Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31524 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitri Angraeni Harahap; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Fatma Lestari, H, Astrid Widayati, Tasdikin Wardjo
Abstrak: Pada tahun 2016, WHO menyatakan prevalensi obesitas di dunia meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 1980 dan banyak penelitian di dunia membuktikan termasuk di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan desain mixed- methods sequential exploratory, dimulai dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif dilanjutkan dengan kualitatif. Penelitian bertujuan menganalisis faktor risiko gaya hidup yang melatarbelakangi obesitas pada pegawai PAU, serta faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat yang membentuk gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko utama yang melatarbelakangi adalah kebiasaan makan banyak dan perilaku sedentari. Pimpinan perlu meningkatkan program promosi kesehatan yang efektif, melakukan pendidikan serta sosialisasi pemanfaatan fasilitas kesehatan dan meningkatkan ketersediaan fasilitas kesehatan kesehatan, kantin, dan olahraga kepada seluruh pegawai. Kata kunci: gaya hidup, obesitas,
By 2016, WHO states that prevalence of obesity in the world has more than doubled compared to 1980, and many studies in the world have shown that, including in Indonesia. This study used mixed-methods sequential exploratory design starting with collecting and analyzing quantitative data followed by qualitative. The study aims to analyze lifestyle as risk factors that background obesity in PAU employees, such as predisposing, enabling, and reinforcing factors that create lifestyle. The results showed that the main risk factors behind the incidence of obesity were a lot of eating habits and sedentary behavior. Governance need to improve effective workplace health promotion, educate and socialize the utilization of heatlh, canteen, and sports facilities to all employees. Key words: lifestyle, obesity, employee
Read More
T-4884
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devi Partina Wardani; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Mila Tejamaya, Yuni Kusminanti, Jelsi Natalia Marampa
Abstrak: Obesitas, hiperlipidemia, dan hipertensi merupakan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan pegawai Pusat Administrasi Universitas Indonesia diketahui pegawai memiliki faktor risiko mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah. Upaya pencegahan perlu dilakukan agar faktor-faktor risiko yang telah ada tidak timbul menjadi penyakit. Penelitian ini melakukan upaya intervensi berupa promosi kesehatan dengan strategi promosi kesehatan dari Piagam Ottawa dan melihat pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, dan status kesehatan dengan indikator indeks masa tubuh, tekanan darah, gula darah dan kolesterol pada pegawai. Intervensi dilakukan selama 3 bulan berupa pemberian seminar kesehatan, pemasangan media promosi kesehatan, dan membuat duta kesehatan di setiap unit kerja. Hasil penelitian di dapatkan terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi serta terdapat penurunan nilai rata-rata pada indikator indikator indeks masa tubuh, tekanan darah, gula darah dan kolesterol. Kata kunci: intevensi, promosi kesehatan di tempat kerja, PJK, Piagam Ottawa
Obesity, hyperlipidemia, and hypertension are risk factors for coronary heart disease. Based on the results of medical check up in Universitas Indonesia employees in 2016 known employees have risk factors for coronary heart disease. Preventive action need to be done so that existing risk factors do not arise into illness. This research undertakes an intervention effort in the form of health promotion with health promotion strategies from the Ottawa Charter and examines the effect of health promotion on knowledge, attitudes, and health status with indicators of body mass index, blood pressure, blood sugar and cholesterol in employees. Intervention conducted for 3 months in the form of health seminars, installation of health promotion media, and create health ambassadors in each work unit. The results of the study found that there was an increase in knowledge and attitude before and after the intervention and there was a decrease in the mean values in indicators of body mass index, blood pressure, blood sugar and cholesterol. Keywords: Intevention, health promotion at work, CHD, Ottawa Charter.
Read More
T-4857
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Ariska Dewi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Devi Partina Wardani
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai persepsi risiko kebakaran pegawai Pusat AdministrasiUniversitas Indonesia yang beraktivitas di gedung Rektorat Universitas Indonesia setiaphari kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif berdesain cross sectionaldengan sampel sebanyak 240 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secarakeseluruhan persepsi risiko kebakaran pegawai sudah baik berdasarkan faktor-faktoryang mempengaruhi persepsi risiko kebakaran. Dalam penelitian ini, secara khususdianalisis hubungan faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi persepsi risikokebakaran pegawai. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin, pengalamanmenghadapi kebakaran, pelatihan menghadapi kebakaran, kondisi emosional pegawaiketika terjadi kebakaran, pengaruh perilaku orang lain dalam mencegah danmenanggulangi kebakaran, dan tingkat lantai pegawai bekerja memiliki hubungan yangsignifikan terhadap persepsi risiko kebakaran. Sementara itu, faktor-faktor lainnya yaituusia, pendidikan terakhir, pengetahuan mengenai kebakaran, kepercayaan pada pihakberwenang yang menanggulangi kebakaran, kredibilitas informasi kebakaran, lingkunganfisik gedung, dan peran sosial tidak mempengaruhi persepsi risiko kebakaran pegawaisecara signifikan.Kata kunci: Persepsi risiko kebakaran, gedung bertingkat, pengalaman kebakaran,pelatihan kebakaran, pengetahuan kebakaran, kredibilitas informasi kebakaran, kondisiemosional, pengaruh perilaku orang lain, kepercayaan pihak berwenang, peran sosial.
This study discussed the risk perception of Central Administration Staff of The Universityof Indonesia in facing fire if happening in Rectorate Building of the University ofIndonesia. The design of this study uses a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach and the total sample is 240 respondents. The results of this studyconclude that fire risk perception on the staff has been good generally based on the factorswhich influence the perception. It also proves that factors which influence the fire riskperception significantly are gender, fire experiences, fire training, emotional states, thebehavior of others, and floor level. However, other factors do not influence the fire riskperception such as age, education, fire knowledge, trust in authorities, fire informationcredibility, physical environment, and social role.Key words: Fire risk perception, high-rise building, fire experience, fire training, fireknowledge, fire information credibility, emotional states, behavior of others, trust inauthority, social role.
Read More
S-9881
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Kriswidianto Saputra; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Pertama, I Made Pasek Dwi
Abstrak: SKRIPSI INI MEMBAHAS TENTANG GAP ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN YANG ADA DI GEDUNG PUSAT ADMINISTRASI UNIVERSITAS INDONESIA PADA TAHUN 2017. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITAN DESKRIPTIF ANALITIK DENGAN VARIABLE YANG DITELITI ADALAH SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF (KONSTRUKSI BANGUNAN, KOMPARTEMEN, SARANA JALAN KELUAR, TANGGA DARURAT, PINTU DARURAT, DAN PETUNJUK JALAN KELUAR) DAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF (SPRINKLER, ALARM, DETEKTOR, APAR, DAN HIDRAN). HASIL PENELITIAN MENUNJUKAN RATA-RATA 83% KONDISI AKTUAL SESUAI DENGAN PERATURAN DAN MASIH ADA 17% GAP DENGAN PERATURAN. STANDAR YANG DIGUAKAN ADALAH PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO.26/PRT/M/2008, KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PEKERJAAN UMUM NOMOR 10/KPTS/2000, PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NO.4 TAHUN 1980, NFPA 13, DAN NFPA 72. DAN JUGA DILAKUKAN PERHITUNGAN WAKTU EVAKUASI DISETIAP LANTAI GEDUNG. KATA KUNCI: KEBAKARAN,GAP ANALISIS, SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF, SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASIF, WAKTU EVAKUASI THIS STUDY DISCUSSED ABOUT GAP ANALYSIS OF FIRE PROTECTION SYSTEM IN ADMINISTRATION CENTER BUILDING OF UNIVERSITY OF INDONESIA IN 2017. THIS RESEARCH IS ANALYTIC DESCRIPTIVE RESEARCH. THE VARIABLES STUDIES WERE PASSIVE FIRE PROTECTION SYSTEM (BUILDING CONSTRUCTION, COMPARTMENT, MEANS OF EGRESS, EMERGENCY STAIRS, EMERGENCY DOORS, AND EXIT SIGN) AND ACTIVE FIRE PROTECTION SYSTEM (SPRINKLERS, FIRE ALARMS, DETECTORS, FIRE EXTINGUISHER, AND HYDRANTS). RESULTS SHOWED THAT AN AVERAGE OF 83% IS IN ACCORDANCE WITH THE REGULATION AND THERE WERE STILL 17% GAP WITH REGULATION. THE STANDARD USED IS PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO.26/PRT/M/2008, KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PEKERJAAN UMUM NOMOR 10/KPTS/2000, PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NO.4 TAHUN 1980, NFPA 13, AND NFPA 72. AND ALSO CALCULATED OF EVACUATION TIME IN EVERY FLOOR OF BUILDING. KEYWORD: FIRE, GAP ANALYSIS, ACTIVE FIRE PROTECTION SYSTEM, PASSIVE FIRE PROTECTION SYSTEM, EVACUATION TIME
Read More
S-9497
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ludia Safitri; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Permata Wulandari
S-7992
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trysa Arisna; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Penelitian ini dilakukan pada cleaning service di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia yang memiliki aktivitas berisiko mengalami gejala gangguan otot rangka pada pekerja. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran faktor fisik dan psikososial pada cleaning service terhadap gejala gangguan otot rangka. Faktor risiko fisik (force, postur janggal, dan gerakan repetitive) dan faktor risiko psikososial (dukungan sosial,decision latitude, effort, kepuasan kerja, dan tuntutan psikologis) menjadi faktor independen penelitian terhadap gejala gangguan otot rangka sebagai faktor dependen. Penelitian dilakukan pada 33 orang pekerja di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan melakukan observasi dan pengisian kuisioner. Tools yang digunakan dalam penelitian ini yaitu QEC untuk menilai faktor fisik, kombinasi kuisioner psikososial untuk menilai faktor psikososial, dan NMQ yang digunakan untuk melihat gejala gangguan otot rangka pada cleaning service. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa bagian tubuh yang memiliki gejala gangguan otot rangka paling tinggi dalam 7 hari terakhir yaitu bahu dan punggung bawah (54.5%). Sedangkan bagian tubuh yang memiliki gejala gangguan otot rangka dalam hasil penelitian univariat dalam 12 bulan terakhir yaitu bahu, punggung bawah, paha dan bokong (51.5%). Faktor fisik aktivitas pekerja sebagian besar memiliki risiko sedang dan tinggi. Faktor psikososial dilaporkan 67% effort tinggi, 61% decision latitude rendah, 52% tuntutan psikologi tinggi, 55% dukungan rendah, dan 67% kepuasan kerja rendah. Kata Kunci : gejala gangguan otot rangka, faktor fisik, faktor psikososial The object of this study is the cleaning services of Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia who are at risk having musculoskeletal symptoms due to their task. The purpose of this study is to identify the physical and psychosocial factors of musculoskeletal symptoms on cleaning services. Physical factors (force, awkward posture, and repetitive movement) and psychosocial factors (social support, decision latitude, effort, job satisfaction, and psychological demand) are the independent variables of musculoskeletal symptoms which are the dependent variable in this study. The design used in this study is cross-sectional design by conducting the observation and sharing questionnaires to 33 workers at Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. The tools used in this study are QEC to assess physical factors, the combination of psychosocial questionnaire to assess psychosocial factors, and NMQ to identify musculoskeletal symptoms in cleaning services. The result of this study shows that shoulder and low back (54.5%) are the body parts that have the highest prevalence of musculoskeletal symptoms in the last 7 days. Meanwhile, shoulder, low back, thigh, and buttocks (51.5%) have the highest prevalence of musculoskeletal symptoms in the last 12 months. Regarding the physical factors, most of workers have moderate and high risk. On the other hand, regarding the psychosocial factors, results show that 67% workers have high effort, 61% have low decision latitude, 52% have high psychological demand, 55% have low support, and 67% have low job satisfaction. Keyword: musculoskeletal symptoms, physical factor, psychosocial
Read More
S-9341
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dela Fariha Fuadi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Baiduri Widanarko, Yuni Kuaminanti, Devi Partina Wardani
Abstrak: Perpustakaan merupakan tempat dimana buku biasanya dilindungi dan disimpan, kondisi ruangan dapat berdebu, lembab, dan tidak memiliki cahaya yang memadai serta mengandung endapan berbagai serangga dan mikroorganisme. Aktivitas kerja yang dilakukan oleh pegawai perpustakaan diantaranya bekerja menggunakan komputer dalam waktu yang cukup lama, pelestarian buku yang sudah tua dan rusak, dan pekerjaan kantor lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko kesehatan kerja pada aktivitas pekerjaan pegawai perpustakaan Universitas Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian mixed methode (kualitatif-kuantitatif). Penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan Matriks Risiko yang telah dikembangkan oleh Universitas Indonesia. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasi terdapat 6 jenis bahaya kesehatan pada aktivitas kerja pegawai perpustakaan UI, diantaranya pencahayaan, temperatur, debu, jamur, ergonomi dan psikososial. Hasil analisis tingkat risiko menunjukan bahwa, pada seluruh aktivitas kerja pegawai perpustakaan UI memiliki risiko sangat tinggi untuk terkena gangguan muskuloskeletal, risiko tinggi terkena gangguan pernapasan karena debu dan iritasi tangan karena jamur pada aktivitas kerja preservasi, deseleksi dan layanan koleksi naskah. Pada aktivitas lainnya pajanan terhadap debu memiliki tingkat risiko menengah. Pajanan terhadap pencahayaan, ergonomi dan psikososial pada seluruh aktivitas memiliki tingkat risiko menengah. Tindakan pengendalian yang sudah ada mampu menurunkan tingkat risiko kesehatan kerja menjadi risiko menengah dan rendah
Read More
T-5606
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Tina Amiaty Naro Putri; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanty
S-5897
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qanita Fauzia; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Sjahrul M. Nasri, Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti, Ike Pujiriani
Abstrak: Pandemi COVID-19 berdampak pada seluruh aktivitas kehidupan termasuk bidang pendidikan. Seluruh praktik di perguruan tinggi termasuk pembelajaran ditiadakan diganti dengan pembelajaran jarak jauh atau daring. Pegawai perguruan tinggi juga merasakan adanya peningkatan beban kerja dan perubahan kondisi kerja. Pandemi ini mengubah mekanisme kerja seperti implementasi kebijakan baru, aturan pembatasan kontak fisik yang kemudian memungkinkan adanya konflik antara pekerjaan dengan gaya hidup yang dijalankan. Salah satu gaya hidup baru yang perlu diadopsi yaitu perilaku pencegahan COVID-19. Selama pandemi COVID-19, perguruan tinggi tetap memberlakukan work from office bagi pegawai sehingga risiko terjadinya penularan COVID-19 di lingkungan kerja tetap ada. Tentunya perilaku pencegahan COVID-19 menjadi aspek penting yang perlu menjadi perhatian karena merupakan cara terbaik berperang melawan COVID-19. Dalam teori health belief model disebutkan bahwa praktik perilaku kesehatan bergantung pada keyakinan yang dianut individu yaitu perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barrier, selfefficacy dan cues to action. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis hubungan faktor perilaku pencegahan dengan perilaku personal higiene pegawai perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan penyebaran kuesioner pada 179 pegawai perguruan tinggi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived barrier, self-efficacy, dan cues to action merupakan tiga komponen prediktor perilaku personal higiene pegawai. Beberapa rekomendasi dari hasil penelitian di antaranya menggencarkan sosialisasi kebijakan serta protokol kesehatan dengan konten yang dapat memotivasi self-efficacy serta menurunkan persepsi hambatan pegawai terhadap perilaku personal higiene positif, menyebarkan infografis dan media promosi yang menarik, memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung (fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, masker, sarung tangan, cairan disinfektan maupun APD lainnya), serta menunjuk duta prokes di kalangan pegawai untuk kemudian memberlakukan mekanisme pemberian apresiasi bagi pegawai yang telah rajin mempraktikkan perilaku personal higiene positif.
Read More
T-6367
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Destriana Gardini; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-5934
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive