Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30319 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nur Aisyah; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto, Erty Masiha
Abstrak: Penelitian ini membahas kelengkapan resume medis rawat inap di RS UmumHermina Depok. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran hasil analisiskelengkapan resume medis rawat inap. mendapatkan gambaran hasil analisiskelengkapan resume medis rawat inap. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatifdengan desain studi cross sectonal dan kualitatif dengan wawancara mendalam danterstruktur menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini adalahkurangnya pengetahuan, kurang sesuainya sanksi dan insentif, instrumen yangpenting, format instrument kolom, huruf, perlengkapan, uji coba, revisi, sosialisasi,kelengkapan, ketidaklengkapan dan dokter penanggung jawab resume medis rawatinap.. Hasil penelitian didapatkan rata-rata resume medis rawat inap lengkapsebesar 84,6% dan yang tidak lengkap sebesar 15,4%. Hal ini menunjukkan bahwastandar kelengkapan resume medis rawat inap masih belum sesuai RS UmumHermina Depok sebesar ≥ 95%. Kurangnya sosialisasi terkait peraturan resumemedis kepada para dokter merupakan salah satu hambatan dalam pengisian resumemedis rawat inap masih belum lengkap.
Kata Kunci :Dokter Penanggung Jawab Pasien, Ketidaklengkapan, Resume Medis
This research discuss about the completeness of Inpatient Medical Resume atHermina Depok Hospital. The purpose of this research is to get the illustration ofanalysis the completeness of inpatient medical resume. The research usesquantitative method with cross sectional design and qualitative by in-depthinterview and structural interview by using both primer and secondary data. Theresult of this research are less knowledge, inappropriate sanction and incentive,important items. Column instrument format, character, tools, trial test, revision,socialization, completeness, incompleteness, and physician responsible due toinpatient medical resume. Concludes that the average of completeness inpatientmedical resume is about 84,6% and discompleteness medical resume is about15,4%. It shows that the completeness of inpatient medical resume yet with thestandard of Hermina Hospital Depok which is about >95%. The minimumsocialization about the rule of medical resume to the physician become one ofobstacle when filling inpatient medical resume still not complete.
Keyword:Responsible Physician Patient, Incompleteness, Medical Resume.
Read More
S-9211
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suskawati; Pembimbing: Amal C. Sjaaf; Penguji: Budi Hidayat, Budi Hartono
S-5947
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sugeng Wigiyantoro; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Sandi Iljanto, Mieke Savitri, Rosa Trifina, Kristina
Abstrak: Resume medis merupakan ringkasan semua informasi penting pasien dan harus diisisecara lengkap dan sesuai standar karena merupakan persyaratan dokumen klaim BPJS.Data bagian klaim JKN RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang berkas klaim BPJS pasienrawat inap yang dikembalikan karena ketidaksesuaian 4,2% - 10,2%, dan didukung databahwa berkas yang di klaim pada bulan berjalan merupakan klaim pelayanan 3 bulansebelumnya. Angka tersebut menunjukkan trennya meningkat seiring semakin banyaknyapasien BPJS. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan DPJP dalampengisian resume medis berdasarkan kelengkapan data resume medis dan kesesuaiandiagnosis akhir pada berkas klaim pasien rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif, pendekatan observasional analitik dengan desain cross sectional yangdilaksanakan bulan april - mei 2018 kepada 14 responden dan 196 dokumen resume medis,serta mengkombinasikan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada 9informan sebagai upaya mempertajam keakuratan hasil penelitian. Hasil penelitian bahwakelengkapan data berkas resume medis 31,1%. Kesesuaian diagnosa akhir 94,4%.Kepatuhan DPJP dalam mengisi resume medis dengan kriteria berkas lengkap dan sesuai29,1%. Dari delapan variabel independen terdapat empat variabel sebagai faktor-faktoryang berpengaruh langsung terhadap kepatuhan, yaitu persepsi terhadap beban kerja,persepsi terhadap dukungan pimpinan, persepsi terhadap insentif dan persepsi terhadapsanksi. Dan hasil uji multivariat, menyatakan bahwa variabel persepsi terhadap insentifmerupakan variabel yang paling berhubungan sebesar 7,4 kali terhadap kepatuhanpengisian resume medis.
Kata kunci:Kepatuhan dokter, kelengkapan resume medis, kesesuaian diagnosis akhir.
The medical resume is a summary of all important patient information and should be fullycompleted and in accordance with the standard as it is a requirement of the BPJS claimdocument. Base on data of claims section of Regional Hospital Ade Muhammad DjoenSintang, BPJS claim file of inpatient patient returned due to incompability is about 4.2%to 10.2%, and supported data that file claimed in the current month is claim of service 3months before. This figure shows the increasing trend as more and more patients BPJS.This study aims to determine the relationship of the doctor in charge in patientcompliance in filling medical resume based on the completeness of medical resume dataand the suitability of the final diagnosis on the claim file of inpatients. This research is aquantitative research, analytic observational approach with cross sectional designconducted in april to may 2018 to 14 respondents and 196 medical resume documents,and combine qualitative approach through in-depth interview to 9 informants as an effortto sharpen the accuracy of research result. The results of the study that the completenessof medical file data resume 31.1%. Final diagnosis 94.4%. DPJP compliance incompleting medical resume with complete file criteria and appropriate 29.1%. There arefour variables as factors that directly affect the compliance are perceptions of workload,perceptions of leadership support, perceptions of incentives and perceptions ofpunishments. And the results of multivariate tests, states that the perceptual variables onincentives are the most correlated variables of 7.4 times against to the compliance ofmedical resume filling.
Keywords:Doctor's compliance, medical resume completeness, final diagnosis appropriateness.
Read More
B-1981
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Feizy Marin Amiroeddin; Pembimbing: Wiku Adisasmito; Penguji: Junadi Purnawan, Martini, Arif Setyantoko
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen data dalam resume medis RSAU yang tidak lengkap dan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan. Berdasarkan data awal ditemukan bahwa data rekam medis di setiap ruangan perawatan tidak mencapai 100%. Berdasarkan data awal tersebut, penelitian diteruskan untuk mengetahui data yang lebih spesifik yaitu komponen data dalam formulir resume yang telah disepakati. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods atau penelitian kuantitatif yang dilakukan secara observasional pada data sekunder rekam medis yaitu formulir resume medis dan dilanjutkan dengan penelitian kualitatif untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelengkapan resume medis melalui pendekatan sistem input- proses-output. Lokasi penelitian di RSAU dr. Esnawan Antariksa, dan sampel ditetapkan secara purposive, yaitu 100 data resume dari masing-masing ruangan mulai bulan februari 2016 sampai dengan april 2016. Untuk wawancara mendalam dipilih 4 informan yaitu satu dokter dengan persentase pengisian resume paling lengkap, satu dokter dengan persentase pengisian resume yang kurang lengkap (bukan terburuk), satu kepala ruangan, dan satu perwakilan manajemen. Hasil penelitian dari isian formulir resume medis yang dibagi menjadi 3 kelompok data, yaitu data identitas pasien, data klinis, dan data adminitrasi, menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen data resume medis yang diisi lengkap dan komponen data yang jauh dari standar persentase kelengkapan. Hanya 9 komponen data yang terisi lengkap dari total 28 komponen yang seharusnya diisi dalam formulir resume medis RSAU, meskipun tidak semua dari 9 data tersebut yang konstan terisi dengan lengkap. Sembilan komponen data tersebut adalah: Nama Pasien, Nomor Rekam Medis, Tanggal Masuk, Ruang Rawat, Diagnosa Primer, Diagnosa Sekunder, Indikasi Rawat, Tanda Tangan Dokter, Nama Dokter. Dari 9 data ini, hanya kolom nama pasien dan nomor rekam medis yang konstan selalu diisi oleh pengisi formulir. Adapun faktor penyebab terjadinya ketidaklengkapan adalah formulir resume yang terlalu kompleks, belum adanya SOP terperinci khusus pengisian resume medis, tidak adanya sosialisasi dan pelatihan, serta minimnya monitoring dan evaluasi oleh manajemen rumah sakit.
Read More
B-1853
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Puspito Sari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Eva Mundyastuti, Budi Hartono
Abstrak:

Salah satu indikator untuk menunjukkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah data atau informasi dari rekam medis yang baik dan lengkap. Rekam medis yang lengkap dapat memberikan gambaran secara keseluruhan tentang pasien yang akan digunakan untuk berobat kembali. Rekam medis adalah bukti otentik jika terjadi tuntuntan di pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik dokter dalam kelengkapan pengisian rekam medis dan faktor-faktor ekstrinsik yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah metode observasional. Data diambil secara potong lintang sebanyak 50 rekam medis selama bulan September-November 2011 yang diisi oleh 10 dokter spesialis, serta dilakukan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis menunjukkan variabel beban kerja (Pvalue=0,001), prosedur kerja (Pvalue 0,001), dan supervisi teknis (Pvalue=0,036) mempengaruhi langsung kelengkapan pengisian rekam medis. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kelengkapan rekam medis adalah variable dengan nilai coeff. B paling besar yaitu status prosedur kerja dengan coeff B=13,7. Saran yang diberikan kepada RS. Hermina Depok ialah melakukan sosialisasi dan pelatihan pengisian rekam medis secara rutin. Selainitu, melakukan pemeriksaan dan pengawasan dalam hal pengisian rekam medis secara tepat dan sesuai dengan periode yang ditetapkan. Kata kunci: Karakteristik Individu, Motivasi Ekstrinsik, Kinerja, Rekam Medis


 One of the indicators of the health service quality in the hospital is the comprehensive information from patients’ medical records. A comprehensive medical record could display the whole patient’s condition which can be used for their next treatment. A medical record, in addition, is also important legal evidence used in the court, provided there is any lawsuit. This research is carried out to illustrate the link between Doctors’ individual characteristics with the completion of patients’ medical records together with other external related factors. Observational study is the method used in the research, with cross sectional data from 50 patients’ medical records in September-November 2011, filled out by 10 specialist doctors; as well as data collection from interview with the use of questionnaires. The Results indicate: workload variable (Pvalue=0,001), work procedures (Pvalue 0.001), and supervisory techniques (Pvalue=0,036) affecting the completion of the medical records directly. The most dominant variable affecting the completion of health records is the one with the highest Coeff B value work procedures with Coeff B value=13.7. Suggestion given to RS HerminaDepok is to perform regular training and socialization, as well as to carry out checks and supervision in regard to the correct completion of patients’ medical records based on the indicated period. Key words: Individual characteristics, External motivation, Work performance, Medical Record

Read More
B-1359
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vania Russendra Setiawan; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Mieke Savitri, Ronnie Rivany, Benjamin Lahey
Abstrak:
Saat ini rumah sakit dan tenaga kesehatan rawan akan tuntutan-tuntutan yaitu tuntutan mutu pelayanan, tuntutan hukum dari pasien dan banyak pesaing dalam bidang perumahsakitan. Atas dasar ilu perlu perbaikan mutu dan menjaga mum. Rekam medis yang tidak lengkap merupakan kendala daiam menghasilkan rekam medis yang bermutu, formulir relcam medis rawat inap merupakan salah satu sumber data untuk mendapatkan informasi asuhan medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentiiilcasikan kelengkapan rekam medis rawat inap Rumah Sakit Family Medical Center. Sehingga diharapkan kualitas rekam medis dapat ditingkatkan yang secara tidak langsung mereileksikan mutu pelayanan medis di rumah sakit bersangkutau. Penelitian dilalcukan dengan metode pendekatan lcuantitatifdan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian pada rekam medis rawat inap pada bulan Januari - Mare: tahun 2009 adalah dari 444 rekam medis pemeriksaan Esik (anamnesis) ketidaklcngkapannya sebesar 50%, pemyataaan pulang paksa yaitu 85%, selanjutnya fommlir Resume medis mempakan hal yang paling sering tidak 50 %_ Dari wawancam mendalam pada kelengkapan pengisian rekam medis memang masih ada kekurangan dalam pengisian rekam medis. Ditemukan juga beberapa faktor yang mempenganzhi kelengkapan rekam medis Rumah Sakit Family Medical Center. Atas dasar temuan tersebut disarankan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan staff sub bagian rekam medis, peningkatan iimgsi dan peranan manajemen, peningkatan disiplin waklu kerj; peningkatan sosialisasi buku pedoman pengelolaan rekam medis, peningkatan prasarana Esik dan sarana.

Recently, the hospital and health personel are troubled by claims that are the claim of service quality, the claim of employee’s welfare, criminal procedure by teha patient and other competitors in hospitalization aspects. Base on those facts, so some effort improving and maintaining the quality is needed. Incomplete medical records are the constraint in producing good and valuable medical record of which inpatient medical record as a one of many data resource to produce information about medical record. The objective of this research is to identify the completeness of inpatient medical records content in "Family Medical Center" hospital in order. That effort is to assure the medical records quality could be developed which is indirectly reflect the quality of health care in the hospital. The research methodology is canied out by quantitive approach and qualitative approach. The result of this research was from 444 medical records can be found in assessment and physical examination 50% incomplete, force discharged 85% incomplete, and medical resume 50% incomplete. From in-depth interview whether in completeness of medical records are still there are lacking in writing medical records documentation. The research also found some factors that influence the firltllling medical record sheet and make it incomplete. Based on those findings, it is suggested to improve the quality of human resources and make the management to be efficient, enhance the function, improve the discipline of working hours, enhance the socialization of the guiding book of medical record management, improve the physical utility and pre-utility.
Read More
B-1162
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lissa Melissa Jessy Rotua Lumbanraja; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf/ Penguji: Budi Hartono, Mardiati Nadjib, Karl Hendrik Silaen
Abstrak:
Latar belakang: Ketidaklengkapan rekam medis merupakan salah satu penyebab sehingga berkas klaim sering kali tidak lengkap atau tidak tepat waktu. Banyaknya klaim yang tidak berhasil berhubungan dengan penundaan pembayaran klaim JKN oleh BPJS Kesehatan menggangu cash flow RSU UKI. Oleh karena itu, rumah sakit perlu melakukan penelitian tentang cara pengisian lengkap rekam medis yang baik. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan dokumentasi rekam medis dan bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi proses pembayaran klaim BPJS untuk pasien yang menjalani rawat inap di RSU UKI. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metodologi penelitian kualitatif, dilaksanakan wawancara mendalam dengan informan yang dianggap dapat memberikan informasi yang akurat dan relevan untuk studi tersebut yang melibatkan pengumpulan dan detail dari data klaim pending yang belum terselesaikan, dibagi berdasarkan berbagai aspek masalahnya. Hasil: Rumah sakit untuk memenuhi target administratif dapat mempengaruhi cara mendokumentasikan dan mengkodekan kasus. Tekanan untuk mengoptimalkan penggantian dari penyedia asuransi atau program kesehatan pemerintah dapat mempengaruhi metode pengkodean diagnosis dan prosedur. Kelengkapan berkas klaim BPJS tinggi dalam hal identitas KTP/KK (100%) dan surat eligibilitas peserta (99.24%). Namun, ada kelemahan signifikan dalam kesesuaian koding (hanya 19.70%), menunjukkan bahwa ini adalah area yang memerlukan perbaikan serius. Ketidaksesuaian koding adalah penyebab utama klaim pending.

Background: Incomplete medical records are one of the reasons why claim files are often incomplete or not timely. The large number of unsuccessful claims related to delays in payment of JKN claims by BPJS Health disrupted RSU UKI's cash flow. Therefore, hospitals need to conduct research on how to properly fill out medical records. Objective: To identify factors related to the completeness of medical record documentation and how these factors influence the BPJS claim payment process for patients undergoing inpatient treatment at RSU UKI. Method: This research uses a descriptive analytical approach with qualitative research methodology, in-depth interviews are carried out with informants who are deemed to be able to provide accurate and relevant information for the study which involves collecting and detailing unresolved pending claim data, divided based on various aspects of the problem. Results: Hospitals' ability to meet administrative targets can influence how cases are documented and coded. Pressure to optimize reimbursement from insurance providers or government health programs may influence diagnosis and procedure coding methods. Completeness of BPJS claim files is high in terms of KTP/KK identity (100%) and participant eligibility letters (99.24%). However, there was a significant weakness in coding compliance (only 19.70%), indicating that this is an area that requires serious improvement. Coding discrepancies are a major cause of pending claims.
Read More
B-2425
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helvi Yulianti; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Mieke Savitri, Soeratmi
S-5571
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emilda Narcis; Pembimbing : Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Purnawan Junadi, Adang Bachtiar, Chairulsjah Sjahruddin, Adib A. Yahya
Abstrak: Kompleksnya pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan peluang terjadinya kesalahan, terutama dengan adanya tindakan invasif di bagian bedah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kejadian dan faktor-faktor yang berkontribusi pada kesalahan medis di bagian bedah rawat inap terkait keselamatan pasien di sebuah Rumah Sakit Umum Daerah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus.
 
Hasil penelitian menunjukan bahwa kesalahan medis yang terjadi yaitu 2 kasus KPC, 1 kasus KNC dan 3 kasus KTC. Belum adanya SOP, audit klinis, tempat kerja yang tidak kondusif, kurangnya sarana prasarana, pendidikan, pelatihan, kerja tim dan komunikasi menjadi latar belakang kesalahan.
 
Kesimpulannya adalah kejadian kesalahan medis dipengaruhi oleh faktor organisasi, tempat kerja, individu dan barier. Belum adanya clinical governance dan program keselamatan pasien yang belum berjalan dengan baik. Pelaksanaan keselamatan pasien sangat dipengaruhi oleh pimpinan institusi.
 

The complexity of medical services in a hospital creates a change for an error, particularly on an invasive action in surgery unit. This study is aimed to analyse events and contributing factors to medical error in the inpatient unit regarding patient safety in a district hospital.
 
Using Qualitative with case study design, this study records some medical error events, which are 2 KPC cases, 1 KNC case and 3 KTC cases. Unexisting SOP, clinical audit, unconvenient place of work, lack of equipment/supporting tools, education, training, teamwork and communication are identified as the major causes.
 
The conclution is that medical errors are influenced by organization factor, work place, individual and defences factors. Unexisting clinical governance and uncontrolled patient safety program. The implementation of patient safety program is greatly influenced by institution leader.
Read More
B-1529
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elly Rozalia; Pembimbing: Hafizurrachman
B-660
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive