Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34110 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kartika Lesmana; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri, Trisnajaya, Adenan
Abstrak: Pekerjaan pengelasan memiliki berbagai bahaya yang kompleks, termasukbahaya sinar ultraviolet B. Dampak bahaya adalah Merusak mata dan kulitpada tubuh pekerja, (Winiarto et al. 2013). Menurut American WeldingSociety, efek akut dari paparan ultraviolet (UV) cahaya meliputiphotokeratitis. Penelitian ini pada 52 Operator las bengkel resmi disepanjang Jalan Raya Setu Bantar Gebang, Mustika Jaya Kota Bekasi,menemukan 39 operator dengan kasus photokeratitis (75% dari populasi).Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda survei dan datadikumpulkan secara cross sectional. Survei dilakukan dengan menggunakankuesioner, observasi dan wawancara serta pemeriksaan visual yangdilakukan seorang dokter untuk mengetahui responden mengalamiphotokeratitis. Pengukuran radiasi menggunakan UV Light Meter UV-Bdilakukan untuk mengetahui tingkat sinar UV-B yang memajan operatorpengelasan. Salah satu faktor yang kuat terkait dengan kasus ini intensitastinggi UV-B radiasi dengan rata-rata 99,2 μW/cm2. Faktor-faktor lainseperti umur, tahun bekerja, waktu paparan dan jarak ke sumber pengelasantelah menunjukkan hubungan yang signifikan juga, namun penggunaanAPD tidak memiliki hubungan yang signifikan untuk kasus photokeratitis.
Kata kunci : Photokeratitis, radiasi Ultraviolet-B, pengelasan.
Welding work has a complex variety of hazards, including the dangers ofultraviolet rays B. Impact of danger is damaging to eyes and skin on thebody of workers, (Winiarto et al. 2013). According to the AmericanWelding Society, the acute effects of exposure to ultraviolet (UV) lightcovers photokeratitis. This research on welding operator 52 authorizedworkshops along Jalan Raya Setu Bantar Gebang, Mustika Jaya Bekasi,found the 39 carriers with photokeratitis cases (75% of the population). Thisresearch was conducted using the method of survey and data collected bycross sectional. The survey was conducted using questionnaires, observationand interviews and conducted a visual inspection to determine therespondent experienced photokeratitis. UV radiation measurements usingUV-B Light Meter conducted to determine the level of UV-B rays whichexposes the welding operator. One factor that is strongly linked to the caseof high-intensity UV-B radiation with an average of 99.2 μW / cm2. Otherfactors such as age, years of work, the exposure time and distance to thesource of welding have shown a significant relationship as well, but the useof PPE does not have a significant relationship to the case photokeratitis.
Key Words : Photocheratities, Ultraviolet-B radiation, Welding.
Read More
T-4642
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lukman Hakim; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Sulaeman
S-7833
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kurnia Fadyanti; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Djunaedi, Zulkifli; Rangkuti, Bal`an Kamali
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang proses pembuatan pagar teralis di Bengkel LasSampurno yang memiliki berbagai hazard yang ada di area kerja sehinggaterdapat berbagai risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses kerjanya.Untuk itu, dibutuhkan penilaian risiko pada tiap tahapan proses pembuatan produkuntuk mengetahui tingkat risiko kerja sehingga kedepannya dapat dilakukanpengelolaan dan pengendalian risiko tersebut dengan baik sesuai dengan risikoyang ada. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional.Analisis yang digunakan yaitu analisis risiko kualitatif. Hasil penelitian inimenyarankan bahwa pada proses pembuatan pagar teralis besi di BL Sampurnomemiliki tingkat risiko yang berdampak pada pekerja sehingga diperlukanpengendalian risiko khususnya untuk risiko yang tidak dapat diterima (tinggi danekstrim) untuk menekan terjadinya kecelakaan pada pekerja.Kata kunci:Penilaian risiko, analisis risiko kualitatif, pengendalian risiko
The focus of the study is the process of making iron rail in Bengkel Las Sampurnowhich has a variety of hazards in the work area so that there are a variety of safetyand health risks in the working process. Therefore, the required risk assessment atevery stage of the product creation process to determine the level of risk to do thework so that future risk management and control of the well in accordance withthe existing risks. This research uses descriptive observational method. Theanalysis is qualitative risk analysis. The results of this study suggest that theprocess of making iron trellis fence in BL Sampurno have a level of risk thatimpact on workers so that necessary risk control in particular to an unacceptablerisk (high and extreme) to suppress the occurrence of accidents to workers.Keywords:Risk assessment, qualitative risk analysis, risk control.
Read More
S-9218
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathul Masruri Syaaf; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Indri Hapsari Susilowati
S-5263
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yurnalis; Pembimbing: Hendra
S-3600
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Nurhafizhah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Sjahrul Meizar Nasri, M. Vetra Ikhsan, Anita Johan
T-7440
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Mariyah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yuni Kusminanti
S-6874
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilia Widiyani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
Abstrak: Penelitian ini membahas risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas pekerjaan diBengkel Las AW Jakarta Selatan Tahun 2012. Penelitian ini adalah deskriptif observasional yangbertujuan untuk manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan metode identifikasi bahaya dandampak menggunakan JHA (Job Hazard Analysis) dan analisis penilaian risiko ukuran semikuantitatif menurut AS/NZS 4360 dengan mengalikan consequences, exposure, dan probability.Hasil penelitian mendapatkam rekomendasi pengendalian risiko, komunikasi dan pemantauanberdasarkan penilaian tingkat risiko yang meliputi very high, priority 1, substancial, priority 3,dan acceptable.
Kata kunci:Manajemen risiko, penilaian AS/NZS, bengkel las.
This research describes risk management of safety and health occupational for productionactivity task at Bengkel Las AW South Jakarta 2012. Design for this research was descriptiveobservational study that objective to manage of risk. The research were used JHA (Job HazardAnalysis) for hazards and effects identification, then for analysis of assessment risk rating usedAS/NZS 4360 standard by multiplied of consequences, exposure, and probability. The results ofthe research were recommendations control, communication, and monitoring of risk based onrisk assessment of the risk rating in each activity that includes very high, priority 1, substantial,priority 3, and acceptable.
Keywords:Risk management, risk assessment with AS/NZS 4360, informal workshop.
Read More
S-7662
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yasmin Maulidias Khairana Anhar; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Sulistyaning Hartatik
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelelahan pada pekerja laundry di wilayah kecamatan Pondok Gede, Bekasi. Penelitian dilakukan pada 97 pekerja laundry di Pondok Gede, Bekasi. Variabel independen pada penelitian ini yaitu faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, status gizi, kuantitas tidur, kualitas tidur, commuting times, dan sttus kesehatan) dan faktor risiko tidak terkait pekerjaan (masa kerja, durasi kerja, waktu istirahat, lingkungan kerja, dan beban kerja). Desain penelitian adalah cross-sectional dengan menggunakan kuesioner. Subjective Self Rating Test dari IFRC digunakan untuk mengukur kelelahan dan Pittsburg Sleep Quality Index digunakan untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67 pekerja (69,1%) mengalami kelelahan ringan dan 30 pekerja (30,9%) mengalami kelelahan berat. Hasil penelitian menunjukkan kuantitas tidur, kualitas tidur, status kesehatan, lingkungan kerja, durasi kerja memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kelelahan. Faktor yang paling dominan memengaruhi kelelahan adalah status kesehatan (p=0,020), OR = 6,5 dan CI 95%: 1,35031,555.
Read More
S-10784
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wibowo Mukti; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, Izzatu Millah
S-7689
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive