Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19136 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bulletin ALARA, Vol.15, No.3, April 2014, hal. 147-153
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suhaedi Muhammad, Rr. Djarwanti, Affan Ahmad
BA Vol.15, No.1
Jakarta : PTKMR BATAN, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Harum Anggraeni; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Baiduri Widanarko, Suwarda
Abstrak: Penelian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian organisasi kesiapsiagaan danpenanggulangan kedaruratan nuklir tingkat satker di Pusat Pendayagunaan Informatikadan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN) BATAN berdasarkan Perka BAPETENNomor 01 Tahun 2010 dan Standar IAEA GSR Part. 7. Penelitian kualitatif inidilakukan dengan observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen. Metode yangdigunakan adalah evaluasi sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Pengawas TenagaNuklir No. 01 Tahun 2010, dan standar internasional yaitu IAEA Standard No. GSRPart. 7. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar elemen organisasikesiapsigaan dan penanggulangan kedaruratan nuklir tingkat satker di PusatPendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN) BATAN telahmemenuhi standar. Elemen yang belum semuanya persyaratannya terpenuhi adalahtindakan perlindungan bagi personil kedaruratan. Persyaratan yang tidak terpenuhidalam elemen tersebut adalah tidak adanya informed consent. Untuk itu diperlukanpengadaan dan perbaikan bagi organisasi kedaruratan nuklir yang belum memenuhipersyaratan, serta pemeliharaan bagi yang sudah terpenuhi.
Kata kunci: kedaruratan nuklir; organisasi.
Read More
S-9219
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farida Tusafariah; Pembimbing: Robiana Modjo
T-1084
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pongki Dwi Aryanto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Dadan Erwandi, Sjafruddin
Abstrak:

Tesis ini membahas bahaya radiasi gamma dan tingkat radioaktifitas  alpha, beta di udara laboratorium Instalasi Radiometalurgi, dosis radiasi seluruh tubuh pekerja radiasi pada tahun 2001-2010, keluhan subjektif gangguan kesehatan pekerja akibat aktifitas pekerjaan, keluhan subjektif gangguan kesehatan pekerja yang terkait gejala awal kanker dan  riwayat  kanker pekerja radiasi. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan desain deskriptif. Diketahui paparan tertinggi radiasi gamma adalah 68,1 µSv/jam, tingkat radioaktifitas tertinggi alpha 3 7,299 Bq/m , beta sebesar 217,475 Bq/m 3 . Tingkat radioaktifitas di udara zona II laboratorium melebihi  ketentuan yang dipersyaratkan dalam laporan analisa keselamatan instalasi. Akumulasi dosis tertinggi adalah 3,9 mSv, dibawah nilai batas dosis. Pekerja radiasi tidak memiliki gejala awal terkait kanker yang harus segera ditindak lanjut. Ada pekerja radiasi yang pernah menderita kanker payudara dan pekerja radiasi yang pernah melakukan operasi benjolan di punggung. Belum dapat disimpulkan hubungan  dosis radiasi dengan kanker pada pekerja. Tidak ada hubungan antara lokasi kerja dengan dosis radiasi pekerja. Saran dari penelitian adalah perlu dilakukan optimalisasi enginering conrol dan administrative control dalam pengendalian radiasi di instalasi. Diperlukan pengadaan alpha beta constinous aerosol monitor. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut melibatkan variabel yang belum tercakup dan jangka waktu data lebih lama. Kata kunci : Radiasi, Radioaktifitas, Keluhan Kesehatan


 This thesis describe gamma radiation hazard and airborne radioactivity level of alpha , beta in Radiometalurgy Installation, whole body radiation dose of radiation workers in 2001-2010, subjective health complaints of workers due to work activities, subjective health complaint of workers due to work activities, subjective health complaints of workers related early symptoms of cancer anc history of cancer among radiation workers. This study is a cross-sectional study with descriptive design.This research found that the highest exposure to gamma radiation was 68.1 μSv/hour, the highest levels of alpha radioactivity was 7.299 Bq/m3, the highest levels of beta radioactivity was 217.475 Bq/m 3 . Levels of  air radioactivity in the zone II  laboratory exceeds the provisions required. the highest of dose accumulation was 3.9 mSv which is under the limit dose. Radiation workers do not have early symptoms of cancer-related information that must be tackled immediately. There are radiation workers who had suffered breast cancer and radiation workers who had surgery lump in the back. Not to be inferred relationship of radiation  dose to cancer in workers. There was no relationship between work sites with worker radiation doses. Advice from research is necessary to optimize enginering Conrol and administrative control in the control of radiation at the installation. Necessary procurement alpha beta continous aerosol monitor. Need to do more research involving  more variable that has not been covered and the data for longer durations. Key Words: Radiation, Radioactivity, Health complaints

Read More
T-3408
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Virdaus; Pembimbing: Tejamaya, Mila
M-1502
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mukhlis Akhadi
BA Vol.8, No.2
Jakarta : PTKMR BATAN, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferdinand Ginting Manik; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri
S-1145
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
P.S. Pelawi; Pemb. Buchari Lapau
A-359
Jakarta : FKM UI, 1975
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ari Dwi Jayanti; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Ary Sasongko
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang implementasi PP No.33 tahun 2007 tentang keselamatan radiasi pengion di instalasi radiologi Pusat Jantung Nasional Harapan Kita tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Cross Sectional, dengan melakukan wawancara mendalam dengan purposing informan yang mengacu pada prinsip kesesuaian dan kecukupan guna mendapatkan hasil yang akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian PP No.33 tahun 2007 tentang keselamatan radiasi pengion. Manfaat penelitian ini bagi rumah sakit yang dijadikan tempat penelitian adalah sebagai bahan evaluasi atas implementasi keselamatan radiasi pengion yang telah dilakukan dan masukan atas hal- hal yang belum dilaksanakan dari hasil penelitian menunjukan bahwa pengimplementasian PP No.33 tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion di Instalasi Radiologi Pusat Jantung Nasional Harapan Kita sudah baik namun memiliki beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya. Diantaranya: Pada Persyaratan Manajemen, Tenaga ahli dengan pendidikan yang sesuai belum ada (S2 fisika medis), pelaksanaan tugas masing- masing anggota PPR belum maksimal. Hal ini dikarenakan adanya tumpang tindih peran, dimana Tenaga ahli juga merupakan anggota PPR dan Radiografer. Dan jenis pemeriksaan kesehatan khusus dan pemeriksaan rutin selama bekerja belum maksimal. Pada Persyaratan Proteksi Radiasi belum diketahuinya tentang pembatasan dosis, belum adanya pembagian daerah kerja secara tertulis,dan belum adanya pengadaan alat ukur dosis personal bagi pasien dan pendamping pasien. Pada verifikasi keselamatan belum dilaksanakannya pengukuran paparan radiasi pada alat yang mengalami perbaikan dan pengukuran paparan radiasi secara rutin.
 

 
This research discusses the implementation of Goverment Regulation Number 33 of 2007 on Ionizing Radiation Safety at Radiology Department National Cardiovascular Centre Harapan Kita in 2013. This study used a cross sectional qualitative methods, by conducting in-depth interviews with informants purposing which refers to the principle of suitability and adequacy in order to obtain accurate results. The purpose of this study is to investigate the implementation of Government Regulation Number 33 of 2007 on ionizing radiation safety. The benefits of this research for the hospital where the study was used as an evaluation of the implementation of the safety of ionizing radiation that has been done and input on matters that have not been implemented. From the results of the study showed that the implementation of Government Regulation Number 33 of 2007 on Ionizing Radiation Safety at Radiology Department National Cardiovascular Center Harapan Kita has been good but has some shortcomings in implementation. Among them: In the Requirements Management, experts with appropriate education unmet (medical physics S2), the implementation of tasks of each member of the PPR is not maximized. This is due to the overlap of roles, where the expert is also a member of the PPR and Radiografer. And a kind of special medical examination and routine check has not been carreid out. On Radiation Protection requirements not already know about the dose limitation, the lack of regional division of labor in writing, and the lack of provision of personal dose measurement tool for patients and patient attendants. And yet the implementation of measurement of radiation exposure to the tools and the improved measurement of radiation exposure on a regular basis.
Read More
S-8089
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive