Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32044 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rochmanadji Widajat; Pembimbing: Purnawan Janudi
B-160
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Darmaatmadja; Pembimbing: Adik Wibowo
B-272
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ermi Nuryanti; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
B-248
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arini Zhafira; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Kusharisupeni Djokosujono
Abstrak:
Kurangnya konsumsi air minum di tingkat mahasiswa memerlukan perhatian khusus agar dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan konsumsi air minum Mahasiswa Gizi FKM UI Tahun 2025. Kajian pustaka menyebutkan faktor jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan ayah, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ayah, status pekerjaan ibu, uang saku, status gizi, aktivitas fisik, dan preferensi minuman termasuk kedalam faktor internal. Faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, media massa, teman sebaya, keluarga, dan pengaruh perilaku yang mendorong konsumsi air minum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring Google form pada bulan April 2025. Responden yang bergabung kedalam penelitian seluruhnya merupakan mahasiswa aktif S1 Gizi FKM UI tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 79 orang. Hasil penelitian menemukan sebanyak 83,5% responden memiliki konsumsi air minum kurang. Terdapat hubungan antara konsumsi air minum dengan uang saku, aktivitas fisik, pengaruh perilaku yang mendukung konsumsi air minum, dan pengaruh media sosial. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbentuk utilisasi dari faktor-faktor yang berkaitan oleh pihak-pihak terkait penelitian, baik institusi, Mahasiswa Gizi FKM UI, maupun peneliti selanjutnya. Contoh intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan penggunaan botol minum dari rumah, saling mengingatkan sesama mahasiswa untuk mengonsumsi air minum terutama melalui media sosial, dan mengajak sesama untuk melakukan kegiatan gizi positif yang dapat meningkatkan konsumsi air minum, seperti melakukan aktivitas fisik rutin.


Lack of water consumption among students requires special attention so that it can be improved. This study aims to determine internal and external factors related to drinking water consumption of Nutrition Students of FKM UI in 2025. Literature review mentions factors such as gender, age, father's education level, mother's education level, father's employment status, mother's employment status, pocket money, nutritional status, physical activity, and beverage preferences as internal factors. External factors include the influence of social media, mass media, peers, family, and behavioral influences that encourage drinking water consumption. This study uses a quantitative cross-sectional method. Data collection was carried out using Google form questionnaire in April 2025. All respondents who joined the study were S1 Nutrition students of FKM UI in the 2024/2025 academic year, totaling 79 people. The results of the study found that 83.5% of respondents had insufficient water consumption. There is a relationship between drinking water consumption and pocket money, physical activity, behavioral influences that support drinking water consumption, and the influence of social media. Therefore, intervention is needed in the form of utilization of related factors by parties related to research: the institution, FKM UI Nutrition Students, and further researchers. Examples of interventions that can be done are by increasing the use of drinking bottles from home, reminding fellow students to consume water especially through social media, and inviting fellow students to do positive nutrition activities that can increase water consumption, such as doing routine physical activities.
Read More
S-12083
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
IG.A. Ngurah Anom; Pembimbing: Purnawan Junadi
B-197
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulastini; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono
T-1082
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendriani Selina; Pembimbing: Adik Wibowo
B-155
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yayat Rohayati; Pembimbing: Kusharisupeni
S-3299
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Sundari, Diah Nopy, I Putu, Ayu Indrayath, Tuty RA Kuswardhani
PHPMA-Vol.2/No.2
Denpasar : Universitas Udayana, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Etty Agustijani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Purnawan junadi, Kusharisupeni, Tatang S. Falah, Sunarko
Abstrak:

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah sarana kesehatan terdepan yang memberi pelayanan kesehatan termasuk gizi kepada masyarakat. Upaya perbaikan gizi melalui puskesmas bertujuan untuk menangulangi masalah gizi dan meningkatkan status gizi masyarakat. Di Puskesmas Kecamatan upaya perbaikan gizi dilaksanakan oleh Ahli Gizi, namun di Puskesmas Kelurahan upaya perbaikan gizi dilaksanakan oleh beberapa macam tenaga gizi puskesmas seperti Ahli Gizi, Pembantu Ahli Gizi, bidan, perawat, atau tenaga kesehatan lainnya. Upaya perbaikan gizi melalui Puskesmas Kelurahan, belum dapat dilaksanakan secara efektif karena belum semua Puskesmas Kelurahan memiliki tenaga gizi yang professional dalam bidang gizi, kemampuan terbatas, dan masalah gizi yang dihadapi sangat luas. Mengingat bahwa di Propinsi DKI Jakarta belum pernah dilakukan penelitian terhadap kinerja petugas gizi puskesmas kelurahan dalam kegiatan gizi posyandu, serta mengacu kepada penelitian sebelumnya di tempat lain, maka perlu dilakukan penelitian agar diperoleh informasi bagaimana gambaran kinerja petugas gizi puskesmas kelurahan dalam kegiatan gizi posyandu dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross sectional dengan pendekatan pengukuran kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian adalah seluruh petugas gizi puskesmas kelurahan di Propinsi DK.1 Jakarta yang berjumlah 274 orang petugas gizi puskesmas kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan 48,9 % kinerja petugas gizi puskesmas kelurahan balk dan 51,1 % kinerja buruk. Sebanyak 46,4 % petugas gizi puskesmas kelurahan melakukan kegiatan gizi posyandu dengan balk dan 53,6 % melakukan kegiatan gizi posyandu tidak balk. Berdasarkan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik Ganda, didapat adanya hubungan yang bermakna dengan kinerja petugas gizi puskesmas kelurahan adalah kegiatan gizi posyandu, pendidikan petugas, lama kerja petugas, supervisi petugas gizi puskesmas kecamatan, dan pembinaan Kepala Puskesmas Kelurahan. Sedangkan yang berhubungan secara statistik dengan kegiatan gizi posyandu adalah usia petugas, sarana transportasi, sarana kegiatan, beban tugas dan pembinaan Kepala Puskesmas Kelurahan. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan kinerja petugas gizi puskesmas kelurahan dalam kegiatan gizi posyandu perlu dilakukan pengaturan pegawai di puskesmas kelurahan dimana petugas yang berusia < 44 tahun ditugaskan sebagai petugas gizi dan untuk meningkatkan kinerjanya dapat ditingkatkan pendidikannya sampai jenjang D3 atau S1 gizi. Disamping itu untuk menunjang dalam pelaksanaan kegiatan gizi di posyandu perlu didukung dengan sarana transportasi berupa sepeda motor atau dana transportasi. Peranan pembinaan Kepala Puskesmas Kelurahan sangat mendukung terhadap peningkatan kinerja petugas gizi puskesmas kelurahan. Untuk menyampaikan informasi dari tingkat Sudinkes atau Dinas Kesehatan maka supervisi Petugas Gizi Puskesmas Kecamatan sangat membantu dalam rangka pembinaan untuk meningkatkan kinerja petugas gizi Puskesmas Kelurahan.


 

Primary Health Centres (Puskesmas) is the frontier of health care services including nutrition services. The nutrition program through Puskesmas is aimed to overcome nutrition problem and improve nutritional status of the population. In sub-district Puskemas, the nutrition program is conducted by a nutritionist. However, in Puskesmas kelurahan, the program is conducted by various staff qualifications, such as nutritionist, assistant nutritionist, midwives, nurses, or other health care professionals. Nutrition program in Puskesmas has not been properly conducted as not all Puskesmas Kelurahan have the appropriate nutritionist, or have limited skill, while the nutrition problem is very wide. As there has been no known studies in the performance of the nutrition staff in the Posyandu activities in DKI Jakarta, it is thought that such studies is important to be conducted. The design used in this study is a Cross Sectional study with quantitative and qualitative approach. Samples were drawn from a population of 274 nutrition staff in Puskesmas kelurahan. The result was that 48.9% of respondents showed good performance and 46.4% conducted good nutrition activities in the Posyandu. Multivariate analysis with double logistic regression showed significant relationship between performance of nutrition staff with (I) nutrition activities in Posyandu, (2) education level, (3) length of services, (4) supervision from Puskesmas Kecamatan, and (5) guidance from head of the Puskesmas. Statistically significant relationships were found between Posyandu nutrition activities and (1) age of staff, (2) availability of transportation means, (3) equipments availability, (4) workload, and (5) guidance from head of the Puskesmas. The study suggested that to improve nutrition staff performance in Posyandu nutrition activities it is necessary to manage the staff so that appointed nutrition staff would be less than 44 years in age. To improve the performance it is suggested to increase education level of the staff to at least diploma level or a degree in nutrition. Availability of transportation vehicles or sufficient find for transportation is also recommended to improve the Posyandu activities. Guidance from head of the Puskesmas is also necessary to improve the performance of the staff. Supervision from the Puskesmas Kecamatan nutritionist is also important to communicate information from district health office in order to improve performance of the star.

Read More
T-1334
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive