Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34948 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fajar Yudha Abdi Negara; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Reza Rahman
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kesesuaian diagnosis nonspesialis di Puskesmas Kramat Jati tahun 2016 berdasarkan jenis kelamin, diagnosis non-spesialis, kategori peserta dan kesesuaian alasan rujukan pada TACC (Time, Age, Complication, dan Comorbidity). Hasil dari penelitian ini adalah angka rujukan di Puskesmas Kramat Jati adalah sebesar 21,4% dengan didominasi oleh peserta perempuan, bukan peserta pekerja, dan Biomechanical lesion unspectified sebagai diagnosis rujukan paling tinggi dari diagnosis non-spesialistik. Kesesuaian alasan rujukan berdasarkan TACC di Puskesmas Kramat Jati adalah 46,3% dengan didominasi oleh Umur. Selain itu, ketidaksesuaian diagnosis non-spesialis di Puskesmas Kramat Jati adalah 53,7%. BPJS Kesehatan Jakarta Timur harus meningkatkan pendekatan dan berkordinasi dengan Puskesmas Kramat Jati untuk mengendalikan tingkat rujukan diagnosis non-spesialis. Kata Kunci : Angka rujukan, diagnosa non spesialistik, TACC The research aims to determine the factors of suitability on non specialistic diagnosis at Kramat Jati Community Health Center in 2016 based on sex, non specialistic diagnosis, categories of participant and suitability of referal reasons on TACC (Time, Age, Complication, and Comorbidity). The result are referal rate at Kramat Jati Community Health Center is 21.4% with dominated by female participant, not worker participant, and Biomechanical lesion unspectified as the higest referal diagnosis of non specialistic diagnosis. The suitability of referal reason based on TACC at Kramat Jati Community Health Center is 46.3% with dominated by Age. In addition, The unsuitability of non specialistic diagnosis at Kramat Jati Community Health Center is 53,7%. BPJS Kesehatan Jakarta Timur should improve the approachment and cordination with Kramat Jati Community Health Center to control the referal rate of non specialistic diagnosis. Keyword : Refferal rate, non specialistic diagnosis, TACC
Read More
S-9551
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masykur Alawi; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Mustikasari, Cucu Sumintardi, Harun Alrasyid
Abstrak: Public Health Center is the frontline in the basic health services that include cases of non specialist to be solved in this First Level Health Facilities. The purpose of this study was to determine the factors associated with high referral of National Health Insurance patient with non specialistic cases by PHC to Referral level of Health Care Facilities in Sukabumi during 2015. The study used cross sectional design, on a sample of 58 public health centers along the doctors from each of the public health centers in Sukabumi using a whole sampling. The results showed that there was no relationship between employment status and references the non specialistic cases, there is a relationship between the characteristics of the region and reference the non specialistic cases, there is no relationship between the status category of public health centers based on the ability of the organization and referral of non specialistic cases, there was relationship between the adequacy drug and referral of non-specialistic cases, there was relationship between the adequacy of Medical Devices and references of non specialistic case, there was no correlation between the knowledge of doctors about the concept of gate keeper and referral of cases of non-specialist, there wa no correlation between knowledge of doctors about the case of the non specialist and referral of cases of non-specialist, there was no the relationship between clinicians' knowledge about the concept of gate keeper and referral of cases of non-specialist, there was no relationship between the knowledge of doctors about the concept of gate keeper and referral of cases of non-specialist, the distance of Public health center to health care referral has an influence on the doctor's decision to refer cases of non-specialist, while long work and a day of service or the presence of doctors in the health center to serve the patient has no effect on non-specialist referral. The need for the fulfillment of drugs, medical devices according to the standard, monitoring and evaluation of health centers and referral of cases of non specialist, both from health centers and from the Social Security Agency Health of Sukabumi. Keywords : Public Health Center; referral of cases of non specialist. References : 32 (1993-2015).
Read More
T-4608
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mayumi Nitami; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami, Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Hamdani, Intan Widaya
T-4646
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tasya Caesarena Pertiwi; Pembimbing: Masyitoh; Penguji; Mieke Savitri, Mutmainah Indriyati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rujukan rawat jalan kasus nonspesialistik di Puskesmas Beji dan Puskesmas Depok Jaya. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif, dengan menggunakan data primer berupa wawancara mendalam, dandata sekunder dengan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diPuskesmas Beji dan Puskesmas Depok Jaya memiliki rasio rujukan rawat jalan kasusnon spesialistik yang optimal yaitu sebesar 0%, hal ini disebabkan karena dokter dikedua puskesmas memiliki kesadaran tinggi untuk memberikan rujukan sesuai indikasi,dan terdapat feedback dari BPJS terkait dengan capaian rasio rujukan rawat jalan kasusnon spesialistik. Dokter di Puskesmas Beji dan Puskesmas Depok Jaya memilikiketerampilan dan pengetahuan yang baik serta memiliki lama kerja sebagai dokter yangcukup panjang. Jumlah dokter di Puskesmas Beji dan Puskesmas Depok Jaya masihbelum cukup sesuai dengan analisis beban kerja. Pelatihan dibutuhkan oleh dokter nonPNS. Peralatan di kedua puskesmas masih kurang lengkap. Obat di kedua puskesmassudah lengkap namun terkadang terjadi kekosongan obat.Kata Kunci : Dokter; Rasio rujukan rawat jalan kasus non spesialistik.
Read More
S-10255
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Fitri Cahyani; Pembimbing: Suyud; Penguji: Rita Parmawati, Zakianis
Abstrak: Minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari 2 atau 3 kali penggorengan dan dapat dikategorikan sebagai limbah karena dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan sejumlah penyakit pada manusia. Saat ini pemakaian minyak jelantah dimasyarakat masih terbilang tinggi khususnya bagi pedagang kaki lima, para pedagang kaki lima masih belum banyak mengetahui bahaya dari pemakaian minyak jelantah bagi kesehatan maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakaian minyak goreng berulang kali pada pedagang kaki lima di Kota Depok. Penelitian ini menggunaan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sumber data penelitian ini merupakan data primer yang diambil langsung oleh peneliti menggunaan teknik simple random sampling. Populasi studi pada penelitian ini adalah seluruh pedagang kaki lima di Kota Depok yang menggunakan minyak goreng. Sampel yang didapatkan sebanyak 58 pedagang. Hasil penelitian didapatkan bahwa Faktor individu yang terdiri dari variabel usia (p-value 0,975) dan pendidikan (p-value 0,419) tidak memiliki hubungan bermakna dengan perilaku pemakaian minyak goreng berulang kali, sedangkan untuk variabel alasan (p-value 0,001), pengetahuan (p-value 0,027) dan sikap (p-value 0,00) memiliki hubungan bermakna terhadap perilaku pemakaian minyak goreng berulang kali. Faktor lingkungan terdiri dari variabel lingkungan (p-value 0,259) dan ketersedian (p-value 0,340) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku pemakaian minyak goreng berulang kali pada pedagang kaki lima di Kota Depok tahun 2022.
Used cooking oil is an oil that has been used more than 2 or 3 times in frying pans and can be categorized as waste because it can cause environmental damage and many diseases in humans. Currently, the use of used cooking oil in the community is still relatively high, especially for street vendors, street vendors still do not know much about the dangers of using used cooking oil for health and the environment. This study aims to determine the factors related to the use of cooking oil waste (used cooking oil) at street vendors in Depok City. This study uses quantitative studies with a cross-sectional approach. The source of this research data is primary data taken directly by researchers using simple random sampling techniques. This study's population in this study was all street vendors in Depok City who used cooking oil. The sample obtained was 58 traders. The results of the study found that individual factors consisting of age variables (p-value 0.975) and education (p-value 0.419) did not have a meaningful relationship with the behavior of using cooking oil waste (used cooking oil), while the variables of reason (p-value 0.001), knowledge (p-value 0.027) and attitude (p-value 0.00) have a meaningful relationship to the behavior of using cooking oil waste (used cooking oil). Environmental factors consisting of environmental variables (p-value 0.259) and availability (p-value 0.340) do not have a meaningful relationship with the behavior of using cooking oil waste (used cooking oil) at street vendors in Depok City in 2022.
Read More
S-11084
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chita Septiawati; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Yovsyah, Misriyah, M. Zaenal Arifin
Abstrak:

Pes merupakan penyakit zoonosa terutama pada tikus dan rodent lain dan dapat ditularkan kepada manusia. Penyakit pes termasuk salah satu penyakit yang tercantum International Health Regulation (IHR), UU Nomor 4 tahun 1984, tentang wabah penyakit menular. Pes muncul setiap 10 tahun, maka penyakit ini perlu diwaspadai di Kabupaten Pasuruan. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya pes di Kabupaten Pasuruan tahun 2007. Penelitian ini menggunakan rancangan kasus kontrol dengan jumlah sampel sebesar 32 : 32. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pes di Kabupaten Pasuruan tahun 2007 adalah karateristik individu (umur), pengetahuan tentang pes (mengetahui cara penularan pes) dan faktor lingkungan (dinding rumah, sarana pembuangan air di dalam rumah). Rekomendasi adalah dilakukan penyuluhan, dilakukan surveilans aktif dan pasif pada rodent, pinjal dan manusia, serta dilakukan penelitian lebih lanjut. Kata kunci: Pes, faktor-faktor yang mempengaruhi


 Plague is a zoonotic disease, especially in rats and other rodent and can be transmitted to humans. Plague, one of the diseases listed in the list of International Health Regulations (IHR) and Regulation (undang-undang) number 4/1984 about communicable disease outbreaks. Every 10 years plague is emerge, then this disease is compromised in Pasuruan district. The purpose study is unknown what factors influence the occurrence of plague in Pasuruan district in 2007. This study used case control design with a sample of 32 : 32 samples. Factors that influence the occurrence of plague in Pasuruan district in 2007 are individual characteristics (age), knowledge (knowledge of how transmission plague) and environmental factors (house wall material, water disposal facilities within the house). Recommendation is made counseling, active and passive surveillance of rodent, fleas and humans and to conduct further research. Keywords: Plagues, Affecting factors

Read More
T-3291
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulkifli; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ema Hermawati, Indra Kusuma Cahyadi
Abstrak:
Latar Belakang: Kecelakan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan utama dalam bidang kesehatan masyarakat dan keselamatan transportasi di tingkat global, regional maupun nasional. Berdasarkan laporan yang telah dikeluarkan oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia tahun 2023 sekitar 152.720 kasus kecelakan lalu lintas yang terjadi di Indonesia. Kecelakaan lalu lintas di kota Depok pada tahun 2020-2024 memiliki tingkat kecelakaan yang cukup tinggi yang disebabkan oleh faktor kendaraan, faktor lingkungan dan faktor jalan. Tujuan: untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara faktor faktor risiko kecelakaan seperti faktor kendaraan, faktor lingkungan dan faktor jalan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok pada tahun 2020-2024. Metode: menggunakan desain studi ekologi dengan metode kuantitatif yaitu uji korelasi  dan pengambilan sampel menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Data Satlantas Polres Metro Depok tahun 2020-2024. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu kejadian memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok(p<0,001, r=0,154), kondisi kendaraan dan jenis kendaraan yang terlibat memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok(p<0,001, r=0,144) dan kondisi jalan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok(p<0,001, r= -0,523). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara waktu kejadian, kondisi kendaraan, jenis kendaraan yang terlibat dan kondisi jalan terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Depok.

Background: Traffic accidents represent a major public health and transportation safety challenge at global, regional, and national levels. According to reports issued by the Indonesian National Police Traffic Corps, approximately 152,720 traffic accident cases occurred in Indonesia in 2023. Between 2020 and 2024, Depok City experienced a high rate of traffic accidents driven by vehicle factors, environmental factors, and road factors. Objective: To identify and analyze the relationship between accident risk factors specifically vehicle, environmental, and road factors and the occurrence of traffic accidents in Depok City from 2020 to 2024. Methods: This study employed an ecological study design with a quantitative approach, utilizing correlation tests. Sampling was conducted using secondary data obtained from the Depok Metro Police Traffic Unit reports for the 2020–2024 period. Results: The findings indicate that the time of occurrence has a significant relationship with traffic accident events in Depok City (p<0.001, r=0.154). Vehicle condition and the type of vehicle involved also showed a significant relationship (p<0.001, r=0.144). Furthermore, road conditions were significantly related to traffic accidents in Depok City (p<0.001, r=-0.523). Conclusion: There are significant relationships between the time of occurrence, vehicle condition, type of vehicle involved, and road conditions with the incidence of traffic accidents in Depok City.  .
Read More
S-12184
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awwalina Zulfa Hidayati; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Ema Hermawati, Sakdullah, Ikhwan Ridha Wilti
Abstrak:
Penelitian terdahulu menyatakan bahwa kualitas lingkungan hidup dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, kesehatan, lingkungan, politik, ekonomi dan faktor lainnya. Indonesia menggunakan istilah Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), yang merupakan gambaran atau indikasi awal yang memberikan kesimpulan cepat dari suatu kondisi lingkungan hidup pada lingkup dan periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Indonesia tahun 2017-2019. Desain studi yang digunakan adalah studi ekologi berdasarkan waktu (time trend) dengan unit analisis provinsi. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh provinsi yang ada di Indonesia yang berjumlah 34 provinsi. Sumber data penelitian berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil uji statistik menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kepadatan penduduk, IPM dan transportasi darat dengan IKLH di Indonesia tahun 2017-2019 (p<0,05) dengan masing-masing r nya adalah 0,794;0,529 dan 0,666 (tahun 2017); -0,801; -0,539 dan -0,729 (tahun 2018) dan -0,824; -0,583 dan -0,741 (tahun 2019). Kepadatan Penduduk dan Transportasi Darat memiliki pengaruh terhadap IKLH di Indonesia pada tahun 2017-2019 adalah dan yang paling besar pengaruhnya adalah Kepadatan Penduduk. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan kembali menggalakkan program pengendalian jumlah penduduk dan mengembangkan transportasi umum yang murah, ramah lingkungan dan memadai

Previous research stated that the quality of the environment is influenced by several factors such as health, environment, politics, economy and other factors. Indonesia uses the term Environmental Quality Index (IKLH), which is an initial description or indication that provides a quick conclusion of an environmental condition in a certain scope and period. This study aims to analyze the factors that affect the Environmental Quality Index (IKLH) in Indonesia in 2017-2019. The study design used is an ecological study based on time with a provincial unit of analysis. The population and sample of this study were all provinces in Indonesia, which amounted to 34 provinces. Research data sources come from the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) and the Central Statistics Agency (BPS). The results of statistical tests show a significant relationship between population density, HDI and land transportation with IKLH (p <0,05) with r values 0,794; 0,529 and 0,666 (2017); -0,801; -0,539 and -0,729 (2018) and -0,824; -0,583 and -0,741 (2019). Population Density and Land Transportation have an influence on IKLH and the biggest influence is Population Density. The central and local governments are expected to re-invigorate population control programs and develop cheap, environmentally friendly and adequate public transportation
Read More
T-6306
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Sugiarto; Pembimbing: I Made Djaja, Ririn Arminsih Wulandari
T-1928
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Setiowati; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Bambang Wispriyono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan bawah akut yang secara khususmempengaruhi fungsi paru. Penyakit ini merupakan penyebab kematian balitaterbesar setelah diare. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensipneumonia pada kelompok balita sebesar 4,8%, angka ini berada diatas prevalensipneumonia nasional yaitu 4,0%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita (12-59 bulan) diIndonesia pada tahun 2017. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectionaldengan jumlah sampel 13.855. Penelitian ini merupakan analisis lanjutan SurveiDemografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Analisis data yangdigunakan pada penelitian ini adalah uji chi-square dan regresi logistik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistikantara kejadian pneumonia pada balita dengan tempat tinggal, jenis dinding, jenisatap, usia 12-23 bulan, usia 24-35 bulan, status imunisasi DPT-Hib, berat badanlahir, dan balita dengan ibu berstatus pendidikan lulus SD. Faktor dominan yangmempengaruhi kejadian pneumonia pada balita di Indonesia berdasarkan dataSDKI tahun 2017 adalah jenis dinding.
Kata kunci: Balita, Faktor-faktor, Indonesia, Pneumonia
Pneumonia is acute lower respiratory tract infection that affect lung function inparticular. This disease is a leading mortality on under-five children after diarrhea.According to Basic Health Research (Riskesdas) 2018, prevalence of pneumoniaon group of under-five children is 4,8%, high than the national pneumoniaprevalence which is 4,0%. This study aims to analyse factors related to pneumoniaon under-five children in Indonesia on 2017. Cross-sectional design study waschosen with 13.855 samples included. This study is an extension analysis ofIndonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2017 data. The data analysis inthis study used chi square test and logistic regression. Result found that there is astatistically significant relationship between pneumonia under-five children withtype of residence, type of wall, 12-23 months old, 24-35 months old, DPT-Hibimmunisation, birth weight, and elementary school graduated mother. Dominantinfluencing factors of pneumonia on under-five children in Indonesia based onIDHS 2017 data is type of wall.
Keywords: Determinants; Indonesia; Toddler; Pneumonia.
Read More
S-10494
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive