh variabel riwayat kunjungan ANC. Pengaruh paparan asap rokok terhadap kejadian BBLR setelah dikontrol oleh variabel riwayat kunjungan ANC tidak bermakna. Meskipun faktor yang mempengaruhi BBLR sangat banyak dan kompleks, namun hal ini dapat dicegah sejak dini. Salah satunya melalui melindungi masyarakat dari paparan asap rokok melalui upaya pencegahan dan promosi kesehatan. Kata Kunci : bblr,merokok pasif, IFLS


ABSTRACT Name : Stevy Elisabeth Dame Simamora Study Program : Epidemiology Title : The Effect of Cigarette Smoke Exposure From Husbands In Women Aged 15-57 Years With Low Birth Weight In Indonesia (Advanced Data Analysis of IFLS V 2014) Counsellor : DR. dr. Sudarto Ronoatmodjo S.K.M., M.Sc In Indonesia based on the results of Riskesdas (Basic Health Research) in 2013 shows the national rate of LWB is about 10.2%. Based on a survey conducted by Global Adult Tobacco Survey (GATS) in 2011, it was found that 67% of men in Indonesia smoke. (1) Meanwhile in 2011-2015 the prevalence of passive smokers exposed to cigarette smoke at home is about 78.4%, more than half of passive smokers are vulnerable groups such as women and toddlers. (2). Objective: This study to see the effect of exposure to husbands cigarette smoke with the LWB. Method: This study analyzed IFLS V data in 2014. A total of 1,599 people into the total sample because it has fulfilled the inclusion criteria, namely women aged 15 - 57 years with the last born birth of children in the period 2007-2015, Ever give birth. While the exclusion criteria are: data about husbans smoking history and  covariate variable is incomplete, and mother is active smoker. Results: 73.5% of husbands were smokers. The proportion of infants with low birth weight born to mothers exposed to cigarette smoke from husbands in this study was 7.74%, and the proportion of bblr in mothers not exposed to cigarette smoke from husbands was 6.86%. There was no significant relationship between passive smoking in women aged 15-57 years with LWB incidence with 1.096 (95% CI 0.721-1.66) after controlled by antenatal care (ANC) visit variables. Conclusion: The effect of exposure to husbands smoke with the  LWB after controlled by antenatal care (ANC) visit history variable is not significant. Although the factors that affect LBW are very numerous and complex, but this can be prevented early on. One of them through protecting people from exposure to cigarette smoke through prevention efforts and health promotion. Key words : LWB, passive smoker, IFLS

Read More
T-5142
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Agustina Sinuhaji; Pembimbing: Ratna Djuwita, Asri C Adisasmita; Penguji: Kusharisupeni, Helda, Suhara Manulang
T-2744
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Ketut Labir, Tangking Widarsa, Ketut Suwiyoga
PHPMA-Vol.1/No.1
Denpasar : Pascasarjana Universitas Udayana, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhora Yufita Nurfitriani; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Sabarinah, Enny Ekasari, Mutmainah Indriyati
Abstrak:
ABSTRAK Nama : Dhora Yufita Nurfitriani Program Studi : S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD KiSA Kota Depok Tahun 2022 Pembimbing : DR.Milla Herdayati,SKM,MSi Anemia selama kehamilan merupakan masalah kesehatan utama yang terkait dengan BBLR. Kejadian kelahiran BBLR di negara berkembang sebesar 95,6%, merupakan salah satu penyebab terbesar kematian neonatal di Indonesia. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan saat lahir kurang dari 2500 gram, merupakan sindrom kompleks yang mencakup kelahiran premature, bayi kecil untuk usia kehamilan (Small for gestational age = SGA) atau kombinasi antara keduanya. BBLR dikaitkan dengan kematian janin dan neonatal serta morbiditas, menghambat pertumbuhan dan perkembangan, beresiko stunting serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh anemia pada ibu hamil terhadap BBLR, dengan desain penelitian case control. Desain penelitian ini menggunakan data rekam medis RSUD KiSA Kota Depok, populasi penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di RSUD KiSA Kota Depok Tahun 2022. Sampel penelitian terdiri dari 72 ibu yang melahirkan dengan BBLR sebagai kasus dan 72 ibu yang melahirkan dengan BBL normal (> 2500grm) sebagai kontrol. Hasil penelitian proporsi Anemia pada ibu hamil lebih banyak pada kelompok BBLR (43,1%) daripada yang tidak BBLR (22,2%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara anemia ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan nilai P-value 0,001. (95% CI 1.88 – 13.04). Ibu yang menderita anemia pada kehamilan memiliki resiko 4,96 kali untuk mengalami BBLR dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia, setelah dikontrol variable paritas, usia kehamilan dan hipertensi. Saran dari penelitian ini diharapkan program pencegahan dan penanggulangan anemia ibu hamil dapat lebih di tingkatkan oleh pemerintah daerah baik dari sisi kebijakan, penganggaran maupun dalam hal monitoring dan evaluasinya. Dengan memfokuskan pencegahan anemia pada ibu dengan paritas beresiko tinggi, ibu dengan resiko persalinan preterm dan ibu dengan hipertensi. Kata kunci: BBLR, Bayi Berat Lahir Rendah, Anemia dalam kehamilan, Kota Depok



ABSTRACT Name : Dhora Yufita Nurfitriani Study Program : Master of Public Health Sciences Tittle : The Relationship between Anemia in Pregnancy and the Incidence of Low Birth Weight (LBW) at Kisa Hospital, Depok City in 2022 Counsellor : DR.Milla Herdayati,SKM,MSi ……… Anemia during pregnancy is a major health problem associated with LBW. The incidence of LBW births in developing countries is 95.6%, LBW is one of the causes of neonatal death in Indonesia. Low Birth Weight (LBW) is weight at birth less than 2500 grams, is a complex syndrome that includes premature birth, a small baby for gestational age (SGA) or a combination of the two. LBW is associated with fetal and neonatal death and morbidity, inhibits growth and development and increases the risk of non-communicable diseases in later life. The purpose of this study was to see the effect of anemia in pregnant women on LBW, with a case control study design. This study used medical record data at KiSA Hospital, Depok City, the population of this study were mothers who gave birth to babies at KiSA Hospital, Depok City, in 2022. This study used medical record data at KiSA Hospital, Depok City, the population of this study were mothers who gave birth at KiSA Hospital, Depok City in 2022. The study sample consisted of 72 mothers who gave birth with LBW as cases and 72 mothers who gave birth with normal BBL (> 2500grm). ) as a control. The results of the study showed that the proportion of anemia in pregnant women was higher in the LBW group (43.1%) than those who were not LBW (22.2%). From the results of this study it can be concluded that there is a significant relationship between anemia in pregnant women and the incidence of LBW with a P-value of 0.001. (95% CI 1.88 – 13.04). Mothers who suffer from anemia in pregnancy have a 4.96 times the risk of experiencing LBW compared to pregnant women who are not anemic, after controlling for parity, gestational age and hypertension variables. Suggestions from this study are that it is hoped that the program for preventing and overcoming anemia in pregnant women can be further improved by the regional government both in terms of policy, budgeting and in terms of monitoring and evaluation. By focusing on prevention of anemia in women with high-risk parity, women with a risk of preterm delivery and mothers with hypertension. Key words: LBW, Low Birth Weight, Anemia in pregnancy, Depok City
Read More
T-6759
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indira Rezki Wahyuni; Pembimbing: Helda; Penguji: Nurhayanti A. Prihartono, Rima Damayanti, Hasan Salim Alatas
Abstrak: Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator menilai derajatkesehatan masyarakat. Indikator angka permasalahan BBLR menurut The HealthyPeople menyebutkan bahwa angka kejadian BBLR dikatakan rendah apabila kejadian BBLR kurang dari 5%, dikatakan tinggi jika kejadian BBLR berada di antara 10-15%.Pada penelitian tahun 2000 mengenai BBLR yang meliputi kota Jakarta, Makassar danCiawi ditemukan kasus BBLR berkisar 9-16% (BPS,2000) dan data dari RisetKesehatan Dasar Tahun 2013 angka BBLR sebesar 10,2%. Ditambah lagi penelitiansebelumnya diketahui bahwa hipertensi pada ibu merupakan salah satu faktor risikoyang mempengaruhi berat lahir bayi.

Tujuan penelitian ini untuk melihat hubunganantara hipertensi pada Ibu hamil dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) diRSIA Budi Kemuliaan Jakarta Tahun 2017. Desain dalam penelitian ini adalah studicohort retrospective dengan menggunakan data rekam medik rumah sakit. Analisis datayang digunakan adalah Cox Regression.

Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak adahubungan antara hipertensi pada Ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSIA BudiKemuliaan Jakarta Tahun 2017 (RR 1,048-- 95% CI 0,611-1,797) setelah dikontrol olehvariabel usia gestasi.

Kata kunci: Hipertensi Ibu Hamil, BBLR.
Read More
T-5432
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive