Ditemukan 6137 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Bulletin ALARA, Vol.17, No.1, Agt. 2015, hal. 33-42
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sjarifah Salmah
577.66 SAL p
Jakarta : Trans Info Media, 2010
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lusia Enggar Wijayanti; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Ede Surya Darmawan, Melissa, Erick Prawira Suhardhi
Abstrak:
Read More
Penggunaan alat medis sekali pakai seperti Harmonic Scalpel pada prosedur laparoskopi berkontribusi terhadap peningkatan biaya operasional serta timbulan limbah medis, sehingga diperlukan pendekatan alternatif melalui proses ulang (reprocessing) yang perlu dievaluasi secara komprehensif dari aspek keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberlanjutan proses ulang Harmonic Scalpel di Rumah Sakit Xberdasarkan pendekatan triple bottom line yang mencakup keselamatan pasien, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian menggunakan desain evaluatif dengan pendekatan mixed-method sequential explanatory, melalui pengumpulan data kuantitatif berupa logbook penggunaan alat, data biaya, dan volume limbah tahun 2025, serta data kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 96 penggunaan Harmonic Scalpel dengan proses ulang pada 18 unit alat hingga maksimal 5 siklus (72,2%), tanpa ditemukan kejadian infeksi daerah operasi terkait, serta tingkat kepatuhan audit CSSD sebesar 96,7%. Dari aspek ekonomi, proses ulang memberikan efisiensi biaya melalui pengurangan kebutuhan alat baru, sedangkan dari aspek lingkungan mampu menurunkan limbah alat sekali pakai dari 7,68 kg menjadi sekitar 1,44 kg per tahun (±81%). Namun demikian, masih ditemukan kendala pada sistem ketelusuran yang bersifat manual dan inkonsistensi pencatatan. Secara keseluruhan, proses ulang Harmonic Scalpel dinilai layak secara keberlanjutan karena tidak ditemukan bukti peningkatan risiko selama periode observasi, efisien secara ekonomi, dan ramah lingkungan, dengan catatan diperlukan penguatan pada sistem ketelusuran, validasi mutu, serta monitoring dan audit berkelanjutan untuk menjamin kualitas dan keamanan layanan.
The use of single-use medical devices such as the Harmonic Scalpel in laparoscopic procedures contributes to increased operational costs and significant medical waste generation, prompting the need for alternative strategies such as reprocessing that require comprehensive evaluation from a sustainability perspective. This study aimed to analyze the sustainability of Harmonic Scalpel reprocessing at Hospital X based on the triple bottom line approach, encompassing patient safety, economic efficiency, and environmental impact. An evaluative study design with a mixed-method sequential explanatory approach was employed, combining quantitative data from utilization logs, cost data, and waste volume in 2025 with qualitative data obtained through in-depth interviews, direct observations, and document reviews. The findings indicated a total of 96 Harmonic Scalpel uses, with 18 devices reprocessed up to a maximum of five cycles (72.2%), without any reported surgical site infections associated with reused devices, and a CSSD audit compliance rate of 96.7%. From an economic perspective, reprocessing significantly reduced the need for new devices, resulting in cost savings, while environmentally it reduced medical waste from 7.68 kg to approximately 1.44 kg per year (around 81% reduction). However, challenges were identified in the traceability system, which remains manual, and inconsistencies in documentation. Overall, the reprocessing of Harmonic Scalpel was found to be feasible from a sustainability standpoint, being safe for patients, cost-efficient, and environmentally beneficial, provided that improvements are made in traceability systems, quality validation, as well as continuous monitoring and auditing to ensure service quality and safety.
B-2605
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kesmas Indo. (MKMI), XXVI, No.10, Nop., 1998: hal. 564-567
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Eka Amalia; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Dian Ayubi, Fransiska E Mardiananingsih
Abstrak:
Perawatan bayi berat lahir rendah (BBLR) dapat dilakukan dengan perawatan metode kanguru (PMK). Sampai saat ini belum semua bayi dengan berat lahir rendah dilakukan dengan perawatan ini di Puskesmas Kecamatan Koja, hanya bayi yang mengalami hipotermi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterpaparan ibu dengan BBLR terhadap perawatan metode kanguru di Puskesmas Kecamatan Koja. Desain penelitian dilakukan dengan metode kualitatif yaitu rapid assessment procedure (RAP) dengan wawancara mendalam 11 informan (ibu bayi dengan berat badan lahir rendah, anggota keluarga, dan tenaga kesehatan). Data dikumpulkan pada bulan Oktober hingga November 2014 dan dilakukan analisis dengan matriks data kualitatif, serta analisis isi. Hasil menunjukkan bahwa sumber informasi yang dapat dipercaya oleh ibu bayi BBLR adalah tenaga kesehatan, informasi yang didapatkan oleh ibu bayi BBLR cenderung lebih banyak mengenai air susu ibu (ASI) dan inisiasi menyusu dini (IMD), dan media yang dapat dipercaya oleh ibu bayi BBLR adalah media buku. Puskesmas disarankan lebih mensosialisasikan informasi mengenai BBLR dan PMK serta membuat kebijakan mengenai PMK.
The nursing of low birth weight (LBW) can be handle using kangaroo mother care (KMC). Until today, in Puskesmas Kecamatan Koja not all babies with low birth weight are taken with this method, but only infants with hypothermia. The purpose of this study is to determine exposure to mothers with LBW against KMC in terms of aspects of communication in Puskesmas Koja. The research designs are conducted with qualitative method, Rapid Assessment Procedure (RAP). An in-depth interviews 11 informants (mothers of infants with low birth weight, family members, and health professionals). Data are collected from October to November 2014. Data analysis is performed using qualitative data matrix and content analysis. The results show that the reliable source of information that can be trusted by mothers of LBW are health professionals. The information tends to be about breastfeeding and early initiation of breastfeeding. The media used to socialize the information are books. Suggestion given to Puskesmas Kecamatan Koja is to improve the way how to socialize the information regarding care of low birth weight (LBW) and kangaroo mother care (KMC). And then, make policy about Kangaroo Mother Care.
Read More
S-8573
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
M. Ridwan; Pembimbing: Rita Damayanti
S-1758
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tata; Pembimbing: Dewi Susanna
S-2803
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
M. Sudomo, Kasnodihardjo, Siti Sapardiyah Santoso
Bulitkes Vol.22, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 1994
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahmadsyah; Pembimbing: Slamet Hindarto Gunawan
B-693
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Saryana, IGM
BMR-1
Jakarta : RSAB Harapan Kita, 1982
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
