Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30392 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ade Sutrisno; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Tris Eryando
T-2008
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lina Widyastuti; Pembimbing: Besral
S-3996
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eva Muzdalifah; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Yudarini
S-5438
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Awalina Rejeki; Pembimbing, Luknis Sabri; Penguji, Farida Mutiarawati Agustina, Poppy Irawati
S-4679
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noor Alis Setiyadi; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Tris Eryando, Tri Yunis Miko Wahyono, Roosyana Hasbullah, Sulistyo
Abstrak:

Penyakit tuberkulosis sejak tahun 8000SM telah ditemukan namun masih menjadi masalah dibidang kesehatan, sehingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasukkan penanggulangan penyakit tuberkulosis termasuk dalam tujuan pembangunan millennium (MDGs). Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) masih dilakukan untuk mencapai indikator keberhasilan program, diantaranya indikator penjaringan suspek dan penemuan kasus (Case Detection Rate/CDR) dan untuk mendukung DOTS diperlukan pengembangan sistem informasi surveilans tuberkulosis. Sugiarsi (2005) telah mengembangkan sistem informasi surveilans tubekulosis namun tidak digunakan petugas karena item data yang akan dimasukkan dirasa belum lengkap, petugas tidak menemukan fasilitas untuk membaharui data dan buku manualnya. Oleh karena itu diperlukan pengembangan sistem yang dapat menjawab kebutuhan petugas di dinas kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan pengembangan sistem gabungan SDLC dan prototipe yang terdiri dari mengevaluasi sistem yang ada, mendifinisikan kebutuhan sistem yang baru, mendesain sistem berdasarkan identifikasi kebutuhan end user dan pembangunan/pengembangan prototipe. Pengembangan sistem ini menggunakan data sekunder dan data primer dengan wawancara dan konfirmasi. Kemudian sistem yang dikembangkan diujicobakan kepada petugas tuberkulosis di dinas kesehatan untuk mendapatkan masukan demi kesempurnaan sistem. Pengembangannya meliputi basis data, perangkat lunak, antar muka menu manajemen data yang dapat membaharui data (updating data), layanan akses berbasis web dan sistem informasi geografis yang digunakan untuk menggambaran sebaran kasus secara online dengan perangkat lunak tidak berbayar AppServ dengan alamat http://localhost/surv-tb/. Sistem informasi ini berguna untuk mempercepat pencatatan dan pelaporan penyakit tuberkulosis dan representasi analisis spasial diharapkan mampu menjadi alternatif informasi untuk membuat keputusan program tuberkulosis. Disisi lain, sistem informasi ini mempunyai fasilitas merekap laporan dan menampilkan indikator penjaringan suspek dan CDR. Penelitian yang telah dilakukan ini telah menghasilkan rancangan sistem informasi surveilans di Kabupaten Sukoharjo yang dapat mengkoreksi dan mengendalikan input dan proses yang dapat menghasilkan data dan informasi yang berkualitas sehingga diharapkan sistem ini dapat memperkuat surveilans tuberkulosis di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Kata kunci : Sistem informasi, Surveilans tuberkulosis.


 Since 800SM, tuberculosis disease has been found, but it is still be a problem in the world, thus the United Nations (UN) decided tuberculosis eradication is part of Millennium Development Goals (MDGs). Strategy of Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) have been made to achieve program indicators successfully, the indicators were such as suspects catching and cases discovery (Case Detection Rate/CDR). The development of tuberculosis surveillance information system can support the DOTS. Sugiarsi (2005) developed a Surveillance information system, but the system  could not used because a items of data input were not completed yet, the officers were not found a facility for updating the data and the lack of manual book. Therefore, system development have goals to answer the needs of health department workers. This research used qualitative research methods approach and the study design used a combined approach between SDLC-prototype, where it is consists of existing systems evaluation, defining a new system requirements, designing the system based on the needs of end user identification and the development/prototype development. The research used the secondary and primary data via the interviews and confirmation. The system is tested to recording and reporting officer  at the health department to get input for the perfection of the system. The development of databases, software, data management menu interface, the web-based services access and geographic information systems has been performed by free software (AppServ)  with the address http:// localhost / surv-tb/. This information system will useful to speed up the recording and reporting of tuberculosis diseases, plus and the spatial analysis image is expected to be an alternative information to make the decision. In addition, this systems have facilities to summarize reports plus displaying a suspects catching and CDR indicators by graphic. The conclusion, This research result a design of surveillance information systems corrects and controls the input data and process to produce a quality of data and information for strengthening the tuberculosis surveillance system in Sukoharjo. Keywords : Information system, tuberculosis surveillans

Read More
T-3393
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Isro; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Artha Prabawa, Syamsul Anwar
Abstrak:

Tesis ini membahas aplikasi sistem informasi asuhan keperawatan pasien stroke berbasis komputer untuk mempercepat pengolahan data, analisis, pengawasan tindakan keperawatan dan mempermudah pelaporan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pengguna dan penyusun kebijakan. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode prototipe melalui tahap analisis sistem, desain sistem, pengkodean dan uji coba. Hasil penelitian menyarankan bahwa sistem informasi askep stroke di ruang Stroke RSIJ CP sangat baik untuk dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan informasi, dilihat dari sisi efektifitas dan teknis. Berdasarkan pengamatan pada proses analisa dan desain sistem yang telah dilakukan, didapat beberapa keunggulan pada sistem informasi yang akan dikembangkan khususnya dalam pengelolaan data yaitu entry data dengan program aplikasi visual dan menggunakan MDBS, pengolahan data menggunakan cara otomatis lebih terstruktur dengan proses cepat dan pelaporan dapat dicetak secara langsung.


 

This tesis explained about an aplication of system information for stroke nursing care computer base in order to increase data analysis, controlling nursing activity and make easier on reported, that can used by user and policy maker. The methode that used in this system development is prototype methode trough system analysis, system desain, coding and try out. The result of the research shows that system information nursing care in the stroke room RSIJ CP is very good to be developed base on information need analysis from efectivity and technision side. Base from the observation on analysis proccess and system design that have done, that is some goood things from the system information that going to be developed esspecially in data organising that is data entry with visual program aplication dan using MDBS, data organise by using automatic tools more structured with fast procces and reported can printed right away.

Read More
T-3106
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Setyadi; Pembimbing: Besral; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo
T-1993
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nana Supriatna; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Tris Eryando
Abstrak:
Penyakit menular merupakan salah satu masalah kesehatan penting di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi, meskipun saat ini ada pergeseran poly penyakit dari penyakit menular ke penyakit degeneratif. Penyakit menular yang sering menimbulkan kejadian luar biasa di Indonesia saat ini antara lain penyakit diare, campak, dan demam bedarah. Untuk mengantisipasi terjadinya KLB perlu dilaksanakan SKD (Sistem Kewaspadaan Dini). Namun dalam pelaksanaannya, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat, menghadapi beberapa masalah. Masalah tersebut antara lain tidak semua puskesmas mengirimkan laporan tersebut secara rutin dan tepat waktu. Selain itu, data yang masuk tidak diolah dan dianalisis secara rutin, serta analisis yang dilaksanakan pun belum optimal, sehingga belum bisa memprediksi akan terjadinya KLB. Perangkat lunak pengolah data yang digunakan saat ini adalah lotus 123. Dalam operasionalnya ada beberapa kelemahan yang ditemui, baik dalam entri data, proses, maupun output. Selain aplikasi ini juga mempunyai kelemahan dalam penyusunan dan pengorganisasian data dalam file. Tujuan penelitian ini adalah dikembangkannya sistem informasi laporan mingguan penyakit menular (Laporan Mingguan) dalam rangka sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa di Kabupaten Tasikmalaya tahun 2003. Metode penelitian menggunakan pendekatan pengembngan sistem, dengan tahapan penelitian antara lain : penentuan entitas, analisis sistem, rancangan sistem, dan penentuan kriterja ujicoba prototype. Dalam penelitian ini telah berhasil disusun; form input data sistem laporan mingguan penyakit menular potensial wabah dalam rangka sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa yang dirancang disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta validitas dalam pemasukan data; Basis data (database) dalam sistem informasi laporan mingguan telah dinormalisasi, dan dibuat relasi antar tabel. Proses ini menjadikan .file-file menjadi terstruktur dan terorganisir dengan baik, sehingga menjadi efisien, serta akan mempermudah dalam memanggil dan meng-update data; Prototype aplikasi sistem informasi laporan mingguan telah diuji coba dan mengghasilkan keluaran yang dapat digunakan untuk kewaspadaan dini berupa absensi kinerja pengiriman laporan, distribusi penyakit menular potensial wabah, grafik trend penyakit menular potensial wabah, area neap trend penyakit menular potensial wabah. Dengan tersusunnya prototype sistem informasi laporan mingguan penyakit menular yang telah berhasil diuji coba di laboratorium komputer, sebaiknya Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya segera mengimplementasikan sistem tersebut, karena sumber daya petugas maupun komputer di Seksi Pengamatan Penyakit, memungkinkan untuk pelaksanaannya. Meskipun secara struktur organisasi sistem informasi laporan mingguan telah terakomodir, agar sistem yang berjalan dapat terpelihara, sebaiknya kegialan ini dikuatkan dengan kebijakan dari Kepala Dinas secara tersendiri, misalnya berupa pembentukan kelompok kerja fungsional, sehingga kegiatan ini dapat berjalan optimal. Pustaka : 21 (1984-2002)

Communicable disease is one of important challenges in health issues in Indonesia, although there is a shifted pattern from communicable diseases to degenerative diseases, but still remain high rate in morbidity and mortality. The most often diseases that caused outbreak are diarrhea, measles, and blood fever dengue. To anticipate the outbreak it needs Early Warning System (EWS), but there are some problems that make this system not working properly, especially in District of Tasikmalaya, Province of West Java. There are some health centers do not deliver report regularly and timely. Also the data processing and analyzing for outbreak prediction did not working well, because this data processed by Lotus 123 which have some weaknesses, such as in data entry. processing and output, also in file organizing. This study objective is to develop an Information System of Weekly Report of communicable Incidence in order to support EWS in Tasikmalaya Sub-district, Province of West Java year of 2003. The method using system development approach, determining entities, system analysis, system design, and determining the criteria of test drive prototype. The prototype for information system development on weekly report has been build, computer based. This prototype presenting information of communicable diseases distribution, which potentially causing outbreak, based on type of disease, week of incidence, and the health center which is reporting, also with trend graphic and area map trend of diseases. This prototype has been passed the test in computer lab and we recommend using this prototype in Health Office District of Tasikmalaya immediately. Although In organization structure this report have been accommodated, this activity should be supported by head of Health Office by establish functional work group , so this system could be working at it best. Bibliography: 2I (1984-2002)
Read More
T-1725
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Setyani; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar; penguji: Tris Eryando
T-2044
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edi Sutardi; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Tris Eryando
Abstrak:
Program Eliminasi Tetanus Neonatorum (ETN) merupakan komitmen global hasil Konferensi Tingkat Tinggi Anak tahun 1990 di New York. Tujuan ETN yaitu menekan serendah mungkin angka kesakitan tetanus neonatorum sampai tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat lagi. Di perkirakan di seluruh dunia tak kurang dari 350.000 neonatus setiap tahunnya meninggal akibat tetanus neonatorurn. Di Indonesia tetanus neonatorum merupakan penyebab utama ke empat kematian neonatal yaitu sebesar 7,9 %. Angka kejadian tetanus neonatorum tahun 1997- 2000 berkisar 1,6 - 1,8 per 10.000 kelahiran hidup (fenomena gunung es). Jawa Barat merupakan provinsi dengan laporan kasus tetanus neonatorum terbesar di Indonesia, angka kejadian tetanus neonatorum periode 1997-2000 berkisar 1,2 - 1,6 per 10.000 kelahiran hidup dengan CFR berkisar 34,2 % - 47,1 %, Upaya pencapaian eliminasi tetanus neonatorum di lakukan melalui pendekatan risiko secara terpadu, sedikitnya melibatkan tiga program yaitu program imunisasi, KIA dan surveilans. Program imunisasi berperan meningkatkan eakupan imunisasi TT hamil, imunisasi wanita usia subur (WUS). Program KIA berupaya meningkatkan cakupan pelayanan antenatal, cakupan kunjungan neonatus, pembinaan dukun bayi dan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Program surveilans berperan dalam penyelidikan epidemiologi untuk mengidentifikasi faktor risiko dan daerah risiko serta ikut memantau dan menilai keberhasilan dampak program. Meskipun ETN teiah dilaksanakan sejak tahun 1995 namun program surveilans belum mampu memberikan informasi yang harus di tindak lanjuti secara rutin, baik oleh pimpinan maupun oleh program KIA dan imunisasi. Pengolahan data hasil penyelidikan epidemiologi belum didukung oleh suatu sistem informasi yang memadai dan belum mengakomodir keterpaduan program ETN. Dalam melakukan pengembangan sistem informasi surveilans tetanus neonatorum di Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, dilakukan observasi dan wawancara dengan petugas. Tujuannya adalah mempelajari permasalahan sistem yang ada saat ini, serta melakukan rancangan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan program. Permasalahan dalam sistem informasi yang ada saat ini adalah rendahnya kuantitas dan kualitas informasi yang di hasilkan surveilans, belum terstrukturnya pengolahan data surveilans, sebagian proses pengolahan data manual, pengolahan data sangat tergantung kepada petugas tertentu serta belum terpadunya sistem informasi ETN. Pengembangan sistem informasi surveilans tetanus neonatorum terdiri dari rancangan output, rancangan input, rancangan basis data dan rancangan teknologi yang menghasilkan suatu prototipe program aplikasi. Kelebihan dari sistem informasi surveilans tetanus neonatorum adalah proses pengolahan menjadi terstruktur, proses lebih cepat, proses lebih teliti, proses konsisten, mudah di akses dengan tampilan menarik, hasil up to date serta mengakomodir kebutuhan program ETN. Mengingat prototipe aplikasi sistem informasi surveilans tetanus neonatorum secara teknis telah berhasil di ujicoba di laboratorium, dan sumber daya di unit surveilans Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat memadai, maka perlu kiranya dilakukan implementasi sistem pada kegiatan surveilans yang sebenarnya. Proses implementasi secara manajerial harus di dukung komitmen kuat pimpinan dan pengelola program. Daftar Bacaan : 28 (1981- 2003)

The Development of Surveillance Information System on Tetanus Neonatorum in The Health Authority of West Java Province ? 2003The Tetanus Neonatorum Elimination (TNE) Program is a result from global commitment at the Summit Conference for Children in New York in 1999. The aims of the TNE Program is to decreased as low as possible the morbidity of the tetanus neonatorum, until it's not any longer to be the public health problem. It is estimated that there were 350,000 newborns die every year in the world due to tetanus neonatorum. in Indonesia tetanus neonatorum is the fourth major cause of death on newborn, at 7.9%. Its prevalence in 1997 - 2000 is around 1.6 - 1.8 per 10,000 life birth, but this figure is beliefs to be a tip of the iceberg phenomenon. West Java is a province which reported to be having the highest cases of tetanus neonatorum in Indonesia in 1997 - 2000, as high as 1.2 - 1.6 per I0,000 life birth, with its case fatality rate (CFR) at 34.2 to 47.1%. An integrated risk approach is accomplished in order to try to eliminate the tetanus neonatorum, which at least involving three programs at the ministry of health (MOH), i.e. the immunization program, the maternal and child health (MCH), and surveillance. The immunization program has a role on increasing the coverage on TT immunization on pregnant mothers, and immunization on women at reproductive age (15 - 39 years old). The MCH program is try to increasing the coverage of antenatal care (ANC) services, coverage on newborn visit by health personnel, train and aide the traditional birth attendant, and increasing the delivery attendant by health personnel. And the surveillance program is responsible on carried out an epidemiology investigation in order to identify any risk factors and risk areas, as well as to monitor and evaluate the impact of a succeed achievement of a program. Although the TNE program has been conducted since 1995, but so far, its surveillance program is unable to provide information that should be routinely followed up, whether by the decision makers or by MCH or immunization program. Moreover, there is no adequate information system to support the data management of the result of the epidemiology investigation, as well as to accommodate the integrity of TNE program. in order to develop the surveillance information system of tetanus neonatorum in West Java, an observation and interview toward the officer of the Health Authority of West Java Province is being conducted. The study has an aim on finding out any recent problem that exist on the system, and try to design a proper information system regarded to the need of the program. Some findings on the recent problems on the existing system are: poor information quantity and quality, unstructured data management on the result of surveillance, some data management process is prepared manually, the process is solely depend on particular officer, and the information system of the TNE program has not been integrated yet. The development of the information system of tetanus neonatorum surveillance is comprises of several stages, which are: an output design, an input design, a data-base design, and a technology design resulting on a prototype of an application program. The advantages of the information system of tetanus neonatorum surveillance are: the management data processing is more organize, faster, more precise, more consistent, easy to access with a good appearance, an up to date result, and put together the main three TNE program organizer. As laboratory try-out of the prototype of the information system of tetanus neonatorum surveillance is technically succeeded, and its human resources at the surveillance unit of Health Authority of West Java Province is sufficient, it is suggested that the system can be implemented for the factual surveillance activities. And its implementation process should be supported by strong commitment from the decision makers and its program organizer. Reference: 28 (1981 - 2003)
Read More
T-1726
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive