Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32580 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kholid Fadli; Pembimbing: Mila Herdayati; Penguji: Poppy Yuniar, Umi Zakiati
S-9259
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kholid Fadli; Pembimbing: Mila Herdayati; Penguji: Poppy Yuniar, Umi Zakiati
S-9259
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ainol Mardhiah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, R. Sutiawan, Aris Purwanto, Tutut Indrawahyuni
Abstrak:

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu sumber daya yang penting dalam suatu organisasi: juga penentu berhasil atau tidaknya pembangunan di suatu negara, baik dalam pembanguoan ekonomi dan: kesehatan. Undang-undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 menyatakan bahwa tenaga kesehatan merupakan salah satu sumber daya kesehatan yang diperlukan sebagai pendukung Sehingga perlu dikembangkan suatu sistem informasi perencanaan kebutuhan SDM kesehatan di Puskesmas berdasarkan beban kerja. Dimana sistem yang akan dikembangkan ini diharapkan dapat membantu pengambil keputusan dan d.ijadikan bahan acuan dalam menentukan kebijakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi terhadap perencanaan dan distribusi SDM. Sistem infonnasi ini disebut sistem pendukung keputusan. Metodologi yang dipakai adalah dengan menggunakan pendekatan Development Lift Cycle (SDLC) dengan cara wawancara mendalam dengan para informan. Permasalahan sistem yang ada sekarang adalah data yang ada masih terpisah-pisah dibagian yang berbeda, pengolahan masih dilakukan secara manual, sehingga bel diperolehnya informasi. Pengembangn sistem dimulai dari penetapan kebutuban sitepemodelan sistem serta penetapan sofeware dan hardware yang digunakan dengan harapan dapat penghasilan informasi yang dibutuhkan user dalam perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan.


 

Software yang digunakan untuk aplikasi prototype ini adalah Fox pro, dengan spesifikasi minimum hardware adalah pentium ll 450 Mhz, kapasitas RAi\.1 128 MB, kapasitas hardisk 106 B. Human resource is one of the important resources in an organization, it is also a de derminant-factor on success or failure o development in a country, both of economic and health. The health legislation no. 23 in 1992 expressed that a health officer is one of important health resource as a supported health effort in order to existence of public health level optimally. To reach an efficacy of health development as expressed on legislation no. 23 in research used Development Life Cycle (SDLC) method by a deep interview to informant. The existing system problem is existing data still separated by different shares, processing is still conducted by manual, so the information is not obtained yet System development is started by determining of system requirement, system model and also determining of software and hardware which is used in order to get an important information for user on requirement of health human resources planning. Software used for the application of this prototype is Fox pro, 'Yioith a minimum specification of hardware is Pentium II 450 :Mhz, memory capacity is 128MB, hard disk capacity is 10 B. Almost all of required information by user are availaole on development of this system. On the next system, it is expected can result development of health human resources planning and also inventory of health facilities in Depok. By developing an information system o requirement of health human resources planning. it is expected can improve perfcnnance of program organizer-in managing and analyzing data quickly and efficient, so it can result a required information for user.

Read More
T-2351
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Wijaya; Pembimbing: Tris Eryando, Popy Yuniar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Sensusiati, Nurjamil
Abstrak: Abstrak

Latar Belakang : Tesis ini membahas tentang Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Obat Untuk Mendukung Pelayanan Kefarmasian (Studi Kasus Di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi). Sistem Informasi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan administrasi mulai dari pencatatan, pelaporan, pengarsipan yang baik, bertujuan agar lebih mudah dimonitor dan dievaluasi. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen obat untuk mendukung pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi.

Metode : Pendekatan yang dipergunakan dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Obat di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi ini adalah Pendekatan Rapid Application Development (RAD), Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pedoman observasi dan Pedoman Wawancara.

Hasil : Pencatatan pengelolaan obat yang tertib dan lengkap belum dilaksanakan, sehingga sulit untuk monitoring dan evaluasi. Maka perancangan Sistem Informasi Manajemen Obat yang terintegrasi menggunakan basis data yang dapat memudahkan dalam pengorganisasian data untuk menghasilkan informasi sehingga perencanaan pengelolaan obat, monitoring dan evaluasi menjadi lebih mudah. Keluaran sistem informasi ini berupa laporan pemakaian dan lembar permintaan (LPLPO) dan indikator monitoring dan evaluasi yang ditampilkan dengan grafik.

Kesimpulan : Terbangunnya model sistem informasi manajemen obat yang terintegrasi menggunakan basis data sehingga memudahkan dalam pencatatan, pelaporan dan monitoring serta evaluasi.


Background : This thesis discusses the development of Drug Management Information System to Support Pharmaceutical Services (Case Study In Health Center pejuang Bekasi). This information system is expected to support the administration ranging from record keeping, reporting, good filing, aims to be more easily monitored and evaluated. The purpose of this study to develop a model of Drug Management Information System to support pharmaceutical services at PHC Pejuang Bekasi.

Methods : The approach taken in the development of Drug Management Information System at the Health Center pejuang Bekasi is a Rapid Application Development (RAD), instrument used in this study is the observation and Interview Guide.

Results : Recording of medication management and complete order has not been implemented, making it difficult for monitoring and evaluation.Then the Drug Management Information System design using an integrated database that can facilitate in organizing the data to produce information that medication management planning, monitoring and evaluation easier. Output is in the form of laporan pemakaian dan lembar permintaan (LPLPO) and monitoring and evaluation indicators are displayed with graphs.

Conclusion : Development of a model of management information systems using integrated drug database to facilitate the recording, reporting and monitoring and evaluation.

Read More
T-3853
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joni Iswanto; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Popy Yuniar, Sensusyati, Devi Maryori
Abstrak: Abstrak

Latar Belakang: Sistem Informasi manajemen Puskesmas membutuhkan data akurat karena berperan penting dalam pengambilan keputusan. Pelaksanaan sistem ini di Sumatera Barat belum terintegrasi dengan baik. Fragmentasi sistem pencatatan menyebabkan terjadinya duplikasi dan inakurasi data.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Data di Puskesmas dengan melakukan integrasi sistem pencatatan/pelaporan untuk menghilangkan fragmentasi dan duplikasi. Hasil integrasi dituangkan dalam rancangan aplikasi berbentuk prototiping.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kwalitatif. Tahapan penelitian dimulai dengan identifikasi sistem masing-masing unit dilanjutkan dengan analisa kebutuhan untuk dituangkan dalam rancangan sistem.

Hasil: Hasil penelitian ini berupa terbentuknya rancangan sistem baru yang terintegrasi pada semua unit. Hasil rancangan diaplikasikan kedalam bentuk prototipe dan diujicobakan dengan data yang ada di Puskesmas.

Kesimpulan: Dari hasil uji coba disimpulkan bahwa pengembangan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas dengan rancangan baru dapat menghilangkan duplikasi pencatatan dan pelaporan di masing-masing tingkatan manajemen.


Background: Management information sistem of community health center requires accurate information to facilitate decision making. Currently, the problems in west sumatera provincial are record - keeping fragmentation, duplication and inaccuracy of recording and reporting.

Objective: This research aimed to explore process of community health center management information system with the development integration design of recordkeeping system in order to eliminate information system fragmentation and duplication. This integration results used as design prototyping.

Method: The development research used qualitative descriptive approach. Stages is the identification of a data management system, needs analysis and system design.

Result: The results of this research is a new design system that integrates on all units. The design of the system was applied in the form of prototypes that have been tested with existing data on health community center.

Conclusion: The design process of management information system in community health center conducted with integration of reporting and record-keeping system especially integration of register. This process can lessen record-keeping duplication in every service unit of community health center.

Read More
T-3863
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahrul Anwar; Pembimbing: Toha Muhaimin, Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Tris Eryando, Sunaryadi, Hudi K. Wahyu
T-2169
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emmilya Rosa; Pembimbing: AFarida Tri Mutiarawati gustina; Penguji: Tris Eryando, Martya Rahmaniati Makful, Welly Refnealdi, Murni Kusumawati
T-2654
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bety Setyorini; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Tris Eryando, Eko Priyono, Noerzamanti Lies Karmawati
T-2415
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Efi Indarti; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Farida Mutiarawati Tri Agustin, Kemal Nazarudin Siregar, Bachtiar Desman
Abstrak:

SP3 yang berjalan selama ini belum menghasilkan data/informasi program kesehatan yang lengkap, cepat dan keakurasiannya masih diragukan, oleh karenanya pemanfaatan hasil luaran SP3 oleh pengelola program di tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten belum optimal.SP3 bukan merupakan satu-satunya pelaporan yang harus dibuat oleh Puskesmas, tetapi masih terdapat laporan lain dari para pengelola program Dinas Kesehatan. Hal ini disamping menjadi beban bagi Puskesmas, juga menyebabkan pelaporan tidak lengkap, tidak tepat waktu dan adanya duplikasi data antra pengelola program dengan data pada pengelola SP3. Hal lain yaitu tidak berjalannya mekanisme umpan balik dari tingkat Dinas Kesehatan kepada Puskesmas.Sejalan dengan era desentralisasi, maka Dinas Kesehatan Kabupaten mempunyai kewenangan dalam pengembangan Sistem Kesehatan di tingkat Kabupaten maupun dalam pengembangan Sistem Informasi Kesehatannya. Kebijakan organisasi dan komitmen yang tinggi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang beserta jajarannya, serta dukungan sumber daya yang memadai dalam pengembangan Sistem Informasi Kesehatan di wilayahnya. Sistem Informasi Program Kesehatan (SIPK) berbasis data Puskesmas merupakan pengembangan dari SP3, yang diharapkan menghasilkan data/informasi mengenai program kesehatan di Puskesmas sehingga dapat mendukung pelaksanaan manajemen program kesehatan di tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten, baik perencanaan, monitoring dan evaluasi program.Pengembangan SIPK berbasis data Puskesmas ini, dimulai dengan menetapkan informasi, indikator dan data yang dibutuhkan, mendesain sistem pengumpulan, pengolahan dan penyajian data, mendesain format input dan output laporan, serta perancangan program aplikasinya. Kebijaksanaan satu pintu keluar-masuk data pada Sub Bagian Perencanaan, yang mempunyai tugas dan fungsi dalam pengelolaan data program kesehatan, serta pelaksanaan mekanisme umpan balik akan lebih mengoptimalkan pelaksanaan sistem ini dalam menghasilkan data/informasi program kesehatan yang berkualitas.


 

The existing Public Health Center Recording and Reporting System has not yet sufficient and satisfy our need to gather a complete health program data and information, in fact the speed and accuracy is still questionable. Therefore the output utilization by the Program Manager in the Health Office Tangerang District is far from optimum.The major problem of Public Health Center Recording and Reporting System is on its data collection, in which it is not the only report should prepared by the Public Health Center, but there are many other reports required by the Program Manager in the Health Department as well. It is more often becoming an additional workload to them and resulting incomplete reports made and not submitted on time. It is also containing data duplications between the report received by the Program Manager in the Health Department with another one delivered to the Recording and Reporting System Manager. Another problem is the inaccuracy information will affect the feedback mechanism from Chief Executive of Health District Office to the Public Health Center. Along with decentralization era, the Health District Office has an authority to develop the health system in the level of district and to develop the health information system as necessary. Policy and strong commitments of the organization supported by adequate human resources to maintain the development of health information system in the District.The Health Program Information System is an outcome of Public Health Center Recording and Reporting System development. The expectation is to produce data and information concerning health program in the Public Health Center, and to have the ability to support managing the health program management in the Health Office Tangerang District. The development of Health Program System Information begins with verifying the information, data and indicator required, designing the collection system, processing and data presentation, designing the output and input format of reports, and application program design.The one gate policy of data in the Planning Section which has task and function in handling health program data, and maintaining a feedback mechanism which will optimizing the system achievement to produce high quality health program data and information.

Read More
T-1397
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Sidik Arsyad; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Besral, Dewi Syarifah, Lenny Lia Ekawati
Abstrak:

Salah satu bagian penting dari program pembangunan kesehatan dan titik pusat pembangunan sumber daya manusia adalah program kesehatan reproduksi. Mengingat bahwa program kesehatan reproduksi menggunakan pendekatan siklus hidup, mengenai setiap orang dan mencakup banyak aspek kehidupan sejak dalam kandungan sampai pada kematian. Pengembangan sistem informasi program pelayanan kesehatan reproduksi yang terpadu yang difokuskan pada pemanfaatan indikator yang ada serta analisis pencapaian terhadap setiap komponen program kesehatan reproduksi khususnya paket esensial yaitu KIA, KB, ISR, dan KRR merupakan pendukung kegiatan monitoring dan evaluasi program serta bahan untuk melakukan manajemen program secara berkesinambungan dalam pencapaian menuju pelayanan kesehatan reproduksi yang efektif dan efisien. Kota Banda Aceh selama ini telah melakukan kegiatan pelayanan kesehatan reproduksi. Akan tetapi masih difokuskan kepada kegiatan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana saja, sedangkan untuk pelayanan Kesehatan Reporduksi Remaja (KRR) baru dalam tahap sosialisasi dan penyuluhan. Begitupun untuk pelayanan kesehatan, khususnya kasus penyakit menular seksual maupun infeksi saluran reproduksi belum dilakukan sebagai bentuk kegiatan rutin seperti pencegahan dan kontrol infeksi saluran reproduksi (termasuk HIV/AIDS) terutama pada ibu hamil. Permasalahan sistem informasi pada program pelayanan kesehatan reproduksi di kota Banda Aceh masih cukup banyak, diantaranya adalah masih belum optimalnya sistem tersebut dalam menyediakan informasi yang cepat, tepat dan akurat oleh karena masih dikerjakan secara manual, akibatnya sering terjadi keterlambatan maupun kesalahan dalam intervensi program dilapangan. Dengan dikembangkannya sistem informasi program pelayanan kesehatan reproduksi diharapkan dapat membantu dalam penguatan manajemen program yaitu perencanaan, monitoring dan evaluasi yang nantinya akan berujung pada pada peningkatan kinerja program pelayanan kesehatan reproduksi sebagai bagian upaya pelaksanaan program pelayanan kesehatan rerproduksi yang terpadu, khususnya untuk mencapai integrasi pelayanan yang optimal. Tujuan lain dikembangkannya sistem informasi program pelayanan kesehatan reproduksi ini adalah dapat diidentifikasinya permasalahan-permasalahan pada.sistem informasi pelayanan kesehatan reproduksi yang ada dan berjalan sebelumnya, terbentuknya sistem pencatatan dan pelaporan yang terpadu untuk program pelayanan kesehatan reproduksi di puskesmas, tersusunnya basis data dalam mendukung sistem informasi khususnya untuk kegiatan manajemen program kesehatan reproduksi, serta teridentifikasinya indikator-indikator utama dari tiap komponen program pelayanan kesehatan reproduksi khususnya paket pelayanan essensial (KIA, KB, PMS - HIV/AIDS serta KRR). Pengembangan sistem informasi program pelayanan kesehatan reproduksi ini mengikuti metode siklus hidup pengembangan sistem, dimana pengembangannya dibatasi hanya sampai pada tahap ujicoba prototype. Dan hasil analisis kelayakan yang dilakukan dalam rangka pengembangan sistem informasi ini dimana aspek kelayakan yang dinilai adalah dari aspek kelayakan ekonomis, teknis, dan organisasi maka disimpulkan bahwa sistem informasi ini cukup layak untuk dikembangkan. Sistem informasi program pelayanan kesehatan reproduksi ini memiliki beberapa prasyarat untuk dapat berjalan dengan baik, diantaranya adalah sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem ini adalah orang yang bisa mengoperasikan komputer dan bisa memasukan data secara rutin, seluruh bidan desa maupun puskesmas mengerti tentang indikator-indikator yang digunakan dalam program pelayanan kesehatan reproduksi, tersedianya komputer dan perangkat lainnya untuk mengoperasikan aplikasi sistem informasi ini. serta yang cukup penting adalah sosialisasi kepada pengguna dan pihak pemegang kebijakan (stake holder). Mengingat bahwa aplikasi sistem informasi yang dikembangkan masih berupa prototype maka sebaiknya dilakukan ujicoba dilapangan berulang kali untuk mengetahui kelemahan dan kehandalan sistem sebenarnya.


 

One of the important part of the health development programs and the center of human resources development is Reproductive Health Programs, because it is using a human lifecycle approaches not only considering all human being but it also covering almost all aspect of the life from the beginning of life into the end of life. The development of the integrated reproductive health information systems which is focused in the analyzing performance of existing indicators and from each components from essential package in the reproductive health services (MCH, FP, RTI including HIV/AIDS, and adolescents reproductive health services) are the substance in the monitoring and evaluation activity, and also as an object for the continuity in program management in order to achieve an effective and efficient reproductive health services. Banda Aceh city have giving reproductive health services, but still focusing in maternal and child health and family planning services, and for the adolescent reproductive health services is only delivered as socialization activity. Like wise the health services for sexual transmitted disease including HIV/AIDS and reproductive tract infection not yet delivered as a routine activity especially for pregnant women. Information system problems in reproductive health programs at Banda Aceh city is quite a lot, such as the existing information is not yet adequate for giving a fast, reliable and accurate information because it still done manually, the consequences of this problem like late and wrong in reproductive health program intervention frequently happen. The Expectation in the development of this reproductive health information system is that it can help in strengthening the program management such as planning, monitoring and evaluating which can be ended in improvement of programs performance as the effort in delivering services, especially to gain the optimum integrated reproductive health services. Other objectives in this information system development are that it can help identify problems in existing information systems, the developing of integrated reporting and recording activity for reproductive health programs in health centers, the formed of database to support the information systems specially for programs management, and the identifications of the main reproductive health services program indicators that will be used specially the essential package (MCH, FP, STD including HIVIAIDS and ARH). The development of this reproductive health service program was based on the system development life cycle methods, where the development was limited only in the trial of the sistem information application prototype. This reproductive health information systems have several requirements in order to be well functioned, such as the human resource requirement like an operators that familiar with computers and can routinely inputting data, all the midwives that involve in this reproductive health services is understand about the indicators that used in this program, the availabilty of computers and other hardwares in order to operate the application, and also the one of the important thing is a socialization of the systems on the stakeholders. Because this developed information systems application was in form of prototype then field trials was emphasized to identify the weaknesses and reliability of the applications.

Read More
T-2336
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive