Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28704 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dewi Ratnaningsih
EJPKL Vol.2, No.1
Tangerang : Puspitek, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benny Oktavianus; Pembimbing: Purwana, Rachmadhi
S-2466
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizal Maulana; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami
S-2378
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lestari; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi
S-2867
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Makara Sei Teknologi, Vol.9, No.1, Apr 2005, hal. 13-19, ( Cat. ada di bendel 2005 - 2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Affan Ahmad; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Chandra Satrya, Maryani
T-1357
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ester Apriliani Telaumbanua; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Milla Herdayati, Indah Sri Wahyuni
Abstrak:
Latar belakang: Upaya pemenuhan standar Antenatal Care menjadi bagian penting dalam mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui RPJMN 2025 – 2029 serta menjadi salah satu intervensi untuk mencegah stunting pada Strategi Nasional Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting 2025–2029. Namun, pemenuhan standar ANC di Indonesia masih belum optimal dan menunjukkan ketimpangan antarwilayah sehingga diperlukan analisis determinan berdasarkan regionalisasi wilayah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan ketidaklengkapan pemenuhan standar ANC berdasarkan regionalisasi wilayah di Indonesia, yaitu Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Metode: Penelitian menggunakan desain crosssectional dengan data sekunder SKI 2023. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariabel menggunakan regresi logistik dengan complex sample analysis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan proporsi ketidaklengkapan pemenuhan standar ANC sebesar 87,5% di KBI dan 85,7% di KTI. Pada KBI, faktor yang berhubungan signifikan meliputi tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, paritas, status ekonomi, tempat pemeriksaan ANC, dan status keinginan kehamilan. Faktor paling dominan di KBI adalah status ekonomi terbawah, dengan aOR sebesar 2,41 dibandingkan kelompok ekonomi teratas. Pada KTI, faktor yang berhubungan signifikan meliputi wilayah tempat tinggal, usia ibu, status pekerjaan ibu, gravida, status ekonomi, tempat pemeriksaan ANC, tingkat kemudahan akses ke klinik/praktik mandiri, dan status keinginan kehamilan. Tingkat pendidikan ibu tetap dipertahankan dalam model akhir KTI sebagai variabel confounder. Faktor paling dominan di KTI adalah status keinginan kehamilan, dengan ibu yang memiliki kehamilan tidak diinginkan memiliki aOR sebesar 2,62 dibandingkan ibu dengan kehamilan diinginkan. Kesimpulan: Ketidaklengkapan pemenuhan standar ANC masih tinggi di KBI maupun KTI, dengan pola determinan yang berbeda antarwilayah. Penguatan program ANC perlu diarahkan pada kelengkapan kualitas pelayanan, pemerataan akses, serta perhatian khusus pada ibu dengan status ekonomi rendah dan kehamilan tidak diinginkan.

Background: Efforts to fulfill Antenatal Care (ANC) standards are an important component in supporting the reduction of maternal mortality through the 2025–2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN), as well as one of the interventions to prevent stunting under the 2025–2029 National Strategy for the Acceleration of Stunting Prevention and Reduction. However, the fulfillment of ANC standards in Indonesia remains suboptimal and shows disparities across regions, highlighting the need to analyze its determinants based on regionalization. Objective: This study aimed to identify the determinants of incomplete fulfillment of ANC standards based on regionalization in Indonesia, namely Western Indonesia Region (KBI) and Eastern Indonesia Region (KTI). Methods: This study used a cross-sectional design with secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The analyses were conducted using univariate, bivariate, and multivariable analyses with logistic regression through complex sample analysis. Results: The results showed that the proportion of incomplete fulfillment of ANC standards was 87.5% in KBI and 85.7% in KTI. In KBI, the factors significantly associated with incomplete fulfillment of ANC standards were maternal education level, maternal employment status, parity, economic status, place of ANC examination, and pregnancy intention status. The most dominant factor in KBI was the lowest economic status, with an aOR of 2.41 compared with the highest economic group. In KTI, the factors significantly associated with incomplete fulfillment of ANC standards were area of residence, maternal age, maternal employment status, gravidity, economic status, place of ANC examination, accessibility to clinics/private practices, and pregnancy intention status. Maternal education level was retained in the final KTI model as a confounding variable. The most dominant factor in KTI was pregnancy intention status, with women who had unintended pregnancies having an aOR of 2.62 compared with those with intended pregnancies. Conclusion: Incomplete fulfillment of ANC standards remains high in both KBI and KTI, with different determinant patterns across regions. ANC program strengthening should be directed toward improving the completeness of service quality, equitable access, and special attention to mothers with low economic status and unintended pregnancies.
Read More
S-12442
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Hidayat; Pembimbing: Syahrizal Syarif
S-903
Depok : FKM UI, 1995
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Susilowaty; Pembimbing: Dewi Susanna
S-2032
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Dini; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Suyud W. Utomo, Rina Suryani
Abstrak:

Kualitas air Sungai Ciliwung semakin hari semakin menurun. Hal ini dibuktikan dengan konsentrasi TSS (Total Suspenden Solid), COD (Chemical Oxygen Demand), Nitrit dan Ammonia yang telah melebihi baku mutu (TSS>100 ppm, COD>10 ppm, Nitrit>0.06 ppm, Ammonia>0.02 ppm) (Delinom et al., 2002). Tetapi pada kenyataannya air Sungai Ciliwung masih digunakan masyarakat sekitar untuk memenuhi berbagai keperluan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Ciliwung periode tahun 2000-2010 dibandingkan dengan Keputusan Gububernur DKI Jakarta No. 582/1995. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan jumlah sampel sekunder sebanyak 272. Parameter kualitas air yang digunakan sebagai indikator adalah Total Dissolved Suspended (TDS), Kekeruhan, Phospat, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) Dissolved Oxygen (DO), dan Fecal coli.Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar parameter telah melebihi baku mutu kecuali TDS di bagian hulu sungai. Dari hasil uji bivariat diketahui sebagian besar konsentrasi parameter meningkat dari hulu ke hilir. Hal ini dibuktikan dengan nilai P<0.05. Untuk perbedaan konsentrasi di musim hujan dan musim kemarau, parameter yang memiliki perbedaan yang signifikan yaitu BOD, Phospat, dan COD (P<0.05). Sedangkan untuk perbedaan konsentrasi periode tahun 2000-2005 dan periode tahun 2006-2010 parameter yang memiliki perbedaan yang signifikan yaitu COD dan DO (P<0.05).Kesimpulan dari penelitian ini adalah Air Sungai Ciliwung menurut parameter yang diteliti sudah tidak sesuai peruntukannya.


 

Over the time, water quality of Ciliwung River was under the standart. The concentration of some parameters such as TSS (Total Suspenden Solid), COD (Chemical Oxygen Demand), Nitrite and Ammonia above a threshold limit (TSS>100 ppm, COD>10 ppm, Nitrite>0.06 ppm, Ammonia>0.02 ppm) (Delinom et al., 2002). But in the reality people around the river area still used the water for their daily activities.The purpose of this study was to compare the water quality to according Keputusan Gububernur DKI Jakarta No. 582/1995. This study use descriptive analysis method with 272 secondary samples. The parameter of water quality which include as indicator of the assessment were Total Dissolved Suspended (TDS), Turbidity, Phospate, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) Dissolved Oxygen (DO), and Fecal coli.The result should that most of parameters were over the threshold limit except TDS consentration in the upstreams. Bivariate analysis showed most of the parameters increase from the upstream to downstream with P<0.05. BOD, Phospat, and COD had the significant differences between rainy and dry season (P<0.05). Mean while COD and DO which had the significant differences in 2000-2005 to 2006-2007 periode time (P<0.05).The conclusion of this study was Ciliwung river water according to the studied parameters are not appropriate designation.

Read More
S-6866
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive