Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32292 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fitri Kurniasari; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Syahrul Efendi Panjaitan, Rudy Saptari Sulesuryana
Abstrak: Emisi mesin diesel (diesel exhaust) merupakan bahan yang karsinogenik terhadap manusia (grup 1 IARC). Sektor transportasi merupakan penyumbang terbesar diesel exhaust di udara. Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) merupakan komponen yang banyak ditemukan dalam diesel exhaust. 1-Hidroksipirena (1-OHP) merupakan metabolit pyrene yang digunakan sebagai penanda adanya pajanan PAH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi 1-OHP dalam urin terkait dengan pajanan diesel exhaust pada pekerja uji mekanis di Pusat Pengujian Kendaraan Bermotor Cilincing. Pajanan diesel exhaust diukur melalui konsentrasi personal PM2,5, PM1, PM0,5, dan PM0,25. Penelitian dilakukan pada 19 petugas uji mekanis dan 18 orang pembanding. Pengukuran partikulat dilakukan menggunakan pompa Leland Legacy dengan Sioutas Cascade Impactor. Analisis 1-OHP dalam urin dilakukan menggunakan HPLC dengan detektor fluoresensi. Distribusi frekuensi 1-OHP dalam urin berkisar antara 11,72 - 61,88 μg/gr kreatinin urin. Hasil analisis menunjukkan terdapat rata-rata konsentrasi 1-OHP petugas uji mekanis signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pembanding (p=0,001). Terdapat korelasi positif dengan derajat keeratan kuat antara konsentrasi partikulat pada semua ukuran dengan konsentrasi 1-OHP dalam urin. Partikulat yang dihasilkan dari emisi mesin diesel merupakan kontributor utama terhadap peningkatan konsentrasi 1-OHP dalam urin petugas uji mekanis PKB Cilincing. Kata kunci: 1-Hidroksipirena, emisi diesel, particulate matter, petugas uji mekanis, pengujian kendaraan bermotor. Diesel engine exhaust is categorized as carcinogenic to human (group 1) by IARC in 2012. Transportation is the biggest contributor of diesel exhaust pollutant. Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are the major compound of diesel exhaust that can be found on gas and particle phases. 1-Hydroxypyrene (1-OHP), a metabolite of pyrene, has been used extensively as a biological monitoring of exposure to PAHs. This study aimed to analyze the concentration of urinary 1-OHP related to diesel engine exhaust among vehicle testing mechanics at vehicle testing center Cilincing, Jakarta. Diesel exhaust exposure was measured by personal concentration of PM2,5, PM1, PM0,5, dan PM0,25. The subject was 19 vehicle testing mechanics and 18 non-mechanics as a comparator. Personal concentration of particulate matter collected using Leland Legacy pump and Sioutas Cascade Impactor and analyzed using gravimetric method. Urinary 1-OHP analyzed using High Performance Liquid Chromatography with fluorescence detector. Concentration of urinary 1-OHP ranging from 11,72 to 61,88 μg/gr creatinine. The result show that mean concentration of 1-Hydroxypyrene of mechanic group is significant higher than non-mechanic group (p=0,001). There is a positive correlation between particulate matter concentration in all size and urinary 1- hydroxypyrene concentration. In this study, particulate related to diesel engine exhaust is the main contributor of the increasing of urinary 1-hydroxypyrene concentration among vehicle testing mechanics. Key words: 1-Hydroxypyrene, diesel exhaust, particulate matter, vehicle testing
Read More
T-4927
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Elisabet Butarbutar; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Syahrul Efendi Panjaitan, Rudi Saptary
Abstrak: Diesel particulate matter baik fine maupun ultrafine particulate berkontribusi terhadap pajanan personal harian pekerja. Pajanan diesel particulate matter dalam jangka waktu pendek maupun dalam jangka waktu panjang dapat mengganggu kesehatan. Gangguan kesehatan tersebut antara lain menyebabkan perubahan glukosa, HbA1c dan lipid. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bertujuan menganalisis pajanan diesel particulate matter yang dikaitkan dengan peningkatan HbA1c dalam darah. Sampel penelitian adalah petugas uji mekanis berjumlah 18 orang dan 13 petugas administrasi di Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor Cilincing dan 18 kelompok pembanding. Adapun variable penelitian adalah pajanan diesel particulate matter, kadar HbA1c, usia, Indeks Masa Tubuh (IMT), lama kerja, dan kebiasaan merokok. Pengukuran pajanan particulate matter menggunakan pompa Leland legacy dan Sioutas cascade impactor dan perhitungan konsentrasi pajanan menggunakan metode gravimetric. Penimbangan filter debu hasil sampling menggunakan alat Neraca Mikro Mettler Toledo. Pengukuran kadar HbA1c dalam darah bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang kuat dan berkorelasi positif antara konsentrasi pajanan personal PM10, PM2.5, PM1, PM0.5 dan PM0.25 dengan tingkat kadar HbA1c dalam darah. Kata Kunci : Diesel Particulate Matter (PM10, PM2.5, PM1, PM0.5 dan PM0.25), HbA1c, Pusat Pengujian Kendaraan Bermotor Diesel particulate matter both fine and ultrafine particulate contribute to daily personal exposure of workers. Exposure to diesel particulate matter in the short term and in the long term can disrupt health. These health problems include changes in glucose, HbA1c and lipids. This study is an analytical study that aims to analyze the exposure of diesel particulate matter associated with increased HbA1c in the blood. The samples were mechanical test officer totaling 18 people and 13 administrative officers in Cilincing Motor Vehicle Testing Unit and 18 comparison groups. The research variables are diesel particulate matter exposure, HbA1c level, age, body mass index (BMI), length of service, and smoking habit. Measurement of particulate matter exposure using Leland legacy and Sioutas cascade impactor pumps and calculation of exposure concentration using gravimetric method. Weighing of sampling dust filter using Mettler Toledo Micro Balance tool. Measurements of HbA1c levels in the blood work in conjunction with the Health Laboratory. The results showed a strong and positively correlated relationship between the personal exposure concentrations of PM10, PM2.5, PM1, PM0.5 and PM0.25 with levels of HbA1c in the blood. Keywords: Diesel Particulate Matter (PM10, PM2.5, PM1, PM0.5 and PM0.25), HbA1c, Motor Vehicle Testing Center
Read More
T-5036
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hani Ramadhani; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Hendra, Dadan Erwandi, Rudi Saptari, Syahrul Effendi Panjaitan
Abstrak: Pajanan diesel partikulat (DPM PM0.25) dapat menyebabkan gangguan sistem saluran pernapasan dan keluhan kesehatan terhadap pekerja, namun belum banyak penelitian dilakukan di Indonesia mengenai hal tersebut padahal IARC telah mengkategorikannya sebagai senyawa karsinogenik. Analisis pajanan dan hubungannya terhadap keluhan gangguan pernapasan subjektif dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit terhadap pekerja. Penelitian dilakukan terhadap petugas penguji kendaraan di UP PKB Cilincing sebanyak 24 orang melalui pengukuran pajanan personal DPM PM0.25 dan Black Carbon (BC) (20 orang) dan wawancara (24 orang). Konsentrasi pajanan BC personal berkisar antara 12,05 μg/m,3 sampai dengan 84,87 μg/m3. Keluhan yang dialami petugas penguji kendaraan adalah bersin dan hidung tersumbat (masing-masing sebanyak 50%), sakit tenggorokan dan batuk kering (masing-masing sebesar 41.7%), sesak nafas (20.8%), batuk berdahak (33.3%), nafas bunyi (mengi) (12.5%) dan sakit dada (8.3%) . Diduga BC bukan merupakan satu-satunya pemicu dan bukan penyebab langsung dalam kejadian keluhan gangguan penapasan subjektif. Kata kunci: Diesel partikulat, karbon hitam (Black Carbon), keluhan gangguan pernapasan, Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Diesel particulate exposure (DPM PM0.25) may cause respiratory system disease and health complaints to the worker. Limited research found about this subject in Indonesia, yet IARC has categorized it as a carcinogenic compound. Analysis of exposure and its relation to respiratory health complaints as one of the prevention of disease in the workplace. The research was conducted on 24 mechanics at UP PKB Cilincing through the measurement of personal exposure DPM PM0.25 and Black Carbon (BC) (20 people) and interview (24 people). The concentration of BC personal exposure ranged from 12.05 μg / m3 to 84.87 μg / m3. The common complaints experienced by mechanics were sneezing and nasal congestion (50% each), sore throat and dry cough (41.7% respectively), dyspnea (20.8%), wet cough (33.3%), wheezing (mengi) (12.5%) dan chest pain (8.3%) . Allegedly BC is not the only factor and act not as the direct cause in the incidence of subjective respiratory health complaints. Keywords: Particulate particulate, Black Carbon, Respiratory health complaints, Vehicle Testing (PKB)
Read More
T-4921
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aidila Fitri; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdan; Penguji: Hendra, Rudy Saptari Sulesuryana
Abstrak: POLUSI UDARA MENJADI SALAH SATU PENYEBAB TINGGINYA ANGKA KEJADIAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR DI DUNIA. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGUKUR DAN MENGANALISIS PAJANAN PERSONAL DEBU PM2,5 DAN KADAR APOLIPOPROTEIN-B (APO-B) SEBAGAI BIOMARKER ATEROSKLEROSIS DALAM DARAH PEKERJA DI PUSAT PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR CILINCING TAHUN 2017. STATUS MEROKOK, OBESITAS, PENGGUNAAN APD, DAN RIWAYAT PENYAKIT JUGA DI ANALISIS DALAM PENELITIAN INI DENGAN MENGGUNAKAN T-TEST INDEPENDEN. SAMPEL PENELITIAN BERJUMLAH 35 ORANG PEKERJA PKB CILINCING SEBAGAI KELOMPOK TERPAJAN DAN 24 ORANG PEKERJA FKM UI SEBAGAI KELOMPOK KONTROL. PAJANAN PERSONAL DIUKUR MENGGUNAKAN LELAND LEGACY PUMP DAN SIOUTAS CASCADE IMPACTOR, SEDANGKAN ANALISIS APO-B MENGGUNAKAN METODE POLYETHYLENEGLYCOL (PEG) ENHANCED IMMUNOTURBIDIMETRIC ASSAY. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN RATA-RATA KONSENTRASI PAJANAN PADA PEKERJA ADALAH 232,233 ΜG/M3 , SEDANGKAN RATA-RATA KADAR APO-B PADA KELOMPOK TERPAJAN ADALAH 107,30 MG/DL DAN KELOMPOK KONTROL ADALAH 91,17 MG/DL.

AIR POLLUTION BECOMES ONE CAUSE OF CARDIOVASCULAR DISEASE IN THE WORLD. THIS STUDY AIM FOR MEASURING PERSONAL EXPOSURE OF PARTICULATE MATTER 2,5 (PM2,5), AND APOLIPOPROTEIN-B LEVEL IN DIESEL EXHAUST EMISSION INSPECTOR BLOOD IN PKB CILINCING, 2017. IN ADDITION THIS STUDY ANALYZE SMOKING STATUS, OBESITY, FPE USING, AND HISTORY OF DISEASE USING INDEPENDENT T-TEST. STUDY SAMPLES OF 35 WORKER OF PKB CILINCING AS EXPOSED GROUP AND 24 WORKER OF FKM UI AS CONTROL GROUP. PERSONAL EXPOSURE MEASURE USING LELAND LEGACY PUMP AND SIOUTAS CASCADE IMPACTOR, WHILE ANALYSIS OF APO-B USING POLYETHYLENEGLYCOL (PEG) ENHANCED IMMUNOTURBIDIMETRIC ASSAY METHOD. RESULT OF STUDY SHOWS MEAN CONCENTRATION OF PERSONAL EXPOSURE TO WORKER IS 232,233 ΜG/M3 , WHILE MEAN APO-B LEVEL TO EXPOSED GROUP IS 107.30 MG/DL AND CONTROL GROUP IS 91.17 MG/DL. 
Read More
S-9524
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shella Rachma Dianty; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Rudy Saptari Sulesuryana
Abstrak: Diesel Particulate Matter (DPM) adalah zat yang dianggap menjadi salah satu faktor risiko dari perkembangan penyakit degeneratif seperti kanker (IARC, 2012), kardiovaskular, dan penurunan fungsi paru melalui mekanisme stress oksidatif.Stress oksidatif dianggap sebagai mekanisme perantara dari pajanan partikulat menuju dampak kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan konsentrasi biomarker stress oksidatif yaitu malondialdehyde (MDA) dan penurunan fungsi paru dengan pajanan DPM 2.5 pada kelompok terpajan (penguji mekanis di UP PKB) dan kelompok pembanding. Pengukuran DPM 2.5 dilakukan menggunakan sioutas cascade impactordan filter berjenis quartz. Analisis MDA dilakukan dengan metode Wills (1996) melalui sampel urin responden, sedangkan penurunan fungsi paru dideteksi melalui tes spirometri. Hasil menunjukkan pajanan DPM 2.5 secara signifikan berhubungan dengan peningkatan konsentrasi MDA dan penurunan fungsi paru-paru, dengan derajat keeratan sedang hingga kuat (r= 0,438; r=-0,629; p<0,05). Pajanan DPM 2.5 secara kronis dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi MDA dalam urin dan menurunkan fungsi paru, sehingga tindakan korektif dan preventif perlu dilakukan pada kelompok yang terpajan dengan DPM 2.5 untuk mencegah efek kesehatan kronis di kemudian hari. Kata Kunci: Partikulat Diesel 2.5, Malondialdehyde, FungsiParu Diesel Particulate Matter (DPM) 2.5 µm is considered to be one of the risk factors for degenerative diseases such as cancer (IARC, 2012), cardiovascular, and declined lung function through oxidative stress mechanism. Oxidative stress is considered as an intermediary mechanism from particulate exposure to health effects. This study was conducted to see the correlation of oxidative stress biomarker which is malondialdehyde (MDA) and decline of lung function with DPM 2.5 exposure in exposed group and non-exposed group. Sampling DPM 2.5 was performed using sioutas cascade impactor and quartz type filter. MDA analysis was done by Wills (1996) method through respondent's urine sample, whereas pulmonary function decline was detected through spirometry test. The results show that DPM 2.5 exposure was significantly associated with elevated MDA concentrations and declined lung function, with moderate to stronger degree (r = 0.438; r = -0.629; p<0,05). Chronic DPM 2.5 exposure may lead to increased MDA concentrations in the urine and declined lung function, so corrective and preventive action should be taken groups exposed to DPM 2.5 to prevent chronic health effects in the future. Keyword: Diesel Particulate Matter 2.5, Malondialdehyde, Lung Function
Read More
S-9690
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zuly Prima Rizky; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya; Fatchuri
S-8897
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brian Orchidias Seik; Pembimbing: Doni Hikmat Ramadhan; Penguji: Mila Tejamaya, Ali Syahrul Chairuman
Abstrak: Diesel Engine Exhaust adalah campuran kompleks dari substansi pada fase akhir gas danpartikulat pada saat pembakaran bahan bakar diesel. Fase partikulat DEE disebut dengan DieselExhaust Particles (DEP) dimana pada fase ini, terdapat beberapa elemen seperti ElementalCarbon (EC) dan komponen organik lainnya. Saat ini, EC digunakan sebagai parameterturunan bagi penilaian pajanan terhadap Diesel Particulate Matter (DPM) karena keakuratanpengukuran pada konsentrasi partikulat yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiapakah parameter EC dapat digunakan sebagai penanda DPM dengan menggunakan fraksipartikulat yang lebih kecil yaitu PM 0.25 dengan menggunakan desain penelitian observasionaldengan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengambil 46 sampel filter yangdiambil di UP PKB Cilincing, Ujung Menteng dan Kelompok Kontrol pada bulan April-Mei2018. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kelompok pengukuran dengan hasil analisis ECterhadap PM 0.25 bekorelasi positif dan linear signifikan adalah kelompok uji UP PKBCilincing, Kelompok Terpajan (Cilincing-Ujung Menteng), dan seluruh kelompok uji(Cilincing, Ujung Menteng, dan Kelompok Kontrol) (Sig<0.05) dengan derajat keeratansedang berkisar antara r=0,437 hingga r=0,526 serta koefisien determinasi berkisar antaraR2 =0,191 hingga R2 =0,277 (p<0.05) yang berarti parameter konsentrasi PM 0.25 memilikihubungan yang linear dan signifikan terhadap parameter EC. Korelasi paling erat ditunjukkandi UP PKB Cilincing (r=0,526, p=<0.025) sedangkan hasil uji analisis menyimpulkan bahwatidak terdapat korelasi positif antara variabel EC terhadap PM 0.25 di UP PKB Ujung Menteng(Sig>0.05, r=0,250; R 2 =0,063).Kata Kunci: Analisis Konsentrasi; Diesel Particulate Matter; Elemental Carbon; KonsentrasiParticulate Matter; Particulate Matter 2.5; Particulate Matter 0.25.
Read More
S-10285
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patricia Bebby Yolla; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Ahmad Ali
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis konsentrasi pajanan personal PM2.5 pada pekerja Dinas Perhubungan yang bekerja di Terminal Terpadu Kota Depok pada tahun 2015, dengan menggunakan desain studi deskriptif. Pengukuran konsentrasi pajanan personal PM2.5 dilakukan dengan menggunakan alat ukur Leland Legacy Pump dan Sioutas Cascade Impactor. Pengukuran dilakukan selama 8 jam per hari dalam waktu 7 hari. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi pajanan personal PM2.5 pada pekerja dishub yang bekerja di lapangan lebih tinggi dari pada yang bekerja di bagian administrasi (dalam ruangan), meskipun keduanya sama-sama sudah melebihi nilai ambang batas (NAB) yang ditetapkan oleh WHO (25 μg/m3 ), US-EPA (35 μg/m3 ), dan Peraturan Pemerintah RI No.41 tahun 1999 (65 μg/m3 ). Selain itu, kualitas udara di lingkungan luar dan dalam terminal juga sudah berada pada kategori yang tidak sehat. Kata kunci: polusi udara, terminal bus, PM2.5 This study purposed to measure and analyze personal exposure concentrations of PM2.5 at the Department of Transportation (DISHUB) workers who work in Integrated Terminal Depok City in 2015, with using descriptive design study. The concentrations measurement of PM2.5 personal exposure is using Leland Legacy Pump and Personal Sampling Sioutas Cascade Impactor. This measurement was performed for 8 hours per day within 7 days. The results showed personal exposure concentrations of PM2.5 on Department of Transportation (DISHUB) workers who work in the field (outdoor) is higher than those working in administration (indoor), although both results are already exceeding the threshold level value (TLV) from WHO (25 μg/m3), US-EPA (35 μg/m3), and Indonesian Government Regulation (PP RI No. 41/1999) (65 μg/m3). In addition, the air quality at outside and inside the bus terminal are also in the unhealthy category. Key Words: air pollution, bus terminal, PM2.5
Read More
S-8741
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Indriani; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Rudy Saptari Sulesuryana
S-9014
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Tahta Kurniawan; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Rudy Saptari Sulesuryana
S-9210
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive