Ditemukan 35086 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tatiek Wahyuningtyas; Pembimbing: Ascobat Gani
B-258
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Paul Boekitwetan; Pembimbing: Mary A. Wangsarahardja
Abstrak:
Pesatnya perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi serta membaiknya keadaan sosial ekonomi dan pendidikan, mengakibatkan perubahan sistem penilaian masyarakat yang menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu. Salah satu parameter untuk menentukan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah data/ informasi dari rekam medik. Indikator mutu rekam medik yang baik adalah kelengkapan isiannya, akurat, tepat waktu dan pemenuhan aspek persyaratan hukum. RSUP Fatmawati Jakarta adalah rumah sakit kelas B pendidikan, seyogyanya petugas yang menangani penderita rawat jalan maupun rawat inap menyelenggarakan rekam medik yang bermutu. Untuk mendapatkan gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan mutu rekam medik Instalasi Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Fatmawati Jakarta, telah dilakukan penelitian cross sectional, dengan telaahan rekam medik dari 1 Januari 1994 hingga 31 Desember 1994, secara retrospektif untuk memperoleh gambaran mutu rekam medik, serta wawancara petugas pengisi rekam medik untuk mendapatkan gambaran faktor-faktor karakteristik petugas pengisi rekam medik (dokter/paramedis perawatan), faktor pemantauan yang berhubungan dengan mutu rekam medik Instalasi Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Fatmawati Jakarta. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa didapatkan rekam medik yang kurang bermutu sebesar 76,4% di Instalasai Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Fatmawati Jakarta. Hal ini terutama disebabkan oleh karena pengisian rekam medik yang kurang lengkap (77,8%). Sedangkan karakteristik dokter yang berhubungan dengan mutu rekam medik adalah, tambahan pengetahuan, beban kerja akibat tugas tambahan di Bagian lain dan pemantauan dari Kepala Staf Medis Fungsional. Dari karakteristik paramedis perawatan yang berhubungan dengan mutu rekam medik adalah faktor pelatihan, beban kerja jumlah penderita rata-rata yang dilayani perharinya. Perlu adanya prosedur kerja tetap rekam medik (SOP) yang sangat membantu peningkatan mutu rekam medik. Selain itu perlu diadakan pemberian pelatihan dan tambahan pengetahuan rekam medik yang berkelanjutan, penghargaan dan sangsi terhadap petugas pengisi rekam medik perlu dibudayakan, pembagian tugas yang merata, pemantauan pengisian rekam medik perlu ditingkatkan. Rekam medik yang diisi oleh dokter, paramedis perawatan dan mahasiswa perlu diisi lengkap, karena rekam medik adalah bukti pertanggungjawaban hukum dalam pelayanan dan proses belajar/ mengajar.
Read More
B-87
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sarwanti; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Yawestri Pudjiati, Andi Julia Rifiana
Abstrak:
ABSTRAK Pengisian rekam medik merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasien dan data rekam medik sangat diperlukan untuk kepentingan manajemen rumah sakit, pasien, dan petugas kesehatan sendiri. Pengelolaan rekam medik yang dilakukan secara seksama dan lebih profesional merupakan salah satu pelayanan yang dapat menunjang pemberian pelayanan medik yang cepat, tepat, dan akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dokter spesialis surgical dalam kelengkapan pengisian resume medik pasien rawat inap di RSUP Fatmawati tahun 2014. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sedangkan desain penelitiannya adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah total sampel 73 orang dokter spesialis bedah surgical ( THT, mata, bedah, orthopedi, kebidanan ). Analisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian ada hubungan yang signifikan antara monitoring, beban kerja, pengetahuan, variabel pelatihan dan kompensasi dengan perilaku dokter spesialis pegisian resume medik di RSUP Fatmawati. Variabel kompensasi merupakan variabel paling dominan memiliki hubungan secara signifikan dengan perilaku dokter spesialis surgical dalam pengisian resume medik di RSUP Fatmawati. Pihak manajemen perlu meningkatkan pengawasan (monitoring) terhadap pengisian resume medis bekerjasama dengan tim komite medik. Kendala-kendala yang ditemukan dalam pengisian resume medis dibahas dan diselesaikan bersama dengan melibatkan seluruh dokter.
ABSTRACT Completion of medical records is an activity that is very important to provide good service top patient and medical records management is indispensable for the benefit of hospitals, patients, and health workers themselves. Management of medical records that done carefully and professionally is one of the care that can support the provision of medial services that is fast, precise, and accurate. The purpose of this study was to determine the factors that influence the behavior of the completeness of inpatient discharge summaries in Fatmawati Hospital in 2014. This research is analytic study with quantitative and qualitative approaches. While the sampla of 73 surgical surgeons (ENT, eye, surgery, orthopaedic, obstetrics). Analysis using Chi-square test and multiple logistic regression. The results of the study there was a significant correlation between monitoring, workload, knowledge, training and compensation variables with the completion behavior of discharge summary by surgeons in Fatmawati Hospital. Variable compensation is the most dominant variable has a significant correlation with the behavior of surgical specialists in medical resume completion. The management needs to improve supervision the completion of medical resume working together with a team of medical committee. Barriers found in medical resume completion discussed and solved together by all the doctor.
Read More
ABSTRACT
B-1624
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andini Novianti; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Masyitoh; Sarwanti
S-9659
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ida Aju Kusuma Wardani; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Budi Iman Santoso, Ken Wirasandhi
B-1632
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ana Uswatun Hasanah; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Masyitoh, Enita Tampobolon
Abstrak:
PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MEGEVALUASI PENULISAN ASESMEN DAN REASESMEN PADAHARI LIBUR OLEH DOKTER PENANGGUNG JAWAB PASIEN (DPJP) DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONTINUTAS PELAYANAN MENGGUNAKAN CLINICAL PATHWAY DENGAN RENCANA HARI RAWAT ≤5 HARI. DESIGN YANG DIGUNAKAN ADALAH CROSSSECTIONAL DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF.DATA DIKUMPULKAN MELALUI TELAAH DATA SEKUNDER REKAM MEDIS 368 PASIEN SECARA REALTIME DENGAN KERANGKA WAKTU SESUAI DENGAN KETENTUAN PENGISIAN ASESMEN YAITU 1 X 24 JAM SETELAH PASIEN MASUK RAWAT INAP DAN SETIAP HARI UNTUK PENGISIAN REASESMEN. 31,7% ASESMEN DAN 13,5 % ASESMEN DAN REASESMEN DITULIS OLEH DOKTER PENANGGUNG JAWAB PASIEN (DPJP) PADA HARI LIBUR. TIDAK DITEMUKAN ADANYA HUBUNGAN ANTARA PENULISAN ASESMEN/REASESMEN DENGAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM, RADIOLOGI DAN PEMBERIAN TERAPI OBAT. PENULISAN ASESMEN/REASESMEN SECARA SIGNIFIKAN BERHUBUNGAN DENGAN LAMA HARI RAWAT PASIEN, P VALUE = 0,049. KATA KUNCI : ASESMEN, KONTINUITAS, CLINICAL PATHWAY THIS RESEARCH AIM TO EVALUATE THE IMPLEMENTATION OF ASSESSMENT AND REASSESSMENT WRITTEN BY PRIMARY RESPONSIBLE PHISYCIAN AT DAYS OFF INCLUDING WEEKEND AND THEIR ASSOCIATION TO CONTINUITY OF CARE USING CLINICAL PATHWAYS WITH ≤ 5 DAYS LENGTH OF STAY. CROSSECTIONAL STUDY WITH KUANTITATIVE APPROACHES WAS USED TO 368 MEDICAL RECORD. 31,7% ASSESSMENT COUNTED AS WRITTEN BY THE PRIMARY RESPONSIBLE PHISYCIAN DUE TO THE TIME FRAME, 1 X 24 HOURS IN PATIENT ADMITTED ON DAYS OFF AND ONLY 13,5% REASSESSMENT WRITTEN AT DAYS OFF INCLUDING WEEKEND. ASSESSMENT/REASSESSMENT IS NOT A SIGNIFICANT FACTORS ASSOCIATED TO THE CONTINITY OF CARE MEASURED BY NUMBERS OF APPROPRIATE DIAGNOSTIC WORK UP (RADIODIAGNOSTIC AND LABORATORY TEST), AND THERAPY BY CLINICAL PATHWAYS. ASSESSMENT/REASSESSMENT ON DAYS OFF WAS SIGNIFICANTLY ASSOCIATED WITH IN PATIENT LENGTH OF STAY, P VALUE = 0, 049. KEYWORD : ASSESSMENT, CONTINUITY OF CARE, CLINICAL PATHWAY
Read More
S-9470
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bambang Purwanto; Pembimbing: Kresno Sudarti; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Ismoyowati, Imam, Hasbullah Thabrany
Abstrak:
Promosi kesehatan di RS mulai dikampanyekan oteh WHO sejak tabun 1997. Harapannya agar RS tidak menfokuskan pada individunya tetapi juga mengarah pada sikap untuk mecegah , mengurangi kesakitan dan meningkatkan derajat kesehatan. Sehingga RS memiliki paradigma baru yaitu rnenjadi tempat untuk menciptakan kesehatan, promotif dan preventif bukan hanya melayani orang saldt saja. Kerja sama yang baik perlu diciptakan antara petugas di ruang perawatan di RSt karena informasi yang kurang dan tidak baik tentang interaksi obat dan makanan yang diminum pasien dalam terapinya, dapat memperpanjang kesembuhan dan masa perawatan serta menimbulkan kejadian keracunan, aler,gi atau internksi obat, kurang gizi, hingga menimbulkan kematian pasien. Ini terlihat dari masih tingginya angka kejadian interaksi obat dan alergi (30,39 %) pada pasien di RRl BPD RSCM. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku perawat dalam memberikan infonnasi cara minum obat (ICMO) kepada pasien di ruang rawat inap Bagian Pcnyakit Dalam (RRI BPD) RSCM Jakarta tahun 2007. Dari teori model Gibson dan diperkuat dengan teori Gillies, Hasibuan dan Siagian. maka peneliti membuat sebuah kerangka konsep peneiitian. Kerangka konsep ini akan diuji lmbungan antara variabel yang mempengaruhi perilaku perawat. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengukur hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku perawat dalam memberikan ICMO kepada pasien di RRI BPD P.SC:>-1 Jakarta lahun 2007. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Populaslnya adalah pcnmrat yang tedibat langsung dalam pemberian IC?-.10 pada pasien di RRI BPD. Sampel adalah perawat yang bekerja d1 RRl BPD d!pilih secara acak mewakili petugas di RRI BPD. Penentuan jumlah responden ditetapkan secara acak atau sample random sampling. Karena 2 proporsi petugas yang memberikan dan yang tidak memberikan infonnasi minum obat maka jumlah seluruh sampel adalah sebanyak I 16 perawat. Dari analisis multivariat regresi logistik ganda di dapatkan model terakhir pada penelitian ini adalah : variabel Pengetahuan (p value 0~558; 95 % CI 0~536- 3,171, OR: 1,304), Sikap (p value 0,137; 95% Cl 0,194- 1,253, OR: 0,493) dengan dikontrol variabel konfonding : Pendidikan (p value 0,005; 95 % CI 0,113 -0,683,0R: 0,277) dan Sanksi (pvalue0,003; 95 %CI1,617- 9,770, OR : 3,974). Artinya bahwa responden yang memiliki sanksi yang ketat dl RR1 BPD RSCM mempunyai peluang 4 kali untuk memberikan ICMO kepada pasien dibandingkan dengan responden yang memiliki sanksi longgar. Kesimpulan adalah : Perawat yang memberikan lCMO sebanyak 32,8 %, tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan periiaku perawat dalam pemberian ICMO. Tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku perawat dalam pemberian ICMO, Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap, Hasil analisa uji multivariat regresi logistik ganda menunjukkan bahwa model terakhir dari penelitian ini adalah pengetahaun dan sikap perawat dikontrol dengan variabel pendidikan dan sanksi dapat mempengaruhi pemberian ICMO. Artinya pengetahuan dan sikap perawat yang dikontrol dengan sanksi yang ketat di RRl BPD RSCM mempunyai peluang 4 kali untuk memberikan ICMO kepada pasien dibandingkan dengan responden yang memiliki sanksi longgar. Saran : sebaiknya pengetahuan perawat tentang penyebab, tanda-tanda bahaya yang ditimbulkan dan cara pencegahan keracunan atau aJergi obat perlu ditingkatkan, agar kejadian keracunan atau alergi oba.t di RR1 BPD dapat dihindari atau dapat diminimalisasi. Peningkatan pengetahuan ini bisa disampaikan pada saat pergantian shift kerja, saat ronde dengan dokter~pertemuan mingguan dengan kepala ruangan dan manajer atau menyelenggarakan workshop. Sebaiknya perawat diberikan kesempatan untuk melihat atau mengunjungi RS lain yang telab memiliki program promosi kesehatan khususnya tentang ICMO. Sebaiknya pibak manajemen RSCM memasang spanduk atau poster di ruang praktek dokter, apotek, ruang tunggu pasien, loket pendaftaran, RRl dan di lingkungan RS yang mudah lihat pasien dan keluarganya. Sebaiknya petugas medis dan keperawatan yang tidak sempat memberikan ICMO kepada pasien dan keluarganya dapat memberikan selebaran atau flyer. Akan baik lagi kalau manajemen RSCM menyediakan ruang khusus untuk mendapatkan ICMO atau konsultasi ten tang obat di setiap RRI RSCM.
Read More
T-2601
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sari Pediatri, Vol.10, No.5, Febr. 2009, hal. 325-330, ( Cat. ada di bendel 2008 - 2009 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rizky Nita Noer; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Umi Aisyiyah
S-8941
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Laela Indawati; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Rokiah Kusumapradja, Indah Kristina
Abstrak:
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pengembalian klaim rawat inap pasien BPJS dikarenakan 4 faktor, salah satunya terkait konfirmasi koding atau ketidaksesuaian pengkodean terhadap diagnosis atau tindakan yang diberikan rata rata sebesar 30% dari berkas yang dikembalikan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan studi kasus. Tehnik pengumpulan data berupa observasi, studi literature dan wawancara. Pengembalian klaim pasien rawat inap terkait akurasi koding diantaranya karena kode tidak tepat, kurangnya pemeriksaan penunjang pendukung diagnosis, dan ketidaksesuaian dengan rule MB dan konsensus. Disarankan ada satu pedoman kerja yang mengatur tugas hak wewenang dan tanggung jawab dari masing masing profesi seperti dokter, koder, dan verifikator BPJS. Kata kunci : JKN, BPJS, Akurasi koding, ICD 10, Klaim
Read More
T-4795
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
