Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34726 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Puspita Gaharu Nisaa; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Syahrul Efendi Panjaitan
Abstrak: Perlindungan kesehatan dan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat telah diatur dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yakni setiap upaya pembangunan harus memperhatikan kesehatan masyarakat dan merupakan tanggung jawab baik pemerintah maupun masyarakat. Untuk mencapainya, pemerintah telah mengupayakan suatu Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). Salah satu bentuk UKBM untuk pekerja sektor informal adalah Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK). Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan Pos UKK di wilayah kerja 6 puskesmas Kota Tangerang tahun 2016 mulai dari pembentukan organisasi, kegiatan pembinaan oleh puskesmas, hingga pemberian pelayanan kesehatan oleh kader. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan bahwa untuk mendorong aktifnya penyelenggaraan Pos UKK diperlukan membentuk kerjasama yang kuat dengan lintas sektor terkait, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penanggung jawab program Pos UKK serta kader, dan pengelolaan sumber keuangan. Kata kunci : UKBM, pos upaya kesehatan kerja, Pos UKK, sektor informal, puskesmas. Health protection and effort to improve public health has been regulated in Law Number 36 year 2009 on Health, that every effort should pay attention to the development of public health, and is the responsibility of both government and society. To achieve that, the government has sought an Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). One form of UKBM for informal sector workers is Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK). This study focus on the implementation of Pos UKK in the workplace of 6 Health Centers Tangerang City in 2016, ranging from the establishment of the organization, develompment activities, to the provision of occupational health services by the cadres.the results of this study suggest that to encourage active implementation of Pos UKK needed to form strong alliances with across relevant sectors, increase skills and knowledge of the person incharge and cadres of Pos UKK, and management of financial resources Keyword : UKBM, Pos Upaya Kesehatan Kerja, Pos UKK, informal sector, health centers.
Read More
S-9269
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ami Kesumaningtyas; Pembimbing: Hendra; Penguji: Robiana Modjo, Ridwan Zahdi Syaaf, Syahrul Efendi, Nur Ani
Abstrak: Di Indonesia masih banyak terdapat usaha informal yang belum memilliki aksesmendapatkan pelayanan kesehatan kerja. Permasalahan program kesehatan kerjaseringkali terjadi dikarenakan pergantian dokter puskesmas, kurangnyapengetahuan dari petugas dan kader kesehatan kerja. Di Kabupaten PesawaranPropinsi Lampung terdapat empat puskesmas yang menjadi percontohan programupaya kesehatan kerja dimana sudah diberikan pelatihan kepada dokter danpemegang program tentang kesehatan kerja serta sudah pernah dilakukanbimbingan teknis serta monitoring. Akan tetapi, program upaya kesehatan kerja dipuskesmas belum berjalan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kendala apa sajayang ada dalam implementasi program upaya kesehatan kerja pada tahapperencanaan, pelaksanaan dan juga evaluasi.Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan fungsi manajemenmenggunakan metode wawancara mendalam dan telaah dokumen. Informandalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran,Kepala Seksi Kesehatan Khusus dan Matra, Kepala Puskesmas, Pemegangprogram dan perwakilan dari sasaran. Hasil dari penelitian ini yaitu programupaya kesehatan kerja belum menjadi prioritas dikarenakan bukan merupakanprogram pokok di puskesmas namun ada juga yang mengemukakan bahwa tidakada perbedaan antara program prioritas dan program pengembangan. Masihkurangnya pengetahuan, jumlah sumber daya manusia yang terlibat dalamprogram upaya kesehatan kerja. Dari segi anggaran, program upaya kesehatnankerja memiliki alokasi anggaran baik sehingga program upaya kesehatan kerjamasih terintegrasi dengan program kesehatan lain.Selain itu, program upaya kesehatan kerja juga tidak didukung oleh peralatanyang memadai serta tidak ada rencana kerja. Dan juga keterlibatan sasaran yangkurang aktif serta kondisi lingkungan yang tidak mendukung dari sisi keamanan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa program upaya kesehatan kerja di KabupatenPesawaran belum menjadi prioritas dikarenakan masuk kedalam programpengembangan dan belum diukung adanya sumber daya manusia yang memadai,tidak ada alokasi anggaran, tidak ada peralatan serta rencana kerja, keterlibatanmasyarakat masih kurang aktif serta lingkungan yang kurang mendukung.Oleh karena itu, program upaya kesehatan kerja perlu dimasukkan dalam rencanakerja baik itu di dinas kesehatan dan puskesmas. serta adanya alokasi anggaranuntuk program serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan juga peralatanyang menunjang program serta di butuhkan kerjasama lintas sektor untuk lebihmemaksimalkan implementasi program upaya kesehatan kerja di puskesmas.Kata kunci: upaya kesehatan kerja, kesehatan kerja di puskesmas, kebijakan,manajemen program, puskesmas
In indonesia there are still many informal businesses who have not have accessoccupational health services. Occupational health problems program oftenoccurred due to the doctor puskesmas, the lack of knowledge of officers and kaderoccupational health. In Pesawaran District, there are the four be pilot programshealth effort work where already provided training to medical doctors and holderprogramme about occupational health and is has been done technical training andmonitoring.But, program health effort work at puskesmas not run. This study aimsto identify the constraints all that is for the implementation of program healtheffort work in the planning stages, the implementation and also evaluating.This research qualitative by using function management uses the method in-depthinterviews and review of documentation .Informants in this research was head ofdistrict health pesawaran , head of specific health and matra , the head ofpuskesmas , holders the program and representatives of the target .The result ofthis research namely the program health effort work had not been priority becausenot is a program basic puskesmas but some are suggested that there is nodifference between priority programs and development program .There is a lackof knowledge , the number of human resources involved in the program healtheffort work .On the budgeting side , program efforts kesehatnan work are budgetallocation good and the health effort work still integrated with other healthprogram .In addition , health effort program work also are not supported by properequipment and had no work plan .And also the involvement of a target that is lessactive as well as environmental conditions that not in favor of security side .Thisresearch concluded that the program working health effort in kabupatenpesawaran had not been a priority because entered into a program to develop andhas not diukung the presence of human resources sufficient , there was no budgetallocation , there is no equipment and the work plan , the involvement of thecommunity is still less active as well as the environment less supportive .In addition , health effort program work also are not supported by properequipment and had no work plan .And also the involvement of a target that is lessactive as well as environmental conditions that not in favor of security side .Thisresearch concluded that the program working health effort in kabupatenpesawaran had not been a priority because entered into a program to develop andhas not diukung the presence of human resources sufficient , there was no budgetallocation , there is no equipment and the work plan , the involvement of thecommunity is still less active as well as the environment less supportive .Hence ,health effort program work will need to be included in the work plan whether it isin health department and public health center . And the existence of the budgetallocation for the program as well as improving the quality of human resourcesand also that support equipment of the program and need cooperation cross-sectors to be more maximize the implementation of health effort program work inpublic health .Key words: Occupational Health Service, Occupational Health in Public HealthCenter, Policy, Management Programmes, Public Health Centers.
Read More
T-4742
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggraini Pangestu Widiasih; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Megan Roos Febransyah
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang penilaiain risiko keselamatan dan kesehatankerja pada proses kerja casting di PT. X, Cikupa Tangerang tahun 2016.Penilaian risiko dilakukan untuk mendapatkan nilai risiko yang terdapat padaproses kerja casting di PT.X, Cikupa Tangerang. Identifikasi bahaya danrisiko dilakukan menggunakan Job Safety Analysis (JSA). Analisis tingkatrisiko menggunakan ukuran standard kualitatif yang dimodifikasi dariAS/NZS 4360:2004. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectionaldengan pendekatan observasi dan wawancara. Nilai risiko dihasilkan dariperkalian antara probabilitas dan konsekuensi yang mungkin ditimbulkan.Hasil penelitian menyatakan terdapat 94 risiko pada proses casting di PT.X,Cikupa Tangerang.
Kata Kunci : Kajian Risiko, Proses Kerja Casting
This research discusses about occupational health and safety risk assessment oncasting process in PT. X, Cikupa Tangerang on 2016. Risk assessment carried outto obtain the value of the risk inherent in the casting process in PT.X, CikupaTangerang. Hazard and risk identification are conducted using the Job SafetyAnalysis (JSA). This analysis using the qualitative standard that modified fromthe AS/NZS 4360:2004. This research using cross sectional study design with indepth interviews and observational approach. Risk value resulting fromcombination between likelihood and consequences. The result showed that thereare 94 risks in casting process in PT. X, Cikupa Tangerang.
Keywords : Risk assement, Casting process.
Read More
S-9283
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gustanti Listyani; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Sri Haryani
Abstrak: Fasilitas kesehatan dasar seperti puskesmas dengan unit - unit kerja yang terdapat di puskesmas mekarmukti mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit akibat kerja (PAK). Pada tiga unit kerja yang dilakukan penelitian di temukan beberapa risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja seperti tertusuk jarum saat melakukan tindakan, terjatuh, terbakar maupun kebakaran dan bahaya radiasi dikarenakan apron atau pelindung diri bagi radiographer saat melakukan tindakan kurang cukup untuk memberikan perlindungan maksimal dari bahaya radiasi.
 
Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan penilaian metode pendekatan AS/NZS 4360:2004. Untuk mengurangi risiko K3 pada Unit Kerja yang ada di Puskesmas Mekarmukti bukan hanya dengan tersedianya SOP setiap tindakan namun di perlukan pengawasan dan dukungan selain dari pihak Puskesmas juga dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Karena program K3 yang ada di Puskesmas hanya fokus kepada kesehatan dan perlindungan pekerja di luar tenaga kesehatan yaitu pekerja sector industry namun untuk pekerja atau petugas kesehatan belum menjadi prioritas utama sehingga di perlukan peningkatan pelatihan dalam melakukan setiap kegiatan di Puskesmas yang berisiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
 

Basic health facilities such as Puskesmas with the unit - unit of work contained in Puskesmas Mekarmukti have a high risk of occupational diseases ( PAK ). In three units of work done research found some risks that can lead to workplace accidents such as needle stick while doing the action , falls, fires and burns and radiation hazards due to the protective apron or radiographer currently insufficient action to provide maximum protection from radiation hazards.
 
This study used a cross-sectional study design with assessment approach AS / NZS 4360:2004. To reduce the risk of K3 at the work unit in Puskesmas Mekarmukti not only by the availability of SOPs any action yet in need of supervision and support as well apart from Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Because K3 program in Puskesmas only focus on the health and protection of workers outside the health workers which industry sector workers , but for workers or health workers will not be a top priority so in need of increased training in conducting any activity in high-risk in Puskesmas on safety and health employment.
Read More
S-8175
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tia Retno Wulandari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Randy Novirsa
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang gambaran evaluasi implementasi Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) di laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja di laboratorium. Penelitian ini bersifat semi kuantitatif dengan desain studi deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi implementasi SMK3L di laboratorium FMIPA UI. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pemenuhan implementasi SMK3L per masing-masing aspek yaitu kebijakan dan komitmen K3L (31,2%), perencanaan (22,7%), implementasi (49,2%), pemeriksaan (17,7%), dan tinjauan manajemen (0%).

This study examines about a descriptive evaluation of the implementation of Safety, Health, and Environment Management Systems (SHEMS) in the laboratory of mathematics and sciences faculties of Universitas Indonesia (FMIPA UI) in an effort to prevent accident in the laboratories. This research is a semi quantitative with a design of descriptive study. The purpose of this study is to recognize the evaluation of the SHEMS implementation in the laboratory of FMIPA UI. The result shows that average acquirements of the SHEMS implementation for each aspect are SHE policy (31,2%), planning (22,7%), implementation (49,2%), checking (17,7%), management review (0%). It is suggested that FMIPA UI should consider recommendations given to SHEMS in the laboratories.
Keywords: Evaluation, Laboratory, Safety, Health, and Environment Management Systems (SHEMS
Read More
S-9307
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Yuniautami; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmah Ramdhan, Randy Novirsa
Abstrak: Skripsi ini untuk bertujuan mengevaluasi Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) di laboratorium Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tahun 2016 dengan mencari besar persentase pemenuhan lima aspek: kebijakan dan komitmen, perencanaan, implementasi, pemeriksaan, dan tinjauan manajemen. Penelitian ini adalah penelitian semi kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menunujukkaan bahwa total pemenuhan SMK3L di laboratorium Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tahun 2016 adalah sebesar 50,07%. Masing-masing aspek memiliki besar persentase 67% untuk aspek kebijakan dan komitemen, 33% untuk aspek perencanaan, 56,2% untuk aspek implementasi, 23,5% untuk aspek pemeriksaan, dan 0% untuk aspek tinjauan manajemen.
Kata kunci: Laboratorium, SMK3L, Fakultas Teknik

The purpose this undergraduate thesis is to evaluate implementation of Safety, Health, and Environment Management Systems (SHEMS) in Faculty of Engineering Universitas Indonesia in 2016 to look for percentage of the fulfillment of the five aspects : policy and commitment, planning, implementation, inspection, and management review. This research is a semi-quantitative descriptive design. Total fulfillment SHEMS is 50,07%, and fulfillment of each aspects is 67% for policies and commitments, 37,1% for planning, 56,3% for implementation, 23,5% for inspection, and 0% for management review.
Key words: Laboratory, SHEMS, Faculty of Engineering
Read More
S-9304
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahyo Ari Prastiyo; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Doni Hikmat Ramdhan, Sancoyo Budi Utomo, Abdul Hakim
Abstrak:

Pratik kerja dalam pendidikan teknologi dan kejuruan di Indonesia memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para guru, siswa, teknisi serta dapat berdampak terhadap masyarakat sekitar. Implementasi K3 di SMK belum mendapatkan perhatian yang memadai dari semua pihak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi K3 pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bekasi Tahun 2023. Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Kerangka konsep penelitian ini menggunakan metode The Egg Aggregated guna menghasilkan gambaran implementasi K3 yang mengkaji dimensi implementasi K3 meliputi dimensi organisasi, dimensi teknologi dan dimensi manusia. Lokasi penelitian di enam Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Bekasi. Sampel penelitian ini berjumlah 1.505 siswa, 63 guru dan 6 tenaga pendidikan, sedangkan informan penelitian meliputi kepala sekolah atau kepala program jurusan di SMK berjumlah 6 orang. Data pengukuran dimensi organisasi menggunakan pedoman wawancara, dimensi organisasi menggunakan observasi dan dimensi manusia menggunakan kuesioner online yang berisi pernyataan pengetahuan 5 butir, persepsi 10 butir, sikap 10 butir dan kesadaran berperilaku K3 10 butir. Kuesinoer telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini adalah implementasi K3 di enam SMK Kota Bekasi, ditinjau baik dari dimensi organisasi, dimensi teknologi maupun dimensi manusia berkategori cukup. Sub dimensi organisasi yang perlu ditingkatkan adalah penilaian risiko, sedang sub dimensi teknologi yang perlu ditingkatkan adalah petunjuk titik kumpul.


 

Work practices in technology and vocational education in Indonesia have occupational health and safety (OHS) risks for teachers, students, technicians and can have an impact on the surrounding community. The implementation of OHS in Vocational High Schools (VHS) has not received sufficient attention from all parties. The purpose of this study was to determine the implementation of OHS in VHS in Bekasi City in 2023. This research method is an observational descriptive with a quantitative and qualitative approach. The conceptual framework of this research uses The Egg Aggregated model to produce an overview of OHS implementation that examines the dimensions of OHS implementation including organizational dimensions, technological dimensions and human dimensions. The research locations are six Vocational High Schools in Bekasi City. The sample for this study was 1,505 students, 63 teachers and 6 educational staff, while the research informants included school principals or heads of departmental programs at Vocational High Schools, totaling 6 people. Data for measuring organizational dimensions used interview guidelines, organizational dimensions used observation and human dimensions used an online questionnaire containing 5 statements of knowledge, 10 points of perception, 10 points of attitude and 10 points of OHS behavior awareness. The questionnaire has been tested for validity and reliability. The results of this study are the implementation of OHS in six Vocational High Schools in Bekasi City, in terms of both the organizational, technological and human dimension are sufficient category. The organizational sub dimensional that needs to be improved is the risk assessment, while the technological sub dimensional that needs to be improved is the assembly point guide.

Read More
T-6627
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mahda Nur Azizah; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Neni Herlina Rafida
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi stres kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Jakarta Utara selama masa pandemi COVID-19. Faktor-faktor yang diteliti adalah faktor individu (jenis kelamin, usia, status pernikahan, tingkat pendidikan, masa kerja, riwayat penyakit, tempat tinggal, waktu tempuh, dan transportasi) dan faktor psikososial (lingkungan fisik, beban kerja, jam kerja, kontrol pekerjaan, dukungan sosial, dan home work interface). Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan instrumen penelitian NIOSH Generic Job Stress Questionnaire. Dari 195 tenaga kesehatan yang berpartisipasi dalam penelitian ini, sebanyak 100 responden (51,3%) mengalami stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berhubungan dengan jenis kelamin dan lingkungan fisik.
Read More
S-10722
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mindalena; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Hendra, Inne Nutfiliana, Harumiti Ramli
Abstrak: Penelitian dilakukan berdasarkan semakin meningkatnya jumlah pekerjainformal yang bekerja di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),akan tetapi minimnya kegiatan penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerjayang dilakukan di sektor tersebut padahal pekerja infomal jarang yangdiikutsertakan progam asuransi kesehatan/kecelakaan kerja.Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko keselamatan dankesehatan kerja pada proses produksi pembuatan alas kaki di UMKM X, UMKMY, UMKM Z dan menentukan risiko tertingginya serta memberikan rekomendasitindakan pengendalian terhadap risiko yang teridentifikasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ialah semi kuantitatif dandeskriptif berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 dengan menggunakan metodeJob Safety Analysis untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko dan metode Fineuntuk mengukur tingkat risiko dengan mengalikan antara kemungkinan, paparandan konsekuensi dari setiap risiko yang ada. Studi deskriptif dilakukan untukmenjelaskan tindakan pengendalian yang sudah dilakukan oleh masing-masingUMKM. Pengambilan sampel penelitian dilakukan berdasarkan metode PurposiveSampling, yakni semua pekerja yang berada di proses produksi pembuatan alaskaki di UMKM X, UMKM Y, UMKM Z.Hasil penelitian didapatkan bahwa pada tahap proses produksi di UMKMX, UMKM Y, UMKM Z terdapat risiko yang termasuk ke dalam semua kategorimetode Fine, yaitu: Very High, Priority 1, Substansial, Priority 3, Acceptable.Risiko tertinggi (Very High) didapatkan dari penggunaan bahan kimia dan kabellistik yang tidak sesuai standar.
Kata kunci: UMKM, JSA, Metode Fine, kemungkinan, paparan, konsekuensi,risiko, AS/NZS 4360:2004
Research carried out because the increment number of informal workerswho work in the sector of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs), butthere is lack of activity for health and safety risk assessment done in that sectorand workers rarely covered by health or accident insurance program.The research aims to determine the level of occupational safety and health risks inthe production process of making footwear in SMEs X, SMEs Y, SMEs Z anddetermine the highest risk and provide recommendations control measures againstthe identified risks.The method used in this research is semi-quantitative and descriptive basedon the standard AS/NZS 4360:2004 using the Job Safety Analysis method toidentify hazards and risks and Fine method for measuring the level of risk bymultiplying the probability, exposure and consequences of any risks. Descriptivestudy was conducted to elucidate the control measures already carried out by eachSME. Sample was conducted by purposive sampling method, ie all workers whoare in the process of production of the footwear in SMEs X, Y SMEs, SMEs Z.The results showed that at this stage of the production process in SMEs X, YSMEs, SME Z risks are included in all categories at Fine methods, namely: VeryHigh, Priority 1, Substantial, Priority 3, Acceptable. The highest risk (Very High)obtained from the use of chemicals and electric cables that do not meet standards.
Keywords: SMEs, JSA, Fine Method, probability, exposure, consequences, risk,AS/NZS 4360:2004.
Read More
T-4631
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunisa Hafisa; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Harumiti Ramli
Abstrak: Masalah keselamatan dan kesehatan kerja pada UMKM diakibatkan lemahnyamanajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat risikokeselamatan dan kesehatan kerja pada lima (5) workshop berbahan dasar logam diDesa Gunung Sari, Bogor, 2016. Metode W.T Fine yang digunakan adalah untukmenganalisis tingkat risiko dengan melihat nilai konsekuensi, pajanan, dankemungkinan dari setiap risiko. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkatrisiko tertinggi adalah bahaya ergonomi dan kimia.
Kata Kunci:Kemungkinan, Konsekuensi, Manajemen Risiko, Pajanan, Tingkat Risiko, UMKM
Occupational health and safety issues at SMEs were caused by lack of riskmanagement. The purpose of this study was to assess level of OHS risk at five (5)of metal-based workshop at Gunung Sari Village, Bogor, 2016. W.T Fine methodwas used for analyzing the risk level by scoring the level of consequence,exposure, and likelihood of each risk. The results showed that ergonomics andchemical hazard were categorised as very high risk level.
Keywords:Consequence, Exposure, Likelihood, Risk management, SME, Risk Level
Read More
S-9209
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive