Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29913 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
The Indonesian J. of Public Health (IJPH), Vol.2, No.2, Nov. 2005, hal. 45-52. ( ket. ada di bendel 2005- 2007), dan ( ada di bendel 2005- 2006)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia : early age of marriage and pregnancy among women in Indonesia (Daftar isi: 1.Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan dan kehamilan wanita muda di Daerah Istimewa Aceh; 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia Daerah Sumut. ; 3. Pola perkawinan di Kec. Batipuh dan Sepuluh Koto Kab. Tanah Datar Prop. Sumbar (Laporan pendahuluan dari suatu studi kasus; 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan pada wanita muda usia di Prop. Sumsel; 5. Masalah perkawinan dan kehamilan wanita usia muda di Jawa Barat; 7. Pengaruh perkawinan dan kehamilan wanita muda usia di Jawa Barat; 8. Pengaruh perkawinan dan kehamilan wanita usia muda; 9. Masalah perkawinan dan kehamilan wanita muda usia di Jateng; 10. Usia kawin muda dan permasalahannya di DIY; 11. Perkawinan dan kehamilan pada wanita usia muda di Jatim; 12. Masalah kehamilan pada usia muda di Jatim; 13. Keluarga Jawa Timur; 14. Tinjauan tentang besarnya masalah perkawinan dan kehamilan muda usia di Sulsel; ; 15. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia ditinjau dari sudut kesehatan; 16. Faktor-faktor dan implikasi perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia ditinjau dari sudut kesehatan anak; 17. Akibat perkawinan dan kehamilan wanita usia muda terhadap kesehatan anak; 18. Implikasi perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia ditinjau dari segi kesehatan anak; 19. Faktor-faktor dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia ditinjau dari sudut kesehatan ibu dan janin; 20. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia ditinjau dari sudut kesehatan ibu; 21. Problema klinis kehamilan primi muda; 22. Implikasi kesehatan reproduksi dalam perkawinan usia muda; 23. Faktor-faktor dan imlikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia, ditinjau dari sudut kesehatan masyarakat; 24. Faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia, ditinjau dari dudut kesehatan masyarakat; 25. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia, ditinjau dari sudut psikologi; 26. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia, ditinjau dari sudut psikologi; 27. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita usia muda usia di Indonesia, ditinjau dari sudut sosial budaya; 28. Fakktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia, ditinjau dari sudut sosial budaya; 29. Faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi kehamilan dan persalinan usia muda di Jawa Barat; 30. Faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi usia kawin: suatu studi kasus di Desa Harjobinangun Yogyakarta ; 31. Pengaruh perkawinan dan kehamilan pada wanita usia muda (suatu tinjauan sosial Sulawesi Selatan); 32. Faktor sosial budaya yang mempengaruhi terjadinya perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Bali; 33. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita muda usia di Indonesia, ditinjau dari sudut Agama Islam; 34. Faktor-faktor dan implikasi dari perkawinan dan kehamilan pada wanita usia muda, ditinjau dari sudut Agama Islam; 35. Implikasi sosial psychologis dari perkawinan dan kehamilan pada wanita usia muda di Sulawesi Selatan (suatu tinjauan dari sudut Agama Islam); 36. Tinjauan Islam pada masalah perkawinan dan kehamilan ibu; 37. Upaya menunda perkawinan dan kehamilan usia muda di Jawa Barat; 38. Program/kegiatan yang mungkin dikembangkan untuk mengatasi masalah perkawinan dan kehamilan wanita usia muda di Jawa Barat; 39. Kegiatan yang perlu dikembangkan dalam mengatasi perkawinan dan kehamilan wanita muda usia di Sulawesi Selatan)
P 612.661598 SAM p
[s.l.] : Jakarta IAKMI 1987, s.a.]
Prosiding   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melisa Nyamukondiwa; Pembimbing: Asri C Adisasmita; Penguji: Lhuri Dwianti Rahmartani, Poppy Elvira Deviani
T-7091
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khania Puspitasari Supriyatna; Pembimbing: Mary Wangsarahardja, Ita Roswita; Penguji: Hafizzurachman, Wachyu Sulistiadi, Tommy Joesoef
B-1099
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dahlia Anggraini; Pembimbing: Atik Murwahyuni; Penguji: Puput Oktamianti, Doni Arianto
Abstrak: ABSTRAK Skripsi ini membahas tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Badan Usaha Untuk Menggunakan Koordinasi Manfaat (CoB) Di Era Jaminan Kesehatan Nasional. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor internal yang mempengaruhi penggunaan CoB yaitu umur, pendidikan, kebutuhan, risiko sakit, jumlah pegawai dan jumlah peserta. Sedangkan untuk faktor-faktor eksternalnya adalah pengalaman, persepsi, harga, motivasi serta Untuk koordinasi lainnya dan mekanisme pelayanan kesehatan untuk meninjau berjalannya peraturan BPJS No.4 Tahun 2016. Saran dari peneliti pada badan usaha adalah sebaiknya pegawai melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, badan menggunakan CoB karena dengan dilakukan CoB akan meringankan beban badan usaha untuk membayar iuran AKT. Saran untuk asuransi komersial adalah dengan menawarkan harga premi yang lebih kompetitif, membuat strategi pelayanan tambahan, menambah jaringan provider fasilitas kesehatan, melakukan sosialisasi dengan memanfaatkan website, televisi dan koran. Dan saran untuk BPJS Kesehatan adalah ikut melakukan sosialisasi dengan AKT terkait koordinasi, memperluas jaringan provider agar badan usaha tertarik untuk menggunakan CoB terutama provider rumah sakit swasta, memaksimalkan koordinasi kepesertaan dan iuran dengan sistem yang lebih mudah agar dapat menambah nilai jual produk CoB. Kata kunci: CoB, Badan Usaha, BPJS Kesehatan This thesis discusses the Factors Affecting Business Entities To Use Coordination of Benefits (CoB) In the National Health Insurance Era. This research is qualitative research with descriptive approach. The results of this study are the findings of internal factors that influence the use of CoB, namely age, education, needs, risk of illness, number of employees and number of participants. While for the external factors are experience, perception, price, motivation and For other coordination and health service mechanism to review the running of regulation BPJS No.4 Year 2016. Suggestion from researcher at business entity is better employee do medication at health facility which cooperate with BPJS Kesehatan, the agency uses CoB because by doing CoB will ease the burden of business entities to pay the dues of AKT. Suggestions for commercial insurance are to offer more competitive premium rates, create additional service strategies, increase provider network health facilities, socialize by utilizing websites, television and newspapers. And advice for BPJS Health is to socialize with AKT related to coordination, expand the provider network so that business entities are interested to use CoB especially private hospital providers, maximize co-ordinate participation and dues with easier system in order to increase the selling value of CoB products. Key words: CoB, Business Entity, BPJS Kesehatan
Read More
S-9812
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lilis Banowati; Pembimbing: Fatmah
S-2907
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusia Gani Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah
T-156
Jakarta : FKM UI, 1987
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naura Athira Putri; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Soewarta Kosen, Suparmi
Abstrak:
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode kontrasepsi yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, mulai dari 3 tahun sampai dengan permanen. Jenis kontrasepsi yang termasuk ke dalam MKJP adalah IUD, implan, tubektomi/MOW, dan vasektomi/MOP. Prevalensi penggunaan MKJP memiliki angka yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan non-MKJP. Menurut data SDKI 2017, terdapat 29% pengguna suntik KB dan 12% pengguna pil KB di Indonesia. Sedangkan, hanya terdapat masing-masing 5% pengguna IUD dan Implan, 4% pengguna MOW, dan < 1% pengguna MOP di Indonesia. Padahal, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode kontrasepsi yang lebih praktis dan aman untuk mencegah kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi penggunaan MKJP di wilayah pedesaan di Indonesia, menggambarkan karakteristik individu di wilayah pedesaan di Indonesia, dan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP pada wanita usia 15-49 tahun di wilayah pedesaan di Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan data sekunder milik SDKI 2017. Uji yang digunakan adalah Uji Chi-Square dan Uji Regresi Cox. Hasil penelitian yang didapatkan adalah ada hubungan yang signifikan antara usia (APR = 1,4; 95% CI = 1,28-1,56), tingkat pendidikan (APR = 1,3; 95% CI = 1,18-1,44), tingkat ekonomi (APR=1,2; 95% CI=1,05-1,33), paritas (APR = 1,4; 95% CI = 1,24-1,51), pengetahuan tentang kontrasepsi (APR = 1,5; 95% CI = 1,32-1,59), sumber pelayanan kontrasepsi (APR = 2; 95% CI = 1,80-2,20), keterpaparan informasi KB (APR = 1,1; 95% CI = 1,00-1,21), dan dukungan suami (APR = 1,7; 95% CI = 1,13-2,68). Faktor yang paling dominan dalam penelitian ini adalah sumber pelayanan kontrasepsi (APR = 2; 95% CI = 1,80-2,20).

The Long-Term Contraceptive Method (LTCM) is a contraceptive method that can be used for a long time, start from 3 years to permanent. Contraceptive method that are included in LTCM are IUD, implant, tubectomy, and vasectomy. According to the 2017 IDHS data, LTCM utilization prevalence is much lower in number, compared to the Short-Term Contraceptive Method utilization, even though LTCM is more efficient and safe way to prevent pregnancy. The most used contraceptive method is injectables (29%) and pills (12%) Meanwhile, there are only 5% use IUD, 5% use Implant, 4% use tubectomy, and <1% use vasectomy. This study’s objective is to describe the prevalence of LTCM utilization in Indonesia’s rural areas, describe the individual characteristics in Indonesia’s rural areas, and determine the associated factors of LTCM utilization in women aged 15-49 in Indonesia’s rural areas. This is a cross-sectional study using secondary data from IDHS 2017. The analysis used in this study is Chi-Square test and Cox Regression test. The results found that there are significant association between age (APR = 1,4; 95% CI = 1,28-1,56), education level (APR = 1,3; 95% CI = 1,18-1,44), economic status (APR=1,2; 95% CI=1,05-1,33), parity (APR = 1,4; 95% CI = 1,24-1,51), knowledge of contraception (APR = 1,5; 95% CI = 1,32-1,59), source of contraception service (APR = 2; 95% CI = 1,80-2,20), family planning information exposure (APR = 1,1; 95% CI = 1,00-1,21), and partner support to the utilization of LTCM (APR = 1,7; 95% CI = 1,13-2,68). Source of contraception service is the predominant factor in this study (PR = 2; 95% CI = 1,80-2,20).
Read More
S-11226
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joyceline Esther; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Dian Kristiani Irawaty
Abstrak: Melihat karakteristik DKI Jakarta yang merupakan Ibukota Negara yang wilayahnya perkotaan, sebagai salah satu provinsi penyangga utama program KB nasional, banyaknya sumber daya manusia yang berkualitas, dan cukupnya fasilitas kesehatan, angka tersebut perlu diturunkan. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian unmet need KB di DKI Jakarta, berdasarkan analisis data SDKI 2017. Disain studi dalam penelitian ini adalah potong lintang dengan sampelnya meliputi seluruh responden wanita usia subur (15-49 tahun) yang berstatus kawin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian unmet need KB adalah usia (OR=0,569), dukungan suami (OR=5,550), dan paparan tenaga kesehatan (OR=2,055). Faktor yang paling besar pengaruhnya adalah dukungan suami (OR=5,550).
Read More
S-10745
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.34, No.6/ 159, 2007, hal: 304-306
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive