Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39979 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nur Herda Wati Nisa; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Eti Rohati
Abstrak: Risiko Kurang Energi Kronis pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalahkesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan faktor kondisi pra hamil, riwayat kehamilan, dan sosial ekonomi denganrisiko kurang energi kronis pada ibu hamil di Puskesmas Cipayung Kota Depoktahun 2016. Penelitian dilakukan selama bulan Januari-April 2016 di PuskesmasCipayung dengan jenis penelitian mixed method. Penelitian kuantitatif dengandesain studi cross sectional, sedangkan penelitian kualitatif dengan pendekatanfenomenologi melalui wawancara mendalam. Populasi studi yaitu ibu hamil yangberkunjung ke Puskesmas Cipayung Kota Depok. Sampel penelitian adalah ibuhamil yang berkunjung ke Poli KIA Puskesmas Cipayung pada periode Januari-April 2016 yang berjumlah 86 orang. Adapun informan penelitian ini adalah bidanpuskesmas, kader kesehatan, dan ibu yang pernah hamil dengan kondisi KEK.Proporsi ibu hamil yang berisiko KEK sebesar 17,4%. Terdapat hubungan antarausia (PR=4,1; p=0,016), berat badan pra hamil (PR=3,8; p=0,013) dan paritas(PR=0,16; p=0,001) dengan risiko KEK. Hasil kualitatif menguatkan faktor (usia,berat badan pra hamil, dan paritas) berpengaruh terhadap terjadinya KEK, hasilkualitatif menunjukkan pendidikan dan pekerjaan dapat berpengaruh terhadapterjadinya KEK, dan memberikan informasi tambahan bahwa pola makan dan stressdapat menjadi penyebab terjadinya KEK. Pencegahan KEK dapat dilakukan denganintervensi kepada remaja putri dan ibu hamil di trimester awal untuk mendeteksidan mencegah terjadinya risiko KEK.Kata kunci : Ibu Hamil, Kondisi pra Hamil, Riwayat Kehamilan, Risiko KEK,Sosial-Ekonomi.
Read More
S-9089
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herdiani Siallagan; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Ratna Djuwita, Evi Fatimah, Heny Lestari
Abstrak: Kebutuhan akan energi dan zat gizi lainnya meningkat pada masa kehamilan terutama pada kehamilan trimester III. Kurang gizi bukan hanya sekedar kekurangan makanan melainkan berupa kombinasi dari beberapa faktor seperti konsumsi protein, energi dan gizi mikro yang tidak mencukupi, adanya penyakit infeksi, pelayanan kesehatan yang tidak memadai, air dan sanitasi yang buruk. Ibu hamil dengan status gizi yang kurang akan mengalami masalah gizi seperti kurang energi kronis (KEK). Ibu hamil memiliki risiko KEK jika memiliki lingkar lengan atas (LILA) < 23,5 cm. Ibu hamil dengan risiko KEK diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko KEK pada ibu hamil di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari riset kesehatan dasar tahun 2018. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil trimester III berjumlah 3.341 responden. Data dianalisis menggunakan Regresi Cox untuk mengetahui prevalen rasio (PR) faktor-faktor yang behubungan dengan risiko KEK dengan Confident Interval (CI) 95% untuk melihat signifikansi. Prevalensi risiko KEK pada ibu hamil di Indonesia sebesar 14,9%. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko KEK yaitu jumlah anggota keluarga > 4 orang (PR 1,388; CI95% 1,161-1,661), tempat tinggal di pedesaan (PR 1,337; CI95% 1,111-1,608), multigravida (PR 0,604; CI95% 0,503-0,726) dan grandemultigravida (PR 0,722; CI95% 0,515-1,011). Disarankan agar pemerintah menyediakan layanan konsultasi gizi pada puskesmas, melakukan penyuluhan oleh bidan desa, pembatasan jumlah anak pada masyarakat dimulai dari tenaga kerja dan Pemberdayaan masyarakat terutama di pedesaan.
Energy and other nutrients need are increase during pregnancy, especially in the third trimester of pregnancy. Malnutrition is not just a lack of food but also a combination of several factors such as inadequate consumption of protein, energy and micronutrients, the presence of infectious diseases, inadequate health services, poor water and sanitation. Pregnant women with poor nutritional status will experience nutritional problems such as chronic energy deficiency (CED). Pregnant women who have a risk of CED are having mid upper arm circumference (MUAC) < 23.5 cm. Pregnant women who are at risk of CED are expected to have LBW babies. The purpose of this study was to determine the related factors of chronic energy deficiency risk on pregnant women in Indonesia. This study used a cross-sectional design using secondary data from basic health research in 2018. The sample of this study was 3,341 respondents of third trimester pregnant women. Data were analyzed using Cox Regression to determine the prevalence ratio (PR) the related factors of chronic energy deficiency with a Confident Interval (CI95%) to see significance. The prevalence of CED risk on pregnant women in Indonesia is 14.9%. The results of multivariat analysis showed that the related factors of CED risk were number of family members > 4 peoples ( PR 1.388; CI95% 1.1611.661), rural residance (PR 1.337; CI95% 1.111-1.608), multigravida (PR 0.604; CI95% 0.503-0.726) and grandemultigravida (PR 0.722; CI95% 0.515-1.011). It is recomendet that the goverment provide nutrition consultasy services at the public health center, counseling by midwives in village, limiting the number of children in the community started with labor and empowering communities especially in rural areas.
Read More
T-5980
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronauli Margaretha Silalahi; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Trisari Anggondowati, Asep Adam Mutaqin
Abstrak:

Di Indonesia, prevalensi KEK pada ibu hamil meningkat dari 16,9% pada tahun 2018 menjadi 17% pada tahun 2023. Padahal, dalam rangka menekan angka KEK pada ibu hamil, pemerintah Indonesia sejak tahun 2014 menerapkan program intervensi gizi bagi ibu hamil diantaranya mengimplementasikan pemberian makanan tambahan sesuai bahan pangan lokal, pemberian tablet TTD, dan kelas ibu hamil. Meskipun program gizi dan kesehatan ibu telah lama diimplementasikan di Indonesia, masalah KEK pada ibu hamil masih menjadi salah satu bentuk malnutrisi yang belum tertangani secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiiko KEK pada ibu hamil berdasarkan data SKI 2023. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel ibu hamil yang berada pada kehamilan trimester 3 dan menggunakan uji regresi logsitik sederhana untuk analisis bivariat. Dari 5.055 ibu hamil yang berhasil disurvey, terdapat 1.383 data yang eligible untuk digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini terdapat 153 (11,1%) ibu hamil dengan risiko KEK. Provinsi dengan kasus ibu hamil risiko KEK terbanyak di Indonesia adalah Jawa Tengah sebanyak 103 kasus (7,2%) sedangkan provinsi dengan kasus terendah adaalah Papua Pegunungan sebanyak 3 kasus (0,2%). Status sosial ekonomi keluarga terendah (OR 2,13; 95% CI 1,28 – 3,54), konsumsi buah ≤ 3 kali per bulan (OR 0,26; 95% CI 1,15 – 5,94), dan mengalami stres (OR 3,17; 95% CI 1,03 – 9,75) adalah faktor risiko yang berasosiasi dengan risiko KEK pada ibu hamil. Selain itu, faktor yang menunjukkan protektif terhadap risiko KEK pada ibu hamil adalah berumur > 35 tahun (OR 0,37; 95% CI 0,18 – 0,76). Oleh karena itu, program bantuan bagi keluarga ibu hamil miskin mampu mendukung pencegahan risiko KEK pada ibu hamil.


In Indonesia, the prevalence of CED among pregnant women increased from 16.9% in 2018 to 17% in 2023. In fact, in order to reduce the rate of CED in pregnant women, the Indonesian government since 2014 has implemented nutrition intervention programmes for pregnant women including implementing supplementary feeding according to local food ingredients, providing TTD tablets, and pregnant women's classes. Although nutrition and maternal health programmes have long been implemented in Indonesia, the problem of CED in pregnant women is still one of the forms of malnutrition that has not been effectively addressed. This study aims to determine the factors associated with the risk of CED in pregnant women based on SKI 2023 data. The design of this study was cross sectional with a sample of pregnant women who were in the 3rd trimester of pregnancy and used simple logistic regression test for bivariate analysis. Of the 5,055 pregnant women surveyed, 1,393 were eligible to be used in this study. The results of this study showed that there were 153 (11.1%) pregnant women at risk of CED. The province with the most cases of pregnant women at risk of CED in Indonesia was Central Java with 103 cases (7.2%) while the province with the lowest cases was Papua Mountains with 3 cases (0.2%). Lowest family socioeconomic status (OR 2.13; 95% CI 1.28 - 3.54), fruit consumption ≤ 3 times per month (OR 0.26; 95% CI 1.15 - 5.94), and experiencing stress (OR 3.17; 95% CI 1.03 - 9.75) were risk factors associated with the risk of CED in pregnant women. In addition, the factor that showed protective against the risk of CED in pregnant women was being > 35 years old (OR 0.37; 95% CI 0.18 - 0.76). Therefore, the assistance programme for families of poor pregnant women can support the prevention of the risk of CED in pregnant women.

Read More
S-11867
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Sukmawati Manti Putri; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Ratna Djuwita, Nida Rohmawati, Yuni Zahraini
T-4715
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prihandriyo Sri Hijranti; Pembimbing: Helda; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Yovsyah, Pukovisa Prawiroharjo, Tristiyenny Pubianturi
T-4907
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naila Karima; Pembimbing: Helda; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Yetty Ramli, Punto Dewo
Abstrak: Diabetes mellitus merupakan salah satu faktor risiko terjadinya Mild Cognitive Impairment (MCI). MCI adalah gangguan fungsi kognitif ringan yang mengacu pada keadaan transisi penuaan normal dan demensia dan tidak mengganggu aktivitas harian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan diabetes mellitus dengan kejadian gangguan kognitif ringan pada lansia di wilayah kerja puskesmas kecamatan Cipayung kota Depok. desain studi yang digunakan adalah cross sectional menggunakan data primer dengan instrument MoCa-Ina tervalidasi. Sampel berjumlah 272 pasien lanjut usia. Analisis data dilakukan menggunakan cox regression. Hasil analisis data diperoleh prevalensi MCI sebesar 47,1% dan lansia dengan DM sebesar 17,3%. Pada analisis multivariat didapatkan MCI berisiko 2,4 kali lebih besar pada lansia yang memiliki DM dibandingkan dengan lansia yang tidak memiliki DM setelah dikontrol variabel hipertensi dan variabel interaksi DM dengan hipertensi (PR=2,436 95%CI: 1,191-4,983). Skrining deteksi dini MCI pada lansia dengan DM merupakan intervensi awal untuk mencegah terjadinya demensia.
Kata kunci: Diabetes mellitus (DM), Mild Cognitive Impairment (MCI), Lansia

Diabetes mellitus is a risk factors of Mild Cognitive Impairment (MCI). MCI is a transition phase between healthy cognitive aging and dementia. The purpose of this study is to determaine the association between diabetes mellitus in elderly with the incidence of MCI in Cipayung Health Center, Depok city. Study design was cross sectional using primary data with validated Montreal cognitive test for Indonesia (MoCa-Ina). Total sample of 272 elderly people age more than 60 years-old. cox regression analysis were applied in the research. The result of study showed the prevalence of MCI is 47,1% and elderly with DM is 17,3%. The result of multivariate analysis showed the elderly people with diabetes mellitus probably had 2,4 risk to get MCI (PR = 2,436 95% CI: 1,191-4,983) than elderly with no diabetes after adjusted with hypertention and interaction diabetes with hypertention variable. Screaning early detection of MCI in elderly with diabetes mellitus is early intervention to prevent to dementia.
Key words: Diabetes mellitus (DM), Mild Cognitive Impairment (MCI), Elderly
Read More
T-5091
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elvi Nora Simanjuntak; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Helda, Zakiah, Eti Rohati
Abstrak:
Preeklampsia merupakan salah satu penyebab kasus kematian ibu terbesar di Kota Depok selama 5 tahun terakhir.  Berdasarkan data tahun 2022 sampai 2024 tercatat jumlah kasus kematian ibu yang terjadi sebanyak 32 kasus dan sebagian besar terjadi pada masa nifas. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian terdahulu. Intervensi hasil dari riset operasional telah dilakukan terhadap 32 kader kesehatan yang mewakili masing-masing kelurahan yang mempunyai angka kasus kematian ibu dengan preeklampsia tahun 2022-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods. Studi kuantitatif menggunakan desain studi   observasional dari studi sebelumnya dan cross sectional untuk ibu hamil sebagai hasil skrining. Jumlah   responden untuk kader sebanyak 32 orang dan jumlah responden pada ibu hamil sebanyak 306 orang. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest kader dan hasil skrining ibu hamil oleh kader setelah diuji kembali oleh bidan sebagai gold standar. Data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam dan focus grup discussion. Kader yang melakukan follow-up sebagai kader aktif (59,37%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan baik berpotensi 2,44 kali menjadi kader aktif.  Usia berhubungan signifikan (p=0,0246) dengan keaktifan kader, Usia ≥ 45 tahun berpotensi 1,86 kali kemungkinan menjadi kader aktif. Nilai uji akurasi skrining menyatakan sensitivitas (90%; 95% CI 80,8% - 97,8%), spesifisitas (98%; 95% CI 95,5%-99,4%). Mayoritas ibu hamil hasil skrining kader sebagai ibu rumah tangga (93,14%). Penelitian kualitatif mengungkapkan skrining yang dilakukan mendukung program Delisa Kota Depok. Diperlukan pelatihan yang melibatkan kader yang lebih banyak dan penguatan lintas sektor serta edukasi di masyarakat mengenai preeklampsia.

Preeclampsia is one of the biggest causes of maternal mortality in Depok City over the past 5 years. Based on data from 2022 to 2024, there were 32 cases of maternal deaths that occurred and most of them occurred during the postpartum period. This study is a continuation of previous research. Interventions resulting from the operational research were conducted with 32 health cadres representing each urban village that had the highest number of maternal deaths with preeclampsia in 2022-2023. This study used a mixed methods approach. The quantitative study used an observational study design from previous studies and cross sectional for pregnant women as a result of screening. The number of respondents for cadres was 32 people and the number of respondents in pregnant women was 306 people. Quantitative data were obtained from the pretest and posttest results of cadres and the results of screening pregnant women by cadres after being retested by midwives as a gold standard. Qualitative data were obtained from in-depth interviews and focus group discussions. Cadres who did follow-up as active cadres (59.37%). The results of bivariate analysis showed that good knowledge had 2.44 times the potential to become active cadres. Age was significantly associated (p=0.0246) with cadre activeness, age ≥ 45 years had 1.86 times the likelihood of being an active cadre. Screening accuracy test values stated sensitivity (90%; 95% CI 80.8% - 97.8%), specificity (98%; 95% CI 95.5%-99.4%). The majority of pregnant women screened by cadres were housewives (93.14%). Qualitative research revealed that the screening supports the Delisa programme in Depok City. Training involving more cadres and cross-sectoral strengthening and education in the community regarding preeclampsia are needed.

Read More
T-7312
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Safitri Hanifa; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah, Reza Isfan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pendidikan ibu dengan status imunisasi dasar lengkap pada bayi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SDKI 2017 dengan rancangan studi potong lintang. Sampel penelitian yaitu anak usia 12-23 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 3386. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Persentase bayi yang memiliki status imunisasi dasar lengkap sebesar 60,5% dan 39,5% lainnya tidak lengkap. Sebagian besar ibu berpendidikan menengah (56,7%). Terdapat hubungan signifikan antara pendidikan ibu dengan status imunisasi dasar lengkap.
Read More
S-10529
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Utama; Pembimbing: Nurhayati A. Prihartono; Penguji: Helda, Ratna Djuwita, Solah Imari, Siane Nursianti
T-3316
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive