Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32797 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fandita Tonyka Maharani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari, Hendra, Winda Kusumaningrum, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak:
UNESCO telah mengakui batik Indonesia sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia pada tahun 2009. Industri batik sangat berkembang dan mempekerjakan banyak orang. Hasil penelitian sebelumnya di perusahaan X menunjukkan bahaya tertinggi adalah kimia dan ergonomik, mereka bekerja dengan statis selama 6-8 jam/hari dalam posisi janggal dan banyak yang mengeluhkan pegal di seluruh bagian tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe kursi dan gawangan yang disesuaikan dengan data antropometri pekerja dan menguji coba prototipe yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pengukuran antropometri. Hasilnya menunjukkan prototipe memperkecil risiko ergonomi pada bagian punggung, tangan/pergelangan tangan, dan leher tanpa mempertimbangkan keluhan MSDs.

UNESCO recognized batik Indonesia as Intangible Cultural Heritage of Humanity at 2009. Batik is a widespread industry and employed many workers. The previous study in the company stated that chemical and ergonomical are the highest hazards, work for 6 8 hours day in awkward position and complaint about the weariness. The purpose of the study was to develop the prototypes according to the workers rsquo anthropometry data and to test them. The study was conducted by observation, interview, and anthropometry measurement. The result stated that the prototypes decrease the ergonomic risks on the back, wrist hand, and the neck without considering the MSDs complaints.
Read More
T-4924
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nungki Agusti; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak:

ABSTRAK Batik Indonesia secara resmi diakui oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2009 dan masuk dalam daftar representatif sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia. Faktanya, industri kerajinan batik di Indonesia telah tumbuh dan berkembang sejak berabad-abad yang lalu. Saat ini, pembinaan pada Pengrajin Batik merupakan salah satu program kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Provinsi DIY Seksi UKM dan termasuk dalam kategori kegiatan informal. Namun ironisnya hingga saat ini belum semua usaha-usaha ekonomi informal terjangkau oleh program-program pembinaan dan perlindungan yang berkesinambungan. Pengrajin Batik Tulis X merupakan salah satu UKM yang berada dibawah binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi D.I Yogyakarta. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan pada Pengrajin Batik Tulis X, di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Oktober 2011, Peneliti mendapati kondisi pembatik tulis melakukan pekerjaan membatik dalam posisi duduk dalam durasi kerja yang panjang, ± 6-8 jam per hari. Namun ironisnya, ruang dan peralatan kerja (kursi, gawangan dan posisi kompor) yang dipergunakan belum ergonomis yaitu belum adanya kesesuaian dengan antropometri tubuh orang Indonesia yang akhirnya mengharuskan pembatik bekerja dalam postur janggal. Dalam kurun waktu yang panjang hal ini dapat berakibat munculnya penyakit akibat kerja seperti cedera otot. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan ulang terhadap ruang dan peralatan kerja bagi pembatik tulis sehingga dapat meminimalisir kemungkinan risiko-risiko kesehatan yang mungkin muncul pada kemudian hari dengan berpedoman pada penerapan dimensi-dimensi tubuh antropometri orang Indonesia.


  Abstract United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) officially recognized Batik Indonesia in 2009, and registered under culture themes of Intangible Cultural Heritage of Humanity. Nevertheless, batik craft industry have grown and evolved since hundred years ago. Furthermore, one of work program of Cooperation Trade Industry and Small Medium Business Unit in Provincial Jogjakarta under Small Medium Business Section is to coach small and medium business of batik crafter, thus, it is categorized as informal activity. Unluckily, this informal activity which related to economic empowerment has not been covered by sustainable coaching and protecting program from local government. Hand-drawn Batik Craft Industry X is one of small medium business activiy under supervision of Cooperation Trade Industry and Small Medium Business Unit Provincial Jogjakarta. Based on preliminary observation Hand-drawn Batik Crafter Industry X in District of Bantul under Provincial Jogjakarta in October 2011, researcher captured the hand-drawn batik crafter while they worked, seating for long period 6-8 hours a day. In addition, work space and work tools used (work chair, gawangan and stove) are not in ergonomic condition, means that the work station and work tools are not suitable for body anthropometry of Indonesian people; consequently the hand-drawn batik crafter works in awkward posture. As a result of current working condition, it might significantly effect to hand-drawn batik crafter such as muscle injury. This research is aim to redesign of work station and tools by using ergonomic approach for hand-drawn batik crafter, so that the health effect could be minimized in the long term period; at once, work station and work tools should be adjusted with dimension of body anthropometry of Indonesian people.

Read More
T-3655
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfiana Sari; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Hanny Harjulianti
Abstrak: ABSTRACT
 
 
Kesalahan desain serta ukuran meja dan kursi di sekolah dapat mengakibatkan terbentuknya postur tubuh yang membahayakan bagi kesehatan siswa. Penelitian ini akan membandingkan ukuran meja dan kursi sekolah yang sudah digunakan di Sekolah Menengah Kejuruan SMK Yaspi Al-Makmur dengan ukuran tubuh siswa untuk mengetahui apakah meja dan kursi ini sudah didesain dengan ukuran yang benar sehingga membentuk postur duduk yang benar. Perhitungan nilai standar ukuran meja dan kursi didapat dari nilai persentil dengan uji deskriptif menggunakan SPSS. Dalam penelitian ini didapakan ukuran dimensi meja dan kursi SMK yang ergonomis dengan antropometri siswa.
 

 
ABSTRACT
 
 
Improper design and size of school furniture can lead to formation of dengerous posture for student rsquo s health. This research was comparing the dimensions of school furniture to student rsquo s dimensions, in vocational high school, and determines whether this type of furniture is well designed. Morover, this research aslo studied about the sitting posture of vocatonal high school students formed by the design of school furniture. Calculation of standard value of table and chair size obtained from percentile value with descriptive test using SPSS. This research have found the dimension size of the ergonomic tables and chairs for vocational high school students in accordance with anthropometry data. Keywords Ergonomic Ergonomic Design Anthropometry Vocational High School School Furniture Design Percentile.
Read More
S-9338
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Arifin Ramzy Lubis; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Daryanto
Abstrak:
Kelelahan pada pekerja dapat berakibat pada kecelakaan kerja yang disebabkan oleh berbagai faktor baik tidak terkait dengan pekerjaan atau terkait dengan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kelelahan dan faktor risikonya pada pekerja PT.X tahun 2023. Faktor risiko yang diteliti pada penelitian ini meliputi faktor tidak terkait pekerjaan berupa usia, Body Mass Index (BMI), kuantitas tidur, dan faktor terkait pekerjaan berupa durasi kerja, masa kerja, dan beban kerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Kelelahan dalam penelitian ini diukur menggunakan kuesioner subjektif The Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI). Dalam penelitian ini, didapatkan bahwa sebanyak 93 pekerja (81,6%) dari 114 pekerja memiliki tingkat kelelahan sedang dan 19 pekerja (17,7%) memiliki tingkat kelelahan tinggi, sementara 2 pekerja (1,8%) lainnya memiliki tingkat kelelahan rendah. Dimensi SOFI dengan nilai rata-rata tertinggi pada penelitian ini adalah dimensi Lack of Motivation. Hasil analisis dalam penelitian ini mendapatkan bahwa BMI memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelelahan pada pekerja PT.X tahun 2023.

Fatigue in workers can result in work accidents caused by various factors either unrelated to work or related to work. This study aims to describe fatigue and its risk factors at PT.X workers in 2023. The factors examined in this study include factors unrelated to work, such as age, Body Mass Index (BMI), and sleep duration, and factors related to work, such as working duration, working period, and workload. This research has quantitative method by using cross-sectional design. Fatigue in this study was measured using The Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) subjective questionnaire. In this study, 93 workers (81,6%) out of 114 workers found had moderate levels of fatigue, 19 workers (17,7%) had high levels of fatigue, while two other workers (1.8%) had low levels of fatigue. The Lack of Motivation dimension in the SOFI questionnaire had the highest average score in this study. The analysis in this study found that BMI had significant relationship to fatigue at PT.X workers in 2023.
Read More
S-11333
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggiri Herliani; Pembimbing: Hendra ; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Ira Siti Sarah
S-6319
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wilda Prasetyo Utomo; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Baiduri Widanarko, irma Setiawati
S-8752
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Sapto Priyono; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Dadan Erwandi, Muthia Ashifa, Yuni Kusminanti
Abstrak: Data MCU nampak adanya faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada karyawan PT X yang perlu mendapat perhatian sehingga dapat dicegah timbulnya penyakit kardiovaskuler. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh intervensi promosi kesehatan terhadap faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada pekerja tambang emas PT X di Pandeglang tahun 2017. Desain penelitian adalah kuasi eksperimental dengan pre and post test controlled group design dengan 2 kelompok yaitu kelompok workshop dan flyer dan kelompok flyer. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi program promosi kesehatan pada tekanan darah, IMT, glukosa darah dan skor aktifitas fisik, namun tidak terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi program promosi kesehatan pada skor merokok. Perusahaan disarankan mengembangkan program promosi kesehatan secara komprehensif sesuai dengan Ottawa Charter.

MCU data show the presence of risk factors for cardiovascular disease in PT X employees who need attention so that prevented the incidence of cardiovascular disease. The purpose of this study was to determine the effect of health promotion intervention on cardiovascular disease risk factors in gold mine worker PT X in Pandeglang 2017.The research design was quasi experimental with pre and post test controlled group design with 2 groups ie workshop and flyer group and flyer group.The results showed significant differences before and after intervention of health promotion programs on blood pressure, BMI, blood glucose, physical actifity, but there were no significant differences before and after intervention of health promotion program on score smoking. The company is advised to develop a comprehensive health promotion program in accordance with Ottawa Charter.
Read More
T-4985
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jesslyn; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Puti Aspita Yulianti
Abstrak: Cedera jari dan tangan sangatlah umum terjadi pada Divisi Maintenance. Hal inidikarenakan tipe pekerjaan pada Divisi Maintenance adalah pemasangan danpelepasan komponen yang bervariasi tahapannya, pekerjaan dilakukan saatberjalannya proses, menggunakan mesin yang rumit dan bekerja dengan tekananwaktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan gambaran kecelakaankerja dan analisis penyebab kecelakaan kerja pada insiden cedera jari dan tangandi Divisi Maintenance PT X. Penelitian ini menggunakan desain penelitiancampuran (mixed methods research) yang diawali dengan pengumpulan 102 datakecelakaan kemudian wawancara mendalam pada 6 orang yang mengalamicedera jari dan tangan, pengawas dan manajemen. Penyebab langsung palingbanyak adalah tidak mengetahui adanya potensi bahaya, mengambil keputusanyang tidak tepat dan penggunaan perkakas secara tidak tepat. Penyebab dasarpaling banyak adalah pengembangan PSP yang tidak memadai, perilaku amanyang penting tidak cukup diidentifikasi. Pekerja masih kurang memiliki kesadaranterkait kesehatan dan keselamatan kerja. Peran supervisor dalam mencegahkecelakaan adalah dengan mengingatkan pekerja terkait aspek keselamatan.Manajemen berperan dalam membuat dan mengembangkan prosedur kerja dalammencegah kecelakaan.
Kata kunci :Kecelakaan kerja, cedera jari dan tangan, divisi maintenance,penyebab langsung, penyebab dasar.
Hand and finger injuries commonly happen in maintenance division. This happenbecause type of work in maintenance division have various stage, workingalongside a running process, using complicated machinery, and time contraints.The objective of this study was to describe occupational accident and analyzeaccident causes hand and finger injury in Maintenance Division PT X. Thisresearch use mixed method research, that start with collecting accident data and indepth interview to 6 person hand and finger injuried, supervisor and management.The most direct causes were lack of knowledge of hazards present, improperdecision making or lack of judgement, and improper use of tools. The underlyingcauses were inadequate development of policies / standards / procedures andinadequate identification of critical safe behaviors. Workers have inadequateawareness to health and safety. The roles of supervisor are reminder workersabout safety issues. Management have made and developed work procedure toprevent accident.
Key words : accident, finger and hand injury, maintenance division, direct causes, underlying causes, supervisor, management.
Read More
S-9161
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggraini Pangestu Widiasih; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Megan Roos Febransyah
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang penilaiain risiko keselamatan dan kesehatankerja pada proses kerja casting di PT. X, Cikupa Tangerang tahun 2016.Penilaian risiko dilakukan untuk mendapatkan nilai risiko yang terdapat padaproses kerja casting di PT.X, Cikupa Tangerang. Identifikasi bahaya danrisiko dilakukan menggunakan Job Safety Analysis (JSA). Analisis tingkatrisiko menggunakan ukuran standard kualitatif yang dimodifikasi dariAS/NZS 4360:2004. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectionaldengan pendekatan observasi dan wawancara. Nilai risiko dihasilkan dariperkalian antara probabilitas dan konsekuensi yang mungkin ditimbulkan.Hasil penelitian menyatakan terdapat 94 risiko pada proses casting di PT.X,Cikupa Tangerang.
Kata Kunci : Kajian Risiko, Proses Kerja Casting
This research discusses about occupational health and safety risk assessment oncasting process in PT. X, Cikupa Tangerang on 2016. Risk assessment carried outto obtain the value of the risk inherent in the casting process in PT.X, CikupaTangerang. Hazard and risk identification are conducted using the Job SafetyAnalysis (JSA). This analysis using the qualitative standard that modified fromthe AS/NZS 4360:2004. This research using cross sectional study design with indepth interviews and observational approach. Risk value resulting fromcombination between likelihood and consequences. The result showed that thereare 94 risks in casting process in PT. X, Cikupa Tangerang.
Keywords : Risk assement, Casting process.
Read More
S-9283
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Kadir; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti
Abstrak: Pekerja Batik Tulis Madura berisiko terkena keluhan Musculoscelatal Disorders, Khususnya Low Back Pain (LBP). Penelitian ini dilakukan untuk deteksi awal tingkat risiko ergonomi pada Pekerja Sentra Industri Batik Tulis Madura di Dusun Banyumas Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur Tahun 2014. Dari 12 pekerja, 11 pekerja mengalami keluhan nyeri di bagian leher atas dan bawah, punggung, pergelangan tangan kanan, 10 pekerja mengalami keluhan nyeri di bagian bahu kanan. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian kualitatif dengan mengamati aktivitas pekerja penggambaran motif dan peletakan lilin, pewarnaan kain, pelukisan kain (labas), pelorotan, pencucian dan penjemuran, terindentifikasi pekerja memiliki hazard ergonomi, yaitu saat postur janggal, gerakan memutar, repetitive, dan postur kerja statis. Menggunakan metode REBA dan QEC, hasilnya mendapatkan aktivitas tingkat risiko sangat tinggi pada setiap proses pembuatan batik tulis Madura yaitu penggambaran motif dan peletakan lilin, pewarnaan, pelukisan (labas), pelorotan, pencucian, dan penjemuran. Tingkat risiko dapat diturunkan dengan upaya perbaikan pada peralatan kerja yaitu penyediaan alat kursi, penyangga kain, pengaturan tinggi tungku, drum, bak pewarnaan, dan bak pencucian. Kata kunci: Tingkat risiko ergonomi, Aktivitas Pekerja, Peralatan, REBA, QEC.
Read More
S-8589
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive