Ditemukan 41576 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Budi Riadi Adi Ikmal; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Adenan
Abstrak:
Laboratorium klinik merupakan sarana penunjang medis dalam menegakkan diagnosis berdasarkan pemeriksaan spesimen biologis. Fokus penelitian ini adalah analisis deskriptif semi-kuantitatif dengan pendekatan survey dalam identifikasi risiko dan analisis risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik IGD-RSUD Tarakan. Dalam melakukan teknik identifikasi risiko digunakan metode Job Hazard Analysis, kemudian dilakukan analisis risiko berdasarkan kriteria Fine untuk menetapkan tingkat risiko yang mengacu pada konsep AS/NZS 4360:2004. Nilai risiko tertinggi mencapai 540 (very high) berasal dari bahaya ergonomi, disusul bahaya biologi mencapai 450. Perlu ditingkatkan program K3 untuk mengelola bahaya dan risiko serta menjaga produktivitas pekerja. Kata kunci: AS/NZS 4360:2004, Analisis Risiko, Instalasi Laboratorium Patologi Klinik IGD RSUD Tarakan Jakarta
Read More
S-9241
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Iis Patimah; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Sri Haryani
Abstrak:
Laboratorium Mikrobiologi mempunyai risiko tinggi terhadap Penyakit Akibat Kerja dari paparan sampel infeksius dan penggunaan bahan kimia pada proses pewarnaan dan desinfektan, Kecelakaan Kerja sebagai akibat dari penggunaan alat-alat mudah pecah dan bervoltase tinggi, serta adanya bahaya kebakaran dan ledakan dari penggunaan bunsen dan otoclave. Oleh karena itu diperlukan manajemen risiko dalam setiap proses pekerjaannya. Kajian risiko dilakukan berdasarkan pendekatan manajemen risiko AS/NZS 4360:2004 dengan metode semikuantitatif berdasarkan W.T. Fine. Dari hasil penelitian diketahui setelah pengendalian risiko yang dilakukan di laboratorium mikrobiologi yaitu engineering control, administrative control, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) masih ada residual risk yang berada di tingkat risiko prioritas 1 yaitu bahaya kebakaran dan bahaya ergonomi serta tingkat risiko besar yaitu bahaya biologi dan bahaya kimia. Untuk bahaya fisik seperti tertusuk jarum, tangan terpapar api, terkena pecahan objek gelas, eye strain sudah berada ditingkat risiko prioritas 3 dan diterima, artinya hanya perlu diawasi dan diperhatikan secara kesinambungan.
Microbiology Laboratory has a high risk of Occupational Diseases from exposure to infectious samples and the use of chemicals in the process of coloring and disinfectant, work accident as a result of the use of the tools to break easily, as well as the presence of high danger of fire and explosion of the use of bunsen and autoclave. It is therefore necessary to risk management in every work process. Study of the risk-based approach to risk management is done AS/NZS 4360: 2004 by the method of semi quantitative based on W.T. Fine. Result are known after existing risk in the laboratory of Microbiology are there engineering control, administrative control, and personal protection there is still residual risk in priority 1, fire hazard and danger of ergonomics. Level great risk namely danger biological and chemical dangers. For physical risk such as needle stick injury, arise fire, and eye strain have been risk priority level 3 and accepted that means need to be observed continuously.
Read More
S-8174
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fabreza Ramadhan Sayih; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Yuni Kusminanti
S-7417
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sudrajat; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Baiduri, Supriadi
S-4755
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dadan Faozan; Pembimbing: Ridwan Z. Syaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Farida Tusafariah
Abstrak:
Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah hal yang perlu dikendalikan agar dapat meminimalisasi terjadinya kecelakaan atau kesakitan di tempat kerja. Penelitian yang dilakukan pada proses standardisasi bahan radionuklida di laboratorium standardisasi PTKMR Batan Pasar Jumat tahun 2016 menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa risiko yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses standardisasi radionuklida di PTKMR Batan. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan observasional berdasarkan standar AS/NZS 43600: 2004 dan Perka Batan No.20/KA/I/2012. Tahapan dari penelitian ini meliputi identifikasi aktivitas kerja, identifikasi bahaya, identifikasi pengendalian risiko yang telah dilakukan, dan penilaian risiko. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya beberapa bahaya fisik dan bahaya kimia pada proses kerja standardisasi radionuklida. Kata kunci: penilaian risiko, keselamatan dan kesehatan kerja, standardisasi radionuklida, PTKMR Batan, AS/nZS 4360:2004, Perka Batan No.20/KA/I/2012
Risk of Occupational Health and Safety should be controlled to minimalize the occurence of accident and disease in the workplace. This study was conducted at PTKMR Batan Pasar Jumat on 2016 and analyzed about standardization of radionuclide process. This study showed that there are some activity with high risk on the process of standardization of radionuclide. The aim of this study is to determine the value of risk of occupational health and safety on the process of standardization of radionuclide at PTKMR Batan. This study used descriptive analytical design and observational approach based on AS/NZS 43600:2004 and Perka Batan No.20/KA/I/2012. The steps of this study were identifying the process of radionuclide standardization, identifying hazards, identifying risk control of PTKMR Batan, and estimating the value of risk. The result of this study showed that there were some physical and chemical risk on the process of radionuclide standardization. Keywords: risk assessment, occupational health and safety, radionuclide standardization, PTKMR Batan, AS/NZS 4360:2004, Perka Batan No.20/KA/I/2012
Read More
Risk of Occupational Health and Safety should be controlled to minimalize the occurence of accident and disease in the workplace. This study was conducted at PTKMR Batan Pasar Jumat on 2016 and analyzed about standardization of radionuclide process. This study showed that there are some activity with high risk on the process of standardization of radionuclide. The aim of this study is to determine the value of risk of occupational health and safety on the process of standardization of radionuclide at PTKMR Batan. This study used descriptive analytical design and observational approach based on AS/NZS 43600:2004 and Perka Batan No.20/KA/I/2012. The steps of this study were identifying the process of radionuclide standardization, identifying hazards, identifying risk control of PTKMR Batan, and estimating the value of risk. The result of this study showed that there were some physical and chemical risk on the process of radionuclide standardization. Keywords: risk assessment, occupational health and safety, radionuclide standardization, PTKMR Batan, AS/NZS 4360:2004, Perka Batan No.20/KA/I/2012
S-9067
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fatdriati Junita; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
Abstrak:
Penelitian yang dilakukan membahas mengenai proses manajemen risiko yangada pada tempat cuci mobil FJM mulai dari tahapan identifikasi hazard dan risiko,analisis dan evaluasi risiko, penilaian risiko, upaya pengendalian, komunikasi dan konsultasi hingga pemantauan dan telaah ulang. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode semi kuantitatif yang mengacu pada standar AS/NZS4360:2004. Pada tahap identifikasi hazard dan risiko menggunakan tabel JobHazard Analysis (JHA) yang mengacu pada OSHA 3071 Revised (2002).Kemudian untuk proses analisis risiko mengacu pada tabel ukuran semi-kuantitatif berdasarkan kriteria Fine.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan level of risk pada masing-masingtahapan proses pencucian mobil dari level of risk very high, priority 1,substantial, priority 3 hingga acceptable. Oleh karena itu dibutuhkan upaya pengendalian yang bersifat engineering, administrative, serta penggunaaan alat pelindung diri (APD).
Kata kunci :AS/NZS 4360:2004, manajemen risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, level of risk.
This research was conducted in order to examine the process of risk managementthat happened at FJM Car Wash process, started from the hazard and riskidentification stages, analysis and the evaluation of risk, risk assessment, riskcontrolling, communication and consultation up to monitoring and review. Thisresearch was done by using semi-quantitative risks analysis that refers to theAS/NZS 4360:2004 standards. Hazard and risk identification stage was done byusing the table of Job Hazard Analysis (JHA) refers to the OSHA 3071 Revised(2002). For the process of risks analysis, it refers to the table of semi-quantitativemeasure based on fine criteria.The result of this research showed that the level of risk has been found on eachstage in the car wash process ranging from the very high level, priority 1,substantial, priority 3 up to acceptable. Therefore, the necessary control effortsare including the engineering, administrative and also the use of personalprotective equipment (PPE).
Keywords :AS/NZS 4360:2004, risk management, likelihood, exposure, consequences, levelof risk.
Read More
Kata kunci :AS/NZS 4360:2004, manajemen risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, level of risk.
This research was conducted in order to examine the process of risk managementthat happened at FJM Car Wash process, started from the hazard and riskidentification stages, analysis and the evaluation of risk, risk assessment, riskcontrolling, communication and consultation up to monitoring and review. Thisresearch was done by using semi-quantitative risks analysis that refers to theAS/NZS 4360:2004 standards. Hazard and risk identification stage was done byusing the table of Job Hazard Analysis (JHA) refers to the OSHA 3071 Revised(2002). For the process of risks analysis, it refers to the table of semi-quantitativemeasure based on fine criteria.The result of this research showed that the level of risk has been found on eachstage in the car wash process ranging from the very high level, priority 1,substantial, priority 3 up to acceptable. Therefore, the necessary control effortsare including the engineering, administrative and also the use of personalprotective equipment (PPE).
Keywords :AS/NZS 4360:2004, risk management, likelihood, exposure, consequences, levelof risk.
S-7566
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bella Anggia; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Nurul Iman
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerjapada proses kerja pembuatan kemeja dan kaos sablon di Asrila Konveksi, Mugi,dan Mitra Pengancingan, Jakarta tahun 2017. Pada penelitian ini, identifikasibahaya menggunakan Job Safety Analysis (JSA) dan analisis risikomenggunakan ukuran standar semi kuantitatif W.T. Fine. Penelitian inidilakukan dengan pendekatan observasi dan wawancara. Pada penelitian initerdapat tujuh proses kerja yang terdiri atas 17 task kerja dan ditemukan 5 jenisbahaya yaitu fisik, biologi, kimia, ergonomi, dan psikososial dengan jumlah 103bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Bahaya yang paling banyak ditemukanadalah bahaya fisik. Analisis risiko dilakukan dengan menghitung nilai basicrisk, existing risk, dan predictive risk yang selanjutnya diketahui tingkat risikopada setiap penilaian tersebut dengan mempertimbangkan pengendalian yangsudah diterapkan dan rekomendasi pengendalian yang diberikan.
Kata Kunci: Analisis risiko; Konveksi; K3; Pembuatan kemeja; Kaos sablon
Read More
Kata Kunci: Analisis risiko; Konveksi; K3; Pembuatan kemeja; Kaos sablon
S-9316
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Emmi Widya Larasati; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-4380
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wiwi Sundawi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf; Meuthia Syafar
S-4466
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syarifah Nur Beti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-5995
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
