Ditemukan 31105 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Fazrin Nu Azizah; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Sri Tjahyani Budi Utami, Hamdani
T-4674
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Deborah Siregar; Pembimbing : Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Umar Fahmi, Ema Hermawati, didik Supriono, Rohani Simanjuntak
T-4805
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mirnawati JasimahX; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Budi Hartono, Melati Ferianita Fachrul
Abstrak:
Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat berfungsi sebagai tempat bermain dan berinteraksi bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perkembangan perilaku anak umur 6-12 tahun dengan keberadaan fungsi RTH. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dan 216 sampel. Data yang didapatkan berupa data primer melalui wawancara menggunakan kuesioner mengenai RTH dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) mengenai perkembangan perilaku anak. Hasil penelitian menunjukkan hanya utilitas RTH dengan perkembangan perilaku anak yang memiliki hubungan bermakna secara statistik. Nilai OR yang dihasilkan adalah 3,25 (CI 95%: 1,51- 6,98) dan nilai p sebesar 0,03. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa hanya variabel utilitas RTH yang memiliki hubungan signifikan dengan perkembangan perilaku anak. Kata Kunci: Perkembangan Perilaku, Anak Umur 6-12 tahun, Ruang Terbuka Hijau
he existence of green open space has function as a place to play and interact with the children. This study aimed to analyze the relationship between behavioral development of children aged 6-12 years with the presence of green open space function. This study uses a cross-sectional study and 216 samples. Data obtained in the form of primary data through interviews using a questionnaire about RTH and the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) on the development of children's behavior. The results showed only green open space utility with behavioral development of children who have a statistically significant relationship. OR the resulting value was 3.25 (95% CI: 1.51 to 6.98) and the p-value of 0.03. The conclusion from this study that the only variable green open space utility that has a significant relationship with the development of the child's behavior. Keywords: Behavioral Development, Children Age 6-12 years, Green Open Space
Read More
he existence of green open space has function as a place to play and interact with the children. This study aimed to analyze the relationship between behavioral development of children aged 6-12 years with the presence of green open space function. This study uses a cross-sectional study and 216 samples. Data obtained in the form of primary data through interviews using a questionnaire about RTH and the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) on the development of children's behavior. The results showed only green open space utility with behavioral development of children who have a statistically significant relationship. OR the resulting value was 3.25 (95% CI: 1.51 to 6.98) and the p-value of 0.03. The conclusion from this study that the only variable green open space utility that has a significant relationship with the development of the child's behavior. Keywords: Behavioral Development, Children Age 6-12 years, Green Open Space
S-9245
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mayumi Nitami; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami, Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Hamdani, Intan Widaya
T-4646
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Erna Kusumawardani; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Dewi Susanna, Riris Nainggolan
S-7252
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nia Ratna Sari; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Ary Sutanti
S-8230
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bobby Ilham Ramadhan; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
ABSTRAK Kelurahan Duren Sawit merupakan kelurahan tertinggi ditemukannya kasus PE (+) dan kematian DBD pada anak umur Sekolah Dasar di Kecamatan Duren Sawit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keberadaan jentik Aedes aegypti dan Aedes albopictus berdasarkan karakteristik kontainer meliputi jenis, bahan, volume, kondisi air dan warna pada SD, Kelurahan Duren Sawit. Berdasarkan karakteristik kontainer yang di identifikasi, kemudian dapat diketahui tingkat potensial perindukan keberadaan jentik Ae. aegypti dan Ae. albopictus. Penelitian ini menggunakan data primer dengan melihat seluruh kontainer di Sekolah Dasar Kelurahan Duren Sawit. Desain studi adalah cross-sectional dan data dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square. Pada penelitian ini ditemukan hubungan yang signifikan dan perbedaan yang bermakna antara warna kontainer dengan keberadaan jentik Aedes (nilai p 0,001; OR 5,38) dan pengurasan dengan keberadaan jentik Aedes (nilai p= 0,002; OR=4,28). Warna gelap dan pengurasan kontainer memiliki perbedaan dan hubungan yang signifikan, sehingga SD Kelurahan Duren Sawit perlu merubah kontainer bewarna gelap menjadi warna terang dan pengurasan perlu ditingkatkan terutama wadah jenis TPA. Kata kunci: karakteristik kontainer, keberadaan jentik, jenis, bahan, volume, kondisi air, warna Kelurahan Duren Sawit is the highest kelurahan found cases of PE (+) and death cases of DHF in Primary school-aged children in Kecamatan Duren Sawit. This study aimed to see larva Aedes aegypti and Aedes albopictus based on container chracteristics include types, materials, volume, water condition and color in SD, Kelurahan Duren Sawit. Based on the identified container characteristics, then we can know the potential level of longing for the presence of larva Ae. aegypti and Ae. albopictus. This study uses primary data by looking all containers in Kelurahan Duren Sawit Primary School. The design study was cross-sectional, data were analyzed univariat and bivariate using chi-square. In this study we found significant relationship and difference between color of container with presence of Aedes larva (p value 0,001, OR 5,38) and also containers draining with presence of Aedes larva (Value p = 0,002; OR = 4,28). Dark colors and draining containers have significant relationships and difference, SD Kelurahan Duren Sawit need to change container dark color with light colors and drainage need to be improved especially TPA type container. Keywords: container characteristics, presence larva, type, material, volume, water condition, color
Read More
S-9738
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nella Mutia Arwin; Pembimbing: Suyud; Penguji: Laila Fitria, Budi Hartono, Didi Purnama, Aries Hamzah
T-4770
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Henny Vidiawaty; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriono
Abstrak:
Penyakit Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia, termasuk Indonesia. Angka penemuan kasus TB paru di wilayah Kecamatan Duren Sawit berada di urutan ketiga tertinggi yang ada di Kotamadya Jakarta Timur, yaitu mencapai 249 jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru. Desain penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden. Sampel penelitian terdiri dari 55 kelompok kasus dan 55 kelompok kontrol. Sampel yang digunakan adalah pasien yang terdata dan terdiagnosa sesuai dengan konfirmasi laboratorium di Puskesmas. Sampel berusia minimal 15 tahun, bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Duren Sawit sebelum terdiagnosa TB dan tidak merenovasi rumah sejak terdiagnosa TB paru. Kriteria kasus adalah pasien Puskesmas yang terdiagnosa TB paru BTA (+) sedangkan kriteria kelompok kontrol adalah pasien Puskesmas yang dinyatakan TB paru BTA (-) oleh petugas Puskesmas. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian TB paru di wilayah Kecamatan Duren Sawit adalah jenis kelamin (OR 4,3; 95% CI 1,9-9,9), tingkat pendidikan (OR 4,2; 95% CI 1,9-9,4), pekerjaan (OR 3,2; 95% CI 1,3-7,7), perilaku merokok (OR 3,3; 95% CI 1,5-7,6), pencahayaan (OR 17,5; 95% CI 6,0-51,1), suhu (OR 6,6; 95% CI 2,9- 15,4), kepadatan hunian (OR 9,5; 95% CI 4,0-22,6). Kata kunci : Faktor risiko; Kasus kontrol; Tuberkulosis paru Pulmonary tuberculosis (TB) is still the cause of the high number of morbidity and mortality in the world, including Indonesia. The number of pulmonary tuberculosis cases found in Duren Sawit subdistrict is the third highest in East Jakarta, reaching 249 people. The purpose of this study is to analyze factors related to pulmonary TB occurance. The research design used was case control with total 110 respondents. The study sample consisted of 55 case groups and 55 control groups. The samples used were patients who were recorded and diagnosed in accordance with laboratory confirmation at the Puskesmas (Central Public Health). The sample is at least 15 years old, living in Duren Sawit sub-district before being diagnosed with pulmonary tuberculosis and not renovating the house when diagnosed with pulmonary tuberculosis. Case criteria were Puskesmas (Central Public Health) patients who were diagnosed with pulmonary tuberculosis (+) while the control group criteria were Puskesmas (Central Public Health) patients who have been declared pulmonary TB AFB (-) by Puskesmas (Central Public Health) officers. The results of this study indicated that the risk factors affecting pulmonary TB occurance in Duren Sawit sub-district are gender (OR 4.3, 95% CI 1.9-9.9), education level (OR 4.2, 95% CI 1.9-9.4), occupations (OR 3.2, 95% CI 1.3-7.7), smoking behavior (OR 3.3, 95% CI 1.5-7.6), exposure (OR 9,5; 95% CI 6,0-51,1), temperature (OR 6,6,95% CI 2,9-15,4), occupancy density (OR 9,5; 95% CI 4, 0- 22,6). Keywords : Risk factors; Case control; Pulmonary Tuberculosis
Read More
S-9377
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sabrina Fajrin Sukristi; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ema Hermawati, Nurusysyarifah Aliyyah
Abstrak:
Read More
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor iklim (suhu, kelembapan udara, dan curah hujan), kepadatan penduduk, dan angka bebas jentik dengan incidence rate demam berdarah dengue di Kota Bogor tahun 2020-2024. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan uji korelasi antara suhu, curah hujan dan kelembapan udara pada time lag 0-2 bulan, kepadatan penduduk, serta Angka Bebas Jentik dengan Incidence Rate (IR) DBD. Hasil penelitian menunjukan rata-rata IR DBD per bulan pada rentang 2020 hingga 2024 adalah 10,47 kasus per 100.000 penduduk. Hasil uji korelasi menunjukan tidak terdapat hubungan signifikan antara suhu, kelembapan udara, curah hujan dengan IR DBD pada periode 2020-2024. Antara variabel kepadatan penduduk terdapat hubungan signifikan dengan IR DBD pada rentang waktu 2020-2024, demikian pula pada antara variabel Angka Bebas Jentik dengan IR DBD pada rentang 2023-2024 yang menunjukan adanya hubungan signifikan. Diperlukan adanya penguatan program pencegahan dan pengendalian serta monitoring vektor baik dari instansi terkait maupun semua lapisan masyarakat.
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health challenge in Indonesia, including Bogor City. In 2023, Bogor recorded the highest incidence rate in West Java Province. This study aimed to analyze the relationship between climate factors (temperature, humidity, and rainfall), population density, and the larva-free index with the dengue incidence rate in Bogor City from 2020 to 2024. An ecological study design was applied using correlation analysis between climate variables (with a 0–2 month time lag), population density, and larva-free index with DHF incidence rate. Results showed the average monthly incidence rate from 2020 to 2024 was 10,47 per 100.000 population. There was no significant correlation between temperature, humidity, or rainfall and dengue incidence during this period. However, population density showed a significant positive correlation with dengue incidence in 2020–2024. Additionally, a significant negative correlation was found between the larva-free index and dengue incidence in 2023–2024. Strengthening prevention and control programs, along with improved vector monitoring involving both government institutions and communities, is essential to reduce the burden of DHF.
S-11912
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
