Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33758 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amalia Shabrina; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Nazhif Gifari
Abstrak: Komposisi tubuh yang tidak ideal memberikan masalah kesehatan pada manusia yakni terkait dengan obesitas maupun obesitas sentral. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh High-Intensity Interval Training (Focus T25 Workout) terhadap penurunan persen lemak tubuh. Penelitian ini menggunakan desain studi kuasi eksperimental pada 13 orang mahasiswa perempuan di FKM, FIK dan FMIPA UI pada bulan Mei 2017. Subjek diberikan intervensi berupa kegiatan HIIT dengan frekuensi 3 x perminggu untuk kelompok intervensi dan 2 x per minggu untuk kelompok kontrol. Data diperoleh denganpengukuran berat badan, tinggi badan, persen lemak tubuh dan pengisian formulir pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan persen lemak tubuh setelah dilakukan intervensi pada kedua kelompok. Pada uji bivariat didapati perbedaan yang signifikan pada persen lemak sebelum dan sesudah intervensi. Namun tidak didapati perbedaan yang signifikan pada penurunan persen lemak tubuh jika dibandingkan pada kedua kelompok. Kata Kunci: Persen Lemak Tubuh, HIIT, Asupan Zat Gizi Makro Unideal body composition can caused health problem such as obesity or viseral obesity. This study was conducted to assesseffect of HIIT (Focus T25 Workout) to body fat percentage loss. This study used quasi-experimental design on 13 overfat (≥30%) woman college students in FPH, FN and FMNS University of Indonesia in May 2017. HIIT was offered for 4 week,3 x per week for intervention group and 2 x week for control group (25 minute/ session). Body fat percentage of subject were compared before and after intervention. Data was collected weight, height, body fat percentage and macronutrient intake. Result of this study show that HIIT decreased body fat percentage on both of group. There is statistically significant on body fat percentage before and after intervention, but if it were compared both of grup were not statistically significant. There was correlation between carbohydrate and fat intake and body fat percentage loss. HIIT decreased body fat percentage loss effectively. Keywords : body fat percentage, HIIT, macronutrient intake
Read More
S-9423
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herni Yunita; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Mury Kuswari
Abstrak: Mempengaruhi performa dan kesehatan. Studi menunjukkan masih rendahnya kebugaran kardiorespiratori pada anggota pasukan Marching Band Madah Bahana Universitas Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh High-intensity Interal Training HIIT terhadap peningkatan nilai estimasi VO2max menggunakan desain studi kuasi eksperimental pada 21 orang Anggota Pasukan UKM Marching Band Madah Bahana UI tahun 2018. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok HIIT n= 7 dan kelompok kontrol n=14.
 
Subjek pada kelompok intervensi diberikan intervensi berupa HIIT Focus T25 Workout ndash; Cardio dan kelompok kontrol melakukan lari dan paket pemanasan dengan durasi 25 menit selama 2 minggu dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu. Data diperoleh dari pengukuran berat badan, tinggi badan, IMT, dan nilai estimasi VO2max melalui 20-m shuttle run test. Data dianalisis menggunakan uji T dependen dan uji T independen.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata nilai estimasi VO2max pada kelompok intervensi setelah dilakukan HIIT sebesar 0,61 mL/kg/menit, namun tidak signifikan secara statistik p-value = 0,129. Sedangkan pada kelompok kontrol terjadi penurunan sebesar 0,24 mL/kg/menit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa HIIT belum dapat memberikan peningkatan nilai estimasi VO2max yang signifikan.
 

Cardiorespiratory fitness is one of the components of physical fitness that will affect performance and health. Previous study showed that members of Marching Band Madah Bahana Universitas Indonesia has low cardiorespiratory fitness. This study was conducted to determine the effect of High intensity Interval Training HIIT on improving the estimated value of VO2max. This study used quasi experimental design on 21 members of Marching Band Madah Bahana UI in 2018.
 
Subjects were divided into 2 groups, HIIT group n 7 and control group n 14. The HIIT group were given HIIT Focus T25 Workout Cardio and the control group performed running and warm up packages for 2 weeks, 3x per week 25 minute session. Collected data were body weight, height, BMI, estimated value of VO2max through 20 m shuttle run test. The data were analyzed using dependen t test and independent t test.
 
Result of this study showed that there was an increase of estimated value of VO2max in HIIT group 0,61 mL kg min after HIIT, but not statistically significant p value 1,29. And there was a decrease of estimated value of VO2max in control group 0,24 mL kg min, but not statistically significant p value 0,432. It can be concluded that HIIT has not been able to provide significant increase in estimated value of VO2max.
Read More
S-9787
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Keisya Budiargo; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Asih Setiarini, Dieta Nurrika
Abstrak:
Obesitas merupakan akumulasi lemak tubuh yang berlebihan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular. Pengukuran obesitas menggunakan persen lemak tubuh dinilai lebih akurat dibandingkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Prevalensi obesitas mahasiswa FKM UI berdasarkan data pemeriksaan kesehatan tahun 2022–2024 mencapai 13,6%, melebihi ambang batas masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi ultra-processed food (UPF), asupan energi, lemak, karbohidrat, protein, serat, serta perilaku sedentary dengan kejadian obesitas berdasarkan persen lemak tubuh pada 147 mahasiswa FKM UI tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas berdasarkan persen lemak tubuh sebesar 12,9%. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi UPF, konsumsi energi UPF, asupan energi; lemak; protein, dan perilaku sedentary dengan obesitas (p-value<0,05). Sedangkan asupan serat dan karbohidrat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p-value>0,05) tetapi menunjukkan kecenderungan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari dan mengurangi aktivitas sedentary. FKM UI diharapkan menciptakan lingkungan kampus yang mendukung gaya hidup sehat serta program pemantauan status gizi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan alat objektif untuk mengukur perilaku sedentary, serta menggunakan analisis multivariat untuk memahami hubungan mendalam antara konsumsi UPF, asupan gizi, dan perilaku sedentary terhadap kejadian obesitas

Obesity is the excessive accumulation of body fat that elevates the risk of non-communicable diseases. Compared to Body Mass Index (BMI), body fat percentage offers a more accurate measure of obesity. Based on health screening data from 2022 to 2024, the prevalence of obesity among FKM UI students reached 13.6%, surpassing the public health concern threshold. This study investigated the association between ultra-processed food (UPF) consumption, energy, fat, carbohydrate, protein, fiber intake, and sedentary behavior with obesity—measured by body fat percentage—among 147 FKM UI students in 2025. This quantitative study used a cross-sectional design. Findings revealed an obesity prevalence of 12.9%. Significant associations were observed between obesity and the frequency of UPF consumption, UPF-derived energy intake, total energy, fat and protein intake, and sedentary behavior (p-value<0.05). Although fiber and carbohydrate intake were not statistically significant (p-value>0.05), both showed trends. These results highlight the importance of making healthier dietary choices and reducing sedentary time. FKM UI encouraged to promote a supportive campus environment for healthy lifestyles and establish nutrition monitoring initiatives. Future studies should incorporate objective tools to assess sedentary behavior and utilize multivariate analysis to better understand the interactions between those risk factors and obesity
Read More
S-11984
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ulfa Teni Safira; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Sandra Fikawati, Eti Rohati
S-10048
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Andriani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Mury Kuswari
Abstrak: Kebugaran fleksibilitas yang rendah dapat berkontribusi pada kejadian cedera akut. Untuk mengukur kebugaran fleksibilitas pada mahasiswi penari dilakukan dengan metode modified sit-and-reach test yang merupakan tes yang paling banyak digunakan untuk mengukur fleksibilitas hamstring dan punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara IMT, persen lemak tubuh, aktivitas fisik, aktivitas peregangan, kualitas tidur, asupan energi dan zat gizi makro dengan kebugaran fleksibilitas. Desain penelitian yang diguanakan yaitu cross sectional dengan sampel 160 orang. Rata-rata kebugaran fleksibilitas dengan metode modified sit-and reach test pada sampel penelitian sebesar 31,70 ± 6,70 cm. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas peregangan dengan kebugaran fleksibilitas (p value 0,001). Selain itu, terdapat pola hubungan positif antara aktivitas fisik, aktivitas peregangan, kualitas tidur, dan asupan protein dengan kebugaran fleksibilitas dan terdapat pola hubungan negatif antara IMT, persen lemak tubuh, asupan energi, asupan karbohidrat, dan asupan lemak dengan kebugaran fleksibilitas.
Read More
S-9987
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meliani Chandra; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Sandra Fikawati, Rahmawati
Abstrak: Dysmenorrhea primer merupakan suatu masalah yang berdampak pada kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi (IMT), kebiasaan olahraga, asupan gizi (serat, omega-3, dan kalsium), konsumsi kopi, usia menarche, laju menstruasi, lama menstruasi,, siklus menstruasi, riwayat keluarga, dan stress psikologis dengan dysmenorrhea primer serta faktor yang dominan pada mahasiswi S1 Reguler FF, FIK, dan FKM UI tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan metode systematic random sampling. Sampel yang diteliti adalah mahasiswi FF, FIK, dan FKM UI angkatan 2011-2014 dengan total 170 sampel. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner mandiri, wawancara FFQ semikuantitatif, dan pengukuran antropometri. Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga dan stress psikologis dengan dysmenorrhea primer (p-value< 0,05). Dari analisis regresi logistik didapatkan stress psikologis sebagai faktor dominan (OR 3,912).
Kata kunci : Dysmenorrhea primer, riwayat keluarga, stress psikologis

Primary dysmenorrhea is a problem which impact quality of life. This study aimed to identify the association between nutritional status (BMI), exercise, nutrient intake (dietary fiber, omega-3, and calcium), coffee consumption, menarche age, menstrual flow, menstrual duration, menstrual cycle, family history, and psychological stress with primary dysmenorrhea and the dominant factor on female student in Female Student at Faculty of Pharmacy, Faculty of Nursing, and Faculty of Public Health Universitas Indonesiain 2015. This study used cross sectional design with systematic random sampling. The observed sample in this study was female student of theFaculty of Pharmacy, Faculty of Nursing, and Faculty of Public Health Universitas Indonesia batch 2011-2014 envolving 170 students. Data were collected by using a self administered questionnaire, semiquantitative FFQ, and anthropometric measurements. The result of this study showed that there was a significant association between family history and psychological stress with primary dysmenorrhea (p-value < 0,05). Logistic regression analysis showed that psychological stress as the dominant factor (OR 3,912).
Keywords : Primary dysmenorrhea, family history, psychological stress
Read More
S-8704
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inaya Zafira; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Engkus Kusdinar Achmad
Abstrak: Masalah overfat dan obesitas merupakan masalah gizi yang sedang dihadapai dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Pada penari, persen lemak tubuh merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan karena akan mempengaruhi performa dan nilai estetika saat tampil. Penelitian ini membahas mengenai faktor yang berkaitan dengan kejadian persen lemak tubuh tinggi pada mahasiswi penari RIK UI tahun 2019. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian mengenai kebugaran fleksibilitas pada mahasiswi. Desain yang digunakan adalah studi crosssectional, dengan sampel sejumlah 128 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 25,80% mahasiswi penari RIK UI tergolong kedalam persen lemak tubuh tinggi. Tidak ditemukan perbedaan proporsi yang bermakna persen lemak tubuh berdasarkan asupan energi, asupan karbohidrat, asupan protein, asupan lemak, aktivitas fisik, dan kualitas tiduri. Meskipun demikian, ditemukan hubungan yang positif antara faktor risiko dengan kasus. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan agar dilakukan penyuluhan gizi seimbang untuk penari agar enari dapat mengontrol asupannya secara mandiri, dan juga peningkatan asupan serat untuk membantu mengontrol nafsu makan dan menurunkan persen lemak tubuh. Kata kunci: Overfat, penari, persen lemak tubuh Overfat and obesity is a nutritional problem that is being faced by the world, both developed and developing countries. In dancers, body fat percentage is one of important aspect because it will affect the performance and aesthetic value when performing. This study discusses the factors related to the incidence of high body fat percentage in RIK UI dancers in 2019. This study uses secondary data from research on flexibility fitness for female college students. The design used was a cross-sectional study, with a sample of 128 respondents. The results of this study indicate that as many as 25.80% of RIK UI dancers are classified as high body fat percentage. No significant difference was found between energy intake, carbohydrate intake, protein intake, fat intake, physical activity, and sleep quality with a high percent high body fat percentage incidence. Nevertheless, a positive relationship was found between risk factors and cases. Based on the results of the study, the authors suggest that balanced nutrition counseling be carried out for dancers so that dancers can control their intake independently, and also increase fiber intake to help control appetite and reduce body fat percentage. Key words: Overfat, dancer, body fat percentage
Read More
S-10514
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyasuci; Pembimbing: Kusdinar Achmad; Penguji: Triyanti, Kusharisupeni, Abas Basuni Jahari, Agus Triwinarto
Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui ukuran pengganti yang memiliki validitas optimum dan mudah diaplikasikan untuk mendeteksi prehipertensi pada siswa/i kelas 10 dan 11 SMA Insan Cendekia Madani Tahun 2017. Design penelitian adalah cross sectional dengan total sampling. Penelitian menyimpulkan bahwa pada laki-laki, RLPP cut off 0,88 (sensitivitas 66,7%, spesifisitas 66,3% ) baik sebagai ukuran pengganti mendeteksi resiko prehipertensi sistolik, persen lemak BIA cut off 21,9% (sensitivitas 64,3%, spesifisitas 60,8%) cukup baik untuk prehipertensi diastolik, dan BIA cut off 21,9% (sensitivitas 63,6%, spesifisitas 62,2%) cukup baik untuk prehipertensi. Pada perempuan, RLPTB cut off 0,46 (sensitivitas 64,3%, spesifisitas 53,2%) cukup baik untuk mendeteksi resiko prehipertensi diastolik dan prehipertensi. Kata kunci: prehipertensi, antropometri, BIA, cut off, remaja This study aims to determine the validity of measurements that has optimum validity in detecting prehypertension. The study design was cross sectional with total sampling of 10th and 11th grade students SMA Insan Cendekia Madani Year 2017. This study concluded that in boys, waist to hip ratio (WHR) cut off 0.88 (sensitivity 66.7%, specificity 66.3%) is a good alternative measurement for detecting systolic prehypertension, while BIA fat percentage cut off 21.9% (sensitivity 64.3%, specificity 60.8%) is fair for diastolic prehypertension, BIA cut off 21.9% (sensitivity 63.6%, specificity 62.2%) is fair for prehypertension. In girls, waist to height ratio (WHtR) cut off 0.46 (64.3% sensitivity, specificity 53.2%) is fair for detecting diastolic prehypertension and prehypertension. Keywords: prehypertension, anthropometry, body fat percentage, cut off, adolescents
Read More
T-4902
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Nurokhmah; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Anies Irawati
S-7824
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Peni Hedi Purwanti; Pembimbing: Syafri Guricci; Penguji: Asih Setiarini, Trini Sudiarti, Didit Damayanti, Iskari Ngadiarti
T-2483
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive